Anda di halaman 1dari 5

CAUDECTOMY

KELOMPOK 6
Endang Jayanti, Hasna Fauziah, Elvi Susanti, Novelin Inriani, Muhammad Abdi Awal, A. Moh. Iekram, Fachira Ulfa Makmur (Asisten Kelompok)

Praktikum Ilmu Bedah Khusus Veteriner I Bagian Bedah & Radiologi. Departemen Klinik, Reproduksi & Patologi. Program Studi Kedokteran Hewan (PSKH), Universitas Hasanuddin (UNHAS) Penulis : Muhammad Abdi Awal Abstrak Tujuan praktikum caudectomy ialah untuk mengetahui teknik operasi dan juga indikasi dalam penanganan atau pengobatan seperti trauma, infeksi, tumor, dan perianal fistula. Dari hasil pemeriksaan klinis diperoleh suhu tubuh dari anjing yang akan di operasi ialah 38,2OC, pulsus 96 kali/menit, berat badan 3,3 kg, frekuensi pernafasan 72 kali/menit, mulut tidak berbau dan mukosa mulut normal, pemeriksaan hidung normal, telinga bersih dan tidak terdapat lesi, cara berjalan normal, tapi dari pemeriksaan secara palpasi terlihat turgor pada kulit anjing yang akan di operasi. Jadi anjing yang akan di operasi caudectomy dalam keadaan kurang sehat, operasi dilakukan dengan baik dan tidak ada kendala yang dihadapi dan tidak terjadi pendarahan. Kemudian masa post operasi, ekor yang telah dijahit tidak mengalammi infeksi , hal demikian menunjukkan bahwa operasi caudectomy yang dilakukan pada tanggal 17 Maret 2014 berhasil. Kata kunci : Anjing, caudectomy Pendahuluan Caudectomy adalah tindakan mengamputasi bagian ekor hewan (Theresa Welch Fossum, 2013), caudectomy terapi diindikasikan untuk lesi trauma, infeksi, neoplasia dan fistula perianal, (Slatfer, 2003). amputasi ekor diindikasikan untuk beberapa lesi tak tersembuhkan sebagai luka, tulang belakang nekrotik atau tumor ganas ekor pada hewan domestik yang juga dapat diterapkan untuk binatang liar (thirumurugan, 2004). Pada kasus tumor atau lesi traumatik ekor harus diamputasi dengan 2 sampai 3 cm dari tepi jaringan normal traumatik (Shanna M. Knight, 2013). Beberapa kasus telah ditemukan yang merupakan indikasi dilakukannya caudectomy pada ekor anjing, pada kasus neoplasia yang langsung didapat pada enam ekor anjing, caudectomy dilakukan pada enam ekor anjing yang mengalami neoplasia (Gross dan S.H. Carr, 2008). Pada saat caudectomy dilakukan dengan alasan atau indikasi pengobatan, tentu pemotongan dilakukan berdasarkan tingkat penyakit yang ditemukan. Tetapi untuk kepentingan kosmetik maka pemotongan ekor anjing telah ditentukan pada setiap breed anjing yang berbeda-beda. Dan biasanya pemotongan ekor dilakukan pada anjing yang berumur 3-5 hari dan tidak boleh lebih dari satu minggu. Pemotongan dilakukan dengan gunting atau pisau yang tajam, kulit ditekan ke pangkal ekor agar setelah dipotong posisi kulit lebih panjang daripada tulang ekor ( Onny Untung, 2009).

Kasus Terdapat enam ekor anjing yang mengelami trauma dan neoplasi pada ekornya, 5 ekor anjing adalah breed cooker spaniel dan 1 ekor breed miniature poodle. Dari hasil pemeriksaan klinis ditemukan bahwa pada ekor terdapat lesi, alopecia dan hiperpigmentasi dan pada saat ekor ditekan meskipun dengan tekanan ringan, anjing tersebut akan merasa kesakitan dan juga merasa terlihat tidak nyaman dengan rasa sakit yang dialami pada bagian ekor. Untuk memperkuat diagnosa, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan cara mengambil bagian neoplasia dan diamati dibawa mikroskop. Dari hasil pemeriksaan mikroskop ditemukan adanya ploriferasi dari sel saraf dan akson bermyelin tipis yang dikelilingi oleh perineurium. Tetapi bagian dermis dan subkutaan dari ekor normal. Penanganan yang dilakukan ialah melakukan caudectomy pada anjing-anjing tersebut dan setelah operasi keadaan anjing tetap diperiksa untuk mengontrol dan mencegah adanya kelainan pada anus dan daerah pemotongan.

Gambar pemeriksaan dibawa mikroskop.

Table 1. Hasil Pemeriksaan Klinis No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Berat badan Frekuensi pernafasan Suhu tubuh Pulsus Suhu tubuh setelah 15 menit pemberian atropin Pulsus setelah 15 menit pemberian atropin Pemeriksaan Hasil pemeriksaan 3,3 Kg 72 kali/menit 38,2C 96 kali/menit 38,6C 95 kali/menit

Keterangan: Kg (kilogram), C ( Celcius)

Table 2. Hasil perhitungan obat permedikasi dan anestesi No. 1. Jenis Obat Atropin Perhitungan Volume

0,26 ml/Kg BB

2.

ACP 0,04 ml/Kg BB

3.

