Anda di halaman 1dari 19

A.

Latar Belakang Korean Pop atau yang sering disingkat dengan K-Pop ini demamnya tidak hanya dirasakan hanya di Indonesia saja, tetapi telah mendunia. Tangga lagu K-Pop telah masuk ke tangga lagu Amerika, Billboard, yang selama ini menjadi tolak ukur kualitas industri musik dunia. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara. Selama sepuluh tahun terakhir, demam budaya pop Korea melanda Indonesia. Fenomena ini dilatarbelakangi Piala Dunia Korea-Jepang 2002 yang berakhir dengan masuknya Korea sebagai kekuatan empat besar dunia. Kesuksesan Korea di Piala Dunia 2002 semakin menaikkan prestise Korea di mata dunia. Berbeda dengan budaya pop Jepang yang hanya menjangkau anak-anak dan remaja, budaya pop Korea mampu menjangkau segala usia, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Menurut Kim Song Hwan, seorang pengelola sindikat siaran televisi Korea Selatan, produk budaya Korea berhasil menjangkau penggemar di semua kalangan terutama di Asia disebabkan teknik pemasaran Asian Values-Hollywood Style. Artinya, mereka mengemas nilai-nilai Asia yang dipasarkan dengan gaya modern. Istilah ini mengacu pada cerita-cerita yang dikemas dengan nuansa kehidupan Asia, namun pemasarannya memakai cara internasional dengan mengedepankan penjualan nama seorang bintang atau menjual style. Globalisasi budaya pop Korea atau yang lebih dikenal dengan Korean Wave (Hallyu) ini berhasil mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia. Korea pada abad 21 berhasil bersaing dengan Hollywood dan Bollywood dalam memasarkan budaya ke dunia luar. Berbagai

produk budaya Korea mulai dari drama, film, lagu, fashion, hingga produk-produk industri tidak hanya mewabah di kawasan Asia tetapi sudah merambah ke Amerika dan Eropa. Fenomena Korean Mave juga terjadi di Indonesia khususnya di Kota Bandung. Korean Mave mampu mempengaruhi gaya hidup dan cara berpikir masyarakat yang dipengaruh. Jika kita perhatikan di Kota Bandung banyak sekali remaja yang meniru gaya artis-artis korea mulai dari cara berpakaian, model rambut dan segala sesuatu yang berubungan dengan budaya Korea. Mengacu pada banyaknya jumlah penggemar Korea di Kota Bandung saat ini, maka di Kota Bandung banyak terbentuknya Fans Club atau komunitas yang dibuat oleh penggemar Korea yang dikenal dengan sebutan Korean Lovers atau seperti VIP Bandung, VIP Bandung ini adalah sebuah Fans Club Boyband BIGBANG. Mereka semua membentuk Fans Club dan komunitas komunitas korea supaya mereka dapat berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain dan saling tukar menukar informasni tentang Korea, bahkan ketika berkumpul mereka mengganti nama panggilan mereka dengan nama-nama Korea. Cara bicara mereka ketika berkumpul juga unik, yaitu dengan menyelipkan istilah-istilah dalam bahasa Korea. Tidak sampai disitu saja, mereka juga terobsesi untuk mempelajari bahasa Korea. Efeknya, saat ini tempat kursus bahasa Korea di Kota Bandung semakin menjamur karena banyaknya peminat . Tak ketinggalan pula, segala atribut yang berlabel Korea seperti baju , sepatu serta tas yang berbau korea banyak diminati maka tidak heran lagi jika di Kota Bandung sekarang ini banyak toko yang menjual berbagai produk Korea. Efek dari demam Korea tidak hanya fashion dan bahasa korea saja tetapi makanan khas Korea banyak dicari oleh penggemar penggemar Korea, maka tidak heran lagi sekarang di Kota Bandung banyak restoran makanan khas Korea, seperti Korean House, Mujigae dan Caf Chingu.

festival budaya Korea atau acara yang berhubungan dengan K-pop menjadi incaran berbagai fandom di Kota Bandun Bandung. Maka tidak heran jika belakangan ini di Kota Bandung banyak acara yang berhubungan dengan Festival budaya Korea atau Cuma sekedar acara Korea pasti banyak diminati. Seperti acara Cover Dance Korea sering sekali diselenggarakan diberbagai mall di Kota Bandung. Dengan adanya acara acara Korea mereka berusaha untuk menunjukkan identitas ke-Korea-an mereka lewat fashion, gaya rambut serta produk-produk yang mereka gunakan. Berdasarkan dari uraian diatas membuat saya tertarik untuk meneliti sejauh manakah pengaruh korean pop terhadap remaja pencinta korean pop dengan merebaknya budaya pop Korea di Kota Bandung sehingga penulis akan melakukan penelitian dengan mengangkat judul Pengaruh Budaya Korea Terhadap Gaya Hidup Remaja Pencinta K -pop di Kota Bandung B. Identifikasi Masalah 1. Apakah faktor yang menyebabkan Budaya Korea begitu disukai oleh remaja di Kota Bandung ? 2. Bagaimanakah Pengaruh Budaya K-pop terhadap gaya hidup dan perilaku sosial remaja di Kota Bandung ? 3. Bagaimanakah eksistensi kebudayaan asli Indonesia setelah budaya Pop Korea merebak di kalangan remaja kota Bandung ?

1. Pembatasan Masalah Agar pembahasan tidak meluas dan menyimpang dari permasalahan yang ada, maka penelitian ini dibatasi pada:

1. 2.

Apa faktor penyebab Budaya Korea banyk disukai para remaja ? Bagaimana pengaruh budaya Korea terhadap gaya hidup para remaja di kota

Bandung ? 3. Aspek apa saja yang dipengaruhi oleh Budaya korea terhadap remaja di kota

Bandung?

2. Rumusan Masalah Sejauh mana pengaruh Budaya Korea dapat mempengaruhi gaya hidup remaja di Kota Bandung ? C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan sejauh mana pengaruh kebudayaan Pop Korea terhadap eksistensi kebudayaan asli Indonesia. Selanjutnya secara khusus tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan gambaran tentang: * Pola perilaku remaja kota Bandung terhadap budaya Pop Korea. * Pengaruh budaya Pop Korea terhadap gaya hidup remaja kota Bandung. * Eksistensi kebudayaan asli Indonesia setelah budaya Pop Korea merebak di kalangan remaja kota Bandung.

2. Kegunaan Penelitian 2. Kegunaan Teoritis Dapat dipakai sebagai acuan bagi penelitian-penelitian sejenis untuk tahap selanjutnya. 2. Kegunaan Praktis Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang gaya hidup penggemar budaya pop Korea. D. Kerangka Teoritis dan Hipotesis 1. Kerangka Pemikiran 2.1.2 Pengertian Pengaruh

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi pengaruh: WIRYANTO Pengaruh merupakan tokoh formal mauoun informal di dalam masyarakat, mempunyai ciri lebih kosmopolitan, inovatif, kompeten, dan aksesibel dibanding pihak yang dipengaruhi UWE BECKER Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang - berbeda dengan kekuasaan - tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan NORMAN BARRY Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya BERTRAM JOHANNES OTTO SCHRIEKE Pengaruh merupakan bentuk dari kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya 1

2.1.2 Pengertian Budaya Budaya atau yang dikenal dengan kata kebudayaan berasal dari bahasa Sansekertta yaitu kata Buddhayah, kata Buddhayah adalah bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti sebagai hal hal yang berkaitan dengan budi atau akal manusia.
1

http://carapedia.com/pengertian_definisi_peran_info2184.html diakses 10 Desember 2013

Sedangkan dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut dengan Culture, kata Culture sendiri berasal dari kata latin colere yang berarti mengola atau mengerjakan. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggotaanggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia

makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.2 1) Pengertian Budaya menurut para ahli : Kamus Besar Bahasa Indonesia Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Koentjaraningrat Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. E.B. Taylor Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Linton Budaya adalah Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
2

Wikipedia Bahasa Indonesia. 2010. Budaya. Online. Diposkan pada 2010 di http://id.wikipedia.org/wiki/budaya. diakses pada 10 Desember 2013

Kluckhohn dan Kelly Budaya adalah Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.

KROEBER dan KLUCKHOHN Budaya menurut definisi deskriptif: cenderung melihat budaya sebagai totalitas komprehensif yang menyusun keseluruhan hidup sosial sekaligus menunjukkan sejumlah ranah (bidang kajian) yang membentuk budaya. Budaya menurut difinisi historis : cenderung melihat budaya sebagai warisan yang dialihturunkan dari generasi satu ke generasi berikutnya. Budaya menurut definisi normatif: bisa mengambil 2 bentuk. Yang pertama, budaya adalah aturan atau jalan hidup yang membentuk pola-pola perilaku dan tindakn yang konkret. Yang kedua, menekankan peran gugus nilai tanpa mengacu pada perilaku. Budaya menurut definisi psikologis: cenderung memberi tekanan pada peran budaya sebagai piranti pemecahan masalah yang membuat orang bisa berkomunikasi, belajar, atau memenuhi kebutuhan material maupun emosionalnya. Budaya menurut definisi struktural:

