Anda di halaman 1dari 9

GANGGUAN PSIKIATRIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN EPILEPSI I.

PENDAHULUAN Neurologi dan psikiatri merupakan suatu penyakit dari organ yang sama yaitu otak. Karena itu, memprediksi interaksi antara penyakit-penyakit neurologi dan psikiatri merupakan hal yang tidak beralasan. Pada sebuah editorial pada jurnal Neurology pada tahun 2000, Price, Adams, dan Coyle mencoba mendalami interaksi ini. ubungan klinik antara epilepsi dan gangguan perilaku masih kontro!ersial. " #eberapa penulis menemukan insidensi lebih besar dari gangguan perilaku pada pasien dengan epilepsi daripada pada populasi umum. Penulis yang lain berpendapat bah$a gambaran o!errepresentasi ini merujuk pada sampling errors atau kontrol kelompok yang inadekuat. %ekanisme untuk beberapa hubungan tersebut termasuk yang tertulis di ba$ah ini&

Common neuropathology Predisposisi genetik 'angguan tumbuh kembang ()ek neuro)isiologis *ktal atau subiktal *nhibisi atau hipometabolisme daerah sekitar )okus epileptikus (pileptogenesis sekunder Alteration of receptor sensitivity Secondary endocrinologic alterations Primary, independent psychiatric illness Konsekuensi dari )armako terapi dan terapi operasi Consequence of psychosocial burden of epilepsy

Karena adanya )enomenologi dari epilepsi, bah$a terdapat hubungan yang erat antara epilepsi dan psikiatri dan memiliki sejarah yang panjang. Pendekatan tradisional pengobatan epilepsi adalah )okus terhadap tipe bangkitan dan terapi spesi)ik untuk bangkitan tersebut. +erapi hanya berkonsentrasi pada tipe bangkitan, dan terapi hanya sedikit bekerja untuk kualitas hidup pasien, kurang memperhatikan e)ek samping yang terjadi pada kualitas hidup pasien dengan epilepsi. ,ackellares dan #erent menyatakan bah$a pengobatan komprehensi) dari pasien epilepsi membutuhkan -...perhatian pada konsekuensi psikologis dan sosial dari epilepsi yang sebanding dengan kontrol terhadap bangkitan..2 %eskipun tidak diragukan lagi kepentingan dari pengobatan terhadap pasien epilepsi, diagnosis dan terapi neurologik tingkat lanjut cenderung untuk mendahulukan mani)estasi klinis dari epilepsi sampai akhirnya 'ibbs memberikan perhatian lebih terhadap insidensi tinggi gangguan perilaku pada pasien epilepsi lobus temporal. / ,aat ini secara umum diyakini bah$a insidensi dari gangguan neurobehavioral dan epilepsi lobus temporal dan parsial comple0, secara partikular kuat. (deh dan +oone melakukan penelitian terhadap perbedaan antara )okus epilepsi dengan kedua lobus temporal dan lobus nontemporal, dan epilepsi primer umum. 1

2uilleumier dan 3allon menyatakan 20-/04 dari pasien dengan epilepsi menderita gangguan psikiatrik.5 +ucker melaporkan sebuah penelitian mendapatkan 604 pasien dengan bangkitan parsial kompleks intractable menderita satu atau lebih konsisten diagnosis dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Revised hird !dition "DSM#$$$#R%7584 memiliki ri$ayat episode depresi, /24 menderita agora)obia tanpa gangguan panik atau gangguan an0ietas lain, dan "/4 menderita psikosis.9 +orta dan Keller melaporkan resiko psikosis pada populasi pasien dengan epilepsi sekitar 9-"2 kali lebih besar, dengan pre!alensi sekitar 6-84 :pada pasien dengan terapi re)raktori epilepsi lobus temporal, pre!alensi telah dilaporkan dalam range 0-"94;. 6 Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan populasi yang diteliti, periode $aktu in!estigasi, dan kriteria diagnostik. Karakteristik simptom psikiatrik dari epilepsi sindrom neurobehavioral :contoh& Morel syndrome; cenderung untuk dipisahkan pada beberapa cara berikut&

