Anda di halaman 1dari 6

http://file-education.blogspot.

com

UNSUR- UNSUR GAS MULiA DAN HALOGEN


Kelas : XII-IPA Sem : 1 Oleh

http://file-education.blogspot.com
Standar Kompetensi Memahami karakteristik unsur-unsur penting, kegunaan dan bahayanya, serta terdapatnya di alam. Kompetensi Dasar 1. Mengidentifikasi kelimpahan unsur-unsur utama dan transisi di alam dan produk yang mengandung unsur tersebut 2. Mendeskripsikan kecenderungan sifat fisik dan sifat kimia unsur utama dan unsur transisi (titik didih, titik leleh, kekerasan, warna, kelarutan, kereaktifan, dan sifat khusus lainnya) Indikator Mengidentifikasi keberadaan unsur-unsur yang ada di alam terutama di Indonesia (gas mulia, halogen, alkali, alkali tanah, aluminium, karbon, silikon, belerang, krom, tembaga, seng, besi, oksigen dan nitrogen) Mengidentifikasi produk-produk yang mengandung zat tersebut Mengidentifikasi sifat-sifat fisik unsur utama dan unsur transisi (titik didih, titik leleh, kekerasan, warna, kelarutan, dan sifat khusus lainnya) Mengidentifikasi sifat-sifat kimia (kereaktifan, kelarutan) melalui percobaan Mengidentifikasi daya pengoksidasi halogen dan daya pereduksi halida melalui percobaan

RINGKASAN MATERI
A. KELIMPAHAN UNSUR-UNSUR Dalam alam unsur-unsur terdapat dalam umunya senyawa-senyawanya baik berupa senyawa oksida maupun silikat. Di alam senyawa-senyawa terdapat dalam mineral-mineral (batuan-batuan) Selain dalam batuan berupa zat padat, ada juga yang terlarut dalam air laut misalnya (Cl2, Br2) Pengolahan unsur-unsur melalui beberapa tahap yaitu : Eksplorasi (penambangan) Pemurnian dari zat pengotor Reduksi Pengolahan lebih lanjut sebagai bahan baku Pengolahan menjadi produk jadi 1. UNSUR-UNSUR GAS MULIA Unsur gas mulia merupakan unsur-unsur golongan VIIIA SPU, semuanya berwujud gas pada suhu kamar. Unsur Susunan elektron Nama Lambang Helium 2 2He Neon 2,8 10Ne Argon Kripton Xenon Radon
18Ar 36He 54He 86He

Kecuali He, gas mulia mempunyai elektron valensi 8 (bersifat stabil) sehingga sukar bereaksi dengan unsur lain membentuk senyawa, karena itu disebut gas mulia. Gas mulia banyak digunakan sebagai pengisi bola lampu hias, hal ini karena mempunyai radiasi warna yang spesifik. EI pertama (kJ) 23730,7 2079,5 1520,1 1350,3 1170,0 1036,8 Titik Didih (C) -268.82 -245.87 -185.71 -152.74 -106.4 -64.84 Kelimpahan di alam % (v/v) 5,24 x 10-4 1,82 x 10-4 9,34 x 10-4 1,14 x 10-4 8,70 x 10-4

Sifat-Sifat Gas Mulia Unsur Helium Neon Argon Kripton Xenon Radon

Sumber : Harsono Tjokrodanurdjo (1990;2)

Semua gas mulia terdapat bebas di alam, titik didih bertambah dengan naiknya nomor atom.. Unsur Radon bersifat radioaktif. Sifat Kinia 1. Pada suhu raunga ( 20 27)C semua gas mulia berwujud gas berbentuk melekul mono atomik. 2. Karena energi ionisasinya besar maka sukar bereaksi dengan unsur lain. 1

