Anda di halaman 1dari 16

Tujuan Instruksional Umum (TIU): Mahasiswa mampu menjelaskan beberapa konsep-konsep dasar ilmu kimia. (Gambar 4.

1 adalah struktur 3-dimensi molekul vitamin C, mudah mengalami perubahan dalam suhu kamar, atau ke epatan reaksi oksidasi besar!. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): "ila diberikan satu sistem reaksi maka mahasiswa akan dapat mengerti orde, hukum laju, dan mekanisme reaksi. 4.1. Pendahuluan

#ada bab-bab sebelum$a telah dibahas konsep atau mengenai si%at %isik larutan dan koloid, reaksi redoks, dan elektrokimia. (&esetimbangan kimia' dalam sistem gas, kesetimbangan asam-basa' kesetimbangan kelarutan dan ion kompleks akan dibahas tersendiri!. #ada ketiga bagian $ang belum dibahas, dipelajari bagaimana keadaan akhir reaksi kimia atau keadaan sistem kimia setelah tentang kesetimbangan ini, dapat dijelaskan se ara termodinamika. )engan konsep termodinamika juga dapat men eritakan apakah reaksi kimia berlangsung spontan atau tidak.

*elain %aktor termodinamika, $aitu $ang menjelaskan kesetimbangan dan kespontanan reaksi, masih ada %a tor lain $ang sangat penting di dalam menentukan proses kimia $ang terjadi di alam i terjadinya proses kimia.

,ika di alam ini semua reaksi kimia berlangsung spontan dan terjadi bersamaan, maka kehidupan kita telah lama berlalu dan alam ini telah men apai kesetimbangan pada waktu $ang lalu. -etap terjadi, ada $ang berlangsung dengan lambat dan ada $ang cepat. Pen etahuan tentan kecepatan reaksi ini akan mempen aruhi pen ambilan keputusan dalam kehidupan sehari!hari . memutuskan penggunaan bahan bangunan dengan pertimbangan %aktor ke epatan reaksi relati% dengan oksigen atau uap air $ang ada di udara. ,adi, jika diperlukan logam $ang kuat karena haru sangat korosi%, $aitu tempat dengan keasaman tinggi, maka akan lebih baik memilih baja tahan karat (stainless steel! dari pada baja biasa karena oksidasi baja tahan karat berlangsung sangat lam

Kinetika kimia adalah studi tentang ke epatan (speed! atau laju (rate! reaksi kimia. *alah satu tujuan utama mempelajari kinetika kimia adalah untuk mempelajari %aktor-%aktor $ang mempeng +aktor-%aktor $ang dapat mempengaruhi ke epatan reaksi kimia dibagi atas empat kelompok ' a! *i%at kimia molekul pereaksi dan hasil reaksi (produk!. "ila semua %aktor lain sama maka susunan kimia molekul atau ion akan mempengaruhi ke epatan reaksi kimia.

b! &onsentrasi .at-.at $ang bereaksi. "ila dua buah molekul beraksi satu dengan $ang lain, maka kedua molekul tersebut harus bertemu atau bertumbukan. &ebolehjadian antar molekul homogen (satu jenis %asa, biasan$a gas atau larutan! makin besar jika konsentrasi makin besar. )i dalam sistem reaksi heterogen, dimana pereaksi berada pada %asa terpisah, ke epatan reaksi ter &arena luas permukaan makin besar bila ukuran partikel makin kecil, maka penurunan ukuran partikel akan menaikkan ke epatan reaksi. ! d! #engaruh temperatur. /ampir semua jenis reaksi kimia berlangsung lebih epat bila temperaturn$a dinaikkan.

#engaruh .at lain $ang disebut katalis. &e epatan beberapa reaksi kimia, termasuk hampir semua reaksi biokimia, dipengaruhi oleh .at $ang disebut katalis. *e ara keseluruhan selam

perubahan atau pen uran an. Mempelajari bagaimana %aktor-%aktor ini mempengaruhi ke epatan reaksi juga tergantung pada tujuan $ang ingin di apai. Contohn$a ' a! b! &ondisi reaksi dapat diatur sedemikian untuk memperoleh produk $ang se epat mungkin. /al ini sangat penting dalam industri.