'angguan psikiatrik atipik (pisodik Pleomor)ik

Pada sebuah penelitian hubungan antara epilepsi dengan gangguan psikiatrik, penanganan harus diberikan untuk membedakan antara hal-hal berikut&

'angguan psikiatrik yang disebabkan oleh bangkitan epilepsi-gangguan iktal, gangguan postiktal,dan gangguan interiktal. 'angguan (pileptik dan psikiatrik yang disebabkan oleh patologi otak yang biasa terjadi 'angguan (pileptik dan psikiatrik yang terjadi untuk eksis terjadi pada pasien yang sama tetapi tidak berhubungan berdasarkan penyebab

,chmit< et al menemukan bah$a interaksi biologi multipel dan )aktor psikososial menentukan resiko untuk membangun baik psikosis bentuk sci<ophren atau depresi mayor pada pasien epilepsi dan meyimpulkan bah$a gangguan perilaku pada epilepsi memiliki )aktor resiko multipel dan etiologi multi)aktor.8 II. PSIKOSIS 2uilleumier dan 3allon menemukan bah$a 2-=4 pasien epilepsi menderita gangguan psikotik.5 Pere< dan +rimble melaporkan bah$a sekitar setengah dari pasien epilepsi dengan psikosis dapat didiagnosa bersama dengan schi<ophrenia.= Kanner menyatakan bah$a berbagai klasi)ikasi telah diajukan untuk psikosis yang berhubungan dengan epilepsi. >ia menyatakan bah$a, untuk spesialis sara), yang paling berguna mungkin akan dipisahkan antara psikosis berdekatan dan berhubungan dengan bangkitan :iktal atau postiktal psikosis;, psikotik yang berhubungan dengan remisi bangkitan :psikosis alternati);, psikosis dengan perjalanan penyakit yang lebih stabil dan kronik :seperti psikosis interiktal;, dan proses psikosis iatrogenik berhubungan dengan obat-obat antiepilepsi. "0

Periode iktal& ,tatus epileptikus :contoh, status epileptikus parsial kompleks dan status epileptikus absen; dapat menggambarkan gangguan psikiatrik, termasuk psikosis. Periode postiktal& sehingga dan koleganya dibedakan dengan psikosis postiktal, yang ditandai delusi dengan sitematisasi yang baik dan halusinasi dengan seting adanya orientasi dan kesadaran, dan )ungsi postiktal, dan juga berhubungan antara psikosis postiktal self#limited dan psikosis interiktal kronik yang tidak remisi terlihat pada epilepsi jangka panjang. Kriteria yang diajukan oleh ,tagno untuk psikosis postiktal termasuk hal-hal diba$ah ini& ""

Psikotik atau simptom psikiatrik lain terjadi setelah bangkitan atau, lebih sering, sebuah seri bangkitan setelah inter!al istirahat atau bangkitan selama 6 hari. Periode psikosis, depresi atau elasi, atau simptom berhubungan dengan an0ietas. Periode terbatas oleh $aktu, bertahan selama beberapa hari dan jarang sampai beberapa minggu. +idak terjadi penurunan kesadaran secara signi)ikan. ?ogsdail dan +oone percaya bah$a penurunan kesadaran, disorientasi, atau delirium mungkin dapat terjadi dan, jika kesadaran tidak terganggu, delusi dan halusinasi muncul@ kombinasi keduanya mungkin dapat terjadi."2 Penurunan kesadaran bukan sebagai atribut dalam pengobatan psiko)armaka ataupun penyebab psikiatrik :sebagai contoh, intoksikasi obat, status epileptikus parsial kompleks, gangguan metabolik;.

