Anda di halaman 1dari 10

GEOLOGI REGIONAL KARANGSAMBUNG

2.1 Fisiografi Regional Jawa Secara regional seluruh pulau Jawa memiliki perkembangan tektonik yang sama, namun karena pengaruh dari jejak tektonik yang lebih tua mengontrol struktur batuan dasar khususnya yang lebih muda maka terdapat perbedaan antara daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk daerah Jawa Tengah terbagi menjadi empat zona fisiografi yaitu !ataran "antai Selatan, "egunungan Serayu Selatan, "egunungan Serayu Utara, dan !ataran "antai Utara #$an Bemmelen, %&'&(.

2.2. Kerangka ek!onik "erkembangan tektonik pulau Jawa dapat dipelajari dari pola)pola struktur geologi dari waktu ke waktu. Struktur geologi yang ada di pulau Jawa memiliki pola)pola yang teratur. Secara geologi pulau Jawa merupakan suatu komplek sejarah penurunan basin,

pensesaran, perlipatan dan *olkanisme di bawah pengaruh stress regime yang berbeda)beda dari waktu ke waktu. Secara umum, ada tiga arah pola umum struktur yaitu arah Timurlaut + Baratdaya #,-)S.( yang disebut "ola /eratus, arah Utara + Selatan #,)S( atau pola Sunda dan arah Timur + Barat #-).(. "erubahan jalur penunjaman berumur 0apur yang berarah Timurlaut + Baratdaya #,-)S.( menjadi relatif Timur + Barat #-).( sejak 0ala 1ligosen sampai sekarang telah menghasilkan tatanan geologi Tersier di "ulau Jawa yang sangat rumit dan mengundang pertanyaan tentang mekanisme perubahan tersebut. 0erumitan tersebut dapat terlihat pada unsur struktur "ulau Jawa dan daerah sekitarnya #Sujanto dan Sumantri, %&22(.

Gambar 2.2 Tatanan tektonik Pulau Jawa (Sujanto dan Sumantri 1977).

!ari data stratigrafi dan tektonik diketahui bahwa "ola /eratus merupakan pola yang paling tua. Sesar)sesar yang termasuk dalam pola ini berumur 0apur sampai "aleosen dan tersebar dalam Jalur Tinggian 0arimun Jawa menerus melalui 0arangsambung hingga di daerah 3imandiri Jawa Barat. Sesar ini teraktifkan kembali oleh akti*itas tektonik yang lebih muda. "ola Sunda lebih muda dari pola /eratus. !ata seismik menunjukkan "ola Sunda telah mengaktifkan kembali sesar)sesar yang berpola /eratus pada -osen 4khir hingga 1ligosen 4khir. "ola Jawa menunjukkan pola termuda dan mengaktifkan kembali seluruh

pola yang telah ada sebelumnya #"ulunggono, %&&'(. !ata seismik menunjukkan bahwa pola sesar naik dengan arah Barat)Timur masih aktif hingga sekarang.

