Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Tingkat Kesukaran Tingkat kesukaran suatu butir soal merupakan salah satu y a n g d a p a t menunjukkan kualitas butir soal

tersebut (mudah, sedang, sukar). Suatu butir soal d i k a t a k a n m u d a h j i k a s e b a g i a n b e s a r s i s w a d a p a t m e n j a w a b d e n g a n b e n a r d a n dikatakan sukar jika sebagian besar s i s w a t i d a k d a p a t m e n j a w a b d e n g a n b e n a r . Besarnya tingkat kesukaran butir soal dapat dihitung dengan memperhatikan proporsi p e s e r t a t e s ya n g m e n j a w a b b e n a r t e r h a d a p s e t i a p b u t i r s o a l , d a l a m h a l i n i d a p a t dihitung dengan menggunakan rumus: P P B " B!" adalah indeks tingkat kesukaran butir soal adalah jumlah peserta tes yang menjawab benar adalah jumlah seluruh peserta tes Keterangan :

#ontoh: $ika butir soal nomor % yang &nda ujikan dapat dijawab dengan benar oleh %' dari (' siswa, maka indeks tingkat kesukaran butir soal tersebut adalah: P suatu butir soal (P) %' ! (' ',)* +ndeks tingkat kesukaran butir soal bergerak antara ','' sampai dengan %,''. +ndeks tingkat kesukaran ','' akan ter,apai apabila seluruh peserta tes tidak ada yang %,'' akan menjawab dengan benar dan indeks tingkat kesukaran suatu butir soal (P)

ter,apai apabila seluruh peserta tes dapat menjawab dengan benar. $adi butir soal yang mudah akan mempunyai P mendekati %,'' dan butir soal yang sukar akan mempunyai P mendekati ',''. -enurut .ernandes (%/0() kategori indeks tingkat kesukaran butir soal adalah sebagai berikut : P 1 ',23 : mudah ',)* 4 P 4 ',2* : sedang P 4 ',)( : sukar Butir soal yang dianggap sangat berman5aat (use5ul) adalah butir soal y a n g mempunyai indeks tingkat kesukaran dalam kategori sedang.

Tingkat kesukaran soal juga merupakan peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. +ndeks tingkat kesukaran ini pada umumnya dinyatakan dalam bentuk proporsi yang besarnya berkisar ','' 6 %,'' (&iken (%//(: 33). Semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh dari hasil hitungan, berarti semakin mudah soal itu. Suatu soal memiliki TK ','' artinya bahwa tidak ada siswa yang menjawab benar dan bila memiliki TK %,'' artinya bahwa siswa menjawab benar. Perhitungan indeks tingkat kesukaran ini dilakukan untuk setiap nomor soal. Pada prinsipnya, skor rata7rata yang diperoleh peserta didik pada butir soal yang bersangkutan dinamakan tingkat kesukaran butir soal itu. 8umus ini dipergunakan untuk soal obyekti5. 8umusnya adalah seperti berikut ini : P B!"

.ungsi Tingkat kesukaran . u n g s i t i n g k a t k e s u k a r a n b u t i r s o a l b i a s a n ya d i k a i t k a n d e n g a n t u j u a n t e s . -isalnya untuk keperluan ujian semester digunakan butir soal yang memiliki tingkat kesukaran sedang, untuk keperluan seleksi digunakan butir soal yang memiliki tingkat kesukaran tinggi!sukar, dan untuk keperluan diagnostik biasanya digunakan butir soal yang memiliki tingkat kesukaran rendah!mudah. 9ntuk mengetahui tingkat kesukaran soal bentuk uraian digunakan r u m u s berikut ini :

Kemudian dilanjutkan dengan proses berikut :

: a s i l

p e r h i t u n g a n

d e n g a n menggunakan rumus di atas

menggambarkan tingkat kesukaran soal itu. Klasi5ikasi tingkat kesukaran soal dapat di,ontohkan seperti berikut ini.

