Anda di halaman 1dari 21

Perkembangan Islam di Indonesia

Rannissa Puspita Jayanti XII IPA 8

Perkembangan Islam di Indonesia


Awal abad ke-7 M, agama Islam lahir dan berkembang pesat di jazirah Arab. Dan para penganutnya aktif menyebarkan Islam ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mula-mula para pedagang singgah di Indonesia. Mereka berinteraksi dengan penduduk setempat, khususnya penduduk di pesisir pantai. Proses penyebaran Islam di Indonesia berlangsung pada abad ke-7 sampai abad ke-14 M.

Bukti-bukti bahwa Islam telah masuk ke Indonesia


catatan Marco Polo (1292 M) yang menemukan kerajaan Samudra Pasai catatan Ma Huan yang menyatakan: sekitar tahun 1400 M sudah ada saudagar Islam yang tinggal di Pulau Jawa berita dari Arab: pada abad 8, pedagang Islam datang ke Zabay (Sriwijaya) batu nisan Fatimah binti Maimun di Gresik (1082 M) makam sultan Malik asSaleh di Aceh (1279 M) makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik (1419 M)

Marco polo makam Fatimah binti Maimun

makam Sultan Malik as-Saleh batu nisan Fatimah binti Maimun

Makam Maulana Malik Ibrahim catatan Ma Huan

Teori masuknya Islam ke Indonesia


Sucipto Wiryosanjoyo Islam datang dari Gujarat, India. Bukti: batu nisan sultan Malik as-Saleh dari Gujarat, Marcopolo menjumpai pedagang dari Gujarat HAMKA, Arnold Islam datang dari Arab. Bukti: raja di Samudra Pasai bergelar al dan bermazhab SyafiI yang banyak dipakai di Arab Snock Horgronje Islam datang dari Dakha. Bukti: gelar sayyid/ syarif banyak dipakai di Dakha

De Graaf, Slamet Mulyono, Denys Lombart Islam datang dari Cina. Bukti: saat Cina dipimpin oleh dinasti Tang, orang Islam meluaskan pengaruhnya sampai ke Indonesia Umar Amir Husein, Husein Djayadiningrat Islam datang dari Persia. Bukti: kota Leran di Gresik diduga adalah perkampungan orang Persia karena di Persia juga terdapat suku Leren, penyebutan Arab pegon dalam penulisan Arab

Saluran islamisasi di Indonesia


perdagangan: pedagang muslim berdagang sekaligus menyebarkan Islam pernikahan: orang muslim menikah dengan non muslim, hingga akhirnya pasangannya ikut masuk Islam berdakwah: cara yang dilakukan walisanga dan ulama lainnya pendidikan: mendirikan pesantren kesenian: wayang, tembang, sastra, ukiran,dsb politik: menjadi menantu/penasihat raja tasawuf: tari-tarian mistis

kesenian wayang tarian tasawuf

Faktor pendukung penyebaran Islam di Indonesia


syarat masuk Islam mudah: mengucapkan kalimat syahadat tidak mangenal sistem kasta ibadahnya sederhana dan biayanya murah aturan dalam Islam fleksibel tidak ada paksaan dalam memeluk Islam bertoleransi terhadap kebudayaan setempat runtuhnya Majapahit (abad 15 M)

Daerah yang sudah dipengaruhi Islam


Sumatra: Aceh, Nias, Mentawai, Bengkulu Jawa: seluruh wilayah Kalimantan: Sukadana, Banjar, Kutai Nusa Tenggara: Sumbawa, Lombok Sulawesi: Gowa, Gorontalo Maluku: Ternate, Tidore

Daerah yang belum dipengaruhi Islam


Daerah di bawah ini belum dapat dipengaruhi Islam karena adatnya masih kuat Sumatra: daerah pedalaman Kalimantan: daerah pedalaman Nusa Tenggara: Flores, Sumba Pulau Bali: Bali Sulawesi: Sulawesi Utara, Toraja Maluku: Pulau Seram Papua: seluruh wilayah

Wali sanga/ wali sembilan adalah sembilan ulama

terkenal yang berjasa menyebarkan agama Islam di Indonesia

Syekh Maulana Malik Ibrahim Sunan Ampel (Raden Rahmat) Sunan Drajad (Masih Maunat, putra sunan Ampel) Sunan Bonang (Raden Maulana Makdum Ibrahim, juga putra sunan Ampel) Sunan Giri Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid) Sunan Kudus (Jafar Shodiq) Sunan Muria (Raden Prawata, putra sunan Kalijaga dan saudara ipar sunan Kudus) Sunan Gunung Jati (Fatahillah, Nurulloh, Falatehan, Syarif Hidayatullah)

Islam

membawa ajaran yang berisi kedamaian. Penyebar ajaran Islam di Indonesia adalah pribadi yang memiliki ketangguhan dan pekerja keras. Terjadi akulturasi budaya antara Islam dan kebudayaan lokal meskupin Islam tetap memiliki batasan dan secara tegas tidak boleh bertentangan dengan ajaran dasar dalam Islam.

Manfaat dari Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

Kehadiran para pedagang Islam yang telah berdakwah dan memberikan pengajaran Islam di bumi Nusantara turut memberikan nuansa baru bagi perkembangan pemahaman atas suatu kepercayaan yang sudah ada di nusantara ini. Hasil karya para ulama yang berupa buku sangat berharga untuk dijadikan sumber pengetahuan.

Kita dapat meneladani Wali Songo telah

berhasil dalam hal-hal seperti berikut. a. Menjadikan masyarakat gemar membaca dan mempelajari Al Quran. b. Mampu membangun masjid sebagai tempat ibadah dalam berbagai bentuk atau arsitektur hingga ke seluruh pelosok Nusantara Mampu memanfaatkan peninggalan sejarah, termasuk situs-situs peninggalan para ulama, baik berupa makam, masjid, maupun peninggalan sejarah lainnya.

Seorang ulama atau ilmuwan dituntut oleh

Islam untuk mempraktikkan tingkah laku yang penuh keteladanan agar terus dilestarikan dan dijadikan panutan oleh generasi berikutnya. Para ulama dan umara bersatu padu mengusir penjajah meskipun dengan persenjataan yang tidak sebanding.

Terima kasih..