Anda di halaman 1dari 54

Bahan Tayang

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Di Perguruan Tinggi Berdasar SK Dirjen Dikti No. 43/Dikti/2006

Winarno, SPd, MSi PKn FKIP UNS Solo

Pendidikan Kewarganegaraan
Dalam statusnya sebagai mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) di perguruan tinggi Bahwa kurikulum di semua tingkat pendidikan wajib memuat pendidikan kewarganegaraan Pendidikan kewarganegaraan merupakan pendidikan yang membentuk manusia menjadi warga negara yang memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air (pasal 37 UU No 20 tahun 2003 tentang SPN Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) berlaku wajib bagi semua program studi di perguruan tinggi
2

Pendidikan Kewarganegaraan
Pelaksanaan MPK Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi didasarkan pada Surat Keputusan Dirjen Dikti Diknas No 43 th 2006 ttg Rambu-Rambu Pelaksanaan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi Kompetensi dasar mata kuliah PKn di perguruan tinggi adalah mahasiswa menjadi ilmuwan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratis berkeadaban, menjadi warga negara yang memiliki daya saing, berdisiplin, dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai Pancasila Pelaksanaan MPK Pendidikan Kewarganegaraan di UNS Solo didasarkan SK Rektor No 713/ J.27.PP/2006 ttg Penyelenggaraan Kelompok Mata Kuliah Umum (MKU) di Universitas Sebelas Maret Pola pelaksanaan MPK Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi lain diatur oleh perguruan tinggi ybs
3

Substansi Kajian PKn PT


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Filsafat Pancasila Identitas Nasional Hak dan Kewajiban Warga negara Negara dan Konstitusi Demokrasi Indonesia Hak asasi manusia dan Rule of Law Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia
4

Bab 1 Pancasila
Apakah Pancasila itu? Apa fungsi Pancasila itu bagi negara bangsa (nation state) Indonesia ? Bagaimana Pancasila fungsional dalam kehidupan bernegara? Apa manfaat yang kita dapatkan dengan belajar Pancasila ?

Pancasila
Pancasila sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 terdiri atas lima prinsip yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusywaratan perwakilan dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Pancasila pada hakekatnya adalah nilai (Kaelan, 2002) Nilai dasar Pancasila itu adalah nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan Lima nilai dasar itu bagi negara bangsa Indonesia dijadikan dasar (falsafah) negara Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 menegaskan bahwa Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945 adalah dasar negara dari NKRI. Dasar negara didalamnya mengandung makna pula ideologi nasional
6

Fungsi Pancasila
Pancasila pada hakekatnya adalah nilai yaitu lima nilai dasar sebagai kesatuan (sistem nilai) Lima nilai tersebut dijadikan (berfungsi) sebagai dasar (filsafat) bernegara dan dijadikan ideologi nasional Indonesia Dasar negara dan ideologi nasional pada dasarnya bersumber dari filsafat hidup / pandangan hidup/weltanschauung bangsa. Pandangan hidup bangsa disepakati untuk selanjutnya diangkat sebagai dasar dan ideologi bernegara
7

Pancasila sebagai dasar negara


Bermakna nilai-nilai Pancasila (5 nilai dasar) dijadikan dasar filosofis dalam menata kehidupan bernegara menuju tujuannya Nilai-nilainya menjadi pedoman normatif penyelenggaraan bernegara. Nilai nilai Pancasila diyakini berisi prinsip, ide, gagasan yang baik dan diterima untuk kehidupan bernegara Konsekwensinya penyelenggaraan bernegara tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila Penyelenggaraan bernegara tidak menyimpang dari nilai keTuhanan, tidak bertentangan dengan nilai kemanusiaan, dan seterusnya
8

Pancasila sebagai dasar negara


Nilai-nilai Pancasila dijadikan acuan perilaku dalam kehidupan bernegara. Agar nilai bisa dijadikan acuan perilaku maka nilai harus diwujudkan kedalam norma. Nilainilai Pancasila dijabarkan kedalam norma (sosial) bernegara. Nilai nilai Pancasila perlu dijabarkan (diwujudkan) kedalam norma moral dan norma hukum (Kaelan, 2002). Norma moral membentuk sistem etik (a) sedang norma hukum membentuk sistem hukum. Kedua mengatur perilaku hidup bernegara.
9