%). ','' 6 ',;' soal tergolong sukar )). ',;% 6 ',2' soal tergolong sedang ;). ',2% 6 %,'' soal tergolong mudah Tingkat kesukaran butir soal dapat mempengaruhi bentuk distribusi total skor tes. 9ntuk tes yang sangat sukar (TK4',)*) distribusinya berbentuk positi5 skewed, sedangkan tes yang mudah (TK1',0') distribusinya berbentuk negati5 skewed. Tingkat kesukaran butir soal memiliki ) kegunaan, yaitu kegunaan bagi gurudan kegunaan bagi pengujian dan pengajaran ("itko, %//3: ;%'7;%;). Kegunaannya bagi guru adalah: %) Sebagai pengenalan konsep terhadap pembelajaran ulang dan m e m b e r i masukan kepada siswa tentang hasil belajar mereka, )) - e m p e r o l e h in5ormasi tentang penekanan kurikulum atau men,urigai

terhadap butir soal yang biasa. &dapun kegunaannya bagi pengujian dan pengajaran adalah: a. Pengenalan konsep yang diperlukan untuk diajarkan ulang, b. Tanda7tanda terhadap kelebihan dan kelemahan pada kurikulum sekolah, ,. -emberi masukan kepada siswa, d. Tanda7t a n d a k e m u n g k i n a n a d a n y a b u t i r s o a l y a n g b i a s , e. - e r a k i t t e s ya n g m e m i l i k i ketepatan data soal. <isamping kedua kegunaan di atas, dalam konstruksi tes, tingkat k e s u k a r a n b u t i r soal sangat penting karena tingkat kesukaran butir dapat: %) -empengaruhi karakteristik distribusi skor (mempengaruhi bentuk dan penyebaran skor tes atau jumlah soal dan korelasi antar soal), )) Berhubungan dengan reliabilitas. -enurut koe5isien al5a ,lan K87)', semakin tinggi korelasi antar soal, semakin tinggi reliabilitas ("unnally, %/0%: )2'7)2%). Tingkat kesukaran butir soal juga dapat digunakan untuk memprediksi alat ukur itu sendiri (soal) dan kemampuan peserta

didik dalam memahami materi yangdiajarkan guru. -isalnya satu butir soal termasuk kategori mudah, maka prediksi terhadap in5ormasi ini adalah seperti berikut.

%) Penge,oh butir soal itu tidak ber5ungsi. )) Sebagian besar siswa menjawab benar butir soal itu= artinya bahwa sebagian besar siswa telah memahami materi yang ditanyakan. Bila suatu butir soal termasuk kategori sukar, maka prediksi terhadap in5ormasi ini adalah seperti berikut.
Butir soal itu >mungkin? salah kun,i jawaban Butir soal itu mempunyai ) atau lebih jawaban yang benar -ateri yang ditanyakan belum diajarkan atau belum tuntas

p e m b e l a j a r a n n y a , sehingga kompetensi minimum yang harus dikuasai siswa belum ter,apai


-ateri yang diukur tidak ,o,ok ditanyakan dengan menggunakan ben tuk

soal yang diberikan (misalnya meringkas ,erita atau mengarang ditanyakan dalam bentuk pilihan ganda)
Pernyataan atau kalimat soal terlalu kompleks dan panjang.

"amun, analisis se,ara klasik ini memang memil iki keterbatasan, yaitu b a h w a tingkat kesukaran sangat sulit untuk men gestimasi se,ara tepat karena e s t i m a s i t i n g k a t k e s u k a r a n d i b i a s k a n o l e h s a m p e l ( : a l a d yn a , % / / ( : % ( * ) . $ i k a sampel berkemampuan tinggi, maka soal akan sangat mudah (TK 1',/'). $ika sampel berkemampuan rendah, maka soal akan sangat sulit (TK 4 ',('). @leh karena itu memang merupakan kelebihan analisis se,ara +8T, karena %8T dapat m e n g e s t i m a s i t i n g k a t k e s u k a r a n s o a l t a n p a m e n e n t u k a n s i a p a p e s e r t a t e s n y a (inAarian,e). <alam +8T, komposisi sampel dapat mengestimasi parameter dan tingkat kesukaran soal tanpa biasa. #. Kategori tingkat kesukaran

