Anda di halaman 1dari 24

POLA HUBUNGAN GURU DAN SISWA DI SD SIHITANG BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Proses pendidikan pada intinya merupakan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam konteks umum tujuan pendidikan tersebut antara lain mentransmisikan pengalaman dari suatu generasi ke generasi selanjutnya. Sedangkan dalam konteks Islam pendidikan dapat diartikan sebagai proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan ungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Dalam redaksi yang lebih lengkap tujuan pendidikan Islam merupakan merupakan ! program bimbingan (pimpinan, tuntutan, usulan) oleh subyek didik terhadap perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, intuisi, dan sebagainya) dan raga peserta didik dengan bahan-bahan materi tertentu, pada jangka waktu tertentu dan dengan alat perlengkapan yang ada ke arah terciptanya pribadi tertentu disertai e"aluasi sesuai dengan ajaran Islam.# Dari uraian diatas, terlihat adanya guru yang memberikan bimbingan, arahan, ajaran kepada peserta didik (siswa). $uru ber ungsi sebagai asilitator dan petunjuk jalan ke arah penggalian potensi siswa. $uru memegang peranan penting dan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. Persoalan selanjutnya bagaimanakah agar proses pendidikan yang ada pada intinya merupakan interaksi antara guru dan siswa itu dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang ditetapkan. %ntuk menjawab masalah ini tidaklah sederhana. &arena dalam peroses interaksi tersebut guru sebagai pelaku utama kegiatan pendidikan memerlukan persiapan, baik dari segi penguasaannya terhadap ilmu yang diajarkannya, kemampuan menyampaikannya secara e ekti berkepribadian yang baik. dan e isien serta

'

(erkenaan dengan upaya mewujudkan hubungan antara guru dan siswa yang diharapkan adalah selain guru ahli dalam bidang ilmu yang diajarkannya dan terampil sebagai pemberi in ormasi utama serta contoh bagi siswanya, juga ber ungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah siswa. Ia juga diharapkan berperan sebagai bidan yang membantu siswa dalam melahirkan ide-idenya. $uru adalah adalah pembimbing, pendorong (moti"ator), asilitator, dan pelayan bagi siswa. $uru harus mendengarkan pendapat para siswanya, bersikap obyekti , terbuka dan membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. (eranjak dari itu, penulis disini ingin meneliti secara langsung apakah pola hubungan yang baik antara guru dan siswa masih tetap eksis dalam dunia pendidikan, yang dalam dalam hal ini penulis mengadakan penelitian di SD Sihitang. )leh karena itu penulis merumuskan judul POLA HUBUNGAN GURU DAN SISWA DI SD SIHITANG (TINJAUAN PENDIDI AN ISLAM!. B. R"#"san Masalah (ertitik tolak dari latar belakang yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah* '. (agaimana etika guru terhadap dirinya sendiri+ ,. (agaimana etika guru terhadap siswa di SD Sihitang+ -. Problematika apa saja yang dihadapi guru dan siswa untuk menjalin hubungan yang harmonis+ $. T"%"an &an eg"naan Penel't'an

.dapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah* '. %ntuk mengetahui etika guru terhadap dirinya sendiri di SD Sihitang ,. %ntuk mengetahui etika guru terhadap siswa di SD Sihitang -. %ntuk mengetahui Problematika apa saja yang dihadapi guru dan siswa untuk menjalin hubungan yang harmonis

Sedangkan kegunaan dari penelitian ini adalah* A. In ormasi yang diperoleh dalam penelitian ini bisa menjadi dasar bagi penulis untuk lebih termoti"asi dalam mempersiapkan diri untuk menjadi guru yang pro esional sehingga bisa menjalin hubungan yang harmonis nantinya setelah menjadi guru B. (isa dijadikan sebagai bahan masukan bagi para guru khususnya di SD Sihitang untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan ataupun kelemahankelemahan yang dilakukan selama ini. $. %ntuk memenuhi tugas-tugas mata kuliah sosiologi pendidikan yang ingin melihat enomena- enomena sosial dalam pendidikan (salah satunya melihat interaksi guru dan siswa di sekolah). D. Batasan Ist'lah Istilah yang perlu dibatasi dalam penelitian ini adalah* Pola hubungan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah etika. /tika adalah sikap atau akhlak seseorang (guru) baik ketiga berinteraksi dengan orang lain (siswa) maupun ketika sendirian yang didasarkan kepada ajaran agama Islam.'

Sai ul 0amarrah. Guru dan Anak Didik dan Integrasi Edukatif, (0akarta * 1ineka 2ipta, ,333), hlm. ,4--3.