2.". Geo#orfologi Karangsa#$%ng 5eologi regional daerah 0arang sambung memiliki 6 satuan geomorfologi. 7aitu satuan dataran allu*ium lok ulo, satuan batuan bukit soliter, satuan perbukitan bergelombang lemah kuat, satuan perbukitan perlipatan, satuan perbukitan ireguler. Berikut penjelasannya. 2.".1 Sa!%an &a!aran All%'i%# lok%lo. /erupakan dataran yang dipengaruhi oleh akti*itas pengendapan sungai lokulo. 8uas area dipeta adalah %9:. !engan tipe geomorfik sungai lokulo dewasa menuju tua ditandai oleh banyaknya point bar, meander, sungai yang berbentuk huruf ;U<, serta terdapatnya dataran banjir. Sungai ini banyak mengikis atau merombak batuan yang dilewatinya. !engan membawa material dari kerakal sampai lempung yang diendapkan pada point bar. /aterial) material ini secara terus) menerus ditambang oleh penduduk sekitar sehingga dapat menimbulkan ancaman lingkungan yang cukup besar. 2.".2 Sa!%an B%ki! Soli!er /empunyai total luas area dip eta yaitu %:. !aerah ini mempunyai tinggian yang sangat berbeda dengan daerah sekitarnya. Terdiri dari = bukit terisolir yaitu bukit Bujil dan Jatibungkus. 8itologi daerah bukit bujil adalah basalt sedangkan jatibungkus yaitu batu gamping. = bukit ini berada pada formasi karangsambung dan bertindak menjadi fragmen didalam massa dasar lempung. 2."." Sa!%an (er$%ki!an Li)a!an /emiliki luas total =9: pada peta trsebut. !engan litologi berupa breksi. /engelilingi kampus karangsambung membentuk amphiteater. !aerah perbukitan ini terdiri dari gunung parang, gunung paras, gunung prahu, gunung bulukuning, gunung waturandan dan gunung brujul. "erbukitan ini sering dijadikan patokan untuk menuju kampus. Jika dilihat pada sore hari dari wagirsambeng terlihat struktur sinklin "4da gunung paras. 2.".* Sa!%an Bergelo#$ang le#a+, k%a!. /emiliki luas area dipeta sekitar '9:. !engan litologi penyusun yaitu batulempung. !isebut bergelombang lemah kuat karena terlihat dari kerapatan kontur yang terdapat didaerah ini. Satuan ini banyak yang dipengaruhi oleh aliran sungai lokulo ditandai dengan banyaknya dataran allu*ial. 2.".Sa!%an (er$%ki!an Irreg%ler.

/emiliki luas area dipeta yaitu >9:, terdiri dari gunung sigelap, gunung puncak, gunung selepa, gunung gliwang, gunung cekep yang mempunyai ketinggian '6= mdpl. !engan litologi batuan bancuh atau m?lange lokulo. /emiliki kemiringan yang relati*e sama. 2.*. S!ra!igrafi Karangsa#$%ng /enurut 4sikin drr #%&&=( batuan tertua didaerah ini berumur "ratersier dan Tersier 4wal yang tercampur aduk secara tektonik dalam masa dasar batulempung kelabu yang terabak #sheared(, ditafsirkan merupakan sebuah batuan bancuh #m?lange( dan disebut sebagai 0omplek 8uk Ulo. !an tertutup oleh sedimen parit #pond deposit( yang termasuk @ormasi 0arangsambung berumur -osen Tengah sampai 1ligosen. !iatasnya menindih selaras @ormasi Totogan yang berumur 1ligosen sampai /iosen 4wal.0emudian selama /iosen 4wal diendapkan @ormasi .aturanda sebagai endapan turbidit ukuran proksimal, dan beranggotakan Tuff. !iatasnya terdapat @omasi "enosogan yang berumur /iosen Tengah.!iatasnya menindih selaras @ormasi Aalang yang terbentuk oleh serangkaian endapan sedimen turbidit yang berumur akhir /iosen Tengah sampai "liosen 4wal, mempuyai anggota breksi. @ormasi "eniron yang berumur "liosen dan beranggotakan sedimen turbidit, merupakan formasi yang termuda didaerah ini. -ndapan gunung api muda dijumpai disudut timur laut lembar, berumur 0uarter, dan kedudukannya tak selaras dibatuan yang paling tua. Sedimen paling muda adalah endapan allu*ium dan endapan pantai yang menindih tak selaras semua satuan yang lebih tua.Batuan beku terobosan yang dijumpai didaerah ini adalah diabas yang berupa retas lempeng, berumur akhir /iosen Tengah #4sikin, %&&=(. !isamping itu di0ulonprogo juga tersingkap batuan intrusi andesit dan dasit yangdiperkirakan berumur /iosen 4wal #Bahardjo drr,%&&6(, sedangkan didaerah 0arangbolong tersingkap intrusi batuan andesit yang berumur /iosen 4wal #4sikin, %&&=(.