2,8,8 2, 8,18, 8 2, 8,18, 18, 8 2, 8,18, 32, 18, 8

Sumber : Harsono Tjokrodanurdjo (1990;2) Kim/XII-IPA/2011

Created by http://file-education.blogspit.com

http://file-education.blogspot.com Pembuatan gas Mulia Unsur-unsur gas mulia dibuat dengan cara destilasi bertingkat, kecuali Radaon, karean radon bersifat radioisotop. Senyawa-Senyawa Gas mulia Senyawa unsur halogen pertama yang dapat disintesis adalah : XeF2, XeF4 dan XeF6, Senyawa oksida xenon : XeO3 bersifat satbil dalam air, senyawa turunan oksida xenon : XeO2F4,XeO3F2 dan tetraoksida XeO4. Garam Natrium xenat : NaHXeO2, natrium perxenat Na4XeO6 merupakan oksidator terkuat. Penggunaan Gas Mulia Helium : Gas yang tidak terbakar, karean itu digunakan sebagai pengganti hidrogen pada balon udara. Tidak diserap oleh darah sehingga campuran 80% Helium dan 20% oksigen digunakan sebagai pengganti udara untuk penyelam. Neon : digunakan sebagai pengisi bola lampu reklame memberikan warna putih terang. Sinar lampu neon mampu menembus kabut. Neon cair digunakan untuk pendingin (refrigent). Argon : di atmosfer kira-kira 1%. Dalam industri argon digunakan sebagai pengganti helium. Argon digunakan untuk pengelasan titanium pada kionstruksi pesawat terbang dan roket. Argon juga digunakan untuk mengisi bola lampu TL. Kripton : kripton digunakan bersama argon digunakan sebagai pengisi bola lampu fluorisens yang bertekanan rendah. Kripton digunakan untuk lampu blitz pada fotografi. Xenon : digunakan untuk pembutana tabung elektron, lampu stroboskopis dan lampu bakterisid. 2. UNSUR-UNSUR HALOGEN Unsur-unsur halogen : F, Cl. Br, I dan At Unsur Susunan elektron Nama Lambang Fluor 2, 7 7F Klorin 2, 8, 7 17Ne Bromin Yodium
35Ar 53He

Mempunyai titik leleh dan titik didih rendah, titik leleh dan titik didih makin tinggi dengan bertambahnya nomor atom, kecuali I Wujud pada suhu kamar : Fluor dan Klor berwujud gas, Brom berwujud cair dan Yod berwujud padat. Fluor berwarna kuning pucat, Klorin berwarna kuning kehijauan, Brom berwarna coklat dan yod berwarna ungu. Yod dalam teadaan terbuka mengalami sublimasi. Mempunyai potensial reduksi (E) > 0 sehinga merupakan oksidator kuat

b. Sifat Kimia Unsur Halogen


Unsur-unsur halogen mempunyai elektron valensi 7 dan mempunyai energi ionisasi sangat tinggi tetapi mempunyai afinitas elektron tinggi dan mempunyai keeletronegatifan tinggi sehingga mudah membentuk ion negatif. Beberapa reaksi penting halogen: Dapat bereaksi langsung dengan unsur logam membmentuk garam sehingga disebut halogen ( halos = garam, gen = pembentuk). Bereaksi dengan unsur logam membentuk halida, L(s) + X2 (g) LXn (s) Dengan Hidrogen membentuk asam halida (HX) H2 (s) + X2 (g) 2 HX (s) Dengan basa kuat mengalami reaksi disproporsionasi X2 + OH- (aq) HX + XO- (aq) + H2O(aq) Kecuali I2 halogen dapat bereaksi dengan P menurut persamaan : 3 F2 (g) + 2 P(s) 2 PF3 (g) 3 Cl2 (g) + 2 P(s) 2 PCl3 (g) 3 Br2 (l) + 2 P(s) 2 PBr3 (g) Jika unsur halogen berlebih terjadi reaksi 5 F2 (g) + 2 P(s) 2 PF5 (g) 5 Cl2 (g) + 2 P(s) 2 PCl5 (g) 5 Br2 (l) + 2 P(s) 2 PBr5 (g) Dapat bereaksi dengan H2S H2S + X2 2 HX + S(s) Usnur halogen dapat mendesak halogen dibawahnya dari senyawanya: F2 (g) + 2 KCl(aq) 2 KF(aq) + Cl2 (g) Cl2 (g) + 2 KBr(aq) 2 KCl(aq) + Br2 (l) Br2 (g) + 2 KI(aq) 2 KBr(aq) + I2 (s) Urutan daya pengoksidasi : F2 > Cl2 > Br2 > I2

2, 8,18, 7 2, 8, 18,18, 7

Sumber : Harsono Tjokrodanurdjo (1990;2)

a. Sifat Fisika Unsur Halogen Afinitas Energi EI Unsur elektron ikatan (kJ) (kJ) (kJ) Fluor 1680,16 339 153 Klorin 1250,00 355 242 Bromin 1139,07 331 193 Yodium 1007,90 302 150

Titik didiih (C) -118,0 -34,6 58,76 184,35

Titik leleh (C) -220 -101 -7 114

c. Senyawa senyawa Unsur Halogen


1) Asam Halida Semua asam halida berwujud gas pada suhu kamar HF mempunyai ttik didih paling tinggi karena mempunyai ikatan hidrogen HF dapat digunakan untuk melukis kaca Urutan energi dissosiasi : HF > HC l>HBr >HI 2