'

BAB II AJIAN TEORITIS A. Et'ka g"r" terha&a( &'r'n)a sen&'r' Seorang pendidik (khususnya pada masa 1asulullah S.5 dan para sahabat) bukan merupakan pro esi atau pekerjaan untuk menghasilkan uang atau sesuatu yang dibutuhkan bagi kehidupannya, melainkan ia mengajar karena panggilan agama, yaitu sebagai upaya mendekatkan diri kepada .llah S56, mengharapkan keridhoan-7ya, menghidupkan agama-7ya, mengembangkan seruan-7ya dan menggantikan peranan 1asulullah S.5 dalam memperbaiki umat. .dapun kepribadian guru lanjut dijelaskan oleh para ahli pendidikan. Ibn 0amaah misalnya mengatakan bahwa seorang guru harus menghiasi dirinya dengan akhlak yang diharuskan sebagai seorang yang beragama atau sebagai seorang yang mu8min. .khlak yang di haruskan adalah rendah hati, tawadhu dan berserah diri kepada allah swt mendekatkan diri kepadanya baik dalam keadaan terang-terangan maupun tersembunyi. Selain itu seorang guru harus bersikap 9uhud, :ona8ah, dan bersikap sederhana dalam berpakaian sesuai dengan kadar kebutuhan pokok. ;aitu mengambil dengan sekedar untuk mencukupi dirinya dan keluarganya. <enurut ibn jama8ah mengatakan bahwa seorang guru harus berkepribadian agamis, yaitu memelihara dan menegakkan syari8at Islam, baik ucapan maupun perbuatan seperti membaca al-:ua8an mengingat .llah baik dengan hati maupun dengan lisan, dan mengaga keagungan nabi ketika di sebutkan namanya. Ia harus juga bergaul dengan manusia dengan akhlak terpuji menjaga lahir batin, mampu memgendalikan amarah, lembut dan berbuat baik secara mencengah yang mungkar., Di dalam kitab adad al-ulama ijaal-muta8allimdisebutkan bahwa seorang guru harus memiliki tujuh si at sebagai berikut*

.buddin 7ata. Perspektif Islam Tentang Pola Hubungan Guru Murid, (0akarta* 1aja $ra indo Persada, ,33'), hlm. =4-4'.

>

'. 6ujuan mengajar untuk mendapatkan keridhoan allah ta8ala, bukan untuk tujuan yang bersi at duniawi,harta, kepangkatan dan kemewahan ,. senantiasa mendekatkan diri kepada allah dalam keadaan terang-terangan, karena ia seorang yang di beri amanat yang di berikannya ilmu oleh allah penalarannya -. <enjauhkan diri dari perbuatan yang tercela >. (erakhlak dengan si at 9uhud dan tidak berlebihan dalam urusan duniawi, :ona8ahdan sederhana ?. <elaksanakan syari8at Islam dengan sebaik-baiknya @. Senantiasa semagat dalam menambah ilmu dengan sungguh dan kerja keras A. Senantiasa memberi man a8at kepada siapa pun.B. Et'ka G"r" terha&a( s's*a Sikap dan tingkah laku guru terhadap murid pada waktu mengajar adalah* ') Seorang guru harus mengadakan kontak dengan murid-murid dengan cerita, pertanyaan, diskusi ,) <enarik perhatian anak-anak -) Barus antusias terhadap pelajaran yang di berikan di kelas a) 6idak mengeluh b) &reati dan Cleksibel c) <encoba metode-metode baru dan teknik baru d) &erja sama dengan teman >) <enghargai dirinya sendiri, karena guru sebagai* a) <enhindari kata-kata yang kurang baik b) Percaya pada nilai-nilai yang baik ?) $uru harus bicara jelas, dengan menggunakan bahasa yang tepat @) $uru harus memiliki pengetahuan

.buddan 7ata. Op.,cit., hlm.4'