mau menunjuk pada hubungan atau keterkaitan antara aspek-aspek yang terpisah dari budaya sekaligus menyoroti fakta bahwa budaya adalah abstraksi yang berbeda dari perilaku konkret.3 2.1.3 Pengertian Budaya Korea Budaya tradisional Korea diwarisi oleh rakyat Korea Utara dan Korea Selatan, walaupun keadaan politik yang berbeda telah menghasilkan banyak perbedaan dalam kebudayaan modern Korea. Rumah Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya.

Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini. Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga. Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
3

http://www.lintasberita.web.id/pengertian-budaya-menurut-para-ahli/, diakses pada 10 desember 2013.

10

Teh Korea Teh diperkenalkan di Korea dari Tiongkok sejak lebih dari 2000 tahun lalu ketika

agama Buddha disebarkan. Teh digunakan dalam upacara-upacara persembahan. Bentuk kebudayaan teh bangsa Korea terukir dalam upacara teh Korea (Dado). Pakaian Pakaian tradisional Korea disebut Hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima). Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin. Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian.

Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan. Festival

Kalender Korea didasarkan pada kalender lunisolar. Kalender Korea dibagi dalam 24 titik putaran (jeolgi) yang masing-masing terdiri dari 15 hari dan digunakan untuk
11

menentukan masa tanam atau panen pada masyarakat agraris pada zaman dahulu, namun pada saat ini tidak digunakan lagi. Kalender Gregorian diperkenalkan di Korea tahun 1895, tapi hari-hari tertentu seperti festival, upacara, kelahiran dan ulang tahun masih didasarkan pada sistem kalender lunisolar. Festival terbesar di Korea antara lain: Seollal, imleknya Korea yang jatuh tepat bersamaan dengan tahun baru Imlek. Daeboreum, festival bulan purnama pertama Dano, festival musim semi Chuseok, festival panen raya atau festival kue bulan4

2.1.4 Pengertian Korean Mave Hallyu atau Korean Wave (bahasa Indonesia: Gelombang Korea) merupakan sebuah istilah dari kebudayaan Korea yang berkembang pada beberapa dekade terakhir ini. Hallyu mulai digemari oleh penduduk Asia mulai sekitaran tahun 1990an terutama di China, Jepang dan beberapa kawasan Asia Tenggara. Berawal dari industri hiburan yakni K-Pop dan K-Drama yang mengawali era kebudayaan Korea di kancah internasional. Korean wave mengacu pada penyebaran budaya Korea Selatan di seluruh dunia atau kecintaan terhadap eksport budaya korea selatan. Korean Wave atau Korean Fever merujuk pada peningkatan secara signifikan popularitas budaya Korea Selatan di seluruh dunia sejak abad 21, terutama di kalangan Generasi Net. Hal ini juga disebut sebagai Hallyu (Hangul: ; Hanja: ; RR: Hallyu), dari pengucapan

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Korea, Diakses pada 10 Desember 2013

12

Korea. Hallyu atau Korean Wave pada hakikatnya merupakan fenomena demam Korea yang disebarkan melalui Korean Pop Culture ke seluruh penjuru dunia lewat media massa, dan yang terbesar lewat jaringan internet dan televisi. Istilah ini diciptakan di China pada pertengahan 1999 oleh jurnalis Beijing terkejut oleh popularitas yang berkembang pesat hiburan dan budaya Korea di Cina. Dari sebuah budaya menjadi sebuah brand image, itulah Korean Wave. Sebuah kampanye yang sangat menarik melalui berbagai macam cara untuk memperkenalkan Negara Korea Selatan. Tidak bisa dipungkiri, cukup banyak orang yang tertarik menonton drama Korea, mendengar music K-pop (Korean pop), makanan khas korea, pakaian khas korea, belajar berbahasa korea (hangul) bahkan brand-brand dari korea mulai merajalela di tengah krisis global ini. Korea Selatan adalah salah satu dari sepuluh negara teratas dunia sebagai eksportir budaya dan Korean Wave dimulai dengan meng-ekspor drama TV Korea seperti Autumn Fairy Tale, Winter Sonata, Dae Jang Geum (Jewel In The Palace), dan Princess Hours di seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara. Keberhasilan pertumbuhan drama korea segera diimbangi dengan film korea, musik pop, makanan dan bahasa. Meskipun populer di seluruh Asia, pengaruh Korean Wave paling terlihat di Cina, Jepang dan Asia Tenggara, lalu menyebar ke India, Timur Tengah, Asia Tengah, Iran, Israel, Turki dan Rusia. Korean Wave berkembang pesat di luar Asia melalui internet dan juga menyebar ke Utara, Tengah dan Amerika Selatan, khususnya di Chile, Meksiko dan Argentina, dan semakin menjadi populer di Amerika Serikat. Adanya hallyu telah menjadikan Korea Selatan sebagai negara yang patut diperhitungkan kedudukannya di kancah Internasional dan tidak dapat dianggap sebelah mata. Korea Selatan yang pada 1950-an termasuk negara termiskin di Asia,
13