&ondisi reaksi dapat diatur agar berlangsung selambat mungkin. /al ini sangat membantu pen endalian pertumbuhan jamur dan mikroor anisme lainn$a dalam merusak bahan m

"agi ahli kimia salah satu man%aat paling penting $ang dapat diperoleh dalam mempelajari ke epatan reaksi kimia adalah pengetahuan tentang bagaimana proses lengkap perubahan kimia itu da reaksi kimia tidak berlan sun hanya satu tahap tetapi merupakan kumpulan dari serangkaian tahap-tahap reaksi sederhana. 0angkaian reaksi ini disebut mekanisme reaksi. ,adi, mempela petunjuk tentang mekanisme reaksi $ang terjadi. )engan demikian kita memperoleh wawasan alasan-alasan sangat mendasar (%undamental! kenapa .at-.at kimia bereaksi. 4.". Kecepatan #eaksi dan Pen ukuran

&e epatan reaksi kimia dapat diungkapkan sebagai perbandingan perubahan konsentrasi pereaksi atau produk terhadap waktu. /al ini analog dengan ke epatan mobil, $aitu perubahan posisi (ja waktu. #ada reaksi kimia, ke epatan din$atakan dalam mol per liter per detik, 1ntuk pen$ederhanaan maka ke epatan reaksi kimia diberi simbol v, sehingga,

&e epetan reaksi kimia ditentukan dengan mengukur ke epatan perubahan konsentrasi pereaksi atau produk. /al ini paling mudah dilakukan dengan menentukan konsentrasi setiap interval wak sederhana adalah reaksi $ang melibatkan han$a satu jenis pereaksi dan membentuk produk tunggal. Contohn$a adalah reaksi konversi siklopropena menjadi propilen, *e ara umum, untuk reaksi dengan stoikiometri, bila reaksi terjadi, mula-mula produk ("! belum ada. "ersamaan dengan berjalann$a waktu maka konsentrasi " akan naik dan 2 akan turun, gambar 3.l. Gambar 4.4. #erubahan konsentrasi pereaksi dan hasil reaksi terhadap waktu

#erhatikan gambar 4.4, ke epatan reaksi berubah dengan waktu. #ada titik dekat awal reaksi, konsentrasi 2 berkurang dan " bertambah dengan epat. *etelah reaksi berlangsung lama, perubaha ke epatann$a ke il. #erilaku ini terjadi untuk semua jenis reaksi kimia. ,ika pereaksi berkurang maka ke epatan reaksi berangsur-angsur turun. #ada reaksi kompleks, tidak sesederhana 25", maka ke epatan pembentukan produk dan pengurangan pereaksi tidak selalu sama tetapi tergantung pada koe%isian reaksi. Contohn$a, reaksi 64 7 3/4 5 46/3

maka koe%isien reaksi menjelaskan bahwa untuk setiap molekul 64 bereaksi dengan 3 molekul /4. (ni berarti bahwa hidrogen berkurang tiga kali lebih epat dibandingkan dengan nitrogen. &oe

pembentukan 6/3adalah 4 kali lebih besar dari ke epatan pengurangan 64. 4.$.1 Penentuan kecepatan reaksi 8stimasi ke epatan reaksi $ang akurat pada setiap saat dapat diperoleh dari kemiringan gra%ik konsentrasi terhadap waktu, gambar 4.3. Gambar 4.3. 8stimasi ke epatan reaksi pada waktu tertentu sepanjang reaksi #ada titik-9, perubahan konsentrasi adalah :("! dan perubahan waktu adalah :t. )ari tangen kurva maka ke epatan pembentukan " pada titik-9 adalah, "ila ke epatan din$atakan terhadap 2 maka,

