Anda di halaman 1dari 7

SUSUNAN AYAT DAN SUROH A.

Pendahuluan Al-Quran merupakan kitab pedoman bagi umat islam dan juga memberikan pengaruh yang sangat besar. al-Quran berisi ayat-ayat dan selanjutnya kumpulan dari ayat-ayat tersebut menjadi suroh. Setiap suroh mempunyai tujuan tertentu dan maksud yang mendasar yang menyebabkan turunnya. Susunan ayat dan suroh merupakan suatu kajian yang sangat penting karena pada masa Rasulullah hal tersebut belum tersusun seperti mushaf yang ada sekarang. Dan faktor yang lain karena pembagian al-Quran kepada ayat dan suroh merupakan suatu karakteristik yang tidak terdapat pada kitab-kitab lain. Untuk lebih lanjut mengenai pembahasan tentang susunan ayat dan suroh, komentar para ulama tentang susunan ayat dan suroh serta ar-Rasmul Usmani maka penulis men oba memaparkannya. B. Pengertian Ayat dan Suroh 1. Pengertian ayat !ata ayat berasal dari al-ayah yang mempunyai beberapa arti yang ada dalam kandungan al-Quran." Untuk lebih jelasnya pengertian ayat itu dapat dilihat seperti# - dalam suroh al-$a%arah ayat &"" ayat sebagai muji'at.

Tanyakanlah kepada bani israil berapa banyakkah tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah kami berikan kepada mereka dan barang siapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksanya. - Suroh al-$a%arah ayat &() ayat sebagai tanda.

*asbi ash-Siddie%y. Sejarah dan Pengantar lmu al-!uran"Ta#sir, +,akarta# $ulan $intang, "-../, h..(.

"

"

$an %abi mereka mengatakan kepada mereka, sesungguhnya tanda ia akan menjadi se&rang raja ialah kembalinya tabut kepadamu, didalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga 'usa dan keluarga (arun, tabut itu dia)a &leh malaikat. Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu &rang yang beriman. Ayat, sebagai ungkapan +0ibrah/. Suroh ar-Rum ayat && sebagai bukti dan petunjuk

$an diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah men*iptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan )arna kulitmu, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi &rang yang mengetahui. 1etapi pada umumnya kata al-ayah lebih bermakna 2tanda3 dan 2muji'at3, sedangkan menurut istilah al-ayah +ayat/ adalah kumpulan yang mempunyai tempat mun ul dan tempat terputus yang terdapat dalam suroh al-Quran, dengan kata lain ayat adalah sejumlah kalam Allah S41 yang terdapat dalam suroh al-Quran. &Ayat al-Quran merupakan dalil +petunjuk/ juga termasuk hal-hal yang ajaib, karena ketinggian, kebahasaan, dan kemuji'atan tertip atau urutan ayat-ayat al-Quran merupakan tau%ifi.

2. Pengertian Suroh

&

5anna !halil al-Qattan. Studi lmu !uran, +,akarta# 6ustaka 7itera Antarnusa, "--8/,

h.&9:.

&

Suroh berasal dari bahas arab yaitu surah + yaitu sebagai berikut#

/ jamanya su;ar yang

artinya alamat, tanda, kemuliaan. Dalam penyebutannya suroh terdapat dua bahasa ". !alimat as-surah dengan ham'ah, jadi as-suratan seakan-akan merupakan sisa +bagian/ yang tertinggi dari sekumpulan al-Quran. &. !alimat as-surah tanpa ham'ah, dinamakan surah karena ketinggian dan kemuliaannya juga karrena keadaannya sebagai tanda atas kebenaran, dan merupakan petunjuk bah;a al-Quran itu berasal dari Allah S41. Sedangkan menurut istilah sudah berarti sekumpulan ayat-ayat al-Quran yang berdiri sendiri, yang mempunyai permulaan dan akhir batas terpotongnya ayat. < C. Ko entar !ara ula a tentang "u"unan ayat dan "uroh ". 6endapat para ulama tentang susunan ayat dalam al-Quran Susunan ayat dalam al-Quran sekarang ini bersifat taufi%i dan ada juga yang menyatakan susunan ayat itu adalah ijma +kesepakatan/ diantaranya# A'-=arkasyi dalam al-$urhan dan Abu ,afar >bnu =ubair dalam munasabahnya, dimana ia mengatakan, tertip ayat-ayat didalam suroh-suroh itu berdasarnya tau%ifi dari Rasulullah dan atas perintahnnya, tanpa perselisihkan kaum muslimin.( !emudian Suyuti menyebutkan bah;a susunan ayat adalah suatu perintah yang ;ajib serta merupakan kemestian hukum. Sebaliknya urutan ayat dan suroh yang diba akan Rasulullah hendaknya ditiru terutama dalam shalat, karena Rasulullah bersabda yaitu sebagai berikut yang artinya# 3 letakkanlah ayat ini ditempat ini3 sebab ayat-ayat tersebut melalui ;ahyu. : &. 6endapat para ulama tentang susunan suroh dalam al-Quran
< (

?ahid bin Abdurrahman Ar-ruml. +lumul !uran, +@ogyakarta# 1itian >lahi, "--8/, h."(". 5anna !halil al-Qattan. ,p.*it .h.&9:. : ?ahid bin Abdurrrahman. ,p.*it.h."::.

<

6ara ulama berbeda pendapat tentang tertib suroh-suroh al-Quran antara lain#8 Dikatakan tertib suroh itu adalah tau%ifi. 5enurut pendapat ini susunan suroh adalah ketetapan Rasulullah sebagaimana yang diberitahukan ,ibril kepada Aabi atas perintah allah sesuai dengan yang diri;ayatkan oleh Abu Daud. Dikatakan tertib suroh itu adalah ijtihad para sahabat. 6endapat ini didasarkan dari banyaknya perbedaan antara mushaf-mushaf sahabat seperti mushaf disusun berdasarkan turunnya. Sedangkan mushaf Ubay bin !aab pertama yang ditulis ialah ?atihah, Al-$a%arah, an-Aisa, dan Al->mran. Dengan adanya perbedaan mushaf ini dapat dipastikan bah;a susunan suroh bukanlah berasal dari Rasul tetapi berdasarkan ijtihad dari para sahabatnya yakni pada saat mereka menulis mushaf. Dikatakan tertib suroh itu sebagian tau%ifi dan sebagian ijtihad para sahabat. 5enurut A'-=arkasyi ia menyimpulkan bah;a sebagian besar sudah diketahui susunannya pada masa hidup Aabi 5uhammad SA4, seperti as-saba, atthi;al, al-hu;amim dan mutashar, serta bah;a selain itu ada kemungkinan telah diserahkan urusannya kepada ummat sesudahnya. Aamun ia menyimpulkan harus menghormatinya dengan arti ketiga-tiganya benar karena memiliki alasan yang kuat. Apabila membi arakan ketiga pendapat ini jelaslah bah;a pendapat kedua berdasarkan ijtihad para sahabat yang tidak bersandar dan berdasar pada suatu dalil, sebab ijtihad sebagian para sahabat merupakan pendapat mereka sebelum al-Quran dikumpulkan se ara tertib, tetapi yang paling terkenal dan mushaf yang dipakai adalah mushaf Usmani karena ditertibkannya ayat dan surohnya. 5enurut Al-!irmani tertib suroh sepeti dikenal sekarang ini adalah menurut Allah, dan menurut tertib ini Aabi membi arakan setiap tahun apa yang dikumpulkan dari ,ibril..

8 .

5anna !halil al-Qattan.,p.-it.h.&9.-&"". bid.h.&"&.

D. Ar # Ra" ul U" ani Dalam pokok pembahasan ini penulis akan membahas pengumpulan alQuran pada masa Usmani. 6ada 'aman !halifah Usman dibebani tugas penulisan beberapa naskah al-Quran untuk disebarkan kedaerah-daerah islam dengan ara menempuh suatu metode khusus, baik dalam hal penulisan lafad'nya maupun bentuk huruf yang digunakan yang disetujui oleh Usman. 6ara menanamkan metode ini dengan istilah Ar-Rasmul Usmani lil mushaf, yaitu dengan dinisbahkan kepada Usman. !emudian mereka berbeda pendapat tentang status hukumnya antara lain#) ". Sebagian ulama berpendapat bah;a pola penulisan al-Quran dalam mushaf usmani adalah bersifat tau%ifi, alasannya# 6enulisan al-Quran dengan rasm Usmani dilakukan oleh para juru tulis ;ahyu dihadapkan Aabi SA4. 6enulisan al-Quran adalah hal ini tidak mungkin para sahabat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ketentuan Aabi. 6ara sahabat tidak +ketentuan dari Aabi/. &. $anyak ulama berpendapat bah;a Rasm Usmani bukan taufi%i, tetapi hanya merupakan suatu ara yang disetujui Usman dan diterima ummat dengan baik. 5enurut pendapat ini Rasm Usmani merupakan ijtihad para sahabat-sahabat Aabi. <. Segolongan orang berpendapat bah;a asm Usmani adalah sebuah istilah tata ara, dan tidak ada salahnya jika menyalahi orang telah mempergunakan satu Rasm Usmani tertentu. 5enurut sunnah menunjukkan bah;a dibolehkannya ara penulisan al-Quran. 5enurut ara yang mudah, sebab Rasulullah menyuruh untuk menuliskannya, tetapi tidak menjelaskan kepada mereka atau melarang seseorang menuliskannya dengan ara yang tertentu. ampur tangan seujung rambut pun tentang penulisan al-Quran karena penulisan al-Quran adalah tau%ifi

bid.h.&"<-&"8.

Dari ketiga pendapat tersebut diatas kami enderung mengatakan bah;a al%uran ditulis dengan Rasm Usmani yang dikenal dengan penulisan mashab, dengan suatu pertimbangan agar ummat memiliki kitab su i yang seragam, Rasm Usmani telah diakui dan di;ariskan oleh ummat islam sejak masa Usman. Dengan pemeliharaan Usmani merupakan jaminan yang kuat untuk menjaga al-%uran dari perubahan dan pergantian hurufnya.- Dalam Syuabul >mam $aiha%i bah;a barang siapa menulis ma'hab dahulu. ,angan pula merubah apa yang mereka tulis sedikitpun karena ilmu mereka lebih banyak, lebih jujur, hati dan lisannya serta lebih dapat diper aya."9 $. Ke"i !ulan Dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bah;a ayat adalah sejumlah kalam Allah S41 yan terdapat dalam suroh al-%uran. Sedankan suroh ialah sekumpulan ayat al-%uran yang berdiri sendiri yang mempunyai permulaan dan akhir. Susunan ayat dan suroh dalam al-%uran bersifat taufi%i. Susunan ayat dan suroh dalam al-%uran terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama, yaitu sebagai berikut# 1aufi%i >jtihad para sahabat Babungan antara taufi%i dan ijtihad para sahabat !edudukan Rasm Usmani memilki perbedaan pendapat tentang status hukum. 5enurut paa ulama perbedaannya adalah sebagai berikut# Rasm Usmani adalah taufi%i Rasm Usmani adalah ijtihad para sahabat Rasm Usmani adalaah sebuah istilah dan tata ara

"9

bid.hlm.&".. bid.hlm.&").

DA%TAR PUSTAKA Abdurrahman, ?ahid bin Ar-ruml.+lumul !uran,@ogyakarta#1itian >lahi,"--8. Al-Qattan, 5anna !halil. Studi lmu !uran, ,akarta# 6ustaka 7itra Antarnusa,"--8. Ash-Siddie%y, *asbi Sejarah dan Pengantar lmu al-!uran"Ta#sir, ,akarta# $ulan $intang,"-...

Anda mungkin juga menyukai