Anda di halaman 1dari 9

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak terlepas dari peran filsafat. Sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Kedudukan filsafat sebagai induk dari ilmu pengetahuan, memiliki proses perumusan yang sangat sulit dan membutuhkan pemahaman yang mendalam, sebab nilai filsafat itu hanyalah dapat dimanifestasikan oleh seseorang filsuf yang otentik. Perumusan tersebut merupakan suatu stimulus atau rangsangan untuk memberikan suatu bimbingan tentang bagaimana cara kita harus mempertahankan hidup. Manusia sebagai makhluk pencari kebenaran, dalam eksistensinya terdapat tiga bentuk kebenaran, yaitu ilmu pengetahuan, filsafat dan agama. Filsafat disebut pula sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat eksistensial, artinya sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Bahkan filsafat menjadi dasar bagi motor penggerak kehidupan, baik sebagai makhluk individu atau pribadi maupun makhluk kolektif dalam masyarakat. Oleh karena itu kita perlu mempelajari filsafat hingga keakar-akarnya. Khususnya pada dasar ilmu pengetahuan, sebab manusia hidup pastilah memiliki pengalaman yang berbeda-beda, yang kemudian dari pengalaman itu akan muncul ilmu sebagai kumpulan dari pengalaman atau pengetahuan yang ada agar terbuka wawasan pemikiran yang filosofis. Ilmu kimia merupakan ilmu mengenal bahan kimia. Bahan kimia bukanlah zat abstrak yang perlu ditakuti oleh manusia biasa. Bahan ini mencakup benda yang ada disekitar kita. Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi lain, serta energi yang menyertai perubahan materi. Mempelajari ilmu kimia tidak hanya bertujuan menemukan zat-zat kimia yang langsung bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia belaka, akan tetapi ilmu kimia dapat pula

memenuhi keinginan seseorang untuk memahami berbagai peristiwa alam yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui hakikat materi serta perubahannya, menanamkan metode ilmiah, mengembangkan kemampuan dalam mengajukan gagasan-gagasan, dan memupuk ketekunan serta ketelitian bekerja. Dengan pentingnya pemahaman filsafat dalam menekuni bidang sains terkhusus sains dalam kimia. Maka penulis membuat makalah ini dengan judul : ManfaatFilsafat Ilmu Pengetahuan dalam Pengembangan Bidang Sains Kimia.

B. Rumusan Masalah 1) Bagaimana Pengertian Filsafat Ilmu Pengetahuan? 2) Bagaimaa Hakikat Pembelajaran Kimia ? 3) Apa Manfaat Mempelajari Filsafat dalam Bidang Studi Kimia ?

C. Tujuan Penulisan 1) Dapat mEngetahui pengertian filsafat ilmu pengetahuan 2) Dapat mengetahi bagaimana pembelajarn hakikat kimia 3) Dapat mengetahui apa manfaat mempelajari filsafat dalam bidang studi kimia.

BAB II KAJIAN TEORI

A. Pengertian (defenisi) Filsafat Ilmu Pengetahuan Filsafat dan Ilmu adalah dua kata yang saling berkaitan baik secara substansial maupun historis. Kelahiran suatu ilmu tidak dapat dipisahkan dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat Ilmu merupakan bagian dari Epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Dalam memahami filsafat ilmu pengetahuan, objek yang paling berperan penting adalah manusia, Karena hanya manusialah yang punya akal, yang diberikan oleh Tuhan YME dibandingkan dari makhluk hidup lainnya. Dalam hal ini, perbedaan yang mendasari antara manusia dan hewan adalah dari segi akal. Akal disini mendorong manusia untuk berpikir, tanpa akal manusia tidak akan bisa berpikir untuk memperoleh ilmu pengetahuan itu. Dari segi penciptaan manusia, dengan akalnya manusia senantiasa merasa kekurangan, dalam diri manusia selalu akan ada rasa ingin tahu yang membuncah dalam pikirannya. Karena lingkungan tempat manusia hidup selalu menarik perhatian manusia itu sendiri. Dengan rasa ingin tahu itulah manusia sejak awal dan sampai akhir hayatnya akan terus-menerus mencari tahu dan akan mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Manusia tidak akan cenderung mudah puas. Dalam menanggapi sesuatu itu awalnya manusia akan merasa heran dan berusaha mencari tahu akan hal itu. Selanjutnya akan timbul sikap keraguan akan persepsi yang ia dapat dari hasil keheranannya itu, dan sampai pada tingkat perkiraan yang membuatnya mengambil sikap, dan selanjutnya akan

mengemukakan pendapatnya yang ia yakini benar, dan ia akan mendapatkan kepastian dalam dirinya, sehingga menghasilkan suatu keyakinan yang menyeluruh untuk memecahkan masalah yang ia temui. Dalam diri manusia, masalah atau problematika dalam kehidupannya tidak akan pernah hilang, walaupun terkadang manusia biasa memecahkan masalah

yang ia temui sampai pada rasa puas, namun yang namanya kehidupan dari segi hal lain, atau masalah lain selalu saja akan ada timbul suatu masalah dalam mengarungi kehidupan ini.

