Anda di halaman 1dari 15

senyawa

koordinasi

senyawa

koordinasi

N E N E N G
MARYAM J.N.J

senyawa

koordinasi

Pengertian senyawa koordinasi


Senyawa yang mengandung satu atau lebih ion kompleks dengan sejumlah kecil molekul atau ion diseputar atom atau ion logam pusat, biasanya dari logam transisi

Sifat logam transisi


Memiliki sub kulit d yang tidak terisi penuh atau mudah menghasilkan ion-ion dengan sub kulit d yang tidak terisi penuh

Warna yang unik

Pembentukan senyawa paramagnetik

Aktivitas katalitik

Kecenderungan untuk membentuk ion kompleks

Unsur transisi baris pertama


21

Sc
24 Cr

22 Ti

23 V

Pada periode ketiga, dari Na sampai Ar


- Nomor atom meningