Anda di halaman 1dari 1

Pada era Information and Communication Technology (ICT), sistem pengelolaan pendidikan mulai mengalami pergeseran.

Model pengelolaan pendidikan berbasis industri mulai diperkenalkan, dimana model pengelolaan pendidikan ini menganalogikan adanya sebuah upaya pihak pengelola institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan manajemen perusahaan, yang kemudian model ini dikenal dengan TQE (Total Quality Education). Dasar model pengelolaan ini didasarkan pada TQM (Total Quality Management) yang kemudian disinergikan menjadi TQME atau Total Quality Management in Education (Sallis, 2006 !". Se#ara $iloso$is, TQME menekankan pada #ara pen#arian se#ara konsisten terhadap segala upaya perbaikan se#ara berkelanjutan dalam rangka men#apai kebutuhan dan kepuasan pelanggan. %dapun strategi yang digunakan dalam TQME adalah bah&a pendidikan harus memposisikan dirinya sebagai institusi industri yang bergerak dalam bidang jasa, dengan kata lain menjadi sebuah industri jasa. 'akni sebuah institusi yang harus memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelanggan atau stakeholder yang dalam konteks manajemen umum disebut dengan customer. Sudah barang tentu bah&a jasa yang diinginkan oleh pelanggan atau stakeholder adalah sesuatu produk yang bermutu (Ibid. !(6". )leh karena itu, konsep TQME ini dalam operasionalisasinya harus membutuhkan sistem manajemen yang mampu memberdayakan suatu institusi pendidikan melalui optimalisasi semua unsur*sektor se#ara sinergis agar lembaga pendidikan itu menjadi lebih bermutu. 'ang pada gilirannya akan diperoleh tindak balik((sema#am out comes((bagi #itra lembaga serta input yang lebih besar lagi, sehingga akan memperoleh kelebihan status dan keuntungan yang dapat dinikmati oleh lembaga itu sendiri.