Norma Etik
Norma-norma etik dalam kehidupan bernegara menjadi pedoman perilaku baik oleh penyelenggara negara maupun warga negara Negara membutuhkan norma etik yang berlaku dan mengikat bagi seluruh warga (biasa maupun luar biasa) Norma etik kehidupan bernegara Indonesia diwujudkan melalui Pokok- Pokok Etika Kehidupan Berbangsa (Ketetapan MPR No VI/MPR/2001) Pokok- Pokok Etika Kehidupan Berbangsa mencakup Etika Sosial Budaya, Etika Pemerintahan dan Politik, Etika Ekonomi dan Bisnis, Etika Penegakan Hukum yang Berkeadilan, Etika Keilmuan dan Etika Lingkungan Pokok pokok etika bersumber dari (nilai etik) Pancasila yg harus dijabarkan lagi kedalam kode etik masing-masing profesi Sebagai sumber dari norma etik maka penyusunan normanorma etik bernegara tidak boleh bertentangan dengan nilainilai Pancasila
10

10

Pengamalan Norma Etik


Norma etik/moral bersifat tidak memaksa tetapi berdasar pada hati nurani manusia itu sendiri untuk melaksanakan. Sanksi atas pelanggaran norma etik pada dasarnya bersumber dari diri sendiri (malu, menyesal, dsb). Sanksi atas pelanggaran norma etik tidak melalui sanksi pidana/hukuman. Oleh karena itu ketaatan warga pada norma etik bernegara bersifat subyektif (berdasar kesadaran pribadi warga) Sebagai acuan perilaku maka warganegara dituntut untuk mentaati norma-norma etik yg berlaku (termasuk kode etik profesinya) Mentaati norma etik merupakan pengamalan yg subyektif . Mentaati norma norma etik yang bersumberkan nilai-nilai Pancasila merupakan pengamalan subyektif atau aktualisasi Pancasila secara subyektif.
11

11

Norma Hukum
Kehidupan bernegara ternyata tidak hanya membutuhkan norma moral / etik tetapi juga butuh norma hukum Norma hukum bersifat memaksa dan mengikat (bersifat obyektif) terhadap warganegara Nilai dasar Pancasila dijabarkan kedalam norma hukum bernegara Nilai Pancasila sebagai (dijadikan) sumber bagi penyusunan norma hukum di Indonesia (Pancasila sebagai sumber hukum material). Menurut teori jenjang norma (stufentheorie) Pancasila adalah grundnorm Norma hukum tertinggi negara adalah UUD 1945 yang bersumber dari nilai Pancasila
12

12

Norma Hukum Indonesia


UUD 1945 merupakan hukum tertinggi negara. UUD 1945 sebagai hukum dasar negara UUD 1945 dijabarkan lagi dalam peraturan perundangundangan dibawahnya Tata urutan perundang-undangan RI menurut UU No 10 tahun 2004 UUD 1945 UU/Perppu Peraturan Pemerintah Peraturan Presiden Peraturan Daerah Tata urutan perundang-undangan ini membentuk sistem norma hukum Indonesia
13

13

Norma Hukum
Norma hukum membentuk sistem hukum yg berjenjang dan hierarkis ( norma hukum tertinggi sampai norma hukum yang terendah) Norma hukum yang di atas menjadi sumber dan dasar bagi norma hukum di bawahnya. Norma hukum di bawah bersumber dan isinya tidak boleh bertentangan dengan dengan norma hukum di atasnya Pancasila berkedudukan di atas norma hukum. Pancasila merupakan grundnorm, staat fundamental norm dan cita hukum bagi sistem hukum di Indonesia Norma fundamental ini menjadi dasar bagi pembentukan hukum dasar negara yaitu UUD 1945. Norma fundamental memberi landasan filosofis berlakunya norma hukum UUD 1945 menjadi sumber atau dasar bagi penyusunan undang-undang. Undang-undang menjadi dasar bagi penyusunan peraturan pemerintah, dan seterusnya. Isi dari suatu undang-undang tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945
14

14

Pengamalan Norma Hukum


Norma hukum bersifat memaksa dan mengikat bagi semua warga negara untuk ditaati dan dilaksanakan. Sanksi atas pelanggaran norma hukum bersumber dari kekuasaan luar yang resmi (negara) Sanksi atas pelanggaran norma hukum melalui sanksi pidana/hukuman. Oleh karena itu ketaatan warga pada norma etik bernegara bersifat obyektif (berdasar kesadaran akan hukum) Sebagai acuan perilaku maka warganegara dituntut untuk mentaati norma-norma hukum yg berlaku Mentaati norma hukum merupakan pengamalan yang obyektif . Mentaati norma norma hukum yang bersumberkan nilai-nilai Pancasila merupakan pengamalan obyektif atau aktualisasi Pancasila secara obyektif.