-anda minus (-! men$atakan bahwa konsentrasi 2 berkurang dengan waktu, dan tanda minus selalu digunakan untuk men$atakan ke epatan terhadap pereaksi. "ila range perubahan konsentras ditulis, 1ntuk reaksi kompleks seperti reaksi pembentukan 6/4 dari 64 dan /4 maka dapat ditulis, #ada penentuan ke epatan reaksi kimia, maka monitoring konsentrasi dan teknik pengukuran $ang digunakan tergantung pada si%at pereaksi atau hasil reaksi. Contohn$a' a! b! 0eaksi gas' penentuan perubahan konsentrasi dilakukan dengan pengukuran perubahan tekanan. #ereaksi dan produk .at berwarna' penentuan perubahan konsentrasi dilakukan dengan pengukuran intensitas warna, gambar 4.4.

Gambar 4.4. #erubahan konsentrasi diukur dari intensitas warna Contoh reaksi perubahan warna' "r4(a;! 7 /C<</(a;! 5 4"r- (a;! 7 4/7 (a;! 7 C<4(g!

Molekul brom adalah berwarna oklat. *etelah reaksi berlangsung, warna se ara perlahan hilang. +enomena ini dapat diamati dengan mata atau dimonitor se ara kuantitati% dengan spektro%oto setiap selang waktu disebut ke epatan reaksi dan dapat din$atakan dengan : Contoh lain reaksi perubahan warna adalah reaksi redoks =n-Cu47, gambar 4.3. Gambar 4.3. #erubahan warna Cu47 dan pembentukan Cl4 pada reaksi redoks

&e epatan reaksi melalui perubahan warna larutan Cu47 dan pembentukan gas Cl4 masing-masing dapat din$atakan dengan : 1.1 &ukum 'aju

-idak semua reaksi barjalan dengan ke epatan $ang sama. #eaksi ionik biasanya terjadi seketika. 0eaksi lain sepertipencernaan makanan terjadi san at lambat. #erbedaan ke epatan ini t kimia (at pereaksi.

1ntuk setiap reaksi kimia, selain si%at kimia pereaksi, salah satu %aktor penting pengendali reaksi kimia adalah konsentrasi pereaksi. 1mumn$a, bila reaksi telah berlangsung lama maka ke ep hasil ini dapat disimpulkan bahwa ke epatan reaksi tergantung pada konsentrasi .at-.at $ang bereaksi. &e epatan reaksi kimia hampir selalu berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi denga 25" dapat ditulis,

dengan pangkat n disebut orde reaksi. "ila n>l disebut reaksi orde l. Contoh reaksi orde 1 adalah dekomposisi siklopropana. "ila n>? disebut reaksi orde nol. #ada reaksi orde nol, ke epatan r ter antun pada konsentrasi pereaksi. *alah satu ontoh reaksi orde nol adalah dekomposisi amonia pada permukaan lo am Pt atau tun sten. &e epatan dekomposisi amonia selalu sam lain adalah reaksi eliminasi etil alkohol (alkohol) oleh tubuh. "erapapun konsentrasi alkohol di dalam aliran darah, ke epatan pengeluarann$a dari dalam tubuh adalah konstan. ,adi ke epatan alkohol.

*atu %akta penting lain $ang perlu diketahui adalah bahwa koe%isien reaksi tidak ada hubun annya den an orde reaksi. /arga n hanya dapat ditentukan dari percobaan. /al ini berbeda d koe%isien reaksi ada hubungann$a dengan pangkat konsentrasi pada ungkapan konstanta kesetimbangan. 1ntuk reaksi lebih kompleks, 2 7 " 5 produk

maka biasan$a ke epatan tergantung pada konsentrasi 2 dan ". "ila konsentrasi 2 dan " diperbesar maka ke epatan reaksi meningkat, dan sebanding dengan perkalian konsentrasi 2 dan " ma bilangan tertentu, misaln$a n dan m. ,adi, #ada reaksi ini, n dan m adalah orde reaksi terhadap 2 dan ". ,umlah n dan m disebut orde reaksi total. /arga n dan m boleh semua bilangan pe ahan, negatip dan nol. 0eaksi, 6<4(g! 7 C<(g! 5 C<4(g! 7 6<(g! pada temperatur dibawah 443 @C maka,