Psikosis interiktal& +andon dan >eAuardo menjelaskan seri pasien epilepsi yang mengalami psikosis diterbitkan oleh ,later dan #eard dan menemukan bah$a psikosis biasanya merupakan salah satu bentuk schi<ophrenia, paling sering paranoid schi<ophrenia."/ ,tagno melaporkan bah$a psikosis interiktal persisten dari epilepsi dan Bschi&ophrenia#li'e psychoses of epilepsyB dipisahkan dari schi<ophrenia pada tradisional psikiatrik oleh hal-hal berikut& ""

,edikit simptom negati) schi<ophrenia, sering dalam bentuk a)ek datar dan deteriorasi kepribadian. Kepribadian premorbid yang lebih baik. >elusi paranoid. Ce)erensi delusi. Perjalan penyakit jinak dan lebih ber!ariasi.

Daktor resiko untuk perkembangan psikosis pada epilepsi yang telah ditemukan pada beberapa penelitian :untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bibliogra)i oleh +rimble dan ,chmit<; termasuk hal-hal diba$ah ini& "1

#angkitan parsial kompleks, terutama dengan )okus lobus temporal& beberapa peneliti telah menyatakan predominan )okus bagian kiri. (pilepsi lobus )rontal juga sering terjadi. +erdapat Balien tissueB seperti tumor kecil, hamartoma; %esial lobus temporal ganglioglioma Pasien bertangan kidal, terutama $anita

,chmit< et al mempelajari )aktor resiko dan mengklasi)ikasikan nya dengan sistem di ba$ah ini& 8

Daktor biologi o (pilepsi onset dini o (pilepsi lebih berat o (pilepsi lebih sering lobus temporal dan tidak terklasi)ikasikan dan epilepsi umum )rekuensi yang lebih jarang& tidak ada perbedaan signi)ikan pada tipe epilepsi antara pasien epilepsi dan psikosis dan pasien epilepsi tanpa ditemukan penyakit psikiatrik. Daktor psikososial o ?atar belakang keluarga yang terganggu o ubungan interpersonal kurang o Ketergantungan sosial o Kegagalan pro)esional

+rimble dan ,chmit< :"==8; percaya bah$a kesimpulan yang terdapat pada literatur )aktor resiko kontro!ersial tinggi. "1 III.GANGGUAN MOOD III. 1 Depresi >epresi bukan masalah yang jarang pada pasien epilepsi. ippocrates mencatat hubungan-7BMelancholics ordinarily become epileptics and epileptics melancholics.B Pada sebuah penelitian pasien epilepsi yang dira$at di rumah sakit ji$a, #etts menemukan bah$a depresi adalah diagnosis psikiatrik tersering. Drekuensi an0ietas juga telah di komentarinya. +erdapat dua kemungkinan-depresi adalah reaksi terhadap penyakit kronis atau depresi adalah bagian dari epilepsi. %ende< et al membandingkan pasien epilepsi untuk mencocokkan kontrol tanpa epilepsi tetapi dengan derajat yang mirip atas ketidakmampuan penyakit medis kronik lain dan memenukan bah$a, ketika 554 pasien epilepsi dilaporkan depresi, hanya /04 kontrol yang dicocokkan dilaporkan depresi. %ende< et al menyimpulkan bah$a depresi berhubungan dengan psikosindrom epilepsi spesi)ik."5 ,ementara itu, Cobertson menyimpulkan bah$a, dengan beberapa pengecualian, )enomena depresi derajat tidak terlalu besar dapat sebagai atribut untuk !ariabel neuroepilepsi@ bagaimanapun, tidak semua penelitian menemukan perbedaan ini."9 (tiologi depresi pada pasien epilepsi adalah kompleks dan termasuk diba$ah "9 ini& 'enetik Ceaksi terhadap peristi$a kehidupan, termasuk epilepsi ()ek obat anti epilepsi (pilepsi, epilepsi partikular lobus temporal dan parsial kompleks

