Anda di halaman 1dari 3

RESUME: KELENGKUNGAN KETERGANTUNGAN ENERGI BEBAS PERMUKAAN TETES CAIRAN DAN GELEMBUNG : SEBUAH STUDI SIMULASI Penelitian ini

mempelajari energi berlebih yang disebabkan oleh fase koeksistensi cairan dengan simulasi Monte Carlo. Karakter perubahan fase koeksistensi dihitung dari gelembung masinng-masing dari minoritas fase dekat kurva koeksistensi ke tetesan silinder atau gelembung dan akhirnya ke konfigurasi slablike dari dua antarmuka paralel yang datar. Kurva antarmuka fase uap dan fase cair tersebar di alam. Nanoskopik tetesan bola atau gelembung membutuhkan kesetimbangan dipertimbangkan dalam konteks fenomena nukleasi. Pada atom skala realistis, antarmuka antara fase agak berdifusi dan terdapat masalah pemahaman struktur sehingga tidak sepenuhnya diselesaikan. ari sudut pandang termodinamika, kuantitas pusat kepentingan adalah tegangan antarmukanya dan ketergantungan pada jari-jari kelengkungan R tetesan atau gelembung. !olman diperkenalkan panjang R, disebut sebagai "Panjang !olman", untuk menggambarkan kurva ketergantungan R, tetapi pemahaman panjang ini adalah tidak lengkap sampai sekarang. efinisi yang berbeda dari jari-jari tetesan dimana salah satunya adalah "radius e#uimolar" R, yang mengasumsikan bah$a volume dari dua fase yaitu % &, %&& dan jumlah partikelnya N&, N&& yang dapat dihubungkan melalui persamaan' V= VI + VII , N = NI + NII ,

engan demikian tidak ada kelebihan volume atau kelebihan jumlah partikel yang terkait dengan antarmuka. efinisi ini menyatakan bah$a "adsorpsi antarmuka" sama dengan nol dan dalam keseimbangan baik tahap I (cairan) dan II (uap) memiliki bahan kimia potensial yang sama yaitu I = II = sejak mereka dapat menukarkan partikel-partikel. *ntuk tetesan bola atau gelembung, digunakan V = 4R3/3. +dapun diagram fase dari penelitian ini dapat digambarkan melalui kurva kelengkungan permukaan tegangan dalam campuran simetri biner ,ennard--ones. .etelah digambarkan kurva kelengkungan permukaannya maka dapat ditentukan tetesan versus gelembung pada komponen tunggal fluida ,ennard--ones. Pada bagian ini, penentuan transisi-cair uap cairan sederhana menggunakan potensi ,- oleh .chrader. alam hal ini selain tetesan bola, juga mempelajari gelembung uap bulat serta tetesan dan gelembung bentuk silinder. .edangkan simulasi tetesan dikelilingi oleh uap benar-benar berlimpah

(seperti simulasi yang telah dicoba sejak beberapa dekade). /eometri lain telah menemukan sedikit perhatian, sejauh ini, meskipun signifikan secara fisika. alam hal ini menggunakan ,- potensial terpotong sederhana dengan perumusan sebagai berikut'
u (rij ) = 3 2( 1 rij ) 56 ( 1 rij ) 4 + C 0,

Dimana, r rC = 6.65 1 4 ,
u (rij ) = :, r rC , C = 569 1 54783

+dapun hasil dari teori fungsional kerapatan yaitu untuk cairan ,ennard--ones satu komponen, yang ditentukan oleh potensi interaksi dalam persamaan diatas. geometri bola. imana telah dilakukan perhitungan densitas fungsional untuk gelembung metastabil dan tetesan dalam i sini, akan dilakukan penarikan bagian dari potensi secara rata-rata- yang dikenal dengan aturan kurangnya kuantitatif dengan simulasi untuk diagram fase atau tegangan permukaan cair-uap. Namun, pendekatan kerapatan fungsional memungkinkan kita untuk juga mempelajari batas dari jari-jari tetesan besar untuk memeriksa keabsahan ekspresi asimptotik 7 dan 3, sehingga melengkapi hasil simulasinya. .eperti biasa, energi bebas fungsional fluida dibagi menjadi bagian yang ideal dan kelebihan yakni dengan persamaan berikut'
F 2 0 = F id 2 0 + F ex 2 0

dengan bentuk yang tepat dari bagian yang ideal yang diberikan dari persamaan berikut'
F id 2 0 = d 7 rf
id 7 (r ) = d 7 r( r )(ln2 (r ) 0 5)

isini juga menggunakan panjang gelombang de ;roglie, yakni melalui persamaan'


F ex 2 0 = F hs 2 0 + F att 2 0

Pada penelitian ini, pendekatan simulasi komputer mengeksplorasi energi permukaan bebas dari kelengkungan antar muka disajikan dan diterapkan untuk melakukan studi perbandingan tetesan dari fase minoritas dalam simetris biner ,ennard--ones dan dari kedua tetesan dan gelembung di daerah cairan. koeksistensi dua-tahap dari ,ennard--ones sederhana alam kasus terakhir, baik tetesan dan gelembung bola dan bentuk silinder telah isamping itu, kepadatan

dianalisis dengan dasar menemukan adanya perbedaan yang sistematis antara kelengkungan ketergantungan energi bebas permukaan tetesan dan gelembung. fungsional dari kedua tetesan dan gelembung dalam cairan sederhana dapat mendukung

observasi. *ntuk campuran ,ennard--ones simetris biner tidak terjadi perbedaan. !entu saja hal ini terjadi karena suatu pertukaran + dan ; dalam dua fase koeksistensi mengubah fasa minoritas ke fase mayoritas, dan tetesan yang menjadi gelembung, atau sebaliknya. .ebagai konsekuensinya tidak akan berlaku bila panjang !olman (<) non=ero. *ntuk lebih lanjut, ketergantungan tegangan permukaan +;(>) dengan > sebagai jari-jari kelengkungan tetesan yang tidak berisi diistilahkan dalam 5 1 >, karena tanda perubahan > menunjukkan ketika sebuah tetesan berubah menjadi gelembung. di ba$ah kekritisan, rumus sederhananya '
AB( R ) = AB () 125 + 6( S 1 R ) 6 0

alam hal ini ditemukan bah$a untuk suhu jauh

?al ini menunjukkan bah$a konvensional " Pendekatan Kapilaritas " dari teori standar nukleasi klasik tidak sepenuhnya berlaku, karena pendekatan tersebut memungkinkan untuk setiap perbedaan tersebut. -uga teori tidak seperti dari Mc/ra$ dan

,aaksonen yang berarti bah$a panjang tolman < adalah nol dan perbedaannya (@) A (>) untuk 51>6, oleh karenanya tidak konsisten dengan hasil ini. ?al ini menunjukkan bah$a konvensional " pendekatan Kapilaritas " dari teori standar nukleasi klasik tidak sepenuhnya berlaku, karena pendekatan tersebut tidak memungkinkan untuk setiap perbedaan tersebut. Konsekuensi penting dari hasil penelitian ini adalah penyimpangan dari teori nukleasi klasik untuk pengintian gelembung uap harus jelas lebih besar dibandingkan dengan tetesan nukleasi cairan, pada radius sebanding >.