15

15

Pancasila sbg ideologi nasional


Ada 2 fungsi utama ideologi dalam masyarakat : 1) sebagai tujuan atau cita-cita bersama masyarakat, 2) sebagai pemersatu masyarakat (Ramlan Surbakti, 1999) Menurut ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998, Pancasila sebagai ideologi nasional mengandung makna sebagai citacita negara Pancasila sebagai ideologi nasional artinya nilai-nilai dasar ( 5 nilai) dalam Pancasila dijadikan cita-cita normatif dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Tujuan penyelengaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia diharapkan terwujudnya kehidupan berbangsa yang bercirikan nilai-nilai dasar Pancasila Yaitu terwujudnya bangsa yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, baik dan bersih dalam penyelenggraan negara (ketetapan MPR No VII /MPR/2001) Religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil adalah nilai-nilai dasar dari Pancasila
16

16

Visi Indonesia 2020


Religius : a.terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia sehingga ajaran agama, khususnya yang bersifat universal dan nilainilai-nilai luhur budaya, terutama kejujuran, dihayati dan diamalkan dalam perilaku keseharian ; b.terwujudnya toleransi toleransi antar dan antara umat beragama; c.terwujudnya penghormatan terhadap martabat kemanusiaan Manusiawi : a.terwujudnya masyarakat yang menghargai nilainilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab; b.terwujudnya hubungan harmonis antar manusia Indonesia tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, ras, agama dan lainlain-lain; c.berkembangnya dinamika kehidupan bermasyarakat ke arah peningkatan harkat dan martabat manusia; d.terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bersatu: a.meningkatnya semangat persatuan dan kerukunan bangsa; b.meningkatnya toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial; c.berkembangnya budaya dan perilaku sportif serta menghargai dan menerima perbedaan dalam kemajemukan; d.berkembangnya semangat antikekerasan; e.berkembangnya dialog secara wajar dan saling menghormati antarkelompok dalam masyarakat.

17

17

Visi Indonesia 2020


Demokratis a.terwujudnya keseimbangan kekuasaan antara lembaga penyelenggara negara dan hubungan kekuasaan antara pemerintahan nasional dan daerah; b. menguatnya partisipasi politik politik sebagai perwujudan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia, efektifitas peran peran dan fungsi partai politik dan kontrol sosial masyarakat yang semakin meluas; c. berkembangnya organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi politik yang bersifat terbuka; d. terwujudnya mekanisme kontrol di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara; e. berkembangnya budaya demokrasi: transparansi, akuntabilitas, jujur, sportif, menghargai perbedaan; f. berkembangnya berkembangnya sistem kepemimpinan yang egaliter dan rasional Adil a.tegaknya hukum yang berkeadilan tanpa diskriminasi; b.terwujudnya institusi dan aparat hukum yang bersih dan profesional; profesional; c.terwujudnya penegakan hak asasi manusia; d.terwujudnya keadilan keadilan gender; e.terwujudnya budaya penghargaan dan kepatuhan terhadap hukum; f.terwujudnya keadilan dalam distribusi pendapatan, sumberdaya ekonomi dan penguasaan aset ekonomi, serta hilangnya praktek monopoli; g.tersedianya peluang yang lebih besar bagi kelompok ekonomi kecil, penduduk miskin dan tertinggal
18

18

Pancasila sbg ideologi nasional


Pancasila sebagai ideologi nasional juga berarti nilainilai yang terkandung didalamnya dijadikan alat pemersatu masyarakat Indonesia Nilai-nilai dalam ideologi Pancasila diterima, disepakati dan dianggap baik, ideal untuk dijadikan nilai bersama (common value) masyarakat Masyarakat Indonesia yang plural bersedia bersatu atas dasar nilai bersama. Pancasila merupakan nilai integratif Integrasi bangsa bisa dilakukan melalui integrasi nilai. Pancasila sebagai ideologi nasional merupakan salah satu sarana bagi integrasi bangsa Indonesia Jika ada konflik antar warga bangsa, nilai-nilainya bisa dijadikan acuan normatif penyelesaian
19