,adi ke epatan tidak tergantung pada konsentrasi C< tetapi han$a pada 6<4 pangkat dua. ,adi reaksi adalah orde 4 terhadap 6<4 dan orde nol terhadap C<. #erhatikan bahwa karena koe%isien r

hubungan karena koe%isien reaksi adalah 1 sedangkan orde reaksi adalah 4. *eperti dijelaskan sebelumn$a, orde reaksi ditentukan dari percobaan.

/ubungan proporsionalitas (kesebandingan! dapat diubah menjadi kesamaan dengan menggunakan konstanta proporsional, misaln$a k. #ada kinetika kimia, k disebut konstanta kecepatan re hubungan, (4.A! Contohn$a, hukum laju reaksi (Cl dan /4, 4(Cl(g! 7 /4(g! 5 (4(g! 7 4/Cl(g! dan pada 43?@C persamaan hukum lajun$a adalah /arga k>?,1B3 Cmol-1det-l, dan ini berlaku han$a pada suhu 43?@C. "ila temperaturn$a berbeda maka harga k juga berbeda. 4.$.1 Penentuan hukum laju "agaimana ara menentukan hukum lajuD *alah satu ara adalah dengan melakukan serangkaian per obaan dengan konsentrasi awal pereaksi berubah se ara teratur. Contohn$a reaksi, 2 5 ", dan , maka jika reaksi adalah orde 1 dapat ditulis, (ni berarti bahwa bila konsentrasi diperbesar 4 kali maka ke epatan juga berubah 4 kali. ,ika reaksi adalah orde 4, maka bila konsentrasi diperbesar dua kali diperoleh bahwa ke epatan reaksi berubah 4 kali. 4.$." Konsentrasi dan )aktu: )aktu paruh

/ukum laju men$atakan hubungan antara ke epatan reaksi dengan konsentrasi pereaksi. *elain hubungan ini, juga dapat diperoleh hubungan lain $aitu antara konsentrasi dengan waktu. Contoh 2 5 produk, dengan , maka dari hubungan dapat diturunkan hubungan, (4.E! dengan F2Go adalah konsentrasi mula-mula (pada t>?! dan F2Gt adalah konsentrasi pada waktu t setelah reaksi berlangsung. "ila reaksi orde ", dengan maka dapat diturunkan hubungan,

(4.1?! /al $ang sama dapat dilakukan untuk reaksi dengan orde lebih tinggi dan reaksi kompleks.

*atu besaran penting lain, khususn$a untuk reaksi orde 1, adalah waktu-paruh, tlH4, $ang dide%inisikan dengan )aktu yan diperlukan a ar pereaksi berkuran seten ah dari konsentrasi sebe 1ntuk reaksi orde 1 diperoleh hubungan, (4.11! -ern$ata untuk reaksi orde 1, tlH4 han$a tergantung pada k. ,adi harga t1H4 adalah konstan selama reaksi berlangsung. 1ntuk reaksi orde 4, dengan diperoleh hubungan, (4.14!

Iaktu paruh reaksi orde 4 tergantung pada konsentrasi awal. &arena setiap satu waktu paruh konsentrasi F2G t>1H4F2Go, maka pada waktu paruh pada t>t4 adalah dua kali lebih besar dari waktu p /ubungan waktu paruh dengan k dan F2Go untuk reaksi dengan orde lebih tinggi dapat juga diturunkan. 1." Teori Tumbukan

0eaksi kimia terjadi bila molekul $ang bereaksi saling bertumbukan. #andangan ini menjadi dasar teori tumbukan pada kinetika kimia. -eori tumbukan men$atakan bahwa ke epatan reaksi se terjadi antara dua molekul $ang bertumbukan per detik, jumlah tumbukan (4.13!

