Anda di halaman 1dari 37

TINJAUAN ASPEK HIDRAULIKA PADA PERENCANAAN SALURAN DRAINASE

Maksud : Pengenalan teori dan rumus-rumus hidrolika dasar yang ada

hubungannya dengan saluran drainase, khususnya di daerah perkotaan. Tujuan : Penggunaan teori dan rumus-rumus hidrolika dasar untuk

merencanakan dan mengoperasikan saluran drainase di daerah perkotaan. 1. ASPEK HIDROLIKA PADA PERENCANAAN SALURAN DRAINASE. Dalam merencanakan saluran drainase ada dua aspek hidrolika yang harus diperhatikan yaitu : 1. Kestabilan saluran drainase terhadap erosi oleh aliran air . Kapasitas saluran untuk mengalirkan debit rencana 1.1.UNTUK SALURAN TANAH Di daerah perkotaan, terutama yang berpenduduk padat pada umumnya saluran drainase tanah sangat jarang kita jumpai. !iasanya pada tahap permulaan dari pengembangan tata kota memang dapat dijumpai saluran drainase tanah. "leh karena itu pada paragrap ini akan di bahas secara singkat saja aspek hidrolika dari saluran drainase tanah.

K#$T%!&'%( $%')*%( T%(%+ T#*+%D%P #*"$& "'#+ %'&*%( %&*

Muka %ir

+ m

8ambar 1. $kema $aluran Drainase Tanah

Tampak dari gambar 1, bah,a erosi pada saluran tanah dapat terjadi di talud maupun dasar saluran. )ntuk menghindari adanya erosi pada prinsipnya ada dua cara yang biasa digunakan yaitu -*egime Theory- dan -Tracti.e /orce Theory-. *umus 0rumus dari -*egime Theory- kebanyakan dijabarkan dari kondisi saluran dari tanah yang sudah stabil. Pada umumnya rumus-rumusnya adalah rumus empiris, diantaranya rumus Kennedy 112345, !lench 113675. *umus-rumus -Tracti.e /orce Theory- lebih berdasarkan pada mekanisme dari gerak suatu partikel tanah didalam suatu aliran air. -Tracti.e /orce Theory- jika dibandingkan dengan -*egime Theory- lebih mengandalkan pada perumusan matematis dari mekanisme gerak suatu partikel tanah dalam aliran air.

Karena saluran drainase di daerah perkotaan jarang dijumpai saluran drainase tanah, maka pembahasan kedua teori ini tidak diberikan. 1.2. SALURAN DENGAN PERKUATAN 9ang dimaksud saluran dengan perkuatan adalah saluran yang tidak bersal dari tanah. $aluran drainase dengan perkuatan lebih cocok untuk daerah perkotaan karena bentuknya dapat disesuaikan dengan ketersediaan tanah. Ditinjau dari bentuk geometri, saluran drainase dapat dibagi menjadi dua yaitu saluran terbuka dan tertutup seperti terlihat pada 8ambar . Ditinjau dari penggerak alirannya saluran drainase dapat dibagi menjadi dua yaitu saluran dengan pengaliran muka air bebas dan pengaliran bertekanan seperti terlihat pada 8ambar . Ditinjau dari k,alitas:asal airnya saluran drainase dapat dibagi menjadi dua yaitu saluran tercampur dan terpisah. Dari segi perencanaan hidrolika, semua pembagian di atas dapat dicakup dalam dua bagian yaitu pengaliran muka air bebas dan pengaliran bertekanan.

2. PENGALIRAN BERTEKANAN Pada pengaliran bertekanan, aliran air digeraknan oleh beda tekanan di ujung dan pangkal saluran. Tekanan di ujung saluran biasanya dinyatakan dalam -pie;ometric head-. *umus dasar yang digunakan untuk perencanaan ada dua yaitu persamaan kontinuitas :