3obe et al telah melaporkan e!idensi bah$a beberapa depresi dan beberapa epilepsi mungkin berhubungan dengan penurunan transmisi noradrenergik dan serotonergik di otak. "6 Karakteristik pasien epilepsi yang juga menderita depresi termasuk di ba$ah ini&

(e)er neurotic traits More psychotic traits *igher trait and state an+iety scores ?ebih banyak a)ek abnormal dan gangguan dysthymic kronis ,kor hostility yang tinggi, terutama kritik terhadap diri sendiri dan rasa bersalah Enset tiba-tiba dan durasi simptom yang singkat

Daktor resiko untuk mengembangkan depresi pada pasien epilepsi termasuk di ba$ah ini&

#angkitan lobus temporal dan bukan parsial kompleks lobus )rontal Aura !egetati) Ci$ayat keluarga dengan penyakit psikiatrik, partikular depresi ()ek lateral, yang kontro!ersial a. Dlor- enry berspekulasi bah$a depresi mungkin berhubungan dengan )okus kanan :tidak dominan;, sebuah penemuan dikon)irmasikan oleh beberapa in!estigator lain."8 beberapa penulis lain memiliki sugesti bah$a elasi berhubungan dengan lesi bagian kanan dan depresi atau kesedihan dengan lesi bagian kiri. #anyak penelitian yang menemukan sebuah hubungan antara lateralisasi dan depresi telah menemukan depresi lebih sering dengan )okus bagian kiri. b. ?ope<-Codrigue< et al menemukan bah$a episode depresi mayor secara statistik lebih )rekuntati) pada pasien dengan bangkitan lobus temporal kiri daripada pasien dengan bangkitan lobus temporal kanan."= c. Penulis-penulis lain melaporkan tidak terdapat perbedaan lateralisasi pada tingkat depresi.

>epresi dikategorisasikan pada pasien epilepsi sebagai depresi yang terjadi secara periiktal :preiktal, iktal, atau postiktal; dan bah$a terjadi secara iktal mungkin dapat berguna. Cobertson berpendapat bah$a 3ulius Caesar mungkin menderita depresi sebagai bagian dari bangkitannya. "9 Filliams mempelajari bah$a pada 2000 pasien epilepsi ditemukan mood depresi merupakan bagian dari serangan pada 2", emosi kedua tersering constituting bagian dari serangan.20 Casa takut merupakan yang tersering, penulis lain telah menemukan hasil yang menyerupai. %ungkin sekitar "0-204 pasien epilepsi memiliki prodormal peri-iktal mengandung mood iritabilitas-depresi, kadang dengan an0ietas atau tension dan sakit kepala. %eskipun Filliams menuliskan pada pasiennya bah$a gangguan mood mungkin terjadi selama " jam sampai beberapa hari setelah kejang, sindrom a)ek postiktal telah diterima sedikit perhatian pada literatur.20 #lumer telah mende)inisikan interictal

dysphoric disorder :*>>; pada pasien epilepsi dimana simptom cenderung untuk menjadi intermiten.2" Pada rata-rata, pasien cenderung untuk mengalami 5 dari simptom berikut :kisaran /-8;&

%ood depresi Anergia Nyeri 'angguan tidur :insomnia; Casa takut An0ietas *ritabilitas proksismal %ood e)oria