A) 6idak pernah pilih kasih.> Sikap pendidik hendaknya jangan terlampau otoriter akan tetapi harus realistik pendidikan memerlukan kebebasan akan tetapi juga pengendaliaan. (agaimana seharusnya sikap guru ialah seorang guru hendaknya jangan melupakan kedua aspek, yaitu perkembangan intelektual dan perkembangan anak sebagai pribadi yang bulat. .nak-anak bukan bejana seperti botol yang serba sama yang kita isi dengan minuman, atau 9at lain, siswa merupakan mahkluk hidup yang dapat bereaksi positi maupun negatip terhadap perangsang yang di terimanya. .gar pelajaran berhasil baik tiap anak harus mendapat perhatian dan bantuan.? .dapun akhlak guru yang berkaitan dengan pelaksanaan menghadapi para siswa, ibn jama8ah mengatakan bahwa seorang guru dalam menghadapi muridnya hendaknya* a) (ertujuan mengharapkan keridhoan allah S56 menyebarkan ilmu dan menghidupkan syari8at Islam b) <unyukai ilmu dan mengamalkannya c) <enghormati kepribadian para pelajar pada saat pelajar tersebut salah atau lupa karena guru sendiri terkadang lupa d) <emberi peluang terhadap pelajar yang menunjukkan kecerdasan dan keunggulan e) <emberikan pemahaman menurut kadar kesanggupan murid-muridnya ) <emberikan moti"asipada para siswa agar giat belajar-mengajar g) <emperlakukan para siswa secara adil dan tidak pilih kasih h) <emberikan bantuan kepada para pelajar sesuai dengan tingkat kesanggupannya i) (ersikap tawadwu( rendah hati) kepada para pelajar antara lain dengan menyebut namanya yang baik dan sesuatu yang menyenangkan hatinya
1oestiyah 7.&. Didaktik Metodik, (0akarta* (ina .ksara, '4=4), hlm* >'->-. S. 7asution. erbagai Pendekatan Dalam Proses ela!ar"Menga!ar, (0akarta* (umi .ksara, '44,), hlm. ',,-',-.
? >

j) (ersikap sabar dalam menghadapi cobaan dan perlakuan yang kurang menyenangkan dari murid-muridnya dengan cara melibatkan diri kedalam perbuatan baik@ Ibn &haldun berpendapat bahwa seorang guru harus mengajar secara bertahap, mengulang sesuai dengan pokok bahasan dan kesanggupan murid, dan tidak memaksakan atau membunuh daya nalar siswa, jangan bersikap keras terhadap murid. Seorang guru harus membiasakan diskusi dan tukar pikiran dengan murid dan memperlihatkan tingkat kesanggupan murid dan menolong agar murid mampu memahami pelajaran.A .dapun etika yang wajib di lakukan seorang guru adalah sebagai berikut* '. (ersikap lembut dan kasih sayang kepada para pelajar ,. Seorang guru tidak meminta imbalan atas tungas mengajarnya -. 6idak menyembunyikan ilmu yang di milikinya sedikit pun >. <enjauhui ahklak yang buruk dengan sara menghindarinya sedapat mungkin ?. 6idak mewajibkan kepada para pelajar agar mengikuti guru tertentu dan kecenderungannya @. <emperlakukan murid sesuai dengan kesanggupannya A. &erja sama dengan para pelajar di dalam membahas dan menjelaskan =. Seorang guru harus mengamalkan ilmunya <enurut kebiasaan bahwa seorang guru adalah sebagai panutan, dan para siswa mengikuti apa yang yang di tunjukkan oleh gurunya perumpamaan seorang guru yang baik dan benar adalah seperti benih yang di tanam di tanah dan bayangan dari tiang, maka bagaimana tanah itu tumbuh tanpa benih dan mana mungkin bayangan itu bengkok sedangkan tiangnya lurus. Seorang guru menurut al- ghajali adalah seorang yang diserahi menghilangkan akhlak yang buruk dan menggatinya dengan ahklak yang baik agar para pelajar itu mudah menuju jalan keakhirat yang
@ A

Ibid., hlm. 4-. Ibid., hlm. 4@.

menyampaikannya kepada allah.bahwa sosok guru yang ideal adalah guru yangmemiliki moti"asi mengajar yang tulus, yaitu ikhlas dalam mengamalkan ilmunya bertindak sebagai orang tua dan penuh kasih sayang terhadap anaknya, dapat memertimbangkan kemampuan intelektual anaknya dan sikap terbuka dan demokratis untuk menerima dan menghargai pendapat para siswanya dan ia menjadi tipe ideal atau idola bagi siswanya sehingga siswa itu mengikuti perbuatan baik yang di lakukan gurunga menuju jalan akhirat.= Seorang guru harus membantu murid- muridnya agar mencapai kedewasaan secara optimal artinya kedewasan yang sempurna (sesuai dengan koadrat yang di miliki murid dan dapat mencapai tingkat perkembamgan dan kedewasaan yang optimal.4 $. +#(etens' G"r" &ompetensi guru terbagi empat, yaitu* ') &ompetensi Paedagogik a. &emampuan <engelola Pembelajaran Secara Paedagogis, kompetensi guru-guru dalam mengelola pembelajaran perlu mendapat perhatian yang serius.Bal ini sangat penting, karena pendidikan di Indonesia dinyatakan kurang berhasil oleh sebagian masyarakat, dinilai kering dari aspek paedagogis, dan sekolah nampak lebih mekanis sehingga peserta didik cenderung kerdil karena tidak mempunyai dunianya sendiri. Secara operasional, kemampuan mengelola pembelajaran menyangkut tiga ungsi manajerial, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. o Perencanaan menyangkut penetapan tujuan, dan kompetensi, serta memperkirakan cara mencapainya. Perencanaan merupakan ungsi sentral dari manajemen pembelajaran dan harus berorientasi ke masa depan. Dalam pengambilan dan pembuatan keputusan tentang proses pembelajaran, guru
= 4

