Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman MPKT-A

Bab I Kekuatan & Keutamaan Karakter Nama : Zulfahmi Ferdiansyah NPM : 1306409324 Kelas : MPKT-A 05
1. Kepribadian dan Karakter Karakter berbeda dengan kepribadian, meskipun keduanya berkaitan erat. Kepribadian adalah hal yang terorganisasi, tidak acak, dan unsur-unsurnya tidak bekerja sendiri-sendiri yang ada pada diri manusia. Kepribadian manusia merupakan suatu hal yang dinamis. Artinya, kepribadian manusia terus bergerak dan berkembang, tidak berhenti pada satu titik. Kepribadian manusia tampil dalam perilaku yang melibatkan aspek psikis seperti berpikir, mempercayai dan merasakan sesuatu. Kepribadian manusia juga melibatkan aspek fisik seperti berjalan, berbicara, dan melakukan tindakan-tindakan motorik. Sedangkan karakter adalah kepribadian yang dievaluasi. Artinya, karakter adalah segi-segi kepribadian yang ditampilkan keluar dari, dan disesuaikan dengan nilai dan norma tertentu

2. Kekuatan dan Keutamaan Karakter Identifikasi karakter yang merupakan pengenalan terhadap keutamaan tertentu pada diri seseorang dapat dilakukan melalui pengenalan terhadap ciri-ciri keutamaan yang tampil dalam perilaku khusus dan respons secara umum dari orang itu.

3. Membedakan Keutamaan, Kekuatan Karakter dan Tema Situasional Peterson dan Seligman (2004) mengemukakan 3 level konseptual dari karakter : 1. Keutamaan : Karakteristik utama dari karakter. Keutamaan dijadikan sebagai nilai moral dan dianggap sebagai dasar dari tindakan yang baik. Berbagai perilaku dapat dinilai berdasarkan keutamaan yang secara umum terdiri dari : Kebijaksanaan, Kesatriaan, Kemanusiaan, Keadilan, Pengelolaan Diri, dan Transendensi.

2. Kekuatan Karakter : Proses yang mendefinisikan keutamaan. Dengan kata lain, keutamaan dapat dicapai melalui pencapaian kekuatan karakter. 3. Tema Situasional dari Karakter : Kebiasaan khusus yang mengarahkan orang untuk mewujudkan kekuatan karakter dalam situasi tertentu.

4. Kriteria Karakter yang Kuat Peterson dan Seligman (2004) mengemukakan kriteria dari karakter yang kuat: 1. Karakter yang ciri-cirinya memberikan sumbangan terhadap pembentukan kehidupan yang baik untuk diri sendiri dan sekaligus untuk orang lain. 2. Ciri-ciri yang dikandungnya secara moral bernilai sebagai sesuatu yang baik bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan walaupun taka da keuntungan langsung yang dihasilkannya. 3. Penampilan ciri-ciri itu tidak mengganggu.

6. Keutamaan dan Kekuatan Karakter yang Membentuknya Dalam usaha membentuk karakter diperlukan pemahaman mengenai apa saja keutamaan dan kekuatan karakter, Peterson & Seligman membuat daftar kekuatan pribadi yang mencakup 24 kekuatan karakter yang dikemas dalam 6 kategori keutamaan : i. Kebijaksanaan dan Pengetahuan Merupakan keutamaan yang berkaitan dengan fungsi kognitif, yaitu tentang bagaimana mendapatkan dan menggunakan pengetahuan. Mencakup : (i)Kreativitas (ii)Orisinalitas (iii)Kecerdasan praktis ii. Kemanusiaan dan Cinta Merupakan keutamaan yang berkaitan dengan fungsi interpersonal dan bagaimana menjalin pertemanan dengan orang lain. Mencakup : (i)Kecerdasan sosial (ii)Kecerdasan emosional iii. Kesatriaan (Courage) Merupakan keutamaan yang berkaitan dengan kekuatan emosional yang melibatkan kemauan yang kuat untuk mencapai suatu tujuan. Mencakup : (i)Integritas (ii)Kejujuran iv. Keadilan (Justice)

Keutamaan ini mendasari kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Mencakup : (i)Kepemimpinan v. Pengelolaan Diri Merupakan keutamaan untuk melindungi diri sendiri dari segala akibat buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari karena perbuatan sendiri. Mencakup : (i)Pengendalian diri (ii)Kerendahan Hati dan kehati-hatian vi. Transendensi Merupakan keutamaan yang menghubungkan kehidupan manusia dengan seluruh alam semesta dan memberi makna dalam kehidupan. Mencakup : (i)Kebersyukuran (ii)Penuh harapan (iii)Keoptimisan

7. Karakter dan Spiritualitas Kekuatan-kekuatan yang tercakup dalam keutamaan karakter transendensi memungkinkan manusia memahami keterkaitan dirinya dengan seluruh alam semesta. Kemampuan memahami keterkaitan dirinya dengan seluruh alam semesta ditandai dengan adanya kemampuan membayangkan apa yang mungkin ada dan kemampuan melampaui situasi kini dan disini. Daya inilah yang disebut spiritualitas. Spiritualitas dapat dipahami sebagai dasar kekuatan dan keutamaan karakter manusia.

8. Keutamaan Karakter dan Kebahagiaan Pembentukan karakter erat sekali hubungannya dengan pencapaian kebahagiaan. Seligman (2004) menyebutkan 3 kebahagiaan : 1. Memiliki makna dari semua tindakan yang dilakukan 2. Mengetahui kekuatan tertinggi 3. Menggunakan kekuatan tertinggi untuk melayani sesuatu yang dipercayai sebagai hal yang lebih besar dari diri sendiri. Jelaslah bahwa ketiga bentuk kebahagiaan ini berkaitan erat dengan keutamaan dan kekuatan karakter manusia. Pendidikan harus diarahkan kepada ketiga kebahagiaan itu yang merupakan bahan dari pendidikan karakter. Jika dipahami bahwa inti pendidikan adalah pembentukan karakter maka seharusnya dicamkan pula bahwa setiap pendidikan adalah pembentukan karakter.