III.2 Bunuh Diri Cesiko bunuh diri pada populasi umum rata-rata sekitar ".14. >epresi adalah salah satu gangguan psikiatrik yang dapat meningkatkan resiko bunuh diri. Cesiko bunuh diri pada pasien depresi diyakini sekitar "54. ,ebuah penelitian pada lebih dari =000 pasien depresi-mania diidenti)ikasikan tingkat bunuh diri "8.=4. Pokorny telah melaporkan bah$a resiko bunuh diri pada pasien depresi setinggi pada 50 kali populasi umum.22 Pada rata-rata, resiko bunuh diri pada pasien epilepsi sekitar "/4 :tingkat pre!alensi berkisar antara 5-"0 kali dari populasi umum;. %eskipun beberapa penulis menanyakan metodologi ini dan teknik pemilihan pasien, kebanyakan penulis cite metaanalisis #arraclough, yang menyatakan resiko bunuh diri pada pasien epilepsi lobus temporal meningkat sebanyak 25 populasi umum.2/ III.3 M ni Contoh terbaik yang diketahui dari elasi mood preiktal adalah deskripsi >ostoe!sky tentang pengalaman iktal pada hasil penelitiannya yang berjudul he $diot and he Possessed, Pada sebuah seri terpilih dengan teliti dari pasien epilepsi, Filliams menemukan bah$a hanya "95 dari 2000 pasien memiliki kompleks, termasuk emosional, pengalaman iktal. >ari "95 tersebut, hanya / pasien terdapat elasi. %ania dan hipomania jarang berhubungan dengan epilepsi.20 Penyakit depresi-mania juga jarang@ dari 99 pasien epilepsi dan depresi mayor, hanya 2 menderita gangguan bipolar. Kejarangan ini mungkin, untuk beberapa derajat, sekunder terhadap e)ek antimania dari obat seperti carbama<epine dan !alproate. %ania tidak biasa berhubungan dengan epilepsi meskipun sebelumnya terdapat penggunaan obat-obat anti epilepsi modern. I!. GANGGUAN AN"IETAS

An0ietas pada pasien epilepsi dapat terjadi sebagai )enomena iktal@ emosi interiktal atau sebagai bagian dari gangguan an0ietas@ sebagai bagian dari gangguan depresi@ atau berhubungan dengan periode menyerupai bangkitan nonepileptik sebagai bagian dari penyerta primer gangguan an0ietas. An0ietas biasa terjadi pada pasien epilepsi@ dari 1= pasien epilepsi pada pusat pelayanan epilepsi tersier, 564 memiliki an0ietas tingkat tinggi. Pada pasien dengan epilepsi lobus temporal, +rimble et al melaporkan bah$a "=4 didiagnosa dengan an0ietas dan ""4 dengan depresi.21 (deh dan +oone menemukan bah$a pasien epilepsi lobus temporal memiliki skor lebih tinggi untuk an0ietas daripada pasien epilepsi )okal, epilepsi lobus nontemporal.1 Karena terdapat kesulitan dalam memisahkan an0ietas yang berhubungan dengan penyakit kronis dari an0ietas patologis, beberapa penelitian an0ietas pada epilepsi telah dilakukan. Gang menarik, 'oldstein et al menemukan bah$a pasien epilepsi dengan bangkitan )rekuensi tinggi memiliki skor an0ietas yang lebih rendah daripada pasien eplepsi dengan bangkitan )rekuensi rendah. 25 %enurut 'oldstein dan arden, periode epileptik dapat menghasilkan simptom yang tidak terpisahkan dari gangguan an0ietas primer. Casa takut dan an0ietas sering berhubungan dengan bangkitan parsial sederhana./ +orta dan Keller mengukur bah$a rasa takut terjadi sebagai aura pada "54 pasien, 6 'oldstein dan arden menyimpulkan dari beberapa penelitian bah$a rasa takut adalah emosi iktal yang tersering./ Pembedaan antara rasa takut spontan dengan rasa takut reakti) :sebagai contoh, reaksi terhadap mengetahui bah$a akan terjadi bangkitan; dapat sangat sulit. 'angguan panik dapat menghasilkan simptom paroksismal, yang dapat dibingungkan dengan episode bangkitan dan dapat tidak dikenali pada pasien epilepsi. An0ietas dapat berhubungan dengan gangguan serangan nonepilepsi. +orta dan Keller telah melaporkan bah$a 994 pasien epilepsi terdapat an0ietas interiktal.6 'oldstein dan arden menyebutkan dua mekanisme psikologis utama untuk hal ini, seperti di ba$ah ini& / Casa takut bangkitan rekuren :Bsei&ure phobiaB; al-hal di sekitar lokus kontrol Kedua hal tersebut menyimpulkan kasus yang didokumentasikan dari B sei&ure phobiaB aktual adalah jarang tetapi hal tersebut masuk akal dari dispersi lokus kontrol dapat menyebabkan ditemukannya masalah pada pasien epilepsi./ !. GANGGUAN KEPRIBADIAN Pertanyaan mengenai apakah gangguan kepribadian berhubungan dengan epilepsi memiliki sejarah yang panjang dan masih kontro!ersial sampai saat ini. +rimble telah melaporkan data dan kesimpulan yang dapat menjelaskan pro)il kepribadian pada pasien epilepsi, yaitu dengan kombinasi kompleks dari e)ek-e)ek berikut& :"; menderita penyakit kronik :Bbeing epilepticB;, :2; obat anti epilepsi, dan :/; patologi lobus temporal.29 Fa0man dan 'esch$ind telah menetapkan kumpulan perilaku abnormal :saat ini disebut -esch)ind syndrome;, perilaku abnormal tersebut berhubungan dengan epilepsi

