Anda di halaman 1dari 21

REMOTE CONTROL ALAT

PENGUKUR DAN PEMBATAS (RCAPP)

OLIMPIADE SAINS DAN TEKNOLOGI

ANHAR SETIAWAN BAGUS PRASOJO DIDIK KUSUMAWARDHANA MOCHAMMAD RIZKY MAULIDY

(JKT0312/S1/NG/594) (JKT0312/S1/NG/650) (SB0312/S1/TPD/542) (JKT0312/S1/NG/685)

WILAYAH RIAU DAN KEPRI AREA PEKANBARU RAYON PEKANBARU KOTA TIMUR

OJT ANGKATAN 32 PT. PLN PERSERO 2012

BAB I LATAR BELAKANG


Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang bertumbuh kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani. Inilah Visi PT. PLN (Persero) yang sedang dan akan dicapai didalam usaha mensejahterakan rakyat Indonesia dalam bidang energi khususnya energi listrik. Didalam mencapai Visi tersebut PT. PLN (Persero) mempunyai 4 Misi, yaitu : 1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham. 2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. 3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi 4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan Bisnis kelistrikan merupakan bisnis yang sedang dijalankan oleh PT. PLN (Persero). Oleh karena itu dalam menjalankan bisnis kelistrikan ini PT. PLN (Persero) memiliki instalasi-instalasi ketenagalistrikan yang terdiri dari instalasi pembangkitan, instalasi transmisi & gardu induk (disebut juga instalasi penyaluran) serta instalasi distribusi. Pada saluran atau instalasi distribusi inilah PT. PLN (Persero) menyalurkan energi listrik ke pelanggan-pelanggan PT. PLN (Persero). Dalam menyalurkan energi ke pelanggan, PT. PLN (Persero) memiliki pengklasifikasian pelanggan, dimana pelanggan dibagi berdasarkan tegangan listrik yang dialirkan, golongan tarif berdasarkan daya tersambung, dan golongan tarif berdasarkan peruntukanya. Pengklasifikasian ini mempengaruhi tarif energi listrik yang pelanggan bayarkan ke PT. PLN (Persero). Lalu dalam proses transaksi antara PT. PLN (persero) dan pelanggan dalam penyediaan energi listrik, PT. PLN (persero) menyediakan alat yang disebut APP (Alat Pengukur dan Pembatas). Alat ini menjadi gerbang pemasukan pendapatan PT. PLN (persero) dimana fungsi alat tersebut adalah sebagai pengukur pemakaian tenaga listrik yang digunakan pelanggan. Selain itu alat ini
2

juga sebagai pembatas daya listrik yang dialirkan PT. PLN (Persero) ke pelanggan sesuai dengan kontrak pada saat awal penyambunagn energi listrik ke pelanggan. Pada saat ini ada dua jenis APP yang ada pada pelanggan PT. PLN (Persero). Pertama adalah APP prabayar, dan yang kedua adalah APP pascabayar. Untuk prabayar sistem yang digunakan adalah dengan Token, pelanggan membeli token untuk mengisi kwh pemakaian pada APP sesuai dengan keinginan pelanggan, lalu jumlah kwh akan berkurang seiring dengan pemakaian pelanggan. Jadi pelanggan membayar terlebih dahulu baru menggunakan energi listrik, sehingga tidak adanya tunggakan pembayaran pelanggan kepada PT. PLN (Persero). Sedangkan pada APP pascabayar sistem yang digunakan adalah pelanggan memakai terlebih dahulu energi listrik lalu setelah itu pln mengukur pemakaian setiap bulan dari pelanggan dan pelanggan wajib membayar tagihan listrik setiap bulannya sesuai dengan peraturan atau ketentuan PT. PLN (Persero) yang telah disetujui oleh pelanggan pada saat pemasangan saluran listrik ke pelanggan yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). Dalam hal ini yang sering menjadi masalah pendapatan PT. PLN (Persero) adalah pelanggan pascabayar dimana pelanggan banyak dan sering menunggak pembayaran tagihan listrik yang seharusnya mereka bayarankan setiap bulannya. Hal ini menjadi sangat penting dikarenakan apabila tunggakan pelanggan sangat banyak maka nilai COP (collection of period) akan terus meningkat dan kemudian dapat menghambat perkembangan PT. PLN (Persero). Ada dua alasan pelanggan sering menunggak adalah kurangnya kesadaran pelanggan dalam memahami ketentuan pembayaran tenaga listrik yang sudah ditentukan dalam SPJBTL dan kebiasaan pelanggan untuk menunggak. Pada dasarnya sesuai dengan peraturan, PT. PLN (Persero) berhak untuk memutus sementara apabila pelanggan menunggak kurang dari tiga bulan dan membongkar rampung APP yang berada di persil pelanggan apabila pelanggan menunggak lebih dari tiga bulan. Akan tetapi hal tersebut tidaklah mudah, butuh ketegasan dan konsistensi dari petugas pemutusan. Hal ini disebabkan petugas bertemu langsung dengan pelanggan yang akan di putus jaringan listriknya. Oleh karen itu