&da beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. Bisa saja tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal, kompleksitas, atau hal7hal lain yang berkaitan dengan kemampuan yang diukur oleh soal. "amun demikian, ketika kita mengkaji lebih mendalam terhadap tingkat kesukaran soal, akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar dibandingkan dengan soal yang lain. Se,ara umum, menurut teori klasik, tingkat kesukaran dapat dinyatakan melalui beberapa ,ara diantaranya (%) proporsi menjawab benar, ()) skala kesukaran linear, (;) indeks <aAis, dan (() skala biAariat. Proporsi jawaban benar (p), yaitu jumlah p e s e r t a t e s y a n g m e n j a w a b b e n a r p a d a b u t i r s o a l ya n g d i a n a l i s i s d i b a n d i n g k a n dengan jumlah peserta tes seluruhnya merupakan tingkat kesukaran yang paling umum digunakan. +ntinya, bermutu atau tidaknya butir7butir item tes hasil belajar pertama7tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau tara5 kesukaran yang dimiliki oleh masing7masing butir item tersebut. Butir7butir item t e s h a s i l b e l a j a r d a p a t dinyatakan sebagai butir7butir item yang baik, apabila butir7butir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau ,ukup. &ngka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item i t u d i k e n a l d e n g a n i s t i l a h di55i,ulty indeB (angka indeks kesukaran item), yang dalam dunia eAaluasi hasil belajar umumnya dilambangkan dengan huru5 P, yaitu singkatan dari kata proportion (proporsi <. #ara menganalisis butir soal. S o a l ya n g b a i k a d a l a h s o a l ya n g t i d a k t e r l a l u m u d a h a t a u t i d a k t e r l a l u sukar. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha meme,ahkan. Sebaliknya soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi p u t u s a s a d a n t i d a k m e m p u n ya i s e m a n g a t u n t u k m e n , o b a l a g i k a r e n a d i l u a r jangkauannya. <alam menentukan kriteria soal, apakah soal tersebut termasuk mudah, s e d a n g , a t a u s u k a r a d a l a h b e r d a s a r k a n p e r t i m b a n g a n 6 p e r t i m b a n g a n t e r t e n t u . Pertimbangan tersebut antara lain adalah : & s p e k ya n g d i u k u r d a l a m p e r n y a t a a n t e r s e b u t . S i 5 a t m a t e r i y a n g d i u j i k a n a t a u d i t a n ya k a n . +si bahan yang di tanyakan sesuai dengan bidang k e i l m u a n n y a , b a i k l u a s n y a maupun kedalamannya. proporsa).

Kriteria indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut : Kriteria yang digunakan adalah makin ke,il indeks yang diperoleh, makin sulit soal tersebut. Sebaliknya, makin besar indeks yang diperoleh makin mudah soal tersebut. ',''7',;' Soal sukar ',;%7',2' Soal sedang ',2%7',/' Soal mudah

Kesimpulan Kesukaran dalam menganalisis butir soal merupakan salah s a t u y a n g d a p a t menunjukkan kualitas butir soal tersebut (mudah, sedang, sukar). Suatu butir soal dikatakan mudah jika sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar dan dikatakan sukar jika sebagian besar siswa tidak dapat menjawab dengan benar. 9 n t u k m e n g h i t u n g p r o p o r s i p e s e r t a t e s y a n g m e n j a w a b b e n a r t e r h a d a p s e t i a p b u t i r s o a l tersebut dapat menggunakan rumus: P P B " B!" adalah indeks tingkat kesukaran butir soal adalah jumlah peserta tes yang menjawab benar adalah jumlah seluruh peserta tes Keterangan :

& r i k u n t o , s u h a r s i m i . % / 0 2 . Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Cogyakarta : Bumi &ksara. &ri5in, Daenal. )'%'. 8osdakarya. Evaluasi Pembelajaran. Bandung : PT 8emaja

http:!!kesukarandalammenganalisisbutirsoalEyahoo.,om www.tipetestkesukaran.,om