19

PS sebagai dasar negara


ETIKA KEHIDUPAN TAP MPR NO VI TH 2001

NORMA ETIK

SISTEM ETIK

Saya akan melaksanakannya secara obyektif maupun subyektif

5 NILAI DASAR PANCASILA

NORMA HUKUM

SISTEM HUKUM

PERUNDANG-2 NEGARA UU NO 10 TH 2004

WNI
20

20

PS sebagai ideologi nasional


CITA-CITA BERNEGARA /VISI BANGSA BANGSA YANG : RELIGIUS MANUSIAWI BERSATU DEMOKRATIS ADIL

5 NILAI DASAR PANCASILA

SARANA PEMERSATU BANGSA

MENGINTEGRASIKAN MASYARAKAT YG PLURAL

21

21

BAB 2 IDENTITAS NASIONAL


Apakah Bangsa itu dan bagaimana proses pembentukan bangsa Siapakah bangsa Indonesia dan apa hakekat negara bangsa Indonesia Apa saja yang dapat dijadikan identitas nasional Indonesia? Mengapa perlu ada identitas nasional dan apa manfaatnya bagi kita selaku anak bangsa?

22

HAKEKAT BANGSA
Konsep bangsa (nation) memiliki dua (2) pengertian yaitu bangsa dalam arti sosiologis antropologis dan bangsa dalam arti politis (Badri Yatim, 1999), Dalam istilah lain cultural unity dan political unity (AT Soegito, 2004) Bangsa dalam pengertian arti sosiologis antropologis (cultural unity) adalah persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri yang masing-masing anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama dan adat istiadat. Jadi mereka menjadi satu bangsa karena disatukan oleh kesamaan ras, budaya, keyakinan, bahasa , keturunan dan sebagainya. Contoh ; bangsa Kasmir, bangsa Yahudi, bangsa Kurdi, bangsa Jawa, bangsa Batak, Bangsa dalam pengertian politik (political unity) adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi ke luar dan ke dalam. Bangsa dalam arti politik adalah bangsa yang sudah bernegara. Contoh; bangsa Indonesia, bangsa India, bangsa Jerman
23

23

Proses pembentukan bangsa


Dikenal adanya dua proses pembentukan bangsa negara yaitu model ortodoks dan model mutakhir. (R Surbakti 1999). Model ortodoks bermula dari adanya suatu bangsa terlebih dahulu untuk kemudian bangsa itu membentuk satu negara Model mutakhir berawal dari adanya negara terlebih dahulu, yang terbentuk melalui proses tersendiri, sedangkan penduduk negara merupakan sekumpulan suku bangsa dan ras Kedua model ini berbeda dalam empat hal yaitu; ada tidaknya perubahan unsur dalam masyarakat, lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pembentukan bangsa-negara, munculnya kesadaran politik masyarakat dan derajat partisipasi politik dan rezim politik Model ortodoks menghasilkan bangsa negara yang relatif homogen. Contoh Israel. Model mutakhir menghasilkan bangsa negara yang relatif heterogen Contoh AS
24

24

Identitas bangsa
Bangsa memiliki penanda, jati diri atau identitas yang bisa membedakan atau dibedakan dengan bangsa lain Faktor-faktor yang diperkirakan menjadi identitas bersama suatu bangsa meliputi primordial, sakral, tokoh, bhinneka tunggal ika, sejarah, perkembangan ekonomi dan kelembagaan (Ramlan Surbakti, 1999). Cultural unity ditandai oleh adanya kesamaan dalam hal ras, suku, agama, adat dan budaya, keturunan (darah) dan daerah asal (homeland). Identitas cultural unity dapat disebut pula identitas kesukubangsaan. Identitas yang dimiliki oleh sebuah cultural unity kurang lebih bersifat askriptif (sudah ada sejak lahir), bersifat alamiah (bawaan) , primer dan etnik. Setiap anggota cultural unity memiliki kesetiaan atau loyalitas pada identitasnya. Misal setia pada sukunya, pada agamanya, pada budayanya , pada kerabatnya, pada daerah asal dan pada bahasanya Loyalitas pada identitas kelompok (etnik) pada umumnya kuat dan langgeng (bertahan lama)
25