dibutuhkan suatu alat yang dapat memutus tanpa harus bertemu dengan pelanggan. BAB II ISU STRATEGI (PEMILIHAN TOPIK)

Untuk mensukseskan target penurunan COP Pekanbaru Rayon Kota Timur, kami mengedukasi perilaku pelanggan agar membayar listrik tepat waktu dengan cara pemutusan sementara (TUL VI-01) dan bongkar rampung (TUL VI03). Selama pelaksanaan penagihan, kami menghadapi hambatan yang terjadi di lapangan. Hambatan di lapangan sebagai berikut: 1. Kurangnya petugas di dalam melakukan pemutusan/bongkar rampung. Per 03 Desember 2012, Rayon Kota Timur hanya memiliki 10 petugas pemutusan dan penyambungan kembali untuk melayani sekitar 61.615 pelanggan pascabayar. Hal ini menyebabkan banyak pelanggan yang tidak terjamah oleh petugas tidak mengalami pemutusan atau bongkar rampung. 2. Petugas kurang tegas dalam melakukan pemutusan atau bongkar rampung. Saat hendak melakukan eksekusi TUL VI-01 dan VI-03, pelanggan atau kerabat pelanggan melakukan negosiasi dengan petugas sehingga pelaksanaan pemutusan atau pembongkaran tertunda. Akibatnya,

pelanggan tidak jera telat melakukan pembayaran listrik. 3. Masyarakat cenderung bersifat reaktif (menolak dan melawan) pada saat eksekusi. Beberapa reaksi pelanggan ketika petugas melakukan pemutusan cenderung memberikan perlawanan agar tidak dilakukan pemutusan sementara atau pembongkaran APP, bahkan terkadang reaksi mereka membahayakan keselamatan petugas pemutusan. 4. APP berada dalam bangunan atau terhalang oleh pagar yang terkunci. Menurut SOP, petugas tidak diizinkan masuk secara paksa dan/atau tanpa seizin pelanggan, seperti melompati pagar. Sehingga pada kondisi APP di dalam bangunan atau terhalang oleh pagar yang terkunci, petugas tidak dapat melakukan eksekusi pemutusan atau bongkar rampung. Kondisi ini

sering disalahgunakan oleh pelanggan agar dapat menunggak dan menghindari pemutusan atau bongkar rampung. Hambatan-hambatan tersebut menjadi bahan pertimbangan kami dalam menentukan strategi dan topik inovasi yang akan dijelaskan pada bab berikutnya.

BAB III PERUMUSAN OPPORTUNITY FOR IMPROVEMENT (OFI)

Berdasarkan konsep waktu, tenaga dan biaya, pelaksanaan penagihan pelanggan di Pekanbaru Rayon Kota Timur kurang berjalan dengan efektif. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak tercapainya efektifitas proses pemutusan dan bongkar rampung. Faktor-faktor ialah sebagai berikut: 1. Waktu (Time) Waktu terbuang untuk mencetak TUL VI-01 dan TUL VI-03, eksekusi pemutusan sementara & bongkar rampung serta komunikasi dengan pelanggan. 2. Manusia (People) Jumlah petugas pemutusan dan penyambungan kembali terbatas

3. Metode (Method) Metode yang digunakan saat ini memungkinkan petugas bertemu langsung dengan pelanggan. Negosiasi atau perlawanan yang dilakukan oleh pelanggan dapat terjadi sehingga efektifitas pelaksaaan pemutusan atau pembongkaran rendah. Metode ini juga

membahayakan keselamatan petugas. 4. Biaya (Money) Biaya operasional besar

5. Mesin (Machine) Pemutusan dilakukan secara manual dengan menggunakan alat sederhana. 6. Material Kertas dan printer untuk mencetak TUL VI-01 dan TUL VI-03. Perlengkapan keselamatan kerja, obeng, stiker dan perlengkapan lainya.