Gambar2.4 Stratigra i !egional "ona selatan Jawa

2.*.1 Ko#)lek Melange L%k Ulo /erupakan satuan batuan bancuh #chaotic(, campuran dari batuan sediment, beku, dan metamorf dalam massa dasar lempung yang tergerus kuat #per*asi*ely sheared(, tampak struktur boudinage dengan kekar gerus dan cermin sesar pada permukaan batuan. Blok)blok batuan berupa eCotic block maupun nati*e block dengan ukuran beberapa centimeter hingga ratusan meter yang mengambang diatas lempung hitam tersebar luas dengan pola penyebaran sejajar arah gerusan. 0omponen melange 8uk Ulo meliputi %. Batuan /etamorfik, merupakan batuan tertua, terdiri dari gneiss, sekis hijau, sekis mika, sekis biru, filit, amphibolite, sertpentinit, eklogit dan marmer. "engukuran radiometric 0) 4r pada sekis menunjukkan umur %%2 /a #0etner dalam 4sikin %&&=(. =. Batuan beku, berupa batuan ultra mafik. Tersusun dari seri batuan ofiolit #peridotit, gabro dan basalt( banyak ditemukan di sekita 0ali 8okidang. Basalt berstruktur bantal umumnya berasosiasi dengan sedimen pelagic biogen. >. Sedimen pelagik, berupa rijang yang berselang)seling dengan lempung merah atau gamping merah.

'. Batuan sedimen, berupa perselingan batu pelitik dengan batupasir greywacke dan metagreywacke yang sering membentuk struktur boudinage. Berdasarkan pengukuran umur dengan radiometric unsur 0)4r, maka umur metamorfisme adalah kapur akhir #%%2 /a(, sedangkan dari fosil radiolarian #.akita dalam 4sikin %&&=( adalah kapur awal hingga akhir. 4sikin #%&2'( dan Sapri dalam 4sikin #%&&=( berdasarkan nano fosil yang ditemukan pada batuan sedimen diatas melange, menemukan percampuran fauna "aleosen dengan -osen. Berdasarkan data ini, diinterpretasikan bahwa umur 0omplek /elange berkisar 0apur 4khir hingga "aleosen. 2.*.2 For#asi Karangsa#$%ng @ormasi 0arangsambung berupa batu lempung sisik, dengan bongkahan batugamping, konglomerat, batupasir, batulempung, dan basalt. Safarudin dalam 4sikin #%&&=( menafsirkan lingkungan pengendapan formasi ini adalah lautan dalam atau batial, hal ini dibuktikan dengan adanya fosil bentos #$igerina s%. dan G&roidina soldanii #!<1BBD5),7(. Satuan ini merupakan kumpulan endapan olistrostom yang terjadi akibat longsoran karena gaya berat dibawah permukaan laut, yang melibatkan sedimen yang belum mampat, dan berlangsung pada lereng parit di bawah pengaruh pengendapan turbidit. Sedimen ini kemungkinan merupakan sedimen EpondE dan diendapkan di atas bancuh #komplek 8uk Ulo(. 0emungkinan besar pengendapan ini dipengaruhi oleh pencenanggaan batuan dasar cekungan yang aktif #bancuh(, dan berhubungan dengan penyesaran naik. "engaruhnya tampak di bagian bawah satuan, dan melemah ke arah atas. Singkapan satuan ini terdapat di daerah 0arangsambung, terutama sepanjang 0. 8uk Ulo dan 0. .eleran, menempati antiklin 0arangsambung, dan meluas ke arah barat. Satuan ini membentuk daerah perbukitan menggelombang yang berlereng landai dan bergelombang. 0etebalannya diperkirakan %>69 m #4sikin %&2'(. Bagian atas berubah secara berangsur menjadi @ormasi Totogan, sedangkan batas dengan bancuh dibawahnya selalu bersifat tektonik. ,ama formasi ini pertama kali diajukan oleh 4sikin #%&2'(, dengan lokasi tipe di desa 0arangsambung sekitar %' 0m di utara 0ebumen. ,ama sebelumnya adalah E-osinE #Aorloff dalam 4sikin %&&=(. 2.*." For#asi o!ogan @ormasi Totogan berupa breksi dengan komponen batulempung, batupsir, batugamping dan basalt setempat, sekis, massa dasar batulempung sisik, disamping itu terdapat campuran yang tidak teratur dari batulempung, napal, tuf. struktur tidak teratur. @ormasi Totogan merupakan endapan olistrostom yang terdiri oleh longsoran akibat gaya berat. "engendapannya dipengaruhi oleh pengangkatan dan pengikisan batuan sumbernya yang