25

Identitas bangsa
Political unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik yaitu bangsa yang telah bernegara. Negara baru perlu menciptakan identitas yang baru pula untuk bangsanya. Identitas itu merupakan identitas kebangsaan atau nasional negara yang bersangkutan Identitas kebangsaan itu merupakan kesepakatan dari banyak bangsa (suku) didalamnya. Identitas itu bersifat buatan, sekunder, etis dan nasional. Identitas nasional itu dapat saja berasal dari identitas sebuah bangsa didalamnya yang selanjutnya disepakati sebagai identitas nasionalnya. Beberapa bentuk identitas nasional adalah; bahasa nasional, lambang nasional, semboyan nasional, bendera nasional, dan ideologi nasional.

26

26

Loyalitas Ganda
Seorang warga dalam sebuah negara bangsa pada dasarnya memiliki dua identitas yaitu identitas kesukubangsaan dan identitas nasional Ia memiliki identitas kesukubangsaan oleh karena sebagai warga dari cultural unity. Ia juga memiliki identitas kebangsaan/ nasional karena ia adalah warga dari suatu political unity Setiap identitas menuntut loyalitas (kesetiaan). Karena memiliki 2 identitas maka memiliki pula dua loyalitas (loyalitas ganda) Kesetiaan pada identitas nasional amat penting karena dapat mempersatukan warga bangsa itu sebagai satu bangsa dalam satu negara. Karena itu sebuah negara bangsa perlu adanya national caracter building yang terus menerus dalam diri warga negara
27

27

Hakekat negara bangsa Indonesia


Bangsa Indonesia adalah seluruh manusia-manusia yang menurut wilayahnya telah ditentukan untuk tinggal secara bersama di wilayah nusantara dari ujung Barat (Sabang) sampai ujung Timur (Merauke) yang memiliki "Le desir d'etre ensemble" (kesatuan kehendak) dan "Charaktergemeinschaft" ( karakter yg sama karena persatuan nasib) yang telah menjadi satu Faktor-faktor penting bagi pembentukan negara bangsa Indonesia adalah : adanya persamaan nasib yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing yang lebih kurang selama 350 tahun; adanya keinginan bersama untuk merdeka, melepaskan diri dari belenggu penjajahan; adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsadan adanya kesatuan tempat tinggal yaitu wilayah nusantara yang membentang dari Sabang sampai Merauke NKRI adalah negara kebangsaan modern yaitu negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan -atau nasionalisme- yaitu adanya tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya.
28

28

Hakekat negara bangsa Indonesia


Faktor pembentukan identitas kebangsaan Indonesia bukanlah faktor-primordial, tetapi faktor historis. Kesatuan bangsa Indonesia tidak bersifat alamiah tetapi historis. Persatuan bangsa Indonesia tidak bersifat etnik melainkan etis. (Frans Magnis Suseno , 1995) Tanggal 17 Agustus 1945 dapat dikatakan sebagai revolusi integratifnya bangsa Indonesia Dalam kenyataannya Indonesia terbentuk melalui proses perjuangan (revolusi). Yaitu perjuangan melawan penjajahan dan berhasil memproklamasikan kemerdekaan Indonesia Secara teoritis, proses pembentukan bangsa Indonesia digambarkan secara berurutan dalam keempat alinea pada Pembukaan UUD 1945
29

29

Identitas Nasional Indonesia


Identitas nasional Indonesia menunjuk pada sejumlah ciri, penanda, jati diri yang melekat pada diri bangsa Indonesia (pengertian politik), sehingga bisa dibedakan dengan dengan bangsa lain Beberapa wujud dari identitas nasional Indonesia adalah bahasa Indonesia, ideologi Pancasila, lambang negara, semboyan negara, kebudayaan yg bisa diterima secara nasional Identitas nasional perlu dijaga, dipertahankan dan bila perlu dikembangkan lagi beberapa bentuk identitas nasional yang baru dan bisa diterima oleh segenap warga bangsa. Identitas nasional berfungsi membedakan dengan bangsa lain dan juga dapat menyatukan para warga dari negara bangsa yang bersangkutan