Sistem pemutusan dan bongkar rampung yang tidak efektif ini, menjadi bahan pertimbangan kami untuk menemukan opportunity of improvement (kesempatan untuk perbaikan). Untuk menemukan kesempatan tersebut, sebelumnya perlu dilakukan pemilahan akar permasalahan agar masalah tersebut dapat diselesaikan secara terarah. Berdasarkan analisa kami, faktor waktu dan metode kerja menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan karena perbaikan waktu dan metode kerja pada akhirnya dapat memperbaiki efektifitas faktor tenaga dan biaya. Inefisiensi waktu terbesar terjadi saat pelaksanaan pemutusan sementara karena petugas perlu menghampiri setiap bangunan dan memastikan IDPel bangunan tersebut sesuai dengan TUL IV-01, terhalangi oleh pagar terkunci & anjing galak, serta berkomunikasi dengan pelanggan. Tidak sedikit pelanggan yang melakukan penolakan dan perlawanan. Perlawanan dari pelanggan ini tak hanya memperlambat eksekusi pemutusan namun juga membahayakan

keselamatan petugas. Inefisiensi waktu ini dapat diminimalisir melalui pemutusan dilakukan dengan menggunakan remote controller. Pemutusan jarak jauh ini dapat meminimalisir kondisi-kondisi yang menghambat eksekusi pemutusan sementara. Pemutusan dan penyambungan kembali dapat dilakukan dalam hitungan detik. Namun remote controller ini belum dapat menjawab efisiensi waktu eksekusi bongkar rampung karena masih perlu dilakukan secara manual. Metode kerja menggunakan remote control ini juga menghemat tenaga karena petugas dapat bekerja lebih cepat. Estimasi penghematan tenaga (petugas) sekitar 50% dibandingkan pemutusan sementara secara manual. Penghematan petugas ini pada akhirnya berdampak pada penghematan biaya, yaitu gaji petugas. Karena tidak diperlukannya penambahan petugas pemutusan dan penyambungan kembali untuk menjangkau pelanggan Rayon Kota Timur. Biaya lain yang dapat dihemat ialah kertas & tinta untuk mencetak TUL VI-01 serta perlengkapan lapangan seperti perlengkapan keselamatan kerja, obeng & stiker. Metode ini menghilangkan interaksi/komunikasi petugas dengan pelanggan. Pelanggan dapat mengetahui bahwa persil diputus melalui indikator merah yang menyala di APP. Pemutusan sementara menggunakan remote controll akan menjadi culture shock karena pelanggan terbiasa diingatkan dahulu sebelum melakukan

pembayaran listrik. Namun cara ini harus dilakukan agar memberikan edukasi kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran secara tepat waktu. Apabila sistem atau metode ini berhasil, mayoritas pelanggan membayar tepat waktu sehingga saldo piutang (COP) setiap rayon menurun secara berkala. Dari awal pemikiran konsep inilah kami membuat alat RCAPP (Remote controll Alat Pengukur dan Pembatas). Dimana alat ini adalah sebuah alat 1(single) channel remote controll relay module yang kami pasangkan pada APP, sehingga APP dapat kita matikan dengan menggunakan remote dengan jarak tertentu.