< +A
%tau

=%>? = A > ':D > ? : g


untuk lingkaran

115

Dan persamaan kehilangan tenaga Darcy-@eisbach : 1 a5

+A

= A > ':B* > ? : g untuk lainnya

1 b5

Dimana Q adalah debit, A adalah luas tampang basah, V adalah kecepatan aliran, hf adalah kehilangan tenaga, f adalah koeAisien gesekan, L adalah panjang pipa, D adalah diameter pipa dan R adalah radius hidraulik serta g adalah percepatan graAitasi. KoeAisien gesekan f merupakan Aungsi dari kekasaran relatiA saluran lingkaran / D dan bilangan *eynolds Re = VD / , dimana adalah kekasaran saluran 1absolut5, adalah .iskositas kinematik. )ntuk keperluan perencanaan saluran, nilai f sudah digraAikkan didalam gr f!" #$$%&. Cika graAik Moody dipakai untuk perencanaan 1mendimensi saluran5 biasanya cara '(r! )*err$r' harus ditempuh. Dara yang relatiA lebih mudah adalah dengan modiAikasi graAik Moody. $ecara ringkas prosedurnya adalah sebagai berikut:

Dari deAinisi bilangan *eynolds dan Pers 1 a5 dideAinisikan .ariabel baru sbb:

= =

f .R 4 e

1 2.g .h f .Q E

E .L. 4

1E5

dan dikenalkan group .ariabel baru sbb:


.
Q

= B D

Re

1B5

Dengan menggunakan Pers 1E5 dan 1B5 didapat hubungan sbb :


.. *e .41 1.4 1B..2 + . *e

*e .4 = - .7 log

145

Dari Pers 145 tampak bah,a untuk menghitung diameter saluran dari bilangan *eynolds tetap dibutuhkan cara -tral-errorF, tetapi untuk trial pertama dari bilangan *eynolds dapat digunakan rumus untuk '%!+%!+g h ),-' *e = 1.BE 7,B1G 1G5

Pers 145 dapat pula diselesaikan dengan graAik tanpa cara -trial-error-.

Dontoh : $ebuah saluran drainasi dari beton sepanjang 177 m harus mengalirkan <desain = 7.4 mE:det. $elisih pie;ometric head yang tersedia diperkirakan 2 m. *encanakan diameter saluran drainasi di atas. Diketahui beton= .7 mm, air = 7.B64 H 17-G m :det, dan g = 3.2 m : det . Ca,aban : : < =
.7.17 E mx7.B64.17 G m : det 7.4m E : det

= 1.3 H 17-3

1 2 x3,2 x2.7 x 7.4 E E x177.7 x17.B64 x17 G 5 4

= B.1 H 1714 Trial pertama dengan Pers. 1G5 *e = 1.BE 7.B1G = B.B H 17G

%khirnya nilai *e yang memenuhi Pers 145 adalah *e D = E.4 H 17G = .. *e =


B x 7.4 x 7.B64 x17 G xE.4 x17 G
B.Q

= 7.E2 m

Cadi diameter saluran drainasi

= 7.B7 m

.. PENGALIRAN #UKA AIR BEBAS Pada pengaliran bertekanan, aliran air digerakkan oleh gaya berat dari air itu sendiri. )ntuk kepentingan perencanaan, aliran air dianggap uniAorm, sehingga kecepatan aliran di dalam saluran drainasi dapat dihitung dengan rumus Manning sbb:

?
Dimana

= 1:n * :E $1: R

165 adalah radius hidraulik dan

adalah koeAisien Manning,

adalah garis kemiringan enersi. $ubstitusi Pers. 115 kedalam Pers. 165 menghasilkan :
A4 : E P :E

n.Q S 1: n.Q S 1:

( , 125

A R2/. =

Dimana P adalah keliling basah saluran (ilai koeAisien Manning +, untuk bermacam-macam keadaan saluran dapat dilihat pada Tabel 1 terlampir. B g! +*/ g! + D r! Ge$0e(r! Pe+ 01 +g S ),r + a5. Kedalaman saluran, h 1depth of flow5 adalah jarak .ertikal dari titik terendah dari penampang saluran sampai ke permukaan air b5. TaraA 1stage5 adalah ele.asi dari permukaan air diukur dari suatu bidang persamaan tertentu 1datum5 c5. 'ebar permukaan T 1top width5 adalah lebar penampang saluran pada permukaan aliran 1permukaan bebas5