Ibid., hlm. 4=-'3' Slamoto. imbingan di #ekola$, (0akarta* (ina .ksara, '4==), hlm. '',.

sebagai manejer pembelajaran harus melakukan berbagai pilihan menuju tercapainya tujuan. o Pelaksanaan atau sering juga disebut implementasi adalah proses yang memberikan kepastian bahwa proses belajar-mengajar yang telah memiliki sumber daya manusia dan sarana prasana yang diperlukan, sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai tujuan yang diinginkan. o Pengendalian atau ada juga yang menyebutkan e"aluasi dan pengendalian, bertujuan menjamin kinerja yang dicapai sesuai dengan rencana atau tujuan yang telah ditetapkan. Dalam proses manajerial terakhir ini perlu dibandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang telah ditetapkan (kinerja standar). $uru sebagai manajer pembelajaran harus mengambil langkah-langkah atau tindakan perbaikan apabila terdapat perbedaan yang signi ikan atau adanya kesenjangan antara proses pembelajaran aktual di dalam kelas dengan yang telah direncanakan. .gar proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara e ekti dan e esien, serta mencapai hasil yang diharapkan diperlukan kegiatan manajemen sistem pembelajaran. b. Pemahaman terhadap peserta didik Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi paedagigik yang harus dimiliki guru. Sedikitnya terdapat empat hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu * o 6ingkat kecerdasan o &reati itas o 2acat isik o Pertimbangan kogniti c. Perancangan Pembelajaran Perancangan pembelajaran mencakup tiga kegiatan, yaitu *

o Identi ikasi kebutuhan &ebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan kondidi yang sebenarnya, atau sesuatu yang harus yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan. Identi ikasi kebutuhan bertujuan antara lain untuk melibatkan dan memoti"asi peserta didik agar kegiatan belajar dirasakan sebagi bagian dari kehidupan dan mereka merasa memilikinya. Bal ini dapat dilakukan sebagai berikut * Peserta didik untuk menyatakan kebutuhan belajar berupa kompetensi tertentu yang ingin mereka miliki dan diperoleh melalui kegiatan pembelajaran. Peserta didik didorong untuk mengenali dan mendayagunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar. Peserta didik dibantu untuk menegenal dan menyatakan kemungkinan adanya hambatan dalam upaya memenuhi kebutuhan belajar, baik yaitu datang dari dalam maupun dari luar. o Identi ikasi kompetensi &ompetensi merupakan sesuatu yang ingin dimiliki oleh peserta didik dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam pembelajaran. &omporensi yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula terhadap materi yang harus yang harus dipelajari, penetapan metode dan media pembelajaran, serta memberi petunjuk terhadap penilaian. )leh karena itu, setiap kompetensi harus merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap yang dire leksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak (t$inking skill). o Penyusunan program pembelajaran Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada rencana pelaksanaan pembelajaran (1PP), sebagai produk program pembelajaran jangka pendek,

'3

yang mencakup komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. &omponen program mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan teknik, media dan sumber belajar, waktu belajar dan daya dukung. d. Pelaksanan pembelajaran yang mendidik dan dialogis Pembelajaran yang mendidik dan dialogis merupakan respon terhadap praktek pendidikan anti realitas yang menurut Creire, harus diarahkan pada proses hadap masalah. 6itik tolak penyususunan program pendidikan harus beranjak dari kekinian, eksistensial, dan konkrit yang mencerminkan aspirasi masyarakat. Program tersebut diharapkan akan merangsang kesadaran masyarakat dalam menghadapi tema-tema realitas kehidupan. Bal ini sejalan dengan tujuan pembebasan dari pendidikan dialogis (Creire), agar manusia merasa sebagai tuan bagi pemikirannya sendiri. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkuangan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku dan pembentukan kompetensi peserta didik. %mumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal * o Pre test, pre test ini memegang peranan yang cukup penting dalam proses pembelajaran, yang ber ungsi antara lain, sebagai berikut * %ntuk menyiapka peserta didik dalam proses belajar. %ntuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. %ntuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik. %ntuk mengetahui dari mana seharusnya proses pembelajaran dimulai.