BAB IV USULAN ACTION FOR IMPROVEMENT (AFI) 4.1. Prinsip Kerja Remote control APP (RCAPP) Prinsip kerja Remote control APP (RCAPP) adalah pemasangan alat tambahan pada APP (Alat Pengukur dan Pembatas) pelanggan pasca bayar yang ditujukan kepada pelanggan dengan sejarah kebiasaan menunggak pembayaran tagihan listrik lebih dari dua (2) bulan sehingga memungkinkan dilakukan pemutusan aliran listrik dari jarak jauh. Pelaksanaan pemutusan sementara yang didasarkan pada TUL VI-01 selama ini, petugas penagihan (Tusbung) melakukan proses lobi kepada pelanggan untuk melunasi pembayaran tagihan listrik, hasilnya pelanggan banyak yang berjanji akan melunasi dan tidak jarang terjadi konflik pada saat proses pemutusan sementara yaitu pengambilan Miniature Circuit Breaker (MCB) pada persil pelanggan yang sering menunggak. Pengaplikasian alat Remote control APP (RCAPP) sama halnya dengan pengaplikasian remote pada mobil atau radio dimana menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai penghubung dengan alat pemutus atau yang disebut dengan Single Channel Remote control Relay Module. Penggunaan Remote control APP (RCAPP) akan diterapkan di APP pelanggan-pelanggan yang menunggak, dengan tujuan untuk menghindari negoisasi dan konflik dengan pelanggan ketika melakukan proses pemutusan, yaitu melepaskan dan membawa Miniature Circuit Breaker (MCB) pelanggan, pelanggan menjadi semakin sadar akan peraturan PLN, meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja sesuai dengan pedoman K2 (Keselamatan Kelistrikan) & K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan mempersingkat waktu pemutusan target pelanggan yang menunggak. Secara bagan alur pengaplikasian Remote control APP (RCAPP) dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar 4.1 Bagan alur pengaplikasian remote control APP (RCAPP)

4.2. Target Pengaplikasian Remote control APP (RCAPP) Pelanggan yang menjadi target utama dalam pengaplikasian Remote control APP (RCAPP) ini adalah pelanggan golongan 0 (umum) yang memiliki kebiasaan atau sejarah sering melakukan penunggakan pembayaran tagihan listrik lebih dari dua (2) bulan.

Sumber: Olahan EIS (Executive Information System), Desember 2012.

10

4.3. Peralatan Pengaplikasian Remote control APP (RCAPP) Peralatan yang digunakan dalam mengaplikasian Remote control APP (RCAPP) adalah berupa hardware, antara lain: 1. APP (Alat Pengukur dan Pembatas) Pasca Bayar APP (alat pengukur dan pembatas) atau yang familier disebut dengan kWh meter adalah suatu alat pengukur dan pembatas yang terpasang dan digunakan untuk mengukur energi listrik sebagai alat ukur transaksi antara pihak penjual dan pihak pembeli. Alat pengukur dan pembatas (APP) pasca bayar memiliki dua (2) bagian, yaitu 1) Bagian untuk mengukur pemakaian energi listrik, yang biasa tiap akhir bulan, tanggal 25 dilakukan pencatatan stand meter. 2) Bagian untuk membatasi pemakaian energi listrik sesuai dengan daya kontrak atau kesepakatan pelanggan dengan PLN, yang terlihat berdasarkan besar ampere Miniature Circuit Breaker (MCB)

Gambar 4.2 Alat Pengukur dan Pembatas (APP)

2. 1 CH Remote control Relay Module Komponen 1 CH remote control relay modul terdiri dari tiga (3) komponen utama, yaitu: a. Relay
11

Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relay merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka. Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 Volt) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut : Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar. Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik. Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbalik yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya. Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu: Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay

disatu Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay

disatu Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain. Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay.

12

Misalnya relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12 Volt DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80 persen saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih aman. Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).

Gambar 4.3 Relay b. Adaptor Power Supply Adaptor power supply merupakan adaptor yang dapat merubah tegangan listrik AC yang besar menjadi tegangan DC yang kecil. Misalnya : Dari tegangan 220 Volt AC menjadi tegangan 6 Volt, 9 Volt, atau 12 Volt DC. Adaptor power supply dibuat untuk menggantikan fungsi baterai atau accu agar lebih ekonomis. Adaptor power supply ada yang dibuat sendiri, tetapi ada yang dibuat dijadikan satu dengan rangkaian lain. Misalnya dengan rangkaian radio tape, televisi, dll. c. Receiver Sistem penerima mendapat data dari sistem pemancar. Data yang diterima sebisa mungkin terjadi pada saat data dikirim dari pemancar maupun pada saat diterima oleh sistem penerima. Sama dengan sistem pemancar, ada dua komponen utama yang ada pada sistem pemancar, yaitu antena dan alat penerima itu sendiri. Disini antena berguna sebagai penerima gelombang radio sedangkan pada alat penerima
13

memiliki berbagai elemen fungsi. Diantaranya adalah penyelaras frekuensi yang dikombinasikan langsung dengan antena, penyaring data, penerjemah data dan penghitung data sehingga mudah diolah menjadi sebuah produk informasi pada saat masuk ke sistem komputasi.