"ila ke epatan tergantung pada jumlah tumbukan maka hal ini memberi penjelasan bahwa ke epatan reaksi tergantung pada konsentrasi pereaksi. 6amun demikian, bahwa tidak semua tumbuka perubahan kimia. ,umlah %raksi $ang e%ekti% menghasilkan reaksi kimia tergantung pada (a! si%at pereaksi dan (b! temperatur. 2ndaikan reaksi terjadi melalui tumbukan antara dua molekul atau bimolekul, $aitu 2 7 " 5 produk

maka ke epatan reaksi sebanding dengan jumlah tumbukan antara molekul 2 dan ". ,ika konsentrasi 2 dua kali lipat maka jumlah tumbukan juga menjadi dua kali lipat. 2tau bila molekul 2 du dua kali lipat $ang dapat bertumbukan dengan molekul ". /al $ang sama akan terjadi bila jumlah molekul " diperbesar. Maka hukum laju untuk proses tumbukan bimolekul adalah, "ila molekul sejenis dan reaksin$a adalah bimolekul,

42 5 produk maka hukum laju adalah,

"erdasarkan teori tumbukan, jika diketahui bagaimana terjadin$a proses tumbukan untuk menghasilkan produk, maka dapat diperkirakan hukum lajun$a. Pada proses tumbukan sederhana* p den an koe%isien pada persamaan reaksi proses tumbukan. 1.$ +ekanisme #eaksi

#ersamaan reaksi total adalah men$atakan perubahan kimia total $ang terjadi jika reaksi telah selesai. (ni tidak berarti bahwa semua pereaksi langsung mengalami perubahan menghasilkan prod biasan$a merupakan jumlah dari serangkaian reaksi!reaksi sederhana. 0eaksi $ang sederhana ini disebut proses elementer. 0angkaian proses elementer $ang akhirn$a akan menghasilkan pro Contohn$a reaksi, 46< 7 4/4 5 4/4< 7 64 terjadi dengan mekanisme tiga tahap atau tiga proses elementer, 46< 64<4 7 /4? 5 64<4 (-ahap 1! 5 64< 7 /4< (-ahap 4! (-ahap 3!

64< 7 /4 5 64 7 /4<

"ila ketiga tahap reaksi ini dijumlahkan akan menghasilkan persamaan reaksi total, 46< 7 4/4 5 4/4< 7 64 (0eaksi total!

Mekanisme reaksi tidak dapat diperkirakan han$a dari hukum laju (per obaan! atau berdasarkan pemikiran teoritis, tetapi merupakan hasil kombinasi teori dan percobaan. Contohn$a, andaik 42 7 " 5 C 7 ) #ertama-tama harus ditentukan hukum lajun$a. Misaln$a, melalui per obaan diperoleh, &emudian dengan menggunakan prinsip teori tumbukan di oba diusulkan mekanisme reaksi $ang akan memberikan hukum laju $ang sama dengan basil per obaan' "ila mekanisme adalah satu tahap dimana 4 molekul 2 dan 1 molekul " langsung bertumbukan maka proses tumbukan adalah tiga molekul atau termolekul. ,adi, prosesn$a adalah,

42 7 " 5 C 7 ) dan hukum lajun$a adalah,

&arena hukum laju $ang diperoleh dari usulan mekanisme satu tahap tern$ata sesuai dengan basil per obaan, maka dapat dikatakan bahwa mekanisme $ang diusulkan atau diperkirakan adalah b dipertan$akan, apakah mekanisme ini masuk akalD *etiap orang $ang pernah bermain billiard mengetahui bahwa sangat sukar terjadi bila 3 bola billiard bertumbukan bersamaan dan han$a satu -umbukan termolekul $ang demikian adalah mustahil. ,ontoh 1: 2monia dapat dibakar sesuai dengan reaksi. 46/3(g! 7 3<4(g! 5 46< 7 B/4<(g! 2ndaikan bahwa pada suatu saat selama reaksi, amonia bereaksi dengan ke epatan ?,44 molC-ldet-1. -entukan' (a! ke epatan reaksi terhadap oksigen, (b! "erapa ke epatan pembentukan /4<. Penyelesaian )alam men$elesaikan soal ini digunakan koe%isien persamaan reaksi untuk mengkonversi hubungan jumlah mol pereaksi dan produk. ,adi bila diketahui, "ila ke epatan dituliskan dengan, maka %aktor konversi untuk ke epatan perubahan oksigen dan air terhadap amonia, masing-masing adalah, dan sehingga, 1.3.1.1 &e epatan pengurangan oksigen adalah, 1.3.1.4 &e epatan pembentukan air adalah, -anda (-! dan (7! masing-masing men$atakan konsentrasi berkurang dan bertambah. ,ontoh ":