o Proses, proses dimaksudkan sebagai kegiatan dari pelaksanaan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peerta didik. %ntuk memenuhi tuntutan ini, perlu dikembangkan pengalaman belajar yang kondusi dalam membentuk manusia yang berkualitas tinggi, baik spritual, mental, sosial, moral maupun isik. <etode dan strategi pembelajaran yang kondusi untuk hal ini perlu dikembangkan, misalnya metode in:uiry, disco ery, problem sol"ing dan lain-

''

lain. Dengan metode dan starategi tersebut diharapkan setiap peserta didik dapat mengembangan potensinya secara optimal. o Pos test, pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhri dengan pos test.Cungsi pos test sebagai berikut * %ntuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telaj ditentukan, baik in"ido maupun kelompok. %ntuk mengetahui kompetensi dasar dan tujuan yang dapat dikuasai peserta didik. %ntuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan remedial dan pengayaan. Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran. ,. +#(etens' e(r'-a&'an

&ompetensi kepribadian sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pridadi peserta didik. Dalam hal ini guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran, tetapi yang paling penting adalah bagaimana menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. .dapun hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian adalah *'3 o &emampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama, sesuai dengan agama yang dianutnya. o &emampuan untuk menghormati dan menghargai antarumad beragama. o <engembangkan si at-si at terpuji. o (ersi at demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik. .. +#(etens' (r+/es'+nal
'3

5ina Sanjaya. Pembelajaran Dalam Implementasi &urikulum (erbasisi &ompetensi, ((andung* ,33?), hlm. '>?.

',

.dapun ruanglingkup kompetensi pro esional adalah* o <engerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik psikologis, dan sosiologis. o <engerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai perkembangan peserta didik o <ampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya. o <engerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang ber"ariasi. o <ampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, media, sumber belajar yang rele"an. o <ampu mengorganisasi dan melaksanakan program pembelajaran. o <ampu melaksanakan e"aluasi hasil belajar peserta didik. o <ampu menumbuhkan kepribadian peserta didik. 0. +#(etens' s+s'al &ompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, yang sekurang-kurangnya memiliki kompetensi sebagai berikut* o (erkomunikasi secara lisan, tulisan, dan isyarat o <enggunakan teknologi komunikasi dan in ormasi secara ungsional o (ergaul secara e ekti dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua D wali peserta didik o (ergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. $uru adalah makhluk sosial, yang dalam kehidupannya tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial masyarakat dan lingkungannya, oleh karena itu guru dituntut untuk memiliki kompetensi sosial yang memadai, terutama dalam kaitannya dengan pendidikan, yang tidak terbatas pada pembelajaran di sekolah tetapi juga pada pendidikan yang terjadi dan berlangsung di masyarakat. iloso i,

'-

Departemen Pendidikan dan &ebudayaan 1I pernah membuat satu instrumen pengukuran, yang disebut dengan alat Penilaian kemampuan guru (.P&$), yang terdiri dari tiga macam. Pertama, berupa lembar Penilaian 1encana Pengajaran. Eembar ini bertujuan untuk mengukur kualitas rencana pengajaran yang dibuat guru. &edua, Eembar Penilaian &emampuan <engajar. Eembar ini digunakan untuk mengukur kemampuan guru menggunakan prosedur pengajaran. Dan yang ketiga, Eembar Penilaian Bubungan .ntarpribadi . Eembar ini digunakan untuk mengukur kualialitas hubungan pribadi antar guru dengan murid.''

''

Ibrahim (a adal. Super"isi pendidikan, (0akarta* (umi .ksara, '44,), hlm. ?'-?,.