Gambar 4.4 Receiver 3. Remote control Remote control atau pengendali jarak jauh adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengoperasikan sebuah alat atau mesin dari jarak jauh. Pada umumnya, pengendali jarak jauh digunakan untuk memberikan perintah dari kejauhan kepada televisi atau barang-barang elektronik lainnya seperti sistem stereo dan pemutar DVD. Remote control untuk perangkat-perangkat ini biasanya berupa benda kecil nirkabel yang dipegang dalam tangan dengan sederetan tombol untuk menyesuaikan berbagai setting, seperti misalnya saluran televisi, nomor trek, dan volume suara. Malah, pada kebanyakan peranti modern dengan kontrol seperti ini, remote controlnya memiliki segala kontrol fungsi sementara perangkat yang dikendalikan itu sendiri hanya mempunyai sedikit kontrol utama yang mendasar. Kebanyakan remote berkomunikasi dengan perangkatnya masing-masing melalui sinyal-sinyal infra merah dan beberapa saja melalui sinyal radio. Remote control biasanya menggunakan baterai AAA yang kecil atau AA sebagai catu dayanya. Ada dua komponen utama dalam sistem ini, yaitu pemancar itu sendiri dan antena disamping unsur

14

pemasangan dan penyelaras alat. Antena merupakan bagian dari sistem ini yang berfungsi sebagai radiatoy gelombang radio.

Gambar 4.5 Remote control 4. Lampu Indikator Lampu indikator berfungsi sebagai tanda bahwa kwh meter pelanggan yang menjadi target pemutusan sementara telah berhasil dimatikan dan juga sebagai tanda peringatan kepada pelanggan untuk segera melunasi pembayaran tagihan listrik. Ketika remote control APP (RCAPP) diaktifkan maka lampu indikator akan berwarna merah, sehingga menandakan aliran listrik dalam kwh meter pelanggan telah berhenti.

Gambar 4.6 Light Emitting Diode (LED)

15

Tabel 4.1 Analisis Biaya Pembuatan Remote control APP (RCAPP)


PERANGKAT APP BIAYA PROTOTYPE Rp 0,00 Rp 0,00 Rp 150.000,00 x 2.000 BIAYA RIIL*

1 CH Remote control Rp 150.000,00


Relay Modul & Remote Adaptor Lampu Indikator Rp 40.000,00 Rp 1.000,00

Pelanggan = Rp. 300.000.000,00 Rp 40.000,00 x 2000 Pelanggan Rp 1.000,00 x 2.000 Pelanggan = Rp. 2.000.000,00

Stiker Peringatan

Rp 0,00

Rp 2.500,00 x 2.000 Pelanggan = Rp. 5.000.000,00

Jumlah

Rp. 191.000,00

Rp. 385.000.000,00

Tabel 4.2 Analisis Pengeluaran Pasca Remote control APP (RCAPP)


PENGELUARAN Pembelian kertas TUL Rp. (setahun) BIAYA RIIL PRAKIRAAN PASKA RC@PP 18.000.000,00

36.000.000,00 Rp. (Setahun)

Jumlah

16

4.7 Skema Pemasangan dan Pengoperasian Remote control APP (RCAPP)

Prinsip kerja Remote control APP (RCAPP) sangat sederhana yang bertumpu pada sebuah alat yaitu 1 channel remote control relay module, yang terdiri dari 2 bagian utama yaitu remote control dan rangkaian receiver. Transmitter (remote control) berfungsi sebagai pengirim sinyal berupa gelombang elektromagnetik yang akan diterima oleh rangkaian receiver, kemudian rangkaian ini akan mengirimkan indikasi untuk mengeksekusi power relay sebagai

pemutus/penghubung arus listrik. Rangkaian receiver dimana terdapat sebuah power relay dipasang pada Oakast kwh meter pelanggan. Power relay ini dihubungkan atau dipasang diantara kabel fasa dari terminal dua (2) dan MCB sebagai penyambung dan pemutus arus listrik. Pemasangan dengan posisi ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada rangkaian receiver yang dikarenakan adanya masalah pada instalasi pelanggan. Sedangkan untuk sumber energi untuk rangkaian ini didapatkan dari arus AC yang berasal dari terminal dua (2) dan empat (4) yang akan dikonversi ke arus DC 12V oleh adaptor step down untuk menghindari

17

losses, sehingga arus adaptor ini dibebankan pada pelanggan dengan asumsi beban kurang dari 150mA. Pada rangkaian ini, terdapat sebuah lampu indikator berwarna merah yang akan menyala dan menandakan bahwa arus listrik telah terputus. Begitu pula sebaliknya, jika lampu indikator mati maka arus listrik telah mengalir.

