Anda di halaman 1dari 3

Kerangka Studi Kasus

Judul : Penggunaan Tebu Alami Sebagai Pengganti Retarder pada Campuran Beton Anggota Kelompok 16 : Muhammad Ismail Radetta Effendi Yodha Dwi Pratomo

I.

Bahan Baku
a. Bahan Baku Material Dasar : Semen, air, agregat kasar, agregat halus, larutan tebu 0.03% b. Sifat Kimiawi : Larutan tebu mengandung sukrosa C12H22O11. c. Cara Produksi : Tebu digiling dengan alat penggiling hingga cairannya keluar.

II.

Material Bangunan
a. Proses Produksi Material : Material yang digunakan merupakan tebu alami yang dicampurkan pada campuran beton.

b. Persyaratan Kimiawi : Persyaratan Kimiawi : Tebu yang digunakan harus murini agar proses yg diinginkan terjadi. Tebu harus murni dari kotoran yang disebut Molasses. Molasses merupakan sebuah cairan kental hitam yang dipisahkan pada proses kristalisasi.

III. Pelapukan material a. Pengaruh Gaya-Gaya Fisik Terhadap Durabilitas Material Pengaruh gaya-gaya fisik pada sebuah beton yang dapat mempengaruhi durabilitas material adalah pengaruh gaya-gaya yang ditompang oleh beton yang melebihi kapasitas kemampuan menahan dari beton, kemudian faktor temperatur serta kondisi kelembaman pada beton yang akan mempengaruhi durabilitas dari beton itu sendiri. b. Pengaruh Bahan Kimia Serta Makhluk Hidup Maupun Reaksi Kimia dan Biologis Terhadap Durabilitas Material Penggunaan gula tebu sebagai retarder tidak mengakibatkan penurunan kekuatan beton, hanya saja penggunaan bahan tambah tebu memiliki akibat sampingan yang dapat menimbulkan kerugian yaitu berupa perlambatan yang berlebihan (exessive retardation) bila kadarnya melampaui batas normal yang diizinkan. Ini dikarenakan kandungan Lignin pada tebu yang akan menghambat laju hidrasi CS dengan memperpanjang masa diam sehingga pengerasan pasta semen akan diperlambat. Kandungan gula sebesar 0,03% dari berat semen memberikan efek penurunan koefisien permeabilitas beton dan nilai porositas beton. Penurunan koefisien permeabilitas dan porositas dikarenakan kandungan glukosa yang terdapat pada tebu bereaksi dengan sulfat yang terdapat pada air (dimana masingmasing air memiliki kandungan sulfat yang berbeda-beda) sehingga menyebabkan koefisien permeabilitasnya dan porositas menurun.

IV.

Metode Inovasi/Proteksi Material


a. Sifat Kimia Bahan yang Dipakai Komposisi retarder dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu: 1. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam 2. Hydroxy-carboxylic acids dan kandungan garamnya 3. Gula dan turunannya 4. Garam anorganik Retarder menunda proses pengikatan semen dengan membentuk lapisan tipis pada partikel semen sehingga memperlambat reaksi dengan air. Cara lain dengan meningkatkan jarak antara molekul pada silikat dan aluminat dengan molekul air dengan membentuk senyawa sementara pada sistem. Berdasarkan penelitian tentang pengaruh retarder, menunjukkan bahwa retarder memperlambat nilai hidrasi awal C3S dengan memperpanjang dormant period (tahap 2), sehingga berakibat waktu ikatan (setting time) bertambah panjang. b. Perbandingan efektifitas metode inovasi material yang terpilih dengan metode material yang lain Didapat menurut hasil percobaan bahwa kuat tekan rerata untuk mortar tanpa bahan tambahan (normal) pada & hari nilai kuat tekan yang besar dibandingkan dengan rerata pada bahan tambahan sukrosa dan bahan tambahan tebu. Untuk 14 hari,nilai kuat tekan rerata dengan bahan tambahan sukrosa dan tebu mengalami peningkatan. Pada umur 28 hari nilai kuat tekan tampa bahan tambahan lebih kecil dibandingkan dengan bahan tambahan sukrosa dan tebu.