kini menjadi 10 negara terkuat ekonominya di dunia, nomor sembilan di dunia dalam pangsa pasar film, dan menjadi negara paling besar belanjanya untuk pertunjukan dan film. Selain itu, Korea Selatan juga merupakan negara ke 3 yang telah berhasil menyebarkan budayanya ke seluruh penjuru dunia setelah Amerika dan Jepang.5

2.1.5 Pengertian Gaya Hidup Gaya hidup adalah perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya. Gaya hidup merupakan frame of reference yang dipakai sesorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu. Terutama bagaimana dia ingin dipersepsikan oleh orang lain, sehingga gaya hidup sangat berkaitan dengan bagaimana ia membentuk image di mata orang lain, berkaitan dengan status sosial yang disandangnya. Untuk merefleksikan image inilah, dibutuhkan simbol-simbol status tertentu, yang sangat berperan dalam

mempengaruhi perilaku konsumsinya. Fenomena ini pokok pangkalnya adalah stratifikasi sosial, sebuah struktur sosial yang terdiri lapisan-lapisan : dari lapisan teratas sampai lapisan terbawah. Dalam struktur masyarakat modern, status sosial haruslah diperjuangkan (achieved) dan bukannya karena diberi atau berdasarkan garis keturunan (ascribed).

Wikipedia Bahasa Indonesia. 2010. Korean Wave. Online. Diposkan pada 2010 di http://id.wikipedia.org/wiki/Korean_wave diakses pada 10 desember 2013

14

Selayaknya status sosial merupakan penghargaan masyarakat atas prestasi yang dicapai oleh seseorang. Jika seseorang telah mencapai suatu prestasi tertentu, ia layak di tempatkan pada lapisan tertentu dalam masyarakatnya. Semua orang diharapkan mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih prestasi, dan melahirkan kompetisi untuk meraihnya. Istilah gaya sendiri dapat diartikan cara yang benar dan khusus. Sedangkan gaya hidup diartikan dengan cara hidup (Ostler, 1987 : 556). Dengan demikian gaya hidup dapat diartikan sebagai cara hidup yang dianggap benar dan khusus yang biasanya menjadi milik sekelompok manusia, yang secara implisit berbeda dari kelompok manusia lain. Istilah gaya hidup berkaitan erat dengan budaya. Kedua istilah tersebut mengindikasikan cara hidup yang biasa dijalani dan diterapkan sehingga merupakan kebiasaan sekaligus ciri tersendiri. Adanya istilah budaya pop, misalnya digunakan untuk menginformasikan budaya yang dominan ( James Lull, 1998 : 85).6 2.1.6 Pengertian Remaja Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang
6

http://lifestyle-awan.blogspot.com/2009/03/pengertian-gaya-hidup.html, diakses 10 Desember 2013

15

mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan pengertian remaja menurut Zakiah Darajat (1990: 23) Borring E.G. ( dalam Hurlock, 1990 ) mengatakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode atau masa tumbuhnya seseorang dalam masa transisi dari anak-anak kemasa dewasa, yang meliputi semua perkembangan yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Sedangkan Monks, dkk ( dalam Hurlock, 1990 ) menyatakan bahwa masa remaja suatu masa disaat individu berkembang dari pertama kali menunjukkan tanda-tanda seksual, mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari anak menjadi dewasa, serta terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh pada keadaan yang mandiri. Neidahart (dalam Hurlock, 1990 ) menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dan ketergantungan pada masa anak-anak kemasa

