Anda di halaman 1dari 3

ALBUMINMinggu, 25 September 2011

Laporan Kimia Klinik Semester 4 PEMERIKSAAN ALBUMIN Tujuan Untuk mengetahui kadar albumin pada sample plasma Metode Praktikum ini menggunakan metode BCG (Bromcresol green) Prinsip Serum ditambahkan pereaksi albumin akan berubah warna menjadi hijau, kemudian diperiksapada spektrofotometer. Intensitas warna hijau ini menunjukkan kadar albumin pada serum Dasar TeoriProtein adalah suatu makromolekul yang tersusun atas molekulmolekul asam amino yangberhubungan satu dengan yang lain melalui suatu ikatan yang dinamakan ikatan peptida.Sejumlah besar asam amino dapat membentuk suatu senyawa protein yang memiliki banyak ikatan peptida, karena itu dinamakan polipeptida. Secara umum protein berfungsi dalam sistemkomplemen, sumber nutrisi, bagian sistem buffer plasma, dan mempertahankan keseimbangancairan intra dan ekstraseluler. Berbagai protein plasma terdapat sebagai antibodi, hormon, enzim,faktor koagulasi, dan

transport substansi khusus (anonim,2010).Protein-protein kebanyakan disintesis di hati. Hepatosit-hepatosit mensintesis fibrinogen,albumin, dan 60 80 % dari bermacam-macam protein yang memiliki ciri globulin. Globulinglobulin yang tersisa adalah imunoglobulin (antibodi) yang dibuat oleh sistem limforetikuler(anonim,2010).Albumin dapat meningkatkan tekanan osmotik yang penting untuk mempertahankan cairanvaskular. Penurunan albumin serum dapat menyebabkan cairan berpindah dari dalam pembuluhdarah menuju jaringan sehingga terjadi edema(anonim,2010).Rasio A/g merupakan perhitungan terhadap distribusi fraksi dua protein yang penting, yaitualbumin dan globulin. Nilai rujukan A/G adalah > 1.0. Nilai rasio yang tinggi dinyatakan tidak signifikan, sedangkan rasio yang rendah ditemukan pada penyakit hati dan ginjal. Perhitunganelektroforesis merupakan perhitungan yang lebih akurat dan sudah menggantikan caraperhitungan rasio A/G(anonim,2010).Penurunan Kadar albumin terjadi pada penderita sirosis hati, gagal ginjal akut, luka bakar yangparah, malnutrisi berat, preeklampsia, gangguan ginjal, malignansi tertentu,

kolitis ulseratif,enteropati kehilangan protein, malabsorbsi. Pengaruh obat : penisilin, sulfonamid, aspirin, asamaskorbat(anonim,2010)