lobus temporal. Karakteristik sindrom termasuk !iskositas, sirkumstantial, hipergra)ia, dan yang paling jarang, hiperreligios.26 #enson dan ermann melaporkan bah$a data tersebut tidak memenuhi untuk menetapkan bah$a perubahan perilaku yang konsisten terjadi pada pasien epilepsi lobus temporal.28 (pilepsi parsial kompleks seharusnya tidak didiagnosa hanya berdasarkan ditemukan tunggal -esch)ind syndrome, tanpa episode paroksismal yang dapat dibuktikan akan menjadi epileptik.26 !I. RE#ERENSI ". Price # , Adams C>, Coyle 3+& Neurology and psychiatry& closing the great di!ide. Neurology 2000 3an ""@ 51:";& 8-"1H%edlineI. 2. ,ackellares 3C, #erent ,& ,ummary and conclusions. *n& ,ackellares 3C, #erent ,, eds. Psychological >isturbances in (pilepsy. #oston& #utter$orth einemann@ "==9& 25=-291. /. 'oldstein %A, arden C?& (pilepsy and an0iety. (pilepsy #eha!ior 2000@ "& 228-2/1. 1. (deh 3, +oone #& Celationship bet$een interictal psychopathology and the type o) epilepsy. Cesults o) a sur!ey in general practice. #r 3 Psychiatry "=86 3ul@ "5"& =5-"0"H%edlineI. 5. 2uilleumier P, 3allon P& (pilepsy and psychiatric disorders& epidemiological data. Ce! Neurol :Paris; "==8 %ay@ "51:1;& /05-"6H%edlineI. 9. +ucker '3& ,ei<ure disorders presenting $ith psychiatric symptomatology. Psychiatr Clin North Am "==8 ,ep@ 2":/;& 925-/5, !iH%edlineI. 6. +orta C, Keller C& #eha!ioral, psychotic, and an0iety disorders in epilepsy& etiology, clinical )eatures, and therapeutic implications. (pilepsia "===@ 10 ,uppl "0& ,2-20H%edlineI. 8. ,chmit< (#, Cobertson %%, +rimble %C& >epression and schi<ophrenia in epilepsy& social and biological risk )actors. (pilepsy Ces "=== %ay@ /5:";& 5=98H%edlineI. =. Pere< %%, +rimble %C& (pileptic psychosis--diagnostic comparison $ith process schi<ophrenia. #r 3 Psychiatry "=80 ,ep@ "/6& 215-=H%edlineI. "0. Kanner A%& Psychosis o) epilepsy& a neurologistJs perspecti!e. (pilepsy and #eha!ior 2000@ "& 2"=-226. "". ,tagno ,3& Psychiatric aspects o) epilepsy. *n& Fyllie (, ed. +he +reatment o) (pilepsy. 2nd ed. #altimore& Filliams K Filkins@ "==6& ""/"-""11. "2. ?ogsdail ,3, +oone #K& Post-ictal psychoses. A clinical and phenomenological description. #r 3 Psychiatry "=88 Deb@ "52& 219-52H%edlineI. "/. +andon C, >eAuardo 3C& Psychoses and epilepsy. *n& ,ackellares 3C #erent ,, eds. Psychological >isturbances in (pilepsy. #oston& #utter$orth einemann@ "==9& "6"-"8=. "1. +rimble %C, ,chmit< #& +he psychoses o) epilepsyLschi<ophrenia. *n& (ngel 3, Pedley +A, eds. (pilepsy& A Comprehensi!e +e0tbook. Philadelphia& ?ippincottCa!en@ "==6& 206"-208". "5. %ende< %D, Cummings 3?, #enson >D& >epression in epilepsy. ,igni)icance and phenomenology. Arch Neurol "=89 Aug@ 1/:8;& 699-60H%edlineI.