16

dewasa, dan pada masa ini remaja dituntut untuk mandiri. Pendapat ini hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Ottorank (dalam Hurlock, 1990 ) bahwa masa remaja merupakan masa perubahan yang drastis dari keadaan tergantung menjadi keadaan mandiri, bahkan Daradjat (dalam Hurlock, 1990 ) mengatakan masa remaja adalah masa dimana munculnya berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya fikir yang matang. Erikson (dalam Hurlock, 1990 ) menyatakan bahwa masa remaja adalah masa kritis identitas atau masalah identitas ego remaja. Identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya dalam masyarakat, serta usaha mencari perasaan kesinambungan dan kesamaan baru para remaja harus memperjuangkan kembali dan seseorang akan siap menempatkan idola dan ideal seseorang sebagai pembimbing dalam mencapai identitas akhir.7 2. Hipotesis Budaya Korea atau yang sekarang lebih akrab disebut dengan istilah Korean Wave adalah tersebarnya budaya korea secara global di berbagai Negara di dunia seperti budaya pop Korea, drama Korea, produk elektronik korea sampai segala sesuatu yang berkaitan dengan korea selatan selalu menjadi topik pemberitaan media di berbagai Negara di dunia, seperti di Negara kita yaitu Indonesia khususnya di daerah Kota Bandung kita bisa merasakan banyaknya remaja yang mengalami Korean Fever ( Demam Korea). Dan kita juga bisa merasakan setelah masuknya Budaya Korea ke Kota Bandung banyak sekali aspek yang dipengaruhi oleh budaya

http://belajarpsikologi.com/pengertian-remaja/, diakses 10 desember 2013

17

Korea seperti, Gaya hidup remaja di kota Bandung mulai berubah karena adanya pengaruh budaya Korea.

E. Metode dan Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Penelitian


a) Metode Penelitian Lapangan Adalah sebuah metode melibatkan penerjunan langsung ke tempat kejadian. Penulis memilih metode ini untuk keakuratan data atau peristiwa. b). Metode Penelitian Deskriptif Adalah metode yang menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta dalam kondisi tertentu. Metode ini dipilih mengingat memiliki korelasi yang kuat dengan metode sebelumnya, yaitu metode penelitian lapangan. Menjadi sangat baik apabila setelah turun langsung ke lapangan penulis dapat mengamati seberapa jauh Budaya Korea dapat mempengaruhi gaya hidup remaja di Kota Bandung 1. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi Peneliti melakukan observasi secara langsung ke lapangan, yaitu dengan cara

meneliti dan mengamati secara langsung tingkah laku, perilaku dan kejadian yang terjadi di acara Korean Cover Dance Concert yang diselenggarakan pada tanggal 22 Desember 2013, yang bertempat di Gedung Olahraga Citra Arena Bandung. Observasi dilakukan selama berjalannya acara dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. Selama acara berlangsung saya meneliti bagaimana cara berpakaian, gaya rambut, serta tingkah laku peserta cover dance serta pengunjung acara Korean Cover Dance.

18

Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan saya melihat banyaknya peserta dan pengunjung yang meniru gaya artis korea bahkan mereka meniru dari ujung kepala sampai ujung kaki, bahkan tak jarang saya melihat mereka mewarnai rambut mereka seperti artis korea yang mereka idolakan. Selain meniru gaya berpakaian, gaya rambut kebanyakan dari mereka meniru gaya bicara serta sedikit-sedikit menggunakan kata-kata Bahasa korea ketika mereka sedang berbicara, seperti kata aigoo, eonni, annyeonghaseyo, oppa. Tak hanya itu saja saya menemukan banyak seklali pengunjung yang datang ke acara ini datang memakai berbgai produk korea dari mulai memakai produk kosmetik korea, tas, baju dan menggunakan barang elektronik yang berasal dari Korea seperti kebanyakan dari mereka menggunakan handphone Samsung dan LG. Setelah saya melakukan penelitian ditemukan beberapa kesimpulan dari pengamatan yang telah saya lakukan, bahwa adanya budaya korea yang masuk dan berkembang di kota Bandung sangat mempengaruhi dan perlahan mengubah gaya hidup remaja di kota Bandung. F. Tempat dan Lama Penelitian Peneliti melakukan penelitian dan pengamatan yang bertempat di Gedung Olahraga Citra Arena Bandung Sport Center, yang beralamat di jl. Cikutra, Bandung. Peneliti melakukan penelitian kurang lebih selama satu bulan. Selama satu bulan tersebut setiap seminggu sekali peneliti mengunjungi acara Korean dance cover yang sering diselenggarakan di mall yang berada di kota bandung salah satunya acara Korea terbesar di Kota Bandung yaitu Korean Dance Cover Concert.

19

Anda mungkin juga menyukai