30

30

Bangsa dan Identitas


CULTURAL UNITY IDENTITAS KESUKUBANGSAAN

NATION

POLITICAL UNITY

IDENTITAS NASIONAL

31

31

BAB 3 HAK DAN KEWAJIBAN WN


Apakah arti warga negara dan kewarganegaraan? Bagaimana kedudukan warga negara dalam suatu negara ? Siapakah warga negara Indonesia (WNI) dan bagaimana perihal kewarganegaraan di Indonesia? Apa saja hak dan kewajiban warga negara Indonesia ?
32

32

Pengertian warga negara


Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bhs Inggris) yang mempunyai arti ; warganegara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga negara , sesama penduduk, orang setanah air; bawahan atau kaula Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi atau perkumpulan. Warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama negara Ada istilah rakyat, penduduk dan warga negara. Rakyat lebih merupakan konsep politis. Rakyat menunjuk pada orangorang yang berada dibawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan itu. Istilah rakyat umumnya dilawankan dengan penguasa. Penduduk adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah negara dalam kurun waktu tertentu

33

33

PENGHUNI NEGARA
Warga negara Penduduk

Orang asing PENGHUNI NEGARA Bukan penduduk

34

34

Pengertian kewarganegaraan
Kewarganegaraan (citizenship) artinya keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. Istilah kewarganegaraan dibedakan menjadi dua yaitu a. kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis dan b. kewarganegaraan dalam arti formil dan materiil Kewarganegaraan seseorang mengakibatkan orang tersebut memiliki pertalian hukum serta tunduk pada hukum negara yang bersangkutan. Orang yang sudah memiliki kewarganegaraan tidak jatuh pada kekuasaan atau kewenangan negara lain. Negara lain tidak berhak memperlakukan kaidah-kaidah hukum pada orang yang bukan warga negaranya.

35

35

Pengertian kewarganegaraan
Setiap negara berdaulat berwenang menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Dalam menentukan kewarganegaraan seseorang, dikenal adanya asas berdasar kelahiran dan asas kewarganegaraan berdasarkan perkawinan Penentuan kewarganegaraan didasarkan pada sisi kelahiran dikenal dua asas yaitu asas Ius Soli dan asas Ius Sanguinis Penentuan kewarganegaraan didasarkan pada aspek perkawinan mencakup asas kesatuan hukum dan asas

persamaan derajat.
Negara tidak terikat oleh negara lain dalam menentukan kewarganegaraan . Negara lain juga tidak boleh menentukan siapa saja yang menjadi warga negara dari suatu negara. Problem kewarganegaraan adalah munculnya apatride dan bipatride bahkan multipatride. Hal ini dikarenakan perbedaan asas kewarganegaraan yg digunakan negara.

36

36

Warga negara Indonesia

Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang- undang (pasal 26 UUD 1945) Undang-undang yang mengatur tentang warga negara adalah UU No 12 th 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia . UU ini sebagai pengganti atas UU No 62 th 1958 Sebelumnya , pembagian penduduk Indonesia berdasar Indishe Staatregeling 1927 pasal 163 , (warisan Belanda) yaitu; Golongan Eropa, Golongan Timur Asing, Golongan Bumiputra atau Pribumi
37

37

Kewarganegaraan Indonesia
Peraturan yang mengatur perihal kewarganegaraan di Indonesia adalah UU No 12 th 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Hal-hal yang diatur dalam undang-undang ini adalah perihal; siapa yang menjadi warga negara Indonesia ; syarat dan tata cara memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia ; kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia dan; syarat & tata cara memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia Asas asas yang dipakai dalam UU ini adalah; asas isu sanguinis, asas ius soli terbatas, asas kewarganegaraan tunggal dan asas kewarganegaraan ganda terbatas Undang undang ini tidak mengatur perihal isi kewarganegaraan (hak dan kewajiban warga negara)

38

38

Kedudukan warga negara dalam negara


Dengan

memiliki status sebagai warga negara , maka orang memiliki hubungan hukum dengan negara. Hubungan itu berwujud status, peran, hak dan kewajiban secara timbal balik Sebagai warga negara maka ia memiliki hubungan timbal balik yang sederajat dengan negaranya Secara teori, status warga negara meliputi status pasif, aktif, negatif dan positif. Peran (role) warga negara juga meliputi peran yang pasif, aktif, negatif dan positif (Cholisin, 2000)
39

