Anda di halaman 1dari 1

Identifikasi Secara Umum Perlu pula kita ketahui identifikasi ilmu kedokteran forensik umum karena pada negaranegara

maju tim penyidik dan tim identifikasi anggotanya terdapat dokter gigi dengan demikian ada baiknya dokter gigi mengetahui identifikasi secara umum (Lukman, 2006). Identifikasi secara umum antara lain : 1. Dokumen yang terdapat pada busana korban berupa : KTP, SIM, kartu kredit, kartu sekolah, kartu mahasiswa, kartu karyawan, name tag dari instansi korban. Adakalanya mayat tanpa sepucuk surat identifikasi pun pada tubuhnya, sehingga perlu dilakukan identifikasi terhadap mayat tersebut. Biasanya yang perlu diteliti untuk keperluan itu adalah: 2. Pakaian atau busana a) Bentuk pakaian berupa celana panjang / pendek, gaun, sarung kebaya dsb b) Corak pakaian contohnya bunga-bunga, garis-garis, motif tertentu dsb c) Merk pakaian yang dikenakan dapat diketahui dari konfeksi, tukang jahit, dsb d) Nomor binatu (laundry mark) yang kemungkinan ada dipakaian yang digunakan

(Lukman, 2006). 3. Perhiasan yang biasanya dapat di identifikasikan adalah bentuk perhiasan tersebut terbuat dari apa perhiasan tersebut, inkripsi, dan merk perhiasan tersebut. 4. Tubuh korban sendiri yang meliputi : a) Ciri-ciri umum : tinggi atau berat badan, jenis kelamin, umur, warna kulit, rambut, rambut kepala, kumis, jenggot, mata, hidung, mulut, gigi geligi b) Ciri-ciri khusus : tahi lalat, tompel, bekas hamil, dsb c) Ciri-ciri tambahan : tindik, tato, dsb d) Cacat : sumbing, patah tulang (Lukman, 2006). Urutan identifikasi umum pada tubuh mayat yaitu memperlihatkan mayat berdiri dengan urutan identifikasi secara umum oleh karena umumnya sebagian besar manusia di dunia ini menggunakan tangan kanan maka tangan dan kaki kanan terlebih dahulu di identifikasi baru kemudian tungkai kiri. Apabila mayat kidal maka kebalikannya (Lukman, 2006).