Bersifat non-logam membentuk molekul dwi atom : F2, Cl2, Br2, I2 dan At2
Kim/XII-IPA/2011

Created by http://file-education.blogspit.com

http://file-education.blogspot.com HF merupakan asam lemah, sedangkan HI merupakan asam paling kuat. kecuali F-, Ion halida membentuk endapan dengan Ag AgCl (putih), AgBr (kuning pucat), AgI (kuning) AgCl mudah larut dalam amonia encer, AgBr dalam amonia encer sedikit larut , dalam amonia pekat mudah larut. AgI sedikit larut dalam amonia pekat HF dan HCl dapat dibuat dengan mereaksikan garam fluorida atau klorida dengan H2SO4 pekat HBr dan HI tidak dapat dibuat dengan mereaksikan garam bromida dengan H2SO4 pekat, karena akan mengalami oksidasi membentuk Br2 atau I2, sebagai pengganti digunakan H3PO4 2) Asam Oksi Haloigen Kecuali F, halogen dapat membentuk senyawa yang mempunyai biloks positif : +1, +3, +5, dan +7 Tabel asam oksi halogen: Bilangan Oksidasi Halogen +1 +3 +5 +7 HclO3 HclO4 Cl HclO HclO HbrO3 HbrO4 Br HbrO HIO3 HIO4 I HIO Urutan daya oksidasi : XO XO2 XO3 XO4

d. Kegunaan, Terdapatnya Dan Cara Memperoleh Halogen 1). Fluorin (F) a) Kegunaan Fluorin banyak digunakan dalam bentuk senyawanya: Freon -11 (CFCl3), Freon 12 (CF2Cl2) digunakan sebagai pendingin Teflon (PTFE = Politetrafluoroetena) merupakan plastik keras yang tahan terhadap zat-zat kimia. HF digunakan untuk melukis kaca. SF6 digunakan dalam pemisahan isotop uranium b) Terdapatnya Di alam terdapat dalam mineral Fluorit (CaF2), Kriolit (Na3AlF6) dan Fluoroapatit (CaF2.3Ca3(PO4)2) c) Cara Memperoleh Fluorin hanya diperoleh dengan cara elektrolisis lelehan campuran KF dan HF, kerana F2 merupakan oksidator kuat 2) Klorin (Cl) a) Kegunaan Klorin digunakan dalam pembuatan bromin (sebagai pengelantang) dan sterilisasi air minum Di Industri klorin banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan berbagai senyawa kimia penting, DDT,CCl4, hipklorit, klorat, perklorat. Kaporit (kalsium hipoklorit : Ca(OCl)2 ) merupakan garam rangkap CaCl dan Ca(OCl)2 digunakan sebagai bahan pembunuh kuman dan penghilang bau. Klorat dan perklorat digunakan sebagai bahan peledak dan bahan bakar (propelan) untuk roket. Klorin juga digunakan sebagai bahan dasar plastik (PVC). b) Terdapatnya Dalam keadaan bebas, klorin berwarna kuning kehijauan dan merupakan gas beracun. Di alam terdapat banyak sebagai senyawanya klorida : NaCl di air laut, sebagai mineral halit (NaCl), sylvit (KCl) dan karnalit (KCl.MgCl2.6H2O) c) Cara Memperoleh Secara Industri : Dibuat dengan cara 1) Elektrolisis lelehan NaCl dengan anode grafit dan Hg sebagai katode, di katode akan terbentuk amalgam yang dengan air akan dihasilkan NaOH murni Jika digunakan katode grafit akan dihasilkan logam natrium 2) Elektrolisis larutan NaCl dengan elektrode grafit, maka akan dihasilkan gas hidrogen dan larutan basa di katode. Secara Labotarorium 3

Urutan daya oksidasi : HXO4 > HXO3 > HXO2 > HXO Urutan kekuatan asam : HClOn > HBrOn > HIOn 3) Asam Hipo Halit (Hxo) Asam hipohalit terbentuk jika unsur halogen dimasukan ke dalam air. Garam hipohalit terjadi jika unsur halogen dimasukan ke dalam larutan basa kuat. Hipohalit cenderung mengalami disproporsionasi 4) Asam Klorit (HClO2) Larutan asam klorit tidak stabil dan mengalami disproporsionasi membentuk klor dioksida dan ion klorida. Larutan asam klorit dibuat dengan cara mereaksikan asam sulfat dengan barium klorit. 5) Asam Halat (HXO3) Asam halat dibuat dengan cara mereaksikan barium halat dengan asam sulfat Garam halat dibuat dengan cara mengalirkan gas halogen ke dalam larutan basa kuat panas. jika dipanaskan Ion halat mengalami disproporsionasi menjadi perhalat dan ion halida 6) Asam Perhalat (HXO4) Asam perhalat merupakan asam yang sangat kuat Dibuat dengan cara mereaksikan/mengoksidasikan ion halat dengan HNO3 atau H2SO4
Kim/XII-IPA/2011

