Anda di halaman 1dari 16

ALJABAR BOOLE DAN FLIP - FLOP

Oleh :

Nama

: Febrian

Stambuk : 1032002 Jurusan : Teknik Elektro

UNIVERSITAS ATMA JAYA MAKASSAR

Aljabar Boole dan Flip - Flop 1. Aljabar Boole Konsep dasar aljabar Boole (Boolean Algebra) telah diletakkan oleh seorang matematisi Inggris George Boole, pada tahun 1854. Konsep dasar itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk disadari kegunaannya, baik dalam bidang matematika maupun dalam bidang teknik. Pada tahun 1938 Claude Shannon, seorang ahli komunikasi, memanfaatkan dan menyempurnakan konsep Boole tersebut. Sekarang ini, aljabar Boole memegang peranan yang sangat penting, tidak saja dalam logika, tetapi juga di bidang lain seperti teori peluang/kemungkinan, teori informasi/komunikasi, teori himpunan dan lain-lain. Teori ini juga dipakai dalam merancang komputer elektronik dengan menerjemahkannya ke dalam rangkaian saklar (switching circuits) yang pada dasarnya adalah logika, tertutup atau terbuka, mengalirkan arus listrik atau tidak. Aljabar Boole dapat didefinisikan secara abstrak dalam beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan menspesifikasikan unsur unsur pembentuknya dan operasi operasi yang menyertainya.

Pada aljabar boole terdapat aksioma yang dinamakan Posulat Huntington sebagai berikut: 1. Identitas (i) a + 0 = a (ii) a . 1 = a 2. Komutatif (i) a + b = b + a (ii) a . b = b . a 3. Distributif (i) a . (b + c) = (a . b) + (a . c) (ii) a + (b . c) = (a + b) . (a + c) 4. Komplemen Untuk setiap a 0 B terdapat elemen unik a 0 B sehingga (i) a + a = 1 (ii) a . a = 0

Elemen 0 dan 1 adalah dua elemen unik yang berada di dalam B. 0 disebut elemen terkecil dan 1 disebut elemen terbesar. Kedua elemen unik dapat berbeda beda pada beberapa aljabar Boole (misalnya i dan U pada himpunan, False dan True pada proposisi), namun secara umum kita tetap menggunakan 0 dan 1 sebagai dua elemen unik yang berbeda. Elemen 0 disebut elemen zero, sedangkan elemen 1 disebut elemen unit. Operator + disebut operator penjumlahan, . disebut operator perkalian, dan disebut operator komplemen.

Perbedaan antara aljabar Boole dengan aljabar biasa untuk aritmetika bilangan riil : 1. Hukum distributif yang pertama, a . (b + c) = (a . b) + (a . c) sudah dikenal di dalam aljabar biasa, tetapi hukum distributif yang kedua, a + (b . c) = (a + b) . (a + c), benar untuk aljabar Boole, tetapi tidak benar untuk aljabar biasa. 2. Aljabar Boole tidak memiliki kebalikan perkalian (multiplicative inverse) dan kebalikan penjumlahan; karena itu, tidak ada operasi pembagian dan pengurangan di dalam aljabar Boole. 3. Aksioma nomor 4 pada definisi 2.1 mendefinisikan operator yang dinamakan komplemen yang tidak tersedia pada aljabar biasa. 4. Aljabar biasa memperlakukan himpunan bilangan riil dengan elemen yang tidak berhingga banyaknya. Sedangkan aljabar Boole memperlakukan himpunan elemen B yang sampai sekarang belum didefinisikan, tetapi pada aljabar Boole dua-nilai, B didefinisikan sebagai himpunan dengan hanya dua nilai, 0 dan 1.

Hal lain yang penting adalah membedakan elemen himpunan dan perubah (variable) pada sistem aljabar. Sebagai contoh, pada aljabar biasa, elemen himpunan bilangan riil adalah angka, sedangkan peubahnya seperti a, b, c dan sebagainya. Dengan cara yang sama pada aljabar Boole, orang mendefinisikan elemen elemen himpunan dan peubah seperti x, y, z sebagai simbol simbol yang merepresentasikan elemen.