d5. 'uas penampang aliran atau luas penampang basah A 1flow area5 adalah luas penampang aliran yang diambil tegak lurus arah aliran. e5. Keliling basah P 1wetted parameter5 adalah panjang garis pertemuan antara cairan dan batas penampang melintang saluran yang tegak lurus arah aliran A5. Cari-jari hidrolik R 1hydraulic radius5 adalah perbandingan antara luas penampang basah dan keliling basah saluran , atau R=A/P g5. Kedalaman hydraulic D 1hydraulic depth5 adalah perbandingan antara luas penampang basah dengan lebar permukaan basah, atau D=A/T h5. /aktor penampang 21section factor5 adalah suatu Aaktor yang diperlukan untuk perhitungan aliran kritis, merupakan hasil perkalian dari luas basah dan akar dari kedalaman hydraulic 2 = A D1/2 = A 3 A/T41/2 i5. /aktor penampang untuk menghitung aliran seragam AR2/. adalah hasil perkalian dari luas penampang dan pangkat dua pertiga dari jari-jari hidraulic. Kemudian untuk memudahkan perhitungan, ringkasan dari perumusan untuk bagian-bagian geometri saluran yang biasanya digunakan dalam praktek dapat dilihat pada lampiran tabel

..1. PENA#PANG EKONO#IS / E5ISIEN SALURAN $ebagaimana dijelaskan di atas saluran drainasi pada umumnya di desain dengan bentuk penampang segi empat, trapesium dan bentuk lingkaran. Penampang saluran dikatakan sebagai penampang hidrolis yang

paling eAisien : ekonomis bilamana diketahui debit 1 Q 5 maksimum untuk luas penampang 1 A 5 yang diketahui apabila P minimum. a. Penampang #mpat Persegi dan trapesium yang paling #Aisien

! #mpat Persgi Panjang

h J ! Trapesium

U+(," Pe+ 01 +g Seg!*E01 ( 6 % P =!Hh =!I h = %:h I h )ntuk penampang yang paling eAisien dP:dh = 7, yaitu : - %:h = - % - ! = = h h

$ehingga lebar harus sama dengan dua kali kedalaman. Cari-jari hidrolis * dinyatakan dengan : - *=%:P

= 1 ! h 5 : 1! I h5 =h:

- Karena ! = h U+(," 1e+ 01 +g (r 1e-!,0 6 ?ariabel-.ariabel dalam hal ini adalah %, h dan ; P % P = !I h

Z +1

=1!I;h5h = %:h 0 ;h I h = %:h I h 1


Z +1

Z +1

-J5

Dengan menganggap % dan J konstan, kita dapat mendeAerensialkan persamaan diatas sehubungan dengan h dan mengatur diAerensial itu sama dengan nol. )ntuk memperoleh kondisi penampang yang paling eAisien yaitu : %:h I %tau 1!I;h5=1 atau ! Dontoh : $ebuah saluran drainasi dari beton sepanjang 1777 m harus mengalirkan <desain = 7.4 mE: det. $elisih garis contour maksimum yang tersedia diperkirakan 1.4 m. *encanakan dimensi saluran drainasi di atas, jika pengalirannya dikehendaki pengaliran muka air bebas. = 1
Z +1 Z +1

-J =7 -J5h

Z +1

-J5h

Ca,aban : Dari lampiran Tabel diperkirakan nilai koeAisien Manning + = 7.7 7 Kemiringan saluran yang tersedia dihitung sbb: $ = 1 ele.asi 5 : 1 panjang saluran 5
1,4m 1777m

= 7.7714

Pers. 125 menjadi :


A4 : E P :E

7.7 7 x7.4 = 7. 42 7.77141 :

Cika direncanakan saluran berbentuk segi empat, maka : % P =!h =!I h

Dengan pertimbangan ketersediaan tanah, maka diambil lebar ! = 7,64m, maka didapat hubungan sbb :
17.64h5 4 17.64 + h5

= 7. 42 = 7.716 1

Dengan cara -trial-error- atau dengan mencari akar persamaan di atas dengan metode K(e,ton-*aphson- didapat nilai h = 7.2B4G m

Cika direncanakan -/reeboard- sebesar 7.14 m, maka dalam saluran drainasi adalah 1.77 m. Cadi dimensi salurannya menjadi : 'ebar 1!5 Dalam ..2. RESI# ALIRAN = 7.64 m dan = 1.77 m

Kombinasi dari pengaruh .iskositas 1kekentalan5 dan pengaruh graAitasi dapat menyebabkan terjadinya salah satu dari E resim aliran dalam saluran terbuka, yaitu: 1. 'aminer subkritis, bila harga /r L 1 dan harga *e berada dalam daerah laminer. . 'aminer superkritis, bila harga /r M 1 dan harga *e berada dalam daerah laminer. E. Turbulen superkritis, bila harga /r M 1 dan harga *e berada dalam daerah turbulen Dengan /r =
V g .D

dan *e =

V .D

, dimana D adalah kedalaman hidrolik

dan adalah .iskositas. )ntuk aliran saluran terbuka ditetapkan nilai *e sbb: *e 477 Dan untuk : /r /r /r = L M 1 1 1 aliran kritis aliran subkritis aliran superkritis *e L L 477 1 477 1 477 aliran laminer aliran transisi aliran turbulen L*e L

Dengan penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan pula bah,a pada aliran subkritis kedalaman aliran lebih besar daripada kedalaman kritis 1 h M hc5 dan kecepatan aliran lebih kecil daripada kecepatan kritis 1 ) L )c5. $ebaliknya pada aliran superkritis kedalaman aliran kecil daripada kedalaman kritis 1 h L hc5 dan kecepatan aliran lebih besar daripada kecepatan kritis 1) M )c5. Dontoh +itung kedalaman kritis dan kecepatan aliran pada saluran terbuka berpenampang trapesium yang mempunyai lebar dasar != G m, kemiringan tebing saluran 1 .ertikal : hori;ontal seperti pada gambar apabila debit alirannya adalah <= 16 mE:det.

Ca,aban.

$eperti terlihat pada lampiran Tabel luas dan kedalaman hidrolik adalah : % D = 1 ! I ;h 5 h =
1 1 + zh5 h + zh5

untuk suatu penempang trapesium

Dalam soal diketahui bah,a lebar ! = G m, dan kemiringan tebing ; = , maka : % D ) =1GI = h5h =
1E + h5h 1E + h5 1 G + h5 h 1G + B h 5

= <:%

= 16 : 1GI h5 h

Pada kondisi kritis diketahui bah,a : ) : g= D: Dalam hal ini :


g G + hc hc 16
1E + hc 5hc 1E + hc

[(

) ]

atau : 6,B 1E I hc5 = N1E I hc5hcOE Dengan cara coba-coba didapat : hc %c )c 7. = 7,2B m = 1 G I H7,2B5 7,2B = < : %c = G,B4 m 'uas penampang kritis adalah : Kecepatan kritis adalah : = 16 : G,B4 = ,GB m:det.

ALIRAN BERUBAH LA#BAT LAUN

%liran berubah lambat laun 1gradually !aried flow5 adalah salah satu tipe dari dua tipe aliran tetap tidak permanen. Tipe yang satu lagi adalah aliran berubah dengan cepat 1rapidly !aried flow5. %liran tetap tidak beragam adalah aliran dimanakecepatannya tidak berubah terhadap ,aktu 1u : t =75 tetapi berubah menurut tempat 11 u : s E 75. Penyebab dari tidak seragamnya aliran tersebut dapat berupa perubahan penampang aliran atau terhambatnya aliran oleh bangunan-bangunan air seperti bendung, pintu air dll. $atu contoh yang diperkenalkan disini untuk menghitung aliran berubah lambat laun adalah dengan cara tahapan langsung 1direct step method5 7.1. CARA TAHAPAN LANGSUNG 3DIRECT STEP METHOD4 Diri dari perhitungan dengan cara ini yaitu pada pembagian panjang saluran menjadi penggal-penggal pendek dan perhitungan dilakukan tahap demi tahap dari suatu ujung:akhir dari suatu penggal ke penggal yang lain. Dara tahapan langsung ini dapat dipakai untuk menghitung aliran balik akibat adanya pasang air laut yang menuju ke arah hulu sungai.

8ambar Potongan Memanjang $aluran

Pada 8ambar menunjukkan suatu penggal saluran dengan panjang P. Persamaan energi dari penampang 1 ke penampang ib.P I h1 I 1 ) 1: g #1 # = h1 I 1 ) 1: g =h I ) : g dapat dinyatakan sbb: 115 adalah : 1 5 1E5

= h I ) : g I iA. P

tinggi energi spesiAik adalah penampang 1 dan penampang

Dengan memasukkan dua persamaan tersebut ke dalam Pers.115 didapat persamaan : ib.P I #1 atau: P =
# #1 i" i f

= # I i A. P
# i" i f

1B5

%pabila diambil asumsi 1 = = # =hI ): g 145

Dalam persamaan-persamaan tersebut : h ) ib iA = kedalaman aliran 1m5 = kecepatan rerata aliran 1 m:det5 = koeAisien pembagi kecepatan atau koeAisien energi = kemiringan dasar saluran =kemiringan garis energi

iA rerata = kemiringan rerata garis energi %pabila persamaan Manning yang digunakan : iA =
n $ RB:E

1G5

%pabila persamaan Dhe;y yang digunakan : iA =


$ % R

165

Penggunan cara tahapan langsung ini dapat diuraikan lebih jelas dengan contoh berikut: $aluran berpenampang trapesium dengan lebar dasar ! = G m, kemiringan tebing ; = , kemiringan dasar saluran i b = 7,771G dan angka kekasaran Manning n = 7,7 4, mengalirkan debit air sebesar < = 11 mE:det. +itung proAil aliran balik yang menaikkan muka air sampai setinggi 1,47m jika = 1,1. Ca,aban : Penentuan harga hn 1kedalaman normal5: % P * < 11 = 1! I ;h5h = 1G I h5h =
1E + h5 h 1E = h 4 5

1E I h5h = 1E I h.41:
1E + h5h E +h 4

= ! I h 11 I ; 51: = G I h.41: =%:P = =

= 1:n. %* :E i1: b = 1:7,7 4N 1EIhn5hnO


E:

1E + hn 5hn 1E + hn 4

:E

H 7,771G1:

11x 7,7 4 x 7,771G1 :

1E I hn

5 = N1E I hn5hnO4:

13,1 I 1B, E hn = N1E I hn5 hnO4: dengan cara coba-coba didapat hn = 1,71 m Dari data tersebut perhitungan aliran dilakukan untuk tiap-tiap kedalaman aliran dengan tahapan sbb:

Kolom 1 Kolom Kolom E Kolom B Kolom 4 Kolom G Kolom 6 Kolom 2 Kolom 3

: Kedalaman aliran dalam m, diambil dari contoh : 'uas penampang aliran dalam m untuk tiap kedalaman aliran di dalam kolom 1 : Cari-jari hidrolik dalam m : Cari-jari hidrolik pangkat B:E : Kecepatan rerata aliran dalam m:det diperoleh dari debit dibagi luas 1 ) = <:%5 : Tinggi kecepatan dalam m : #nergi spesiAik dalam m, yaitu kedalaman aliran ditambah tinggi kecepatan : Perubahan tinggi energi dalam m yaitu selisih tinggi energi dari dari satu penampang ke penampang berikutnya : Kemiringan geser atau kemiringan garis energi yang dihitung dengan menggunakan Pers .G dengan kekasaran Manning sama dengan 7,7 4, kecepatan aliran dari kolom 4 dan * B:E dari kolom B

Kolom 17

: Kemiringan geser rerata antara penampang aliran dari tiap langkah yaitu: harga rerata dari kemiringan geser yang bersangkutan dengan kemiringan geser penampang sebelumnya

Kolom 11 Kolom 1

: $elisih kemiringan dasar saluran i b = 7,771G dengan kemiringan geser rerata iA : Panjang penggal saluran dalam m diantara dua penampang aliran yang berurutan, didapat dari penggunaan Pers.B yaitu # di dalam kolom 2 dibagi nilai ib 0 iA rerata di kolom 11.

'atihan Mandiri : Doba lanjutkan perhitungan tersebut.


T%!#' P#*+&T)(8%( P*"/&' P#*M)K%%( %'&*%( D#(8%( D%*% T%+%P%( '%(8$)(8 h 1m5 1 1,47 1,BB 1,E2 1,E 1, G 1, 7 1,1B 1,11 1,72 1,7G 4 1,74 7 1,7B 1 1,7 G 1,7 7 1,71 7 % * *B:E )rerata 1m:det5

rerata

# 1m5 6

# 1m5 2

1m 5 1m5 1mB:E5 E B 4

g 1m5

iA

iA
rerata

ib 0 iA
rerata

P 1m5 1

P 1m5 1E

17

11

DRAINASI SISTE# SU#UR RESAPAN

Tujuan

: mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan: banjir dan sekaligus untuk penambahan potensi air tanah.

P#*$9%*%T%( T#K(&K Persyaratan umum yang perlu dipenuhi adalah sbb: 15. $umur resapan air hujan dibuat pada lahan yang lulus air dan tahan longsor 5. $umur resapan air hujan harus bebas dari kontaminasi : pencemaran limbah E5. %ir yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan B5. )ntuk daerah sanitasi lingkungan buruk, sumur resapan air hujan hanya menampung dari atap dan disalurkan melalui talang 45. Mempertimbangkan aspek hidrogeologi, geologi dan hidrologi Keadaan Muka %ir Tanah $umur resapan dibuat pada a,al daerah aliran yang dapat ditentukan dengan mengukur kedalaman dari permukaan air tanah ke permukaan tanah di sumur sekitarnya pada musim hujan.

Permeabilitas Tanah Permeabilitas tanah yang dapat dipergunakan untuk sumur resapan dibagi tiga kelas sbb: 15. Permeabilitas tanah sedang 1geluh:lanau, ,7 0 G,4 cm:jam5 5. Permeabilitan tanah agak cepat 1pasir halus, G,4 0 1 ,4 cm:jam5 E5. Permeabilitas tanah cepat 1pasir kasar, lebih besar 1 ,4 cm:jam5 Penempatan Penempatan sumur resapan air hujan yang dimaksud adalah persyaratan jarak terhadap tangki septik, bidang resapan tangki septik: saluran air limbah, sumur air bersih dan sumur resapan air hujan lainnya dapat dilihat pada Tabel E. T /e) .. J r " #!+!0,0 S,0,r Re- 1 + A!r H,8 + Terh % 1 B +g,+ + (o 1. . Cenis !angunan Tangki septik *esapan tangki septik, $aluran air E. limbah, Pembuangan sampah $umur resapan air hujan : sumur air bersih Datatan : Carak diukur dari tepi ke tepi 4 Carak Dari $umur *esapan 1 m5

LANGKAH*LANGKAH PE#BUATAN SU#UR RESAPAN AIR HUJAN


P#M#*&K$%%( T&(88& M)K% %&* T%(%+ MEM P#*M#%!&'&T%$ T%(%+ L P P#*$9%*%T%( C%*%K Memenuhi syarat $)M)* *#$%P%( %&* +)C%( $&$T#M P#(%MP)(8%( %&* +)C%( T#*P)$%T 1@%D)K,D''5 cm:jam cm:jam

L E meter

Tdk memeuhi syarat

JU#LAH SU#UR Penentuan jumlah sumur resapan air hujan pada suatu lahan pekarangan ditentukan berdasarkan curah hujan maksimum, permeabilitas tanah dan luas bidang tanah dengan rumus sbb:

+ Dimana : &

D.' . Atadah D.& . Asumur Asumur + D.& .L

= &ntensitas hujam 1 m:jam5 permukaan tanah yang diperkeras.

%tadah = 'uas tadah hujan 1 m 5, dapat berupa atap rumah dan atau k ' D + = Permeabilitas tanah 1m:jam5 = Kelilinh penampang sumur 1m5 = Durasi hujan 1jam5 = kedalaman sumur 1m5

%sumur = 'uas penampang sumur 1 m 5

+asil perhitungan jumlah sumur resapan dapat dilihat pada lampiran tabel. PERS9ARATAN TEKNIS !entuk dan )kuran : 15. $umur resapan air hujan berbentuk segi empat atau lingkaran 5. )kuran minimum sisi penampang atau diameter adalah 7,27 m E5. )kuran maksimum sisi penampang atau diameter adalah 1,B7 m B5. )kuran pipa masuk diameter 117 mm 45. )kuran pipa pelimpah diameter 117 mm G5. )kuran kedalaman maksimum dapat dilihat pada tabel berikut T /e) U",r + Ke% ) 0 + % + T!1e "$+-(r,"-! Tipe Konstruksi & &&

Kedalaman - Maksimum 1,47 m - Maksimum E,7 m

- Maksimum muka air tanah

&&&a, &&&b, &&&c