B. Hakikat Pembelajaran Kimia 1) Nama ilmu kimia berasal dari bahasa Arab, yaitu al-kimia yang artinya perubahan materi, oleh ilmuan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778 M). hal ini berarti, ilmu kimia secara singkat dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari rekayasa materi yaitu mengubah materi menjadi bentuk lain. Secara lengkapnya, ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, srtuktur, sifat, perubahan serta energy yang menyertai perubahan suatu zat atau materi. Zat atau materi itu sendiri adalah segala yang menempati ruang dan mempunyai massa. 2) Fakta yang terdapat di alam mempunyai banyak hubungan dengan ilmu kimia. Dari ciri pemikiran filsafat yang telah dipelajari mempunyai arti besar dalam menumbuhkan sikap kritis terhadap suatu fakta. Sikap kritis ini merangsang otak untuk mengajukan berbagaipertanyaan terhadap fenomena yang ada dalam ilmu kimia. 3) Ilmu kimia diperlukan dan terlibat dalam kegiatan industri dan perdagangan, kesehatan dan berbagai bidang lainnya. Ke depan. Ilmu kimia sangat berperan dalam penemuan dan pengembangan material dan sumber energi baru yang lebih bermanfaat, bernilai ekonomis dan lebih ramah lingkungan. 4) Ilmu kimia merupakan ilmu mengenal bahan kimia. Bahan kimia bukanlah zat abstrak yang perlu ditakuti oleh manusia biasa. Bahan ini mencakup benda yang ada disekitar kita. 5) Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi lain, serta energi yang menyertai perubahan materi.

C. Manfaat mempelajari filsafat ilmu pengetahuan bagi pengembangan bidang sains kimia Filsafat adalah pengetahuan tentang segala apa yang ada. Filsafat memberi jawaban atas pertanyaan Apakah hakikatnya segala yang terjadi dan ada di muka bumi?. Nah, disinilah pentingnya filsafat ilmu pengetahuan bagi pengembangan sains kimia, karena kimia berhubungan dengan apa yang ada di muka bumi ini. Mempelajari ilmu kimia tidak hanya bertujuan menemukan zat-zat kimia yang langsung bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia belaka, akan tetapi ilmu kimia dapat pula memenuhi keinginan seseorang untuk memahami berbagai peristiwa alam yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mengetahui hakikat materi serta perubahannya, menanamkan metode ilmiah, mengembangkan kemampuan dalam mengajukan gagasan-gagasan, dan memupuk ketekunan serta ketelitian bekerja. Kimia adalah ilmu tentang materi dan perubahannya. Materi itu sendiri adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Semua materi berada dalam tiga wujud yaitu, padat, cair dan gas. Hakikat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk, maupun susunan partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi perubahan letak susunan yang mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dari wujud/bentuk semula. Ilmu kimia lahir dari keinginan para ahli kimia untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan apa dan mengapa tentang sifat materi yang ada di alam, yang masing-masing akan menghasilkan fakta dan pengetahuan teoritis tentang materi tersebut. Jenis pengetahuan selalu mempunyai ciri-ciri spesifik mengenai apa (ontology), bagaimana (estimologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan, tidak mungkin bahasan estimologi terlepas sama sekali dari ontology dan aksiologi. Apalagi bahasan yang didasarkan model berpikir sistematik, justru ketiganya harus senantiasa dikaitkan terutama dalam penggembangan sains kimia.