Berhubung elemen elemen B tidak didefinisikan nilainya (kita bebas menentukan anggota anggota B), maka untuk mempunyai sebuah aljabar Boole, orang harus memperlihatkan : 1. elemen elemen himpuan B, 2. kaidah / aturan operasi untuk dua operator biner dan operator uner, 3. himpunan B, bersama sama dengan dua operator tersebut, memenuhi keempat aksioma di atas. Jika ketiga persyaratan di atas dipenuhi, maka aljabar yang didefinisikan dapat dikatakan sebagai aljabar Boole.

Aplikasi Aljabar Boole Aljabar Boolean mempunyai aplikasi yang luas, antara lain bidang jaringan pensaklaran dan rangkaian digital. 1. Aplikasi dalam jaringan pensaklaran ( Switching Network) Saklar adalah obyek yang mempunyai dua buah keadaan: buka dan tutup. Kita asosiasikan setiap peubah dalam fungsi Boolean sebagai gerbang (gate) didalam sebuah saluran yang dialiri listrik, air, gas, informasi atau benda lain yang mengalir secara fisik, gerbang ini dapat berupa kran di dalam pipa hirolik, transistor atau dioda dalam rangkaian listrik, dispatcher pada alat rumah tangga, atau sembarang alat lain yang dapat melewatkan atau menghambat aliran.

2. Aplikasi dalam rangkaian digital elektronik Rangkaian digital elektronik biasanya dimodelkan dalam bentuk gerbang logika. Ada tiga macam gerbang logika dasar : AND, OR, dan NOT. Secara fisik, rangkaian logika diimplementasikan dalam rangkaian listrik spesifik. 1. Gerbang NOT

2. Gerbang OR

3. Gerbang AND

Penggunaan Aljabar Boole Aplikasi soal Aljabar BooleDari Postulat dan Teorema Aljabar Boolean diatas tujuan utamanya adalah untuk penyederhanaan :-Ekspresi Logika-Persamaan Logika -Persamaan Boolean (Fungsi Boolean)yang inti-intinya adalah untuk mendapatkan Rangkaian Logika(Logic Diagram) yang paling sederhana. Berikut beberapa penyerdehanaan dengan menggunakan aljabar boole : 1. Sederhanakan A . (A . B + C) PenyelesaianA . (A . B + C)= A . A . B + A . C =A.B+A.C = A . (B + C)

2. Sederhanakan A + A . B+ A. B Penyelesaian A + A . B+ A. B= (A + A . B) + A. B = A + A. B =A+B 3. Sederhanakan A. B + A . B + A. B PenyelesaianA. B + A . B + A. B= (A+ A) . B + A. B(T3a) = 1 . B + A. B = B + A. B = B + A

2. Flip - Flop Rangkaian Logika terbagi menjadi dua kelompok yaitu rangkaian logika kombinasional dan rangkaian sekuensial. Rangkaian logika kombinasional adalah rangkaian yang kondisi keluarannya (output) dipengaruhi oleh kondisi masukan (input). Rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya. Rangkaian yang termasuk rangkaian logika kombinasional yaitu Dekoder, Enkoder, Multiplekser, Demultiplekser. Pada rangkaian-rangkaian itu terlihat bahwa kondisi keluaran hanya dipengaruhi oleh kondisi masukan pada saat itu. Adapun contoh rangkaian yang termasuk rangkaian sekuensial yaitu flip-flop, counter, dan register. Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sekuensial. Counter, register serta rangkaian sekuensial lain disusun dengan menggunakan flip-flop sebagai komponen utama. Flip-flop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian ini mampu melakukan proses penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan kepadanya. Data yang tersimpan itu dapat dikeluarkan sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan. Ada beberapa macam flip-flop, yaitu flip-flop R-S, flip-flop J-K, dan flip-flop D. Ada juga masalah pemicuan yang akan mengaktifkan kerja flip-flop.

