Anda di halaman 1dari 10

KNOWLEDGE MANAGEMENT

AS A TOOL IN NURSING ADMINISTRATION

Pengertian
Knowledge Management can be defined as the creation, acquisition, sharing, and utilization of knowledge for the promotion of organizational performance (Yuan-Feng Wen, 2009).

Fernandez dan Sabherwal (2001, dalam Aldi, 2005) mengartikan pengetahuan (knowledge) sebagai hasil refleksi dan pengalaman seseorang, sehingga pengetahuan selalu dipunyai oleh individu atau kelompok.
Laudon and Laudon (2002, dalam Siregar, 2005) menyatakan bahwa Manajemen Pengetahuan berfungsi meningkatkan kemampuan organisasi untuk belajar dari lingkungannya dan menggabungkan pengetahuan ke dalam proses bisnis.

Dasar Dasar Manajemen Pengetahuan


Pengetahuan dapat dibagi menjadi dua dimensi yaitu tacit dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah pengetahuan yang didapatkan dari pengalaman, kegiatan-kegiatan yang dilakukan, dan sulit didefinisikan di mana biasanya dibagikan lewat diskusi-diskusi, dan cerita-cerita. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan yang sudah diformulasikan, biasanya disajikan dalam bentuk tulisan misalnya peraturan, buku-buku literatur-literatur.

1.

Sosialisasi, menjelaskan saling berbagi antar tacit knowledge, umumnya tanpa melibatkan hal-hal formal, misalnya sharing budaya organisasi antara anggota organisasi yang lama dengan anggota yang barn dengan tujuan anggota yang baize mampu beradaptasi dengan budaya organisasi.

2.

Eksternalisasi/artikulasi, menkonversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge biasanya menggunakan metafor-metafor yang dapat dipahami bersama.
Kombinasi, mengkombinasikan antar explicit knowledge yang dipunyai oleh individu lain dengan explicit knowledge yang dipunyai oleh diri sendiri Internalisasi, merubah explicit knowledge menuju tacit knowledge. Jargon yang paling populer untuk menjelaskan internalisasi adalah learning by doing. Misalnya dengan pengalaman mengoperasikan mesin bare dapat meningkatkan pemahaman tacit knowledge.

3.

4.

Proses Knowledge Management

Komponen Manajemen Pengetahuan

Pada umumnya implementasi strategis knowledge management akan mempengaruhi ketiga komponen pada tingkat tertentu. Oleh karenanya, pertimbangan yang hati-hati harus dilakukan untuk mengantisipasi implikasi yang akan terjadi. Gagalnya implementasi biasanya terjadi karena organisasi memandang knowledge management sebagai implementasi teknikal saja. Tidak berarti bahwa teknologi adalah komponen yang paling tidak penting. Intinya adalah sebuah komponen penting.

Semoga Bermanfaat