)ata $ang diperoleh dari serangkaian per obaan untuk reaksi oksida nitrit dengan bromina pada 4J3@C, 46<(g! 7 "r4(g! 5 46<"r(g! adalah,

Percobaan Konsentrasi a)al (mol-') Kecepatan a)al pembentukan ./0r (mol '!1det!1) ./ 1. 1. 1. 1. 1. ?,1? ?,1? ?,1? ?,4? ?,3? 0r" ?,1? ?,4? ?,3? ?,1? ?,1? 14 44 3B 4A 1?A

-entukan hukum laju dan konstanta laju reaksi dengan menggunakan data per obaan ini. Penyelesaian "entuk hukum laju untuk reaksi di atas adalah,

1ntuk menentukan harga n dan m maka harus mempelajari bagaimana ke epatan reaksi berubah bila salah satu pereaksi berubah sedangkan pereaksi $ang lain tetap. )engan strategi demikian m n > 4 dan m > 1 sehingga hukum laju adalah, &onstanta laju dapat dihitung dangan menggunakan salah satu data par obaan, misaln$a per obaan 1, $aitu'

/arga k lain dari data per obaan 4,3,4, dan 3, adalah hampir sama, sehingga disebut konstanta laju. ,adi, harga k adalah rata-rata dari kelima harga k. ,ontoh $:

#ada 4??@C, konversi siklopropana (*#! menjadi propilen merupakan reaksi orde 1 dan mempun$ai harga konstanta ke epatan 1,1B.1? -B det-l. ,ika konsentrasi awal siklopropana adalah 1,?.l?-4 m reaksi berlangsung 44 jam. Penyelesaian &arena reaksi adalah orde 1, maka berlaku hubungan' atau, ,ontoh 4: )ekomposisi 64<3 $ang larut dalam CCl4 pada 43KC adalah reaksi orde 1 dengan perubahan kimia 464<3 5 46<4 7 <4 &onsentrasi 64<3 mula-mula adalah 1,?.1? molHC. *etelah reaksi berlangsung 3 jam, konsentrasi 64<3 menjadi 1,41.1?-3 molHC. "erapa waktu paruh 64<3 (dalam menit!. Penyelesaian 1ntuk menentukan waktu paruh harus diketahui berapa harga konstanta laju k. &arena reaksi adalah orde 1 maka dari persamaan, diperoleh, atau, Iaktu paruh adalah, ,ontoh 1:

Mekanisme dekomposisi 6<4Cl diperkirakan berlangsung dalam dua tahap, $aitu' 6<4Cl 5 6<4 7 Cl 6<4Cl 7 Cl 5 6<4Cl4 (-ahap 4! "agaimana hukum laju $ang akan diperoleh dari hasil eksperimen jika reaksi tahap pertama adalah lambat dan tahap kedua berlangsung epat. Penyelesaian (-ahap 1-lambat!

