Anda di halaman 1dari 3

1.

Tekanan darah normal pada anak - anak, dewasa dan lansia

Neonatal Laki-laki Perempuan

1 th 13 th 87-105 16-105

13 th 18 th 105-124 105-124 124-136 124-127

Nilai Normal Tekanan Darah Diastolik Neonatal Laki-laki Perempuan 1 th 13 th 68-6 60-67 13 th 18 th 6 -7 67-80 77-84 78-80

Nilai Normal Tekanan Darah !mur Neonate 2-6 tahun 7 tahun 8 tahun tahun 10 tahun 11 tahun 12 tahun 13 tahun 14 tahun "istolik #mm$%& 75-105 80-110 85-120 0-120 0-120 5-130 5-135 5-135 100-140 105-140 Diastolik #mm$%& 45-75 50-80 50-80 55-85 55-85 60-85 60-85 60-85 60- 0 65- 0

"um'er( http())i*+sh,oon%+-om)me*i-ine-an*-health)2104136-ta'el-nilai-normal-tekanan*arah).i/001r'h'1uo2

2. Perbedaan antara tekanan darah saat berdiri dan duduk pada dewasa Secara teori sebenarnya posisi tubuh sangat berpengaruh terhadap denyut nadi dan tekanan darah. Hal ini karena ada efek gra itasi bumi. Pada saat berbaring gaya gra itasi pada peredaran darah lebih rendah karena arah peredaran tersebut

horisontal sehingga tidak terlalu melawan gra itasi dan tidak terlalu memompa. pada saat duduk maupun berdiri ker!a !antung dalam memompa darah akan lebih keras karena melawan gaya gra itasi sehingga kecepatan denyut !antung meningkat.

"orld Health #rgani$ation%&nternational 'society of Hypertension men!elaskan bahwa Tekanan (arah harus diukur secara rutin pada posisi duduk, berbaring atau berdiri dengan syarat lengan se!a!ar dengan !antung. Hasilnya menun!ukan bahwa pengukuran tekanan darah yang diukur dalam posisi duduk atau berbaring menmberikan hasil yang sepadan. )amun pengukuran pada lengan atas kanan dibanding lengan atas kiri belum ada dilakukan penelitiannya *+horsid et al, 2,,-..
Posisi tubuh yang paling baik untuk melakukan pengukuran tekanan darah adalah berbaring terlentang atau dapat !uga duduk, karena !antung se!a!ar dengan manometer sehingga hasil yang diperoleh lebih tepat. 'pabila pengukuran dilakukan dalam keadadan berdiri, tubuh mengalami pengaruh gaya gra itasi sehingga ter!adi penurunan sedikit pada tekanan darah, tetapi kenaikan pada denyut nadi. 'kan tetapi penurunan tekanan darah ini sementara, terutama pada sinus carotis dan arcus aorta, menstimulasi baroreceptor untuk mengirimkan rangsangan ke otak. 'kibatnya, arteriole berkonstriksi untuk mempertahankan tekanan darah pada nilai normal. /. Perbedaan antara tekanan darah lengan kanan dan kiri pada dewasa tensi atau tekanan darah akan sama sa!a saat diukur di lengan kanan maupun lengan kiri. )amun !ika ternyata hasil pengukurannya berbeda, maka perlu diwaspadai sebab hal itu bisa menandakan bahwa !antung sedang ada masalah.*www.p!nhk.go.id. )atasha Stewart, perawat senior khusus dari 0ritish Heart 1oundation mengatakan, mengukur tekanan darah pada kedua lengan untuk mengidentifikasi ada tidaknya penyakit askular secara teoretis sangatlah mudah dan sederhana.
2ariasi tekanan darah dapat ditemukan pada arteri yang berbeda. 2ariasi normal sering ditemukan pada kedua lengan, tetapi tidak boleh lebih dari 3 4 1, mmHg. Perbedaan yang lebih dari 1, mmHg merupakan indikasi ter!adinya gangguan askuler, dan bila perbedaan lebih besar dari 2, 4 /, mmHg pada kedua belah lengan menun!ukkan suatu kecurigaan terhadap adanya gangguan organis aliran darah pada daerah yang tekanan darahnya rendah *Potter 5 Perry, 2,,16 7ilantono 8ily &smudiati, dkk. 1993..

Pemeriksaan tekanan darah dilakukan pada lengan kanan atas karena suara yang dihasilkan lengan kanan lebih stabil. Hal ini ter!adi karena arteria yang merupakan cabang aorta untuk tubuh kanan yaitu keluar satu arteri setelah itu baru men!adi dua arteri *truncus brachiocephalica arteri carotis communis de:tra dan arteri subcla ia.. ;adi hasil pengukuran yang di catat lebih stabil karena perubahan denyut !antung yang tinggi tidak membuat suara sistole-diastole pada arteri brachialis de:tra terlalu bising bila dibandingkan arteri brachialis sinistra yang merupakan cabang dari arteri subcla ia sinistra yang langsung keluar dari aorta.