Anda di halaman 1dari 12

Latar Belakang

Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene (C5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000 - 400.000. Karet alam adalah jenis karet pertama yang dibuat sepatu. Sesudah penemuan proses vulkanisasi yang membuat karet menjadi tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam minyak, maka karet mulai digemari sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam alat untuk keperluan dalam rumah ataupun pemakaian di luar rumah seperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya terbuat dari bahan karet. Sebelum itu usaha-usaha menggunakan karet untuk sepatu selalu gagal karena karet manjadi kaku di musim hujan dan lengket serta berbau di musim panas seperti yang pernah dilakukan oleh Roxbury Indian Rubber Company pada tahun 1833 dengan cara melarutkan karet alam terpentin dan mencampurnya dengan hitam karbon untuk menghasilkan karet keras yang tahan air.

Apa itu Lateks ?


Lateks adalah karet alam didapat dari pohon Hevea Brasiliensisyang berasal dari famili Euphorbiaceae ditemukan dikawasan tropikal Amazon, Amerika Selatansebelum di bawa kebenualain. Kandungan karet dalam lateks segar biasanya ditingkatkan menjadi 60% kandungan

karet kering melalui proses pemekatan sebelum digunakan untuk membuat produk. Faktor-faktor seperti jenis pohon karet, cara menoreh, keadaan tanah dan juga cuaca mempengaruhi kandungan karet kering dalam pohon yang ditoreh.
Partikel karet di dalam lateks tidak dapat saling berdekatan, karena masing-masing partikel mempunyai muatan listrik.

Struktur Lateks

A. Sturuktur isoprena B. Struktur 1,4 cis-polisoprena

Macam-Macam Lateks
Lateks pekat Latek kebun (lateks segar) adalah getah yang baru disadap dengan kandungan karet kering (kkk) sekitar 30%. Lateks kebun ini umumnya sangat encer, jadi perlu dipekatkan lebih dahulu hingga kadar karet kering (kkk) sekitar 60%. Salah satu contohnya Persyaratan Lateks Pekat :

Dapat disaring dengan saringan 40 mesh


Tidak terdapat kotoran atau benda-benda lain seperti daun atau kayu Lateks pekat umumnya bersifat tidak stabil atau cepat mengalami penggumpalan

Lateks pekat umumnya bersifat tidak stabil atau cepat mengalami penggumpalan

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lateks adalah : Adanya kecenderungan setiap partikel karet berinteraksi dengan fase air (serum) Adanya interaksi antara partikel-partikel itu sendiri Di samping kedua faktor di atas, ada tiga faktor lain yang dapat menyebabkan sistem koloid partikel-partikelkaret tetap stabil (Ompusunggu, 1989), yaitu : Adanya muatan listrik pada permukaan partikel karet sehingga terjadi gaya tolak menolak antara dua atau lebih partikel karet tersebut. Adanya interaksi antara molekul air dengan partikel karet yang menghalangi terjadi penggabungan partikel-partikel karet tersebut.

Bahan Pengemulsi Lateks Pekat


Bahan pengemulsi adalah merupakan bahan apabila ditambahkan akan menghambat laju koagulan pada lateks pekat.

Beberapa contoh bahan pengemulsi banyak digunakan dalam perusahaan atau pengolahan karet adalah :

Natrium karbonat, merupakan bahan pengemulsi yang lebih murah dibandingkan zat antikoagulan lain Amonia merupakan salah satu pengemulsi yang paling banyak digunakan karena : Desinfektan sehingga dapat membunuh bakteri Bersifat basa sehingga dapat mempertahankan/menaikkan pH lateks pekat. Pemakaian formaldehid sebagai pengemulsi merepotkan karena : Kurang baik bila digunakan musim hujan Apabila disimpan zat ini akan menjadi asam semut atau asam format yang dapat menyebabkan pembekuan apabila di campur pada lateks

Pengolahan lateks Pekat


Lateks pekat merupakan jenis karet yang berbentuk cairan pekat, tidak berbentuk lembaran atau padatan lainnya.

Aplikasi Lateks Dalam Teknik Sipil


Sebagai bahan untuk memperbaiki mutu beton
Mutu beton dapat diprbaiki salah satunya dengan cara memberi bahan tambahan lateks emulsion pada campuran beton. Lateks emulsion atau dikenal sebagai styrene bufadiene adalah lateks hasil dispersi dari partikel-partikel polymer organik dalam air. Bahan lateks emulsion berupa cairan seperti susu dan umumnya berwarna putih, merupakan hasil proses dari karet sintetis dalam bentuk cair

Penjelasan mengenai lateks emulsi


Lateks emulsi mempunyai butiran yang sangat kecil , bahkan lebih kecil dari butiran semen maka dari itu kegunaan dari latex emulsion adalah sebagai menyatukan poripori dari semen sehingga dapat menekan rongga rongga udara.
Latex emulsion sebagai tambahan sangat cocok apabila digunakan dengan semen portland

Kelompok 8 :
Raka Agidio S
Fikri Arifuddin H Nuur Annisa Rival Fahrial Aulia Rizky

(135060107111018)
(135060107111023) (135060107111054) (135060107111061) (135060107111032)