'>

B A B III METODOLOGI PENELITIAN A. L+kas' Penel't'an SD 7egeri Sihitang, berada di desa Sihitang &ec. Padangsidimpuan 6enggara, &ota Padangsidimpuan. Penelitian dilaksanakan pada hari sabtu tanggal ', .pril ,33=. B. Jen's Penel't'an (erdasarkan analisis data, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitati yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati enomena disekitarnya dan menganalisisnya dengan menggunakan logika ilmiah. (erdasarkan metode, penelitian ini didekati dengan metode deskri ti yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya di lapangan secara murni apa adanya dan holoistik sesuai ddengan kontek penelitian. Pendekatan ini ditentukan berdasarkan pertimbangan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola hubungan antara guru dan siswa di SD 7egeri Sihitang. (erdasarkan tempat, penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang dilakukan di SD 7egeri Sihitang. (erdasarkan tujuan penelitian ini termasuk penelitian eksploratif yaitu penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengungkapkan penomena murni sebagaimana apa adanya yang terjadi di SD 7egeri Sihitang. $. Jen's Data (erdasarkan rumusan masalah pola hubungan antara guru dan siswa di SD 7egeri Sihitang, maka ada beberapa jenis data yang dibutuhkan yaitu * /tika guru terhadap dirinya sendiri /tika guru terhadap siswa di SD Sihitang+ Problematika yang dihadapi guru dan siswa untuk menjalin hubungan yang harmonis.

'?

A. Instr"#en Peng"#("lan Data Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah * a. )bser"asi )bser"asi, merupakan instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengamati tingkah laku indi"idu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati dalam situasi sebenarnya, dimana obser"asi ini digunakan untuk melihat secara pasti bagaimana etika guru terhadap dirinya, bagaimana etika guru terhadap siswanya dan bagaimana guru mengajar. b. 5awancara, adalah penulis mengadakan tanya jawab secara langsung mengenai masalah yang diteliti dengan sumber data. Dimana wawancara ini digunakan untuk mengetahui bagaimana guru menghadapi siswa yang bermasalah. D. S"#-er Data a. Data primer adalah guru dan siswa di SD 7egeri Sihitang. b. Data skunder, kepala sekolah dan pegawai administrasi E. Tekn'k anal'sa &ata 6eknik analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisa kualitati , yakni data yang bersi at kualitati diolah dan dianalisa secara kualitati dengan cara menggunakan metode ber ikir analisis deskripti . 1. S'ste#at'ka Pe#-ahasan Eaporan hasil penelitian ini dibagi menjadi lima bab, masing-masing bab terdiri dari beberapa sub bab (pasal) dengan rincian sebagai berikutF (.( I. <erupakan pendahuluan yang menguraikan tentang, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian serta batasan istilah. (.( II. <engemukakan landasan teoritis yang meliputi, etika guru terhadap dirinya sendiri, etika guru terhadap siswa dan kompetensi guru

'@

(.( III. <engemukakan metode penelitian yang terdiri dari, lokasi dan waktu penelitia, jenis penelitian, instrument pengumpulan data, sumber data, teknik analisa data, dan sistematika laporan hasil penelitian. (.( IG. <embicarakan temuan penelitian dan pembahasan yang meliputi, etika guru terhadap dirinya sendiri di Sihitang, etika guru terhadap siswanya di SD Sihitang dan Problema apa saja yang dihadapi guru dan siswa untuk menjalin hubungan yang harmonis. (.( G. merupakan penutup yang memuat kesimpulan, dan saran-saran yang dianggap perlu.

B A B I2 A. Et'ka G"r" Terha&a( D'r'n)a Sen&'r' D' S& S'h'tang

'A

<enurut hasil penelitian kami di lapangan, dapat disimpulan bahwa guruD pendidik yang ada di SD Sihitang adalah tidak memenuhi kriteria sebagai guru pro esional. Ini dapat dibuktikan dengan* (anyak guru yang tidak memakai busana yang mencerminkan sebagai contoh bagi siswa-siswinya, walaupun P/1D. busana muslimah sudah dikeluarkan. Bal ini disebabkan karena banyak guru-guru yang non muslim. 6idak disiplin, penulis melihat bahwa guru-guru di SD Sihitang tidak disiplin. Ini terbukti ada beberapa guru yang datang ke sekolah hanya menandatangani absen saja tanpa melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru. 6idak menjaga muru8ahnya sebagai guru, penulis melihat etika guru-guru di SD Sihitang tidak menjaga muru8ahnya. Ini terbukti bahwa ketika jam pelajaran guru membawa anaknya yang masih kecil ke dalam ruangan, sehingga mengganggu kee ekti an proses belajar-mengajar. Selain itu, tidak jarang ditemukan guru yang keluar dari kelas dan asyik ! ngobrol"ngobrol# di teras dengan guru yang lain sedangkan siswanya ribut di dalam kelas karena tidak ada pengawasan guru. $uru-guru di SD Sihitang tidak bisa menjadi us%a$ bagi siswa-siswanya baik dari segi ucapan, perbuatan maupun tingkah lakunya. Ini terbukti apabila ada siswa yang bermasalah, guru tidak segan-segan memarahinya dengan katakata yang sangat kasar. B. Et'ka G"r" Terha&a( S's*a D' S& S'h'tang Seharusnya seorang guru itu harus melaksanakan tugasnya dengan maksimal, dan berusaha supaya tujuan pendidikan itu bisa tercapai semaksimal mungkin, akan tetapi penulis melihat di SD Sihitang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya..da beberapa hal yang perlu disampaikan dalam penulisan ini, seputar bagaimana sikap guru ketika berinterasi dengan siswa (ketika mengajar di kelas)

