Anda di halaman 1dari 1

Laterites adalah tipe tanah yang kaya akan besi dan aluminium, dibentuk di area tropis yang hangat

dan basah. Hampir semua tanah laterit berwarna merah karat karena telah terjadi oksidasi besi. Laterite berkembang akibat pelapukan yang terjadi dalam waktu yang lama dan intensif dari batuan induk dimana laterisasi terjadi dari proses lanjutan pelapukan kimia yang nantinya akan menghasilkan residual tanah dengan komposisi kimia, mineralogi, dan ketebalan yang berbeda. Laterit merupakan salah satu sumber bijih aluminium yang terdapat pada mineral lempung. Selain itu, bijih laterit juga merupakan sumber utama dari nikel. Laterit terbentuk dari proses leaching dari batuan induk yang berupa batuan sedimen, metamorfik, dan batuan beku. Leaching terjadi ketika air menerobos kedalam tubuh batuan selama musim hujan. Selanjutnya pada musim kemarau, larutan ion tadi terbawa ke permukaan akibat proses kapilaritas. Formasi laterit umumnya terbentuk di topografi yang landai karena lokasi ini merupakan tempat akumulasi energy dari tanah kaya ion yang mengalami erosi. Mekanisme leaching melibatkan pelarutan asam, diikuti oleh hidrolisis dan presipitasi dari oksida besi, aluminium, dan silika yang terjadi pada lingkungan dengan kelembaban dan temperatur yang tinggi contohnya seperti daerah dengan iklim tropis. ( http://en.wikipedia.org/wiki/Laterite)