nisbi cepat. @ormsai Totogan dapat disebandingkan dengan batuan sedimen berumur -osin) /eosin di lembar Banjarnegara dan "ekalongan #3ondon dalam 4sikin %&&=(. Satuan ini tersingkap di daerah utara lembar di sekitar komplek 8uk Ulo, di timur dan selatan 0arangsambung. Tebalnya melebihi %69 m dan menipis ke arah selatan. @ormasi ini menindih selaras @ormasi 0arangsambung, batas dengan 0omplek 8uk Ulo berupa sentuhan sesar. ,ama formasi ini pertama kali diusulkan oleh 4sikin #%&2'( dengan lokasi tipe disekitar Totogan, lebih kurang %2 0m di utara 0ebumen. 2.*.* For#asi .a!%ran/a @ormasi .aturanda berupa breksi gunung api dan batupasir wake dengan sisipan batulempung di bagian atas. Struktursedimen dalam satuan ini antara lain perlapisan bersusun, perairan sejajar dan kon*olut. !i beberapa tempat, pada alas suatu daur dapat diamati adanya permukaan erosi yang jelas. 8apisan bersusun pada breksi umumnya@ormasi .aturanda 8itologi berupa batupasir *ulkanik dan breksi *ulkanik yang berumur /iocene awal)/iocene tengah, selaras diatas @m. Totogan. @ormasi ini mempunyai anggota Tuff, dimana Aarloff #%&>>( menyebutnya sebagai -erste /erger Tuff Aorizon. memperlihatkan perubahan ukuran butiranFkomponen bertambah kasar ke atas. "elapisan sejajar terdapat di bagian atas lapisan breksi. @ormasi .aturanda diduga berumur /eosin awal dengan lingkungan pengendapan laut dalam, karena @ormasi "enosogan yang menindihnya berumur /eosin tengah. !ari struktur sedimennya dapat disimpulkan bahwa paling tidak sebagian formasi ini diendapkan oleh arus turbidit dan merupakan endapan turbidit proksimal. Satuan ini tersebar di bagian utara lembar dan selalu membentuk morfologi tinggi, dengan puncaknya 5. Tugel, 5. .atutumpang, 5. "aras, 5. "rahu, dan 5. 0utapekalongan. ,ama formasi ini pertama kali diajukan oleh /atasak dalam 4sikin #%&&=( dengan lokasi tipe di Bukit .aturanda #lebih kurang %% 0m di utara 0ebumen(. ,ama sebelumnya ialah G-erste Breccie AorizontE #Aorloff dalam 4sikin %&&=(. 2.*.- For#asi (enosogan @ormasi "enosogan berupa perselingan batupasir, batulempung, tuf, napal dan kalkarenit, berlapis baik, tebal lapisan antara 6 + H9 3m berwarna kelabu. 4nalisis arus purba di daerah 4lian #utara + timur laut 0ebumen( dengan cara mengukur sumbu struktur sedimen tikas seruling pada batupasir dan kalkarenit di bagian bawah formasi ini, menghasilkan tafsiran bahwa arah arus serta sumbernya datang dari utara #Dskandar dalam 4sikin %&&=(.

Bagian bawah formasi ini berupa sedimen turbidit proksimal, kemudian distal dan bagian atas kembali proksimal. Satuan ini tersingkap antara lain di sekitar 4lian dan "enosoga, di bagian barat lembar menyempit, ke arah timur laut tertutup oleh endapan gunung api muda. 0etebalan terukur di daerah 4lian adalah %%'H m #Aehanusa dalam 4sikin %&&=(. @irmasi ini menindih selaras @irmasi .aturanda. @ormasi "enosogan dapat disebandingkan dengan batuan sedimen bagian bawah pada lembar Banjarnegara dan "ekalongan #3ondon, dalam 4sikin %&&=(. ,ama formasi ini pertama kali diusulkan oleh Aehanusa dalam 4sikin #%&&=( dengan lokasi tipe di desa "enosogan #lebih kurang I 0m di utara 0ebumen(. ,ama sebelumnya adalah GTweede /ergeltuf AorizontE #Aorloff dalam 4sikin %&&=(, atau GSecond /arl)Tuff @ormationE #/arks dalam 4sikin %&&=(. 2.*.0 For#asi 1alang /enindih selaras diatas @m. "enosogan, 8itologi terdiri dari perselingan batupasir, batulempung, napal, tufa dan sisipan breksi. /erupakan kumpulan sedimen turbidit bersifat distal sampai proksimal, pada bagian bawah dan tengah kipas bawah laut, berumur /iocene ahkir)"liocene. 2.*.2 For#asi (eniron !iendapkan selaras diatas @m. Aalang, litologi terdiri dari breksi polimik dengan komponen andesit, batulempung, batupasir dengan masa dasar batupasir sisipan tufa, batupasir, napal dan batulempung, berumur pliocene. 2.*.3 Ba!%an 4%lkanik M%/a Tidak selaras dengan yang dibawahnya, 8itologi terdiri dari breksi dengan sisipan batupasir tufan, dengan komponen andesit dan batupasir.