Hubungan input-output ideal yang dapat terjadi pada flip-flop adalah:

A. Set, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika positif (1) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya. B. Reset, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika negatif (0) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya. C. Tetap, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) tidak berubah dari kondisi sebelumnya saat dipicu. D. Toggle, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan logika keluaran (Q) berkebalikan dari kondisi sebelumnya saat dipicu. Secara ideal berdasar perancangan kondisi keluaran Q selalu berkebalikan dari kondisi keluaran Q.

Pemicuan Flip-Flop Pada flip-flop untuk menyerempakkan masukan yang diberikan pada kedua masukannya maka diperlukan sebuah clock untuk memungkinkan hal itu terjadi. Clock yang dimaksud di sini adalah sinyal pulsa yang beberapa kondisinya dapat digunakan untuk memicu flip-flop untuk bekerja. Ada beberapa kondisi clock yang biasa digunakan untuk menyerempakkan kerja flip-flop yaitu : 1. Tepi naik : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika rendah (0) ke logika tinggi. 2. Tepi turun : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika tinggi (1) ke logika rendah (0). 3. Logika tinggi : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 1. 4. Logika rendah : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 0.

Tabel Pengujian Pemicuan Clock Langkah Pengujian 1. 2. Clock 1 0 0 0 ke 1 (ditekan) 3. 1 1 1 ke 0 (dilepas) 4. 0 Diubah-ubah Diubah-ubah Berubah Tetap Tepi turun Diubah-ubah Diubah-ubah Diubah-ubah Berubah Tetap Tetap Tepi naik Input Diubah-ubah Diubah-ubah Diubah-ubah Output Berubah Berubah Tetap Jenis Pemicuan Logika Tinggi Logika rendah

Jenis jenis Flip - Flop 1. Flip-Flop R-S Flip-flop R-S adalah rangkaian dasar dari semua jenis flip-flop yang ada. Terdapat berbagai macam rangkaian flip-flop R-S, pada percobaan ini flip-flop R-S disusun dari empat buah gerbang NAND 2 masukan. Dua masukan flip-flop ini adalah S (set) dan R (reset), serta dua keluarannya adalah Q dan Q. Kondisi keluaran akan tetap ketika kedua masukan R dan S berlogika 0. Sedangkan pada kondisi masukan R dan S berlogika 1 maka kedua keluaran akan berlogika 1, hal ini sangat dihindari karena bila kondisi masukan diubah menjadi berlogika 0 kondisi kelurannya tidak dapat diprediksi (bisa 1 atau 0). Keadaan ini disebut kondisi terlarang.

Tabel Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock No. 1. 2. 3. S 1 1 1 R 1 1 1 Clock Aktif (1) Tepi turun (Berubah dari 1 ke 0) Tidak aktif (0) Keterangan Kondisi terlarang Kondisi pacu Kondisi tak tentu

Tabel Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock dan masukan yang serempak No. 1. 2. 3. S 1 0 0 R 1 0 0 Clock Aktif (1) Tepi turun Tidak aktif (0) Keterangan Kondisi terlarang Kondisi pacu Kondisi tak tentu

2. Flip-flop D Flip-flop D dapat disusun dari flip-flop S-R atau flip-flop J-K yang masukannya saling berkebalikan. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan salah satu masukannya dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan. Flip-flop ini dinamakan dengan flip-flop data karena keluarannya selalu sama dengan masukan yang diberikan. Saat flip-flop pada keadaan aktif, masukan akan diteruskan ke saluran keluaran.

3. Flip-flop J-K Flip-flop J-K merupakan penyempurnaan dari flip-flop R-S terutama untuk mengatasi masalah osilasi, yaitu dengan adanya umpan balik, serta masalah kondisi terlarang seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu pada kondisi masukan J dan K berlogika 1 yang akan membuat kondisi keluaran menjadi berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya atau dikenal dengan istilah toggle. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisi-kondisi masukan yang lain semua sama dengan flip-flop R-S.