'=

'. 6idak mendesain perencanaan belajar dengan bagus, hal ini terbukti bahwa jarang guru yang membuat 1PP, sehingga rencana pembelajaran kurang jelas dan kurang tararah. ,. $uru kurang antusias terhadap pelajaran yang di berikan di kelas, hal ini terbukti guru tidak bisa memakai metode yang ber"ariasi sesuai dengan materi tersebut sehingga kadang-kadang menimbulkan kebosanan bagi siswa, yang akhirnya mereka kurang memperhatikan pelajaran yang disampaikan guru. -. $uru kurang menghargai dirinya sendiri sebagai guru, karena terkadang guru tidak bisa mengendalikan emosinya sehingga tanpa sadar dia sudah mengeluarkan kata-kata yang menurunkan martabatnya sebagai guru. >. (anyak kurang menguasai pelajaran yang dibawanya sehingga menimbulkan kemandekan dalam proses pembelajaran. Ini terbukti guru tidak bisa mengembangkan materi itu dan hanya membacakan apa yang ada dalam buku tersebut. ?. &urang bisa memberikan moti"asi pada para siswa agar giat belajar-mengajar, ini terbukti masih banyak siswa-siswa yang tidak mengerjakan P1, jadi penulis memahami itu terjadi karena guru tidak bisa memoti"asi siswa agar giat belajar. @. Sikap guru ketika menghadapi siswa yang bermasalah adalah* <enurut mereka teori-teori yang ada dalam buku tidak bisa diterapkan lagi. Basil wawancara yang kami peroleh dari guru-guru adalah tidak bisa diaplikasikan sikap lemah lembut pada siswa, karena menurut mereka harus kekerasan yang diterapkan supaya siswa mau mematuhi peraturan. Dan penulis membuktikan sendiri bahwa ketika guru menyuruh baik-baik, siswa tidak menghiraukannya. 2ontohnya* &etika bel tanda masuk sudah berbunyi, siswa tidak langsung masuk ke kelas, mereka harus dihalau pakai kayu baru masuk kelas. 6api menurut penulis, siswa bersikap demikian karena guru sudah terbiasa keras kepada siswa, sehingga kalau tidak dengan kekerasan siswa tidak mematuhinya.

'4

Siswa kelas , yang tidak mengerjakan P1 dihukum berdiri diatas meja selama pembelajaran berlangsung. <enurut penulis hukuman yang diberikan itu tidak bersi at educati , karena walaupun dihukum dengan seberat itu masih banyak siswa-siswa yang tidak mengerjakan P1.

Dan masih banyak lagi. Intinya menurut pengamatan penulis setiap guru menyuruh siswa harus diancam dulu, baru para siswa mau mematuhinya.

$. Pr+-le#at'ka 3ang D'ha&a(' G"r" Dan S's*a Unt"k Men%al'n H"-"ngan 3ang Har#+n's D't'n%a" &ar' s's*a4 '. Siswa tidak terbiasa hidup disiplin dan beradab di rumah, Bal ini dikarenakan kurangnya perhatian orang tua, sehingga berdampak negati di sekolah dan guru terkadang merasa kewalahan menghadapinya. ,. &urangnya kerja sama antara guru dan orang tua, karena tanpa hubungan timbal balik antara guru dan orang tua sangat sulit untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. -. &urangnya kontrol dari orang tua sehingga anak-anak bebas menonton tayangan tele"isi yang kadang-kadang sangat berdampak negati niru apa yang ditontonnya di tele"isi. D't'n%a" &ar' G"r" * $uru tidak bisa dijadikan uswah, sehingga siswa-siswa kurang menghargai dan menghormati guru dan apa yang disampaikan guru tidak membekas pada siswa karena tidak semua ucapan dengan sikap guru. Dalam hal ini Siswa-siswa sudah bisa mengkritik gurunya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. $uru kurang berkompetensi dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. &ompetensi guru itu ada empat macam,yaitu* a) &ompetensi Paedagogik, meliputi* bagi pembentukan sikap dan watak anak, sehingga banyak anak ditemuai meniru-