2.- S!r%k!%r Geologi Regional "roses tektonik yang terjadi di "ulau Jawa sangat dipengaruhi oleh subduksi lempeng Dndo)4ustralia ke bawah lempeng /ikro Sunda. Berdasarkan berbagai macam data #data foto udara, penelitian lapangan, citra satelit, data magnetik, data gaya berat, data seismik, dan data pemboran migas( dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya di pulau Jawa ada > #tiga( arah kelurusan struktur dominan yaitu arah /eratus, arah Sunda, dan arah Jawa.

4rah yang pertama adalah arah timurlaut)baratdaya #,-)S.( yang disebut dengan arah /eratus. "ola struktur dengan arah /eratus ini merupaka pola dominan yang berkembang di "ulau Jawa #"ulunggono dan /artodjojo, %&&'( terbentuk pada I9 sampai 6> juta tahun yang lalu #0apur 4khir)-osen 4wal(. 4rah yang kedua adalah pola struktur yang dijabarkan oleh sesar)sesar yang berarah utara)selatan. 4rah ini diwakili oleh sesar)sesar yang membatasi 3ekungan 4sri, 3ekungan Sunda, dan 3ekungan 4rjuna. "ola ini disebut dengan "ola Sunda. "ola Sunda berarah utara) selatan #,)S( terbentuk 6> sampai >= juta tahun yang lalu #-osen 4wal)1ligosen 4wal(. 4rah yang ketiga adalah arah barat)timur yang umumnya dominan berada di dataran "ulau Jawa dan dinamakan dengan "ola Jawa. "ola Jawa berarah barat)timur #-).( terbentuk sejak >= juta tahun yang lalu dan diwakili oleh sesar)sesar naik seperti Baribis dan sesar)sesar di dalam Jona Bogor #$an Bemmelen, %&'& op.cit. "ulunggono dan /artodjojo, %&&'(.

Gambar 2.'. Pola struktur geologi Pulau Jawa

Sujanto #%&26( membuat peta pola struktur Jawa Tengah berdasarkan interpretasi @oto -BTS)% menyatakan bahwa pola umum struktur sesar di Jawa Tengah adalah barat laut) tenggara dan timur laut)barat daya dan beberapa pola struktur sesar mempunyai arah barat) timur. !i daerah luk ulo dimana batuan pra)tersier dan tersier tersingkap dapat dibedakan menjadi = pola struktur utama yaitu arah Timurlaut)Baratdaya, dan Barat)Timur. Aubungan antar satubatuan dengan yang lainnya mempunyai lingkungan dan ganesa pembentukan yang berbeda yang terdapat didalam melange. !engan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pola yang arah timurlaut) baratdaya yang sangat dominan didaerah ini. !ata gaya berat dari Untung dan Sato %&2&, sepanjang penampang Utara)Selatan melalui bagian tengah jawa tengah dan dilengkapi dengan data geologi permukaan memperlihatkan perbedaan yang sangat mencolok pada urut)urutan lapisan miosen antara bagian utara dan bagian selatan jawa tengah.

Bagian utara Jawa Tengah urut)urutan lapisan miosen sebagian besar terdiri dari endapan laut dalam yang berupa kipas)kipas turbidit. Jenis endapan tersebut menyebar sampai hampir dekat cilacap. Tetapi keselatannya stratigrafinya berubah dan didominasi oleh endapan laut dangkal dengan lingkungan yang tenang seperti batupasit dan batugamping sekitar ,usa 0ambangan)muara Sungai 1pak di "arang Tritis.