Register Register merupakan sekelompok flip-flop yang dapat menyimpan informasi biner yang terdiri dari bit majemuk. Register dengan n flip-flop mampu menyimpan sebesar n bit. Ada dua cara untuk menyimpan dan membaca data ke dalam register, yaitu seri dan paralel. Dalam operasi paralel, penyimpanan atau pembacaan dilakukan secara serentak oleh semua tingkat reigster. Sedangkan untuk operasi seri, diterapkan secarasequential bit demi bit sampai semua tingkat register terpenuhi. Ada empat tipe register : 1. Serial In Serial Out 2. Paralel In Paralel Out 3. Serial In Paralel Out 4. Paralel In Serial Out 1. Register Serial In Serial Out Pada Register Serial In Serial Out, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluarannya juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip-flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip-flop kedua menerima masukan dari flip-flop pertama, dan seterusnya. 2. Register Paralel In Paralel Out Register Paralel In Paralel Out mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya. Pada register jenis ini, data masuk dan keluar secara serentak. Dan hanya membutuhkan satu kali picu.

3. Register Serial In Paralel Out Register serial In Paralel Out mempunyai satu saluran masukan dan saluran keluaran sejumlah flip-flop yang menyusunnya. Data masuk satu-persatu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak. Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register. 4. Register Paralel In Serial Out Register Paralel In Serial Out mempunyai jalur masukan sesuai dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan dikendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu-persatu (secara serial).

Aplikasi Penggunaan Flip flop Counter atau pencacah dapat dibentuk menggunakan rangkaian flip-flop, umumnya adalah flip-flop jenis J-K, seperti yang ditunjukan Gambar 1, dengan tabel kebenaran seperti tertera dalam Tabel 1.

Gambar 1. Simbol flip-flop J-K dengan preset dan reset.

Tabel 1. Tabel kebenaran dari flip-flop J-K.

Flip-flop ini akan bekerja sebagai counter jika pin J dan K diberi logika tinggi (seperti terlihat dalam tabel, output Q akan mengalami toggle jika ada transisi clock tinggi ke rendah). Sinyal yang dicacah tidak lain adalah sinyal clock itu sendiri. Sebelum sampai ke counter, Gambar 2 berikut memberikan penjelasan bagaimana flip-flop J-K ini bekerja.

Gambar 2. Diagram pewaktuan flip-flop J-K.

Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa, ketika J adalah LOW, dan K adalah HIGH serta sinyal clocknya adalah transisi dari tinggi ke rendah, maka output (Q) akan bernilai LOW. Ketika J dan K adalah berlogika HIGH, dan sinyal clocknya adalah transisi dari tinggi ke rendah, maka output (Q) akan berubah ke komplemen

sebelumnya (di sini berubah dari rendah ke tinggi) yang disebut mengalami kondisi toggle.

Rangkaian

counter

menggunakan

flip-flop

J-K

dapat

diwujudkan

menggunakan rangkaian seperti pada Gambar 3. Counter pada rangkaian Gambar 3 memiliki lebar data sebesar 3 bit, serta jenis counternya adalah jenis asinkron. Jika menginginkan lebar data yang yang lebih besar maka tinggal merangkaian seri sebanyak yang diinginkan. Diagram pewaktuannya dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 3. Rangkaian counter 3 bit.