Ketamin 0,3 ml/Kg BB

Keterangan : BB (Berat Badan), mg (milligram), ml (milliliter), Kg(kilogram)

Gambar 1. Setelah insisi

Gambar 2. Pemotongan ekor

Gambar 3. ekor yang telah dijahit diperban

Gambar 4. Anjing telah di caudectomy

Pembahasan Pada praktikum bedah khusus tentang operasi caudectomy hal pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan operasi ialah menyiapkan alat bedah yang telah di sterilisasi dengan menggunakan alkohol serta menyiapkan meja operasi yang bersih. Selain menyiapkan alat bedah dan meja operasi, perlu juga kiranya diperhatikan mengenai kebersihan anjing yang akan di caudectomy serta pemeriksaan klinis dari anjing ( Tabel. 1). Selanjutnya mencukur rambut pada bagian ekor anjing yang akan dipotong, mencukur rambut dapat dilakukan setelah anjing dipremedikasi terlebih dahulu dengan menggunakan atropine dengan suntikan melalui subkutan. Setelah 10-15 menit kemudian anjing dapat dianastesi dengan menggunakan kombinasi antara ACP dan ketamine. ACP terlebih dahulu diberikan melalui suntikan secara intramuskular, setelah 5 menit berikutnya dapat diberikan ketamine dengan suntikan melalui intramuskular, biasanya pemberian ketamine tidak sama halnya dengan ACP yang langsung diberikan dalam satu dosis, ketamine pada saat injeksi pertama hanya dosis yang disuntikkan kemudian sisa dosis dapat diberikan kembali jika anjing mulai merasa sakit atau mulai sadar karena reaksi dari pemberian pertama berakhir. Setelah anjing dalam keadaan tidak sadar maka anjing dapat di letakkan dengan Dorsal Recumbency pada meja operasi, setalah itu daerah yang akan menjadi tempat insisi diberi antiseptik selain itu pangkal dan pertengahan atau bagian ekor sebelum daerah insisi diikat untuk mencegah adanya pendarahan saat melakukan operasi. Sayatan atau insisi dapat dilakukan pada bagian dorsal dan juga pada bagian ventral dengan membentuk setengah lingkaran pada masing-masing sayatan sehingga kedua sayatan berbentuk elips, hal demikian dilakukan agar kulit yang tersisa setelah pemotongan ekor dapat menutup seluruh bagian sayatan. Setalah sayatan dilakukan pada bagian dorsal dan ventral, kulit dipreparir sehingga terpisah dari tulang ekor dan pembuluh darah dapat terlihat dengan jelas. Terdapat dua pembuluh darah yang perlu diligasi sebelum pemotongan ekor, arteri caudalis lateralis kiri dan lateralis kanan dan arteri mediana dengan menggunakan benang absorabable. Setelah pembuluh darah diligasi dilakukan pemeriksaan kembali apakah terjadi pendarahan atau tidak. Selanjutnya, ekor dapat dipotong dengan menggunakan blade atau gunting. Pada saat ekor telah dipotong, sisa ekor kemudian ditutup kembali dengan menjahit kulit yang telah disayat, pola jahitan yang digunakan ialah pola jahitan simple interrupted dan menggunakan benang non absorabable, banyaknya jahitan tergantung dari panjangnya sayatan pada kulit. Setelah kulit dijahit, daerah tersebut kemudian diolesi iodine dan dibalut dengan menggunakan kain kasa. Selama masa post operasi, yang perlu diperhatikan ialah kebersihan dari perban dan perban dapat diganti minimal 1 hari pemakaiaan agar tidak terjadi infeksi akibat mikroorganisme. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari praktikum caudectomy ialah: Tail docking adalah istilah yang digunakan untuk pemotongan ekor, dimana dilakukan untuk mengikuti dengan bentuk standar hewan-hewan atau tradisi, dimana secara etis dan koral masih diperdebatkan. Operasi potong ekor lebih ke arah kosmetik atau kecantikan penampilan. Pemilik yang berpengalaman dalam merawat anjing lebih memilih cara ini sebagai bentuk kasih sayangnya pada hewan peliharaan. Tail dapat dilakukan dengan 2 metode; partial atau sebagian dan complit atau seluruhnya.

Pustaka Acuan Fossum, T., W. 2013. Small Animal Surgery. Amerika: Elsevier Health Scences Gross, T., L, Carr, S., H. 2008. Amputation Neuroma of Docked tails in Dog. Jurnal Vet Pathol. Page 61 Knight, M, S. 2013. Post Operative Compilcation Associated with Caudectomy in Brachycephalic Dog with Ingrown Tails . jurnal of American animal Hospital association. Amerika. Page 1 Mohitmafi, S. 2005. Early And Late Complications Of Caudectomy In Dogs. Jurnal faculty of Veterinary Medicine, Islamic Azad University, Karaj, Tehran, Iran Slatfer, H., D. 2003. Texbook of Small animal Surgery. Amerika: Elsevier Health Scences Thirumurugan, R, Senthikumar, K, Devaki, K. 2004. Amputation of Tail in a Palm Civet Viverricula Indica under Xylazine and Ketamine Anaesthesia.jurnal Zoo Veteriner. India. Page 1721 Untung, O. 2009. Merawat dan Melatih Anjing. Yogyakarta: Niaga Swadaya