Segala apa yang ada di dunia ini dapat dibagi dalam dua bagian, yaitu benda hidup dan benda mati. Benda hidup berupa tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Benda mati berupa kursi, meja, lemari, batu dan sebagainya. Jadi segala apa yang ada hanya terdiri dari benda hidup dan benda hidup dan benda mati. Dalam filsafat memahami fenomena yang terjadi melalui makluk hidup, makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sama halnya dengan perubahan kimia yang mengalami perubahan menghasilkan zat baru, berubah sifat dan bentuknya. Misalnya bayi yang baru lahir dengan bentuk yang kecil dan hanya bisa menangis dan menggerakkan tangan dan kaki, tetapi setelah bayi itu tumbuh dewasa maka otomatis bentuk tubuh dan sifatnya berubah. Energi yang dikeluarkannya juga lebih banyak seiring dengan kegiatan/pekerjaan yang dia lakukan. Makhluk hidup sebagian besarnya tersusun dari beberapa unsur kimia, yang notabenenya unsur tersebut terdapat pula di alam, unsur kimia tersebut bereaksi membentuk beberapa organ-organ di dalam tubuh, sehingga dengan pemahaman filsafat ilmu pengetahuan, kita dapat menganalisis fakta yang terjadi, berpikir mendalam mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dengan hasil analisis tersebut, disimpulkan bahwa organ tubuh sangatlah berharga, sebagai manusia tidak sewajarnya kita merusak organ tubuh tersebut sehingga dihasilkan sikap ilmiah untuk selalu berusaha hidup harmonis, berusaha adil dengan menjaga kondisi kesehatan agar tetap sehat dan bugar. Lain halnya dalam bidang IPTEK, ilmu atau sains kimia kimia sangatlah berhubungan erat. Dimana kita ketahui dari segi pengolahan IPTEK tersebut pastilah membutuhkan yang nama bahan kimia, selain itu dari segi efek samping dari kemajuan IPTEK ini, seperti pabrik, transportasi, sudah menjadi rahasia umum bahwa semuanya itu bisa menimbulkan pencemaran, entah itu melalui pencemaran udara, air ataupun tanah. Disinilah pentingnya juga kita mempelajari filsafat ilmu pengetahuan, Dengan berpikir mendalam, mengamati dan mencari solusi dari malah yang mendera masyarakat agar masalah ini tidak mengganggu keharmonisan lingkungan atau ekosistem.

Ilmu kimia juga sangat berperan penting dalam bidang militer, terkadang untuk mempertahankan diri dari musuh para militer menggunakan bahan kimia, seperti gas air mata, mercon, dsb. Kimia pun mempelajari bagaimana cara membuat bom, namun perlu ditekankan bahwa dengan ilmu sains yang diperoleh, tidak serta merta kita menggunakannya sesuai keinginan. Kita harus jeli melihat situasi dan kondisi. Tidak malah membuat masyarakat resah, gaduh ataupun selalu merasa was-was. Dengan ilmu yang dimiliki sangat ditekankan bagamaimana masyarakat itu bisa hidup damai, aman dan sejahtera. Satu hal yang harus dilakukan adalah memanfaatkan ilmu itu sebaik-baiknya dan selalu berpikir mendalam (berfilsafat) mengenai problema apa saja yang terjadi, mencari solusi dari setiap problema tersebut Dengan cara ini manusia bisa mampu berbuat adil, sebagai khalifah dimuka bumi ini. Pada intinyabegitu banyak manfaat yang diperoleh dalam mempelajari filsafat ilmu pengetahuan bagi pengembangan bidang studi kimia, antara lain: 1) Dalam aspek ontology, berwawasan keilmuan 2) Dalam Epistemologi berupa sikap ilmiah 3) Dalam etika bidang studi mampu bersikap adil atau tidak mnyalahgunakan ilmu yang diperoleh. Filsafat sebagai fasilitator ilmu kimia hanyalah sebatas untuk mengorek isi yang terkandung dalam wilayah kimia serta mencari gejala-gejala ilmiah yang ada di alam semesta ini yang akhirnya dimasukkan ke wilayah ilmu kimia. Tanpa filsafat yang mengorek mengenai sesuatu yang tersembunyi di tubuh alam semesta ini maka perkembangan ilmu, khususnya kimia, hanya akan mengalami stagnansi, kemandekan. Jika ini terjadi berarti lonceng kematian bagi peradaban manusia telah dimulai dan manusia akan kembali pada zaman batu. Buku kemajuan manusia modern telah ditutup. Maka, berfilsafat merupakan syarat dasar bagi kemajuan sebuah ilmu pengetahuan dalam hal ini khususnya ilmu kimia dan agama menjadi penuntun ke mana ilmu pengetahuan akan dibawa. Disinilah fungsi manusia sebagai khalifah di dunia ini supaya dapat berkelanjutan sehingga bumi ini akan terwariskan hingga akhir zaman.

BAB III KESIMPULAN

Objek filsafat adalah mengambil alih berbagai hasil sains, menambahkan pada hasil-hasil sains yang dimabil alih tersebut dengan berbagai hasil pengalaman etis dan religius umat manusia kemudian merefleksikannya secara keseluruhan. Harapannya, dengan pengetian seperti ini kita bisa mencari beberapa kesimpulan umum seperti sifat-sifat dasar atau hakikat alam semesta, kedudukan dan harapan-harapan kita di alam semesta. Filsafat adalah pengetahuan tentang segala apa yang ada. Filsafat memberi jawaban atas pertanyaan tentang segala yang terjadi dan ada di muka bumi ini, disinilah titik pentingnya filsafat ilmu pengetahuan bagi pengembangan ilmu kimia. Karena kimia adalah sains yang mempelajari fenomena alam baik itu manusia, hewan, maupun tumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Suhartono, Suparlan, 2010. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Makassar: Badan Penerbit UNM http://jawigo.blogspot.com/2011/07/relevansi-filsafat-dalam-pengembangan.html http://ainunchem.blogspot.com/2012/12/filsafat-kimia.html