Contoh Flip Flop 1. RS Flip - Flop RS Flip-Flop yaitu rangkaian Flip-Flop yang mempunyai 2 jalan keluar Q dan Q (atasnya digaris). Simbol-simbol yang ada pada jalan keluar selalu berlawanan satu dengan yang lain. RS-FF adalah flip-flop dasar yang memiliki dua masukan yaitu R (Reset) dan S (Set). Bila S diberi logika 1 dan R diberi logika 0, maka output Q akan berada pada logika 0 dan Q not pada logika 1. Bila R diberi logika 1 dan S diberi logika 0 maka keadaan output akan berubah menjadi Q berada pada logik 1 dan Q not pada logika 0. Sifat paling penting dari Flip-Flop adalah bahwa sistem ini dapat menempati salah satu dari dua keadaan stabil yaitu stabil I diperoleh saat Q =1 dan Q not = 0, stabil ke II diperoleh saat Q=0 dan Q not = 1 yang diperlihatkan pada gambar berikut:

Gambar 2. RS-FF yang disusun dari gerbang NAND

Tabel Kebenaran:

Keterangan : memory = 1/0 dont care = Q dan Qnot nilainya 1 atau 0 Q = 0 [reset] Q = 1 [set]

Yang dimaksud kondisi terlarang yaitu keadaaan yang tidak diperbolehkan kondisi output Q sama dengan Q not yaitu pada saat S=0 dan R=0. Yang dimaksud dengan kondisi memori yaitu saat S=1 dan R=1, output Q dan Qnot akan menghasilkan perbedaan yaitu jika Q=0 maka Qnot=1 atau sebaliknya jika Q=1 maka Q not =0. 2. CRS Flip Flop CRS Flip-Flop

Tabel kebenarannya:

Keterangan: 1 / 0 = memory Q = 0 [reset] Q = 1 [set]

CRS Flip-flop adalah clocked RS-FF yang dilengkapi dengan sebuah terminal pulsa clock. Pulsa clock ini berfungsi mengatur keadaan Set dan Reset. Bila pulsa clock berlogik 0, maka perubahan logik pada input R dan S tidak akan mengakibatkan perubahan pada output Q dan Qnot. Akan tetapi apabila pulsa clock berlogik 1, maka perubahan pada input R dan S dapat mengakibatkan perubahan pada output Q dan Q not.

Daftar Pustaka
1. Aljabar Boole www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=penjelasan%20aljabar%20boole&sourc e=web&cd=1&ved=0CEwQFjAA&url=http%3A%2F%2Fketinggalan.files.wordpres s.com%2F2010%2F11%2Fdefinisi-aljabar-boolean-versi11.pdf&ei=isXvT4mzEo_JrAfNy7G9DQ&usg=AFQjCNHM48RUsCgjBaIegi5tT63H2dDCg

www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=aplikasi%20aljabar%20boole&source=web&cd =2&ved=0CEwQFjAB&url=http%3A%2F%2Fviper26.files.wordpress.com%2F2009 %2F10%2Fpertemuan-11-aplikasialjabarboolean.ppt&ei=NcrvT8_KMdHKrAei8YmDQ&usg=AFQjCNEqE2FycPBG65zKpIzGoO3IauuRQQ

www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=contoh%20aljabar%20boolean&source=web&c d=9&sqi=2&ved=0CGAQFjAI&url=http%3A%2F%2Focw.usu.ac.id%2Fcourse%2F download%2F4190000007-dasar-teknikdigital%2Ftke_113_handout_gerbang_dan_aljabar_boole.pdf&ei=sMvvT4qHcryrQfWj5i-DQ&usg=AFQjCNFmq9UMjHONFSQPV3_4I9N-OvVlXQ

www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=contoh%20aljabar%20boole&source=web&cd =20&ved=0CFcQFjAJOAo&url=http%3A%2F%2Felektroftunp.files.wordpress.com %2F2011%2F11%2Faljabar-boolean-dan-penggunaan-gerbanglogika.pdf&ei=P8_vT6a2MpDLrQeTkYWDQ&usg=AFQjCNF26aZWEOpfH2cEQcAOAu6yAu3KRw

2. Flip Flop http://chemicz.wordpress.com/2008/10/29/flip-flop/ http://inovly.blogspot.com/2011/05/apa-itu-flip-flop-trus-cara-menghitung.html http://m4rry.blogspot.com/2011/01/rangkaian-flip-flop_16.html