4.4. SWOT Pengaplikasian Remote control APP (RCAPP) Analisis SWOT adalah instrument perencanaaan strategis yang klasik. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana, apa yang dapat dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan. Untuk itu perlunya analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) untuk melakukan perencanaan strategi terhadap remote control APP (RCAPP). Tabel 4.3 SWOT Remote control APP (RCAPP) Strenghts (Kekuatan) 1. Pelanggan menjadi jera 2. Mengurangi kerja 3. Mengurangi terjadinya konflik terjadinya kecelakan Weaknesses (Kelemahan) 1. Belum adanya adaptor yang khusus untuk alat tersebut 2. Diperlukannya investasi untuk

memasang remote control APP

dengan pelanggan 4. Pelaksanaan tusbung menjadi lebih efektif (waktu) Opportunities (Kesempatan) 1. Merubah pelanggan 2. Perkembangan teknologi kelistrikan yang sudah lebih berkembang perilaku membayar Threats (Ancaman) 1. Adanya pihak yang berusaha

merusak remote control APP 2. Kerusakan remote control APP yang diakibatkan kondisi lingkungan 3. Remote yang digunakan dihilangkan

18

Tabel 4.4 SWOT MATRIX Remote control APP (RCAPP) SWOT Matrix Opportunities (Kesempatan) Strenghts (Kekuatan) 1. Pelanggan semakin tersadar membayar tepat waktu 2. Pemanfaatan teknologi tagihan listrik Weaknesses (Kelemahan) 1. Pemutusan dapat dilakukan lebih dari jarak 10 meter bahkan dari rayon

mempermudah penagihan Threats (Ancaman) 1. Pemasangan terhadap 1. Pengembangan teknologi

remote control APP perlu diawasi secara ketat 2. Perawatan pemeliharaan control dilakukan APP remote dan remote penting

Kwh Meter yang sudah dilengkapi dengan remote control untuk membantu pemutusan 2. Semua pegawai dan pihak yang terkait (Internal dan eksternal) lebih menjaga

setiap asset PLN.

19

BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut : 1. RCAPP merupakan suatu alat yang digunakan untuk melakukan tusbung hanya dengan menggunakan sebuah remote control. 2. 3. Proses pelaksanaan tusbung dapat dilaksanakan lebih efektif. Biaya yang dibutuhkan untuk tiap persil pelanggan sebesar Rp 191.000,00 dan total untuk 2000 persil pelanggan sebesar Rp 385.000.000,00. Sedangkan untuk biaya yang berhasil dihemat untuk pengadaan kertas TUL sebesar Rp 18.000.000,00 dan potensi tunggakan yang bisa di turunkan sebesar Rp. 2.848.612.283

5.2. Saran 1. Perlu adanya pengembangan lebih lanjut agar alat ini dapat bertahan lama. 2. Perlu adanya pengembangan terhadap rangkaian receiver sehingga memiliki kode pembeda agar proses eksekusi hanya pada kWh Meter pelanggan yang dituju. 3. Membutuhkan Power Relay yang memiliki beban lebih dari 10 A pada arus AC. 4. Perlu adanya modifikasi agar adaptor dan rangkaian receiver dibuat menjadi satu paket alat dan berukuran lebih kecil sehingga lebih efektif dan efisien dalam pemasangan. 5. Menambahkan fungsi tambahan pada remote control sehingga bisa berfungsi untuk semua receiver yang memiliki kode berbeda-beda.

20

DAFTAR PUSTAKA 1. http://www.meriwardana.com/2011/11/prinsip-kerja-relay.html 2. http://bagaskawarasan.wordpress.com/2011/10/06/macam-macam-adaptor/ 3. http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendali_jarak_jauh 4. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/52608/BAB%20II%2 0Tinjauan%20Pustaka_%20G11yts.pdf?sequence=5 5. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/52608/BAB%20II%2 0Tinjauan%20Pustaka_%20G11yts.pdf?sequence=5

21