39

Peran Warga negara


Peran pasif adalah kepatuhan warga negara terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peran aktif merupakan aktivitas warga negara untuk terlibat (berpartisipasi) serta ambil bagian dalam kehidupan bernegara, terutama dalam mempengaruhi keputusan publik. Peran positif merupakan aktivitas warga negara untuk meminta pelayanan dari negara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peran negatif merupakan aktivitas warga negara untuk menolak campur tangan negara dalam persoalan pribadi

40

40

Hak dan kewajiban WNI


Di Indonesia , hubungan antara warga negara dengan negara (hak dan kewajiban) digambarkan dalam UUD 1945 Hubungan antara warga negara dengan negara Indonesia tersebut digambarkan dalam pengaturan mengenai hak dan kewajiban yang mencakup berbagai bidang Hak dan kewajiban warga negara tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945 Penjabaran lanjut mengenai hak dan kewajiban warga negara dituangkan dalam berbagai peraturan perundangundangan. Contoh hal dan kewajiban WNI dalam bidang pendidikan pada pasal 31 dijabarkan kedalam UU No 20 tahun 2003 ttg Sisdiknas Disamping adanya hak dan kewajiban warga negara terhadap negara , dalam UUD 1945 hasil amandemen I telah dicantumkan adanya hak asasi manusia dan kewajiban dasar manusia yaitu pada pasal 28 I J UUD 1945
41

41

Hak dan kewajiban negara


Selain itu ditentukan pula hak dan kewajiban yang dimiliki negara terhadap warga negara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan kewajiban dan hak warga thdp negara Beberapa contoh kewajiban negara adalah kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil, kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara , kewajiban negara untuk mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat, kewajiban negara memberi jaminan sosial, kewajiban negara memberi kebebasan beribadah Beberapa contoh hak negara adalah hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintahan , hak negara untuk dibela, hak negara untuk menguasai bumi air dan kekeyaan untuk kepentingan rakyat

42

42

Bab 4 Negara dan Konstitusi


Apa itu konstitusi dan apa itu konstitusionalisme? Apa konstitusi dari NKRI dan apa saja isinya? Apa sistem ketatanegaraan Indonesia berdasar konstitusi negara? Apa yang perlu dilakukan warga negara terhadap konstitusi negara?
43

43

Konstitusi
Konstitusi berasal dari kata constituer (bhs Perancis) yang berarti membentuk. Dimaksudkan untuk pembentukan suatu negara Konstitusi sebagai peraturan dasar/awal mengenai negara. Sebagai dasar pembentukan negara, landasan penyelenggaraan bernegara Berarti hukum dasar- nya negara, hukum tertinggi negara . Hukum dasar tertulis maupun tidak tertulis (pengertian luas) Sebagai undang-undang dasar nya negara (Konstitusi tertulis/ pengertian sempit) Konstitusi penting bagi negara karena penyelenggaran bernegara diatur dan didasarkan atas konstitusi negara
44

44

Konstitusionalisme
Untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik, penyelenggaraan bernegara perlu diatur dan dituangkan dalam suatu konstitusi. Sebab tanpa aturan, penyelengaraan bernegara cenderung disalahgunakan Ingat hukum besi kekuasaan; power tends corrupt, absolute power corrupts absolutely Konstitusionalisme adalah suatu gagasan/paham yang menyatakan bahwa suatu konstitusi /undang undang dasar harus memiliki fungsi khusus yaitu membatasi kekuasaan pemerintah dan menjamin hak-hak warga negara Konstitusi yg berpaham konstitusionalisme bercirikan bahwa konstitusi itu isinya berisi pembatasan atas kekuasaan dan jaminan thd hak 45 hak dasar warga negara

45

Negara Konsitusional
Adalah negara yang berdasar atas suatu konstitusi/ memiliki konstitusi sebagai dasarnya bernegara Disamping itu konstitusi negara tsb haruslah memuat gagasan mengenai konstitusionalisme Dengan demikian tidak setiap negara yang berdasar/memiliki konstitusi dinamakan negara konstitusional Perlu memiliki syarat bahwa konstitusi di negara tersebut bersifat konstitusionalisme Banyak negara yang memiliki konstitusi (UUD) tetapi belum tentu menganut konstitusionalisme
46

46

Konstitusi NKRI
Konstitusi yang berlaku di NKRI adalah UUD 1945 yang ditetapkan PPKI tanggal 18 Agustus 1945, diberlakukan kembali melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959 , dikukuhkan secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh DPR dan yang telah mengalami 4 kali perubahan (amandemen) menurut putusan MPR tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002 Konstitusi lain yang pernah berlaku adalah KRIS (1949-1950) dan UUDS (1950-1959) Konstitusi yang berlaku di Indonesia adalah hukum dasar tertulis (undang-undang dasar)