"9. Cobertson %& %ood disorders associated $ith epilepsy. *n& %cConnell F, ,nyder P3, eds. Psychiatric Comorbidity in (pilepsy. Fashington >C and ?ondon& American Psychiatric Press@ "==8& "//-"96. "6. 3obe PC, >ailey 3F, Fernicke 3D& A noradrenergic and serotonergic hypothesis o) the linkage bet$een epilepsy and a))ecti!e disorders H*n Process CitationI. Crit Ce! Neurobiol "===@ "/:1;& /"6-59H%edlineI. "8. Dlor- enry P& Psychosis and temporal lobe epilepsy. A controlled in!estigation. (pilepsia "=9= ,ep@ "0:/;& /9/-=5H%edlineI. "=. ?ope<-Codrigue< D, Altshuler ?, Kay 3& >epression and laterality o) epileptogenic region in patients $ith medically re)ractory temporal lobe sei<ures. (pilepsia "===@ 10 :,uppl. 6;& 90. 20. Filliams >& +he structure o) emotions re)lected in epileptic e0periences. #rain "=59@ 6=& 29-96. 2". #lumer >& (pilepsy and disorders o) mood. *n& ,mith >, +reiman >, +rimble >, eds. Ad!ances in Neurology. Ne$ Gork& Ca!en Press@ "=="& 55& "85-"=5. 22. Pokorny A>& A )ollo$-up study o) 9"8 suicidal patients. Am 3 Psychiatry "=99 Apr@ "22:"0;& ""0=-"9H%edlineI. 2/. #arraclough #& ,uicide and epilepsy. *n& +rimble %C, Ceynolds ( , eds. (pilepsy and Psychiatry. Ne$ Gork& Churchill ?i!ingstone@ "=8"& 62-69. 21. +rimble %C, Cing A, ,chmit< #& Neuropsychiatric aspects o) epilepsy. *n& Dogel #,, ,chi))er C#, Cao ,%, eds. Neuropsychiatry. #altimore& Filliams K Filkins@ "==9& 66"-80/. 25. 'oldstein %A, arden C?, Cad!in ?>& >oes an0iety in epilepsy patients decrease $ith increasing sei<ure )reMuencyN (pilepsia "===@ 10 :,uppl. 6;& 90-9". 29. +rimble %C& Psychiatric disorders in epilepsy. *n& ,hor!on ,, et al, eds. +he +reatment o) (pilepsy. E0)ord& #lack$ell ,cienti)ic@ "==9& //6-/11. 26. Fa0man ,', 'esch$ind N& +he interictal beha!ior syndrome o) temporal lobe epilepsy. Arch 'en Psychiatry "=65 >ec@ /2:"2;& "580-9H%edlineI. 28. #enson >D, ermann #& Personality disorders. *n& (ngel 3, Pedley +A, eds. (pilepsy& A Comprehensi!e +e0tbook. Philadelphia, Ne$ Gork& ?ippincottCa!en@ "==6& 2095-2060.