Created by http://file-education.blogspit.com

http://file-education.blogspot.com Klorin dibuat dengan cara mengoksidasi klorida dengan oksidator kuat,: Mn2O, KMnO4, K2Cr2O7 dan PbO2 dalam suasanan asam. Reaksi-reaksi mengahsilkan gas klor : 1. MnO2 + NaCl + H2SO4 MnSO2 + Na2SO4 + H2O + Cl2 2. CaOCl2 + H2SO4 CaSO4 + H2O + Cl2 3. CaOCl2 + 2 HCl CaCl2 + H2O + Cl2 4. 2 KMnO4 + 16 HCl 2 MnCl2 + 2 KCl + 8 H2O + 5 Cl2

Larutan Iodin dalam alkohol digunakan sebagai antiseptik. Kekurangan iodin dapat mengakibatkan radang kelenjar gondok. b) Terdapatnya Dalam keadaan bebas, bromin berwarna ungu dan berwujud padat. Di alam terdapat sebagai iodat dalam lumut laut. Iodin sukar larut dalam air tetapi larut dalam KI Iodin digunakan untuk mengidentifikasi amilum membentuk Ioamilum berwarna ungu. Iodin digunakan dalam analisis kualitatif : Iodometri c) Cara Memperoleh Dibuat dengan cara : Oksidasi iodida dengan oksidator halogen di atasnya ( F2, Cl2 atau Br2) Reaksi pengenalan ion Haloda Ke dalam larutan yang diduga mengandung ion halida ditambkah HNO3 encer, kemudian ditambahkan sedikit AgNO3 maka akan terjadi reaksi : Cl- (aq) + Ag+ (aq) AgCl (s) endapan putih + Br (aq) + Ag (aq) AgBr(s) endapan berwarna kuning pucat I- (aq) + Ag+ (aq) AgI(s) endapan berwarna kuning

3) Bromin (Br) a) Kegunaan Bromin digunakan sebagai oksidator dalam sintesis senyawa organik. AgBr digunakan untuk plat fotografi. Etilen bromida (C2H4Br2) digunakan untuk efisiensi TEL. b) Terdapatnya Dalam keadaan bebas, bromin berwarna coklat kemerahan dan berwujud cair. Di alam terdapat sebagai bromida : AgBr atau alkil bromida). Air laut mengandung MgBr2 c) Cara Memperoleh Secara Industri : Dibuat dengan cara oksidasi ion bromida dalam air melalui elektrolisis Secara Labotarorium Bromin dibuat dengan cara mengoksidasi bromida dengan oksidator kuat,: Mn2O, atau Cl2. 4) Iodin (I) a) Kegunaan

Untuk membendakan Cl2, Br2 dan I2 Sampel + aquaklorata jika tak terjadi reaksi maka sampel mengandung Cl, jika terjadi warna coklat maka kemungikinan mengandung Br2 atau I2. Untuk membedakan Br2 dan I2 digunakan CS2 dan amilum Br2 + CS2 berwarna coklat I2 + CS2 berwarna merah - ungu I2 + amilum berwarna ungu - biru

SOAL LATIHAN
1. Unsur Xe dengan nomor atom 54 dan F dengan nomor atom 9 membentuk senyawa XeF4 yang bentuk molekulnya adalah. a. linier b. segitiga datar c. tetrahedron d. octahedron e. bujur sangkar Ebtanas 1996 2. Gas mulia sukar bereaksi dengan unsur lain karena. a. jumlah elektron gas mulia delapan b. gas mulia terletak dalam golongan VIIIA SPU c. jumlah elektron gas mulia selalu genap d. konfigurasi elektron gas mulia stabil e. gas mulia terdapat sebagai molekul monoatomik Ebtanas 1997
Kim/XII-IPA/2011

3. Pasangan unsur gas mulia berikut yang senyawanya dapat disintesis adalah . a. Xenon dan Radon b. Helium dan Argon c. Xenon dan Kripton d. Helium dan Xenon e. Helium dan Kripton Ebtanas 1992 4. Reaksi berikut dapat berlangsung kecuali. a. Br2(aq) + KI(aq) d. b. c. d. e. F2(aq) + KBr(aq) Cl2(aq) + KI (aq) F2(aq) + KI(aq) Br2(aq) + KCl (aq) e. Ebtanas 1991