47

47

Isi Konstitusi
Berisi hal-hal yg mendasar, penting bagi negara Umumnya bersifat garis-garis besar yang nanti dituangkan lebih lanjut dalam peraturan perundangan dibawahnya Konstitusi negara umumnya berisi tentang identitas /organisasi negara, pola kekuasaan negara, hubungan antar lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara, aturan tentang perubahan konstitusi Konstitusi juga mengandung pandangan hidup, cita-cita, dan falsafah yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa ybs. Dalam jenjang norma, konstitusi termasuk kelompok Staatgrundgesetz atau aturan dasar/pokok negara 48

48

Isi UUD 1945


Terdiri atas dua bagian : Pembukaan dan Pasalpasal (Pasal II AT) Pembukaan terdiri atas 4 alinea sebagai perwujudan pandangan hidup, cita-cita, dan falsafah yang merupakan nilai-nilai luhur bangsa. Pembukaan mrp pokok kaidah yang fundamental bagi NKRI Nomor pasal mulai dari pasal 1 pasal 37. Jumlah keseluruhan 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan dan 2 pasal Aturan Tambahan Bagian pasal berisi pengaturan mengenai; identitas negara, lembaga negara, sistem pemerintahan negara, hubungan warga negara dengan negara, konsepsi negara , perubahan konstitusi , aturan peralihan dan aturan tambahan 49

49

Kesepakatan dasar mengenai UUD 1945


Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945 Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Mempertegas sistem presidensiil Penjelasan UUD 1945 yang memuat halhal normatif akan dimasukan ke dalam pasal-pasal Perubahan dilakukan dengan cara adendum
50

50

Perubahan UUD 1945


Perubahan atas UUD 1945 dilakukan dengan sistem amendemen (melampirkan naskah perubahan pada naskah asli) Atau dilakukan dengan cara addendum (menyisipkan ke naskah konstitusi asli). Bagian yang diamandemen menjadi satu kesatuan dari konstitusi. Isi dari konstitusi asli yang belum berubah masih tetap eksis Amandemen konstitusi berbeda dengan pembaharuan konstitusi . Yang terakhir ini berlaku konstitusi yang sama sekali baru Konstitusi lama atau asli ditinggalkan UUD 1945 terdiri dari lima naskah. 1) naskah 1945 yang ditetapkan melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. 2), naskah perubahan pertama ditetapkan 19 Oktober 1999. 3), naskah perubahan kedua ditetapkan 18 Agustus 2000. 4), naskah perubahan ketiga ditetapkan November 2001. 5), naskah perubahan ditetapkan 10 Agustus 2002. Kelima naskah dijadikan satu, yang masing-masing 51 berlaku mengikat sesuai dengan tanggal ditetapkannya

51

Ketatanegaraan Indonesia
Bentuk negara : kesatuan dengan asas desentralisasi Bentuk pemerintahan : republik Sistem pemerintahan : presidensiil Sistem politik : demokrasi Ketentuan ketentuan demikian dapat ditemukan dalam UUD 1945 Dengan demikian konstitusi negara menggambarkan sistem ketatanegaraan dari negara itu sendiri
52

52

Apa yang perlu dilakukan WNI


Memahami secara utuh dan lengkap mengenai konstitusi negara, bukan memperdebatkan eksistensi konstitusi (perlu tidaknya konstitusi) Bersikap dan berperilaku yang konstitusional dalam hidup bernegara Menghindari perilaku in- konstitusional dalam hidup bernegara. Perilaku in- konstitusional bisa dilakukan oleh penyelenggara negara maupun oleh rakyat negara. Perilaku in- konstitusional membahayakan kehidupan kontitusional dan praktek bernegara pada umumnya Berfikir kritis dan konstruktif terhadap konstitusi untuk kemajuan bangsa dan negara Perlu pendidikan kesadaran berkonstitusi, 53 sehingga konstitusi benar-benar berjalan dan ditaati

53

Konstitusi- negara-warganegara
INDONESIA HK DSR TERTULIS KS/ HK DSR HK DSR TDK TERTULIS

UUD 1945

WNI

54

54