,ika reaksi tahap pertama adalah lambat berarti merupakan tahap penentu ke epatan. /ukum laju reaksi total harus sama dengan hukum laju tahap penentu ke epatan. Molekul 6< 4Cl $ang terli hukum laju untuk reaksi tahap pertama sama seperti reaksi total, $aitu' ,ontoh 2:

#ada 3??@C, konstanta laju untuk reaksi dekomposisi siklopropana menjadi propilen adalah 4,4l.l? -l? det-1. e*edangkan epada e4??KC konstanta laju adalah k > 1,1B.1?-B det-1. -entukan harga en konstanta 2 pada persamaan 2rhenius untuk reaksi ini. Penyelesaian

/arga 8a dapat diperoleh dengan mensubstitusi harga-harga konstanta laju k1 dan k4, masing-masing pada temperatur -l dan -4 ke dalam persamaan, sehingga diperoleh, 2tau energi aktivasi, 8a > 4J? k,Hmol Cara termudah untuk menghitung 2 adalah dari hubungan, )engan menggunakan harga k1 dan -1, maka diperoleh'

2 > E,E.1?14 det-1 Catatan, bahwa satuan 2 harus sama dengan satuan k. 1. *ebut 4 %aktor $ang mempengaruhi ke epatan reaksi.

4. 3. 4.

,elaskan pengaruh ukuran partikel pada ke epatan reaksi heterogen. *ebutkan 3 jenis reaksi $ang terjadi di sekitar anda dan bandingkan ke epatann$a. 0eaksi dan kondisi reaksi mana $ang akan memberikan ke epatan pembentukan gas /4 $ang lebih besarD

(a! Magnesium atau besi dalam 1,? M /Cl. (b! =inkum dalam 1,? M /Cl atau dalam ?,1 M /Cl. ( ! 1 g bubuk .inkum da1am 1,? M /Cl atau 1,? g batangan .inkum dalam 1,? M /Cl. (d! *epotong paku dalam 1,? M /Cl pada 43@C atau dalam 1,? M /C1 pada 4?@C. L 3. 0eaksi pembakaran gas metana adalah,

C/4(g! 7 C<4(g! 5 C<4(g! 7 4/4<(g!

,ika ke epatan pembakaran metana adalah ?,1B molC-1det-l, berapa ke epatan pembentukan C<4 dan /4<. B. J. A. E. 1?. 2pa $ang dimaksud dengan hukum laju. +aktor-%aktor apa $ang mempengaruhi besarn$a tetapan laju reaksi. *ebutkan satuan konstanta laju' (a! reaksi orde 1, (b! reaksi orde 4, dan ( ! reaksi oks-3. &e epatan berkurangn$a C< dari atmos%er bumi oleh jamur di dalam tanah adalah konstan. "erapa orde reaksi proses ini.

1ntuk setiap reaksi berikut, ungkapkan ke epatan reaksi terhadap pereaksi dan produk' (a! 46/3 7 <4 5 4/4<, (b! 6< 7 <3 5 6<4 7 <4, ( ! 6<Cl 5 46< 7 C14, dan (d! /4<4 7 /4 &e epatan sesaat pembentukan 64 untuk reaksi,

46/3(g! 7 3<4(g! 5 464(g! 7 B/4< adalah ?,BA m?1C-1dst-l. -sntukan ke epatan' (a! pembentukan air 11. 14. 13. (b! pengurangan 6/3

"agaimana teori tumbukan menerangkan ketergantungan ke epatan pada konsentrasi pereaksi. 2pa $ang dimaksud dengan mekanisme reaksiD #ropana, C3/A, adalah bahan bakar $ang ban$ak digunakan untuk memasak dan dikenal sebagai C#G. #embakaran propana tidak mungkin terjadi dengan mekanisme satu tahap. ,elaskan

C3/A 7 C<4(g! 5 3C<4(g! 7 4/4<(g! 14. *alah satu reaksi di tempat udara $ang telah terpolusi adalah reaksi nitrogen dioksida, 6< 4, dengan o.on, <3, dengan reaksi'

6<4(g! 7 <3(g! 5 6<4(g! 7 <4(g! )ata hasil per obaan pada 43@C adalah'

Konsentrasi a)al./" (mol-')

Konsentrasi a)al

Kecepatan a)al pembentukan /"

/$ (mol-') 3,?.1?-3 3,?.1?-3 4,3.1?-3 1,?.1?-3 4,?.1?-3 4,?.1?-3 ?,?44 ?,?44 ?,?44