Created by http://file-education.blogspit.com

http://file-education.blogspot.com 5. Diketahui data sebagai berikut : Unsur Titik didih (C) Titik leleh (C) F2 -218 -188 Cl2 -102 -35 +144 +184 Berdasarkan data di samping, pada suhu -150C Iodium berwujud. a. Padat b. Cair a. Gas b. Campuran padat cair c. Campuran cair gas Ebtanas 1993 6. Asam yodida (HI) tidak dapat dibuat dari garamnya dengan asam sulfat pekat karena sifat. a. pengoksidasi HI kuat b. pengoksidasi H2SO4 pekat lemah c. d. e. pengoksidasi H2SO4 pekat kuat pereduksi H2SO4 pekat lemah pereduksi H2SO4 pekat kuat Br2 I2 -7,3 +58,8

9. Dengan menggunakan pipet volumetri 10 ml larutan Kalium klorat yang diasamkan dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer yang berisi KI berlebihan. Yod yang dibebaskan dititrasi dengan Na2S2O3 0,1M dengan indikator amilum. Perubahan

warna terjadi setelah digunakan 30 mL larutan Na2S2O3 0,1M. Molaritas kalium klorat adalah. a. 0,05 b. 0,10 c. 0,15 d. 0,20 e. 0,25 Ebtanas 1990

10. Dari reaksi berikut : 1. I2(aq) + NaCl(aq) 2. 3. 4. Cl2(aq) + MgBr2 (aq) Br2(aq) + KF (aq)

7. Senyawa halogen bersifat mereduksi, terdapat pada reaksi . a. CaO(s) + HClO2 (aq) Ca(ClO) (aq) + H O(l) 2 2
b. Cu(s) + FeCl (aq) 2 c. 6 HI(aq) + 2 HNO (aq)

CuCl (aq) + Fe(sl) 2 2 NO (aq) + 3 I (s) + 4 H O(l) 3 2 2 2 d. 6 HClO (s) + P O (aq) 3 Cl O (aq) + H PO (l) 4 2 5 2 7 3 4 e. AuCl (aq) + 3 Zn(S) 3 ZnCl (aq) + Au(s) Ebtanas 1994
2 2

8. Diketahui energi ionisasi pertama unsur-unsur halogen : K, L, M, dan N berturut-turut : 1260 kJ/mol, 1680 kJ/mol, 1010 kJ/mol, dan 1140 kJ/mol, berdasarkan harga energi ionisasi tersebut maka urutan halogen yang benar dari nomor yang paling kecil adalah. a. K, L, M, N b. N, M, L, K c. M, N, K, L d. L, K, N, M e. L, N, K, M SPMB 2006

F2(aq) + KCl(aq) 5. Br2(aq) + KCl(aq) Reaksi yang berlangsung spontan adalah. a. 1 dan 2 b. 2 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 dan 5 e. 4 dan 5 Ebtanas 1991 11. Zat kimia yang banyak digunakan dalam kehidupan seharihari yang mengandung unsur halogen adalah. a. Vetsin b. garam dapur c. sakarin d. mentega e. asam benzoat Ebtanas 1993 12. Zat berikut yang mengandung Fluor dan Klor yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah . a. urea b. bayclin c. freon d. iodoform e. vetsin Ebtanas 1994

Daftar Pustaka
Arsyad M, Natsir, 2001, Kamus Kimia;Arti dan Penjelasan istilah, Jakarta, Gramedia Pustaka Depdiknas, 2004, Kompetensi Dasar Kimia untu SMA/MA, Jakarta, BNSP Depdiknas, 2006, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/MA, Jakarta, BNSP Keenan, Charles W, et al. 2003. Kimia untuk Universitas,Edisi ke-6, Jilid 2 dan 3, Jakrta, Erlanngga. Petrucci, Ralph H, 1999, Kimia Dasar 2, Jakarta, Erlangga. Parning,dkk. 2007. Kimia 3. Jakarta, Yudhistira
Kim/XII-IPA/2011
Created by http://file-education.blogspit.com

http://file-education.blogspot.com

Purba, Michael.2006. Kimia Untuk SMA Kelas XII. Jakrta. Erlangga Sutresna, Nana, 1994.Kimiauntuk SMU. Bandung, Ganea Exact. Suyanto,dkk. 2007. Kimia untuk SMA/MA Kelas XII, Jakarta, Grasindo

Kim/XII-IPA/2011

Created by http://file-education.blogspit.com