,3

- &emampuan <engelola Pembelajaran Secara operasional, kemampuan mengelola pembelajaran menyangkut tiga ungsi manajerial, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. Penulis melihat guru belum bisa melaksanakan tiga ungsi manajerial ini dengan maksimal, sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan e ekti dan e isien. - Pemahaman terhadap peserta didik, sedikitnya ada empat hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu * o 6ingkat kecerdasan o &reati itas o 2acat isik o Pertimbangan kogniti .kan tetapi sangat sedikit yang bisa memahami keempat hal tersebut, khususnya di SD Sihitang. b' &ompetensi &epribadian &ompetensi kepribadian sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pridadi peserta didik. Dalam hal ini guru tidak hanya dituntut untuk mampu memaknai pembelajaran, tetapi yang paling penting adalah bagaimana menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. .dapun hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian adalah * o &emampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama. .kan tetapi yang ditemui penulis di SD Sihitang masih banyak guru-guru yang kurang agamis dan guru tidak bisa menjadikan pembelajaran sebagai ajang pembentukan kompetensi dan perbaikan kualitas pribadi peserta didik. o $uru tidak bisa dijadikan uswah, sehingga siswa-siswa kurang menghargai dan menghormati guru dan apa yang disampaikan guru tidak membekas pada siswa

,'

karena tidak semua ucapan dengan sikap guru. Dalam hal ini Siswa-siswa sudah bisa mengkritik gurunya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. c) &ompetensi profesional .dapun ruang lingkup kompetensi pro esional adalah* o <engerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik psikologis, dan sosiologis. o <engerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai perkembangan peserta didik o <ampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya. o <engerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang ber"ariasi. o <ampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat, medis, sumber belajar yang rele"an. o <ampu mengorganisasi dan melaksanakan program pembelajaran. o <ampu melaksanakan e"aluasi hasil belajar peserta didik. o <ampu menumbuhkan kepribadian peserta didik. &alau penulis melihat bahwa kompetensi pro esional sebagaimana dijelaska diatas belum sepenuhnya dikuasai guru. d) &ompetensi sosial Seharusnya guru harus bergaul secara e ekti dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua D wali peserta didik. .kan tetapi yang penulis temui guru belum bisa menciptakan interaksi yang edukati terhadap siswa dan belum bisa menjalin kerja sama yang baik dengan orang tua siswa dan tenaga pendidik lainnya untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. iloso i,

,,

BAB2 PENUTUP A. es'#("lan mencerminkan sosok uswah dan panutan bagi siswanya. ,. /tika guru terhadap siswanya belum menciptakan intaraksi yang edukati untuk tercapainya tujuan pendidikan secara maksimal. -. Prolema yang dihadapi guru dan siswa untuk menjalin hubungan yang harmonis sangat banyak, diantaranya bersumber dari diri siswa itu sendiri yang kurang mendapatkan pendidikan di rumahnya sehingga berdampak negati baginya di sekolah, selain itu dari guru itu sendiri yang kurang berkompetensi untuk menjalankan tugasnya sebagai guru. B. Saran5saran '. Penulis sarankan kepada para guru untuk lebih menyadari apa sebenarnya tugas dan peranannya dalam dunia pendidikan sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai dengan maksimal. ,. &epada para orang tua agar lebih memperhatikan pendidikan anaknya, karena orang tua adalah pendidik pertama dan utama. &alau orang tua salah mendidik maka anak akan sangat susah memperbaiki pendidikan anak. '. /tika guru terhadap dirinya sendiri di SD Sihitang belum sepenuhnya

,-

DA1TAR PUSTA A (a adal, Ibrahim. Super"isi pendidikan, 0akarta* (umi .ksara, '44,. 0amarrah, Sai ul. Guru dan Anak Didik dan Integrasi Edukatif, 0akarta * 1ineka 2ipta, ,333. 7ata, .buddin. Perspektif Islam Tentang Pola Hubungan Guru Murid , 0akarta* 1aja $ra indo Persada, ,33'. 7.&, 1oestiyah. Didaktik Metodik, 0akarta* (ina .ksara, '4=4. 7asution, S. erbagai Pendekatan Dalam Proses ela!ar"Menga!ar, 0akarta* (umi .ksara, '44,. Sanjaya, 5ina. Pembelajaran Dalam Implementasi &urikulum (erbasisi &ompetensi, (andung* ,33?. Slamoto. imbingan di #ekola$, 0akarta* (ina .ksara, '4==.

,>

Anda mungkin juga menyukai