(a! "agaimana hukum laju reaksi, (b! -entukan harga konstanta laju. 13. *alah satu reaksi $ang terjadi di udara terpolusi di daerah urbanisasi adalah,

46<4(g! 7 <3(g! 5 64<3(g! 7 <4(g! )iperkirakan bahwa dalam mekanisme reaksi terjadi spesies molekul 6< 3. /ukum laju $ang diperolah untuk reaksi di atas adalah, v > k.F6<4GF<3G 1sulkan mekanisme untuk reaksi ini. 1B. 1J. ini. "agaimana orientasi molekul dalam ruang dapat mampengaruhi kee%ekti%an tumbukan antara molekul untuk menghasilkan perubahan kimia. ,elaskan.

(nsekta $aitu binatang berdarah dingin dimana temperatur tubuhn$a enderung mengikuti perubahan temperatur lingkungan sangat lembam atau melempem pada ua a dingin. "erdasarka

1A. 2sam nitrat adalah salah satu bahan kimia terpenting di dunia. *alah satu penggunaan utama adalah bahan pembuatan pupuk. #roduksi /6< 3 per tahun adalah kira-kira 14 juta pom (1,4,1 amonia. 0eaksi ini menghasilkan 6< dan kemudian bereaksi dengan oksigen membentuk 6< 4. 6<4 akhirn$a bereaksi dengan air membentuk asam nitrat. <ksidasi 6< manjadi 6< 4 adalah me 46<(g! 7 <4(g! 5 46<4(g! dan mempun$ai hukum laju, N > k.F6<G4F<4G

#erkirakan mekanisme $ang mungkin untuk reaksi ini. 1. 4. 3. 4. Mengapa radikal bebas membaha$akan organisme hidupD Mengapa reaksi rantai sering sangat epatD 2pa perbedaan katalis homo en dan katalis hetero enD Mengapa ide teori tumbukan tidak dapat digunakan untuk memperkirakan hukum laju reaksi kimiaD 2pa $ang harus diketahui untuk memperkirakan hukum lajuD

3. )alam memasak telor terjadi denaturasi protein albumin, dan waktu $ang diperlukan untuk men apai tingkat denaturasi tertentu berbanding terbalik dengan konstanta ke epatan pro aktivasi tinggi, 8a > 41A k,Hmol. -entukan berapa lama waktu diperlukan untuk memasak telor di atas pegunungan M kinle$ di 2laska bila tekanan atmos%er adalah 333 torr (atm!.

B. O#engembanganP ba$angan %otogra%ik pada %ilm adalah suatu proses pengontrolan kinetika reduksi perak-halida dengan pengembang ( developer!. Iaktu $ang diperlukan untuk penge berbanding terbalik dengan konstanta ke epatan proses. )ata di bawah ini adalah waktu pengembangan untuk %ilm -ri-Q &odak menggunakan pengembang )-JB &odak. #erkirakan energi akti k,Hmol!. #erkirakan waktu pengembangan pada temperatur 13@C.

3uhu-4, 1A 4? 41 44 44

5aktu Pen emban an -menit 1? E A J B

43. &loro%luorokarbon, C+C, adalah sen$awa $ang mengandung karbon, klor dan %luor ( ontohn$a, CCl4+4!. )i atmos%er atas, molekul ini bereaksi dan akan merusak o.on $aitu .at pelindun panas. #enurunan jumlah o.on $ang tajam terjadi di kutub selatan selama musim dingin 2ntartika. <.on $ang hilang kira-kira A?R dengan reaksi' (a! Cl< 7 Cl< 5 Cl4<4 ( ! Cl 7 <3 5 Cl< 7 <4 (b! Cl4<4 7 hv 5 Cl 7 Cl<< (d! Cl<< 5 Cl 7 <4

"agaimana reaksi perubahan total. ,elaskan mengapa C+C dalam jumlah ke il di stratos%er dapat menurunkan konsentrasi o.on ukup besar.