Anda di halaman 1dari 10

MODUL 12 AUDIT ENERGI

yuriadi kusuma

BAHAN BAKAR & PEMBAKARAN


1. PENDAHULUAN

Bagian ini memberi kan gambaran singkat tentang keistimewaan utama bahan bakar. Energi dari Matahari diubah menjadi energi kimia dengan fotosintesa.Namun, sebagaimana kita ketahui, bila kita membakar tanaman atau kayu kering, menghasilkan energi dalam bentuk panas dan cahaya, kita melepaskan energi matahari yang sesungguhnya tersimpan dalam tanaman atau kayu melalui fotosintesa.Kita tahu bahwa hampir kebanyakan di dunia pada saat ini kayu bukan merupakan sumber utama bahan bakar. Kita umumnya menggunakan gas alam atau minyak bakar di rumah kita, dan kita menggunakan terutama minyak bakar dan batubara untuk memanaskan air menghasilkan steam untuk menggerakan turbin untuk sistim pembangkitan tenaga yang sangat besar. Bahan bakar tersebut batubara, minyak bakar, dan gas alam sering disebut sebagai bahan bakar fosil. Berbagai jenis bahan bakar seperti bahan bakar cair, padat, dan gas! yang tersedia tergantung pada berbagai faktor seperti biaya, ketersediaan, penyimpanan, handling, polusi dan peletakan boiler, tungku dan peralatan pembakaran lainnya. "engetahuan mengenai sifat bahan bakar membantu dalam memilih bahan bakar yang benar untuk keperluan yang benar dan untuk penggunaan bahan bakar yang efisien. #ji laboratorium biasanya digunakan untuk mengkaji sifat dan kualitas bahan bakar.

2 JENIS-JENIS BAHAN BAKAR Bagian ini menerangkan tentang jenis bahan bakar$ padat, cair, dan gas. %.& Bahan Bakar 'air Bahan bakar cair seperti minyak tungku( furnace oil dan )*+* low sulphur hea,y stock! terutama digunakan dalam penggunaan industri. Berbagai sifat bahan bakar cair diberikan dibawah ini.

%.&.& -ensitas -ensitas didefinisikan sebagai perbandingan massa bahan bakar terhadap ,olum bahan bakar pada suhu acuan &./ '. -ensitas diukur dengan suatu alat yang disebut hydrometer. "engetahuan mengenai densitas ini berguna untuk penghitungan kuantitatif dan pengkajian kualitas penyalaan. *atuan densitas adalah kg(m0 .
12 1
Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI

yuriadi kusuma

%.&.% *pecific gra,ity

-idefinisikan sebagai perbandingan berat dari sejumlah ,olum minyak bakar terhadap berat air untuk ,olum yang sama pada suhu tertentu. -ensitas bahan bakar, relatif terhadap air, disebut specific gra,ity. *pecific gra,ity air ditentukan sama dengan &. Karena specificgra,ity adalah perbandingan, maka tidak memiliki satuan. "engukuran specific gra,ity biasanya dilakukan dengan hydrometer. *pecific gra,ity digunakan dalam penghitungan yang melibatkan berat dan ,olum. *pecific gra,ity untuk berbagai bahan bakar minyak diberikan dalam tabel dibawah$ 1abel &. *pecific gra,ity berbagai bahan bakar minyak

%.&.0 2iskositas

2iskositas suatu fluida merupakan ukuran resistansi bahan terhadap aliran. 2iskositas tergantung pada suhu dan berkurang dengan naiknya suhu.2iskositas diukur dengan *tokes ( 'entistokes. Kadang3kadang ,iskositas juga diukur dalam Engler, *aybolt atau 4edwood. 1iap jenis minyak bakar memiliki hubungan suhu ,iskositas tersendiri. "engukuran ,iskositas dilakukan dengan suatu alat yang disebut 2iskometer. 2iskositas merupakan sifat yang sangat penting dalam penyimpanan dan penggunaan bahan bakar minyak.2iskositas mempengaruhi derajat pemanasan awal yang diperlukan untuk handling, penyimpanan dan atomisasi yang memuaskan. 5ika minyak terlalu kental,makaakan menyulitkan dalam pemompaan, sulit untuk menyalakan burner, dan sulit dialirkan. 6tomisasi yang jelek akam mengakibatkan terjadinya pembentukan endapan karbon pada ujung burner atau pada dinding3dinding. 7leh karena itu pemanasan awal penting untuk atomisasi yang tepat.

%.&.8 1itik Nyala

1itik nyala suatu bahan bakar adalah suhu terendah dimana bahan bakar dapat dipanaskan sehingga uap mengeluarkan nyala sebentar bila dilewatkan suatu nyala api . 1itik nyala untuk minyak tungku( furnace oil adalah 99 /'.

12

Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI %.&.. 1itik 1uang

yuriadi kusuma

1itik tuang suatu bahan bakar adalah suhu terendah dimana bahan bakar akan tertuang atau mengalir bila didinginkan dibawah kondisi yang sudah ditentukan. :ni merupakan indikasi yang sangat kasar untuk suhu terendah dimana bahan bakar minyak siap untuk dipompakan. %.&.9 "anas 5enis "anas jenis adalah jumlah kKal yang diperlukan untuk menaikan suhu & kg minyak sebesar &;'. *atuan panas jenis adalah kkal(kg/'. Besarnya ber,ariasi mulai dari ;,%% hingga ;,%< tergantung pada specific gra,ity minyak. "anas jenis menentukan berapa banyak steam atau energi listrik yang digunakan untuk memanaskan minyak ke suhu yang dikehendaki. Minyak ringan memiliki panas jenis yang rendah, sedangkan minyak yang lebih berat memiliki panas jenis yang lebih tinggi.

%.&.= Nilai Kalor

Nilai kalor merupakan ukuran panas atau energi yang dihasilkan., dan diukur sebagai nilai kalor kotor( gross calorific ,alue atau nilai kalor netto( nett calorific ,alue. "erbedaannya ditentukan oleh panas laten kondensasi dari uap air yang dihasilkan selama proses pembakaran. Nilai kalor kotor(. gross calorific ,alue >'2! mengasumsikan seluruh uap yang dihasilkan selama proses pembakaran sepenuhnya terembunkan(terkondensasikan. Nilai kalor netto N'2! mengasumsikan air yang keluar dengan produk pengembunan tidak seluruhnya terembunkan. Bahan bakar harus dibandingkan berdasarkan nilai kalor netto. Nilai kalor batubara ber,ariasi tergantung pada kadar abu, kadar air dan jenis batu baranya sementara nilai kalor bahan bakar minyak lebih konsisten. >'2 untuk beberapa jenis bahan bakar cair yang umum digunakan terlihat dibawah ini$

1abel %. Nilai kalor kotor )td.! Bahan bakar minyak


12

>'2! untuk beberapa bahan bakar minyak

diambil dari 1herma? :ndia

Nilai Kalor kotor >'2! kKal(kg! 3 &&.&;; 3 &;.<;;

Minyak 1anah Minyak -iesel ).-.7

3 &;.=;;

Minyak 1ungku(@urnace 3 &;..;;


Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI )*+* 3 &;.9;;

yuriadi kusuma

%.&.< *ulfur 5umlah sulfur dalam bahan bakar minyak sangat tergantung pada sumber minyak mentah dan pada proses penyulingannya. Kandungan normal sulfur untuk residu bahan bakar minyak minyak furnace! berada pada % 3 8 A. Kandungan sulfur untuk berbagai bahan bakar minyak ditunjukkan pada 1abel 0.

1abel 0. "ersentase sulfur untuk berbagai bahan bakar minyak diambil dari 1herma? :ndia )td.! Bahan bakar minyak Minyak 1anah Minyak -iesel ).-.7 "ersen sulfur

;,;. ;,% ;,;. ;,%.

;,. &,< %,; 8,;

Minyak @urnace )*+* B ;,.

Kerugian utama dari adanya sulfur a dalah resiko korosi oleh asam sulfat yang terbentuk selama dan sesudah pembakaran, dan pengembunan di cerobong asap, pemanas awal udara dan economiCer. %.&.D Kadar 6bu Kadar abu erat kaitannya dengan bahan inorganik atau garam dalam bahan bakar minyak.Kadar abu pada distilat bahan bakar diabaikan. 4esidu bahan bakar memiliki kadar abu yang tinggi. >aram3garam tersebut mungkin dalam bentuk senyawa sodium, ,anadium, kalsium, magnesium, silikon, besi, alumunium, nikel, dll. #mumnya, kadar abu berada pada kisaran ;,;0 ;,;= A. 6bu yang berlebihan dalam bahanbakar cair dapat menyebabkan pengendapan kotoran pada peralatan pembakaran. 6bu memiliki pengaruh erosi pada ujung burner, menyebabkan kerusakan pada refraktori pada suhu tinggi dapat meningkatkan korosi suhu tinggi dan penyumbatan peralatan.

%.&.&; 4esidu Karbon

12

Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI

yuriadi kusuma

4esidu karbon memberikan kecenderungan pengendapan residu padat karbon pada permukaan panas, seperti burner atau injeksi nosel , bila kandungan yang mudah menguapnya menguap. 4esidu minyak mengandung residu karbon & persen atau lebih. %.&.&& Kadar 6ir Kadar air minyak tungku(furnace pada saat pemasokan umumnya sangat rendah sebab produk disuling dalam kondisi panas. Batas maksimum &A ditentukan sebagai standar.

6ir dapat berada dalam bentuk bebas atau emulsi dan dapat menyebabkan kerusakan dibagian dalam permukaan tungku selama pembakaran terutama jika mengandung garam terlarut. 6ir juga dapat menyebabkan percikan nyala api di ujung burner, yang dapat mematikan nyala api , menurunkan suhu nyala api atau memperlama penyalaan. *pesifikasi khusus bahan bakar minyak terlihat pada tabel dibawah. 1abel 8. *pesifikasi khusus bahan bakar minyak

%.&.&% "enyimpanan Bahan Bakar Minyak 6kan sangat berbahaya bila menyimpan minyak bakar dalam tong. 'ara yang lebih baik adalah menyimpannya dalam tangki silinder, diatas maupun dibawah tanah.Minyak bakar yang dikirim umumnya masih mengandung debu, air dan bahan pencemar lainnya. #kuran tangki penyimpan minyak bakar sangatlah penting. "erkiraan ukuran penyimpan yang direkomendasikan sedikitnya untuk &; hari konsumsi normal. 1angki penyimpan bahan bakar untuk industri pada umumnya digunakan tangki mild steel tegak yang diletakkan diatas tanah.#ntuk alasan keamanan dan lingkungan, perlu dibuat dinding disekitar tangki penyimpan untuk menahan aliran bahan bakar jika terjadi kebocoran.
12 5
Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI

yuriadi kusuma

"engendapan sejumlah padatan dan lumpur akan terjadi pada tangki dari waktu ke waktu, tangki harus dibersihkan secara berkala$ setiap tahun untuk bahan bakar berat dan setiap dua tahun untuk bahan bakar ringan. "ada saat bahan bakar dialirkan dari kapal tanker ke tangki penyimpan, harus dijaga dari terjadinya kebocoran 3kebocoran pada sambungan, flens dan pipa3pipa.Bahan bakar minyak harus bebas dari pencemar seperti debu, lumpur dan air sebelum diumpankan ke sistim pembakaran.

%.% Bahan Bakar "adat Batubara! %.%.& Klasifikasi Batubara Batubara diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama yakni antracit, bituminous, dan lignit, meskipun tidak jelas pembatasan diantaranya. "engelompokannya lebih lanjut adalah semi3antracit, semi3bituminous, dan sub3bituminous. 6ntracit merupakan batubara tertua jika dilihat dari sudut pandang geologi, yang merupakan batubara keras, tersusun dari komponen utama karbon dengan sedikit kandungan bahan yang mudah menguap dan hampir tidak berkadar air. )ignit merupakan batubara termuda dilihat dari pandangan geologi. Batubara ini merupakan batubara lunak yang tersusun terutama dari bahan yang mudah menguap dankandungan air dengan kadar fi?ed carbon yang rendah. @i?ed carbon merupakan karbon dalam keadaan bebas, tidak bergabung dengan elemen lain. Bahan yang mudah menguap merupakan bahan batubara yang mudah terbakar yang menguap apabila batubara dipanaskan.

Batubara yang umum digunakan, contohnya pada industri di :ndonesia adalah batubara bituminous dan sub3bituminous. "engelompokan batubara :ndia berdasarkan nilai kalornya adalah sebagai berikut $

Komposisi kimiawi batubara berpengaruh kuat pada daya pembakarannya. *ifat3sifat batubara secara luas diklasifikasikan kedalam sifat fisik dan sifat kimia.
12 6
Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI

yuriadi kusuma

%.%.% *ifat fisik dan kimia batubara *ifat fisik batubara termasuk nilai panas, kadar air, bahan mudah menguap dan abu. *ifat kimia batubara tergantung dari kandungan berbagai bahan kimia seperti karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur. Nilai kalor batubara beraneka ragam dari tambang batubara yang satu ke yang lainnya.Nilai untuk berbagai macam batubara diberikan dalam 1abel dibawah. 1abel .. >'2 untuk berbagai jenis batubara

%.%.0 6nalisis batubara 1erdapat dua metode untuk menganalisis batubara$ analisis ultimate dan analisis pro?imate. 6nalisis ultimate menganalisis seluruh elemen komponen batubara, padat atau gas dan analisis pro?imate meganalisis hanya fi?ed carbon, bahan yang mudah menguap, kadar air dan persen abu. 6nalisis ultimate harus dilakukan oleh laboratorium dengan peralatan yang lengkap oleh ahli kimia yang trampil, sedangkan analisis pro?imate dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana. 'atatan$ pro?imate tidak ada hubungannya dengan kata Eappro?imateF !. Penentuan kadar air "enentuan kadar air dilakukan dengan menempatkan sampel bahan baku batubara yang dihaluskan sampai ukuran %;;3mikron dalam krus terbuka, kemudian dipanaskan dalam o,en pada suhu &;< G% o' dan diberi penutup. *ampel kemudian didinginkan hingga suhu kamar dan ditimbang lagi. Kehilangan berat merupakan kadar airnya. Pengukuran a!an "ang #uda! #engua$ %&'(ati(e #atter) *ampel batubara ha lus yang masih baru ditimbang, ditempatkan pada krus tertutup, kemudian dipanaskan dalam tungku pada suhu D;; G &. o'. *ampel kemudian didinginkan dan dtimbang. *isanya berupa kokas fi?ed carbon dan abu!. Metodologi rinci untuk penentuan kadar karbon dan abu, merujuk pada :* &0.; bagian :$ &D<8, bagian :::, :2. Pengukuran kar 'n dan a u 1utup krus dari dari uji bahan mudah menguap dibuka, kemudian krus dipanaskan dengan pembakar Bunsen hingga seluruh karbon terbakar. 6bunya ditimbang, yang merupakan abu yang tidak mudah terbakar. "erbedaan berat dari penimbangan sebelumnya merupakan fi?edcarbon. -alam praktek, @i?ed 'arbon atau @' dihitung dari pengurangan nilai &;; dengan kadar air, bahan mudah menguap dan abu.
Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

12

MODUL 12 AUDIT ENERGI Ana(i*i* $r'+i#ate

yuriadi kusuma

6nalisis pro?imate menunjukan persen berat dari fi?ed carbon, bahan mudah menguap, abu, dan kadar air dalam batubara. 5umlah fi?ed carbon dan bahan yang mudah menguap secara langsung turut andil terhadap nilai panas batubara. @i?ed carbon bertindak sebagai pembangkit utama panas selama pembakaran. Kandungan bahan yang mudah menguap yang tinggi menunjukan mudahnya penyalaan bahan bakar. Kadar abu merupakan hal penting dalam perancangan grate tungku, ,olum pembakaran, peralatan kendali polusi dan sistim handling abu pada tungku. 6nalisis pro?imate untuk berbagai jenis batubara diberikan dalam 1abel 9. 1abel 9. 6nalisis pro?imate untuk berbagai batubara persen!

"arameter3parameter tersebut digambarkan dibawah ini. @i?ed carbon$ @i?ed carbon merupakan bahan bakar padat yang tertinggal dalam tungku setelah bahan yang mudah menguap didistilasi. Kandungan utamanya adalah karbon tetapi juga mengandung hidrogen, oksigen, sulfur dan nitrogen yang tidak terbawa gas. @i?ed carbon memberikanperkiraan kasar terhadap nilai panas batubara. Bahan yang mudah menguap ,olatile matter!$ Bahan yang mudah menguap dalam batubara adalah metan , hidrokarbon, hydrogen, karbon monoksida, dan gas3gas yang tidak mudah terbakar, seperti karbon dioksida dan nitrogen. Bahan yang mudah menguap merupakan indeks dari kandunagnbahan bakar bentuk gas didalam batubara. Kandunag bahan yang mudah menguap berkisar antara %; hingga 0.A. Bahan yang mudah menguap$
12

Berbanding lurus dengan peningkatan panjang nyala api , dan membantu dalam memudahkan penyalaan batubara Mengatur batas minimum pada tinggi dan ,olum tungku Mempengaruhi kebutuhan udara sekunder dan aspek3aspek distribusi Mempengaruhi kebutuhan minyak bakar sekunder
8
Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI

yuriadi kusuma

Kadar abu 6bu meru pakan kotoran yang tidak akan terbakar. Kandungannya berkisar antara .A hingga 8;A. 6bu$ Mengurangi kapasitas handling dan pembakaran Meningkatkan biaya handling Mempengaruhi efisiensi pembakaran dan efisiensi boiler Menyebabkan penggumpalan dan penyumbatan

Kadar 6ir $ Kandungan air dalam batubara harus diangkut, di3handling dan disimpan bersama3sama batubara. Kadar air akan menurunkan kandungan panas per kg batubara, dan kandungannya berkisar antara ;,. hingga &;A. Kadar air$ Meningkatkan kehilangan panas, karena penguapan dan pemanasan berlebih dari uap Membantu pengikatan partikel halus pada tingkatan tertentu Membantu radiasi transfer panas

Kadar *ulfur "ada umumnya berkisar pada ;,. hingga ;,<A. *ulfur$ Mempengaruhi kecenderungan teradinya penggumpalan dan penyumbatan Mengakibatkan korosi pada cerobong dan peralatan lain seperti pemanas udara dan economiCers Membatasi suhu gas buang yang keluar

6nalisis #ltimate 6nalsis ultimate menentukan berbagai macam kandungan kimia unsur3unsur seperti karbon, hidrogen, oksigen, sulfur, dll.6nalisis ini berguna dalam penentuan jumlah udara yang diperlukan untuk pemakaran dan ,olum serta komposisi gas pembakaran. :nformasi ini diperlukan untuk perhitungan suhu nyala dan perancangan saluran gas buang dll.6nalisis ultimate untuk berbagai jenis batubara diberikan dalam tabel dibawah.
12 9
Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

MODUL 12 AUDIT ENERGI 1abel =. 6nalisis ultimate batubara

yuriadi kusuma

1abel <. +ubungan antara analisis ultimate dengan analisis pro?imate

12

10

Audit Energy Ir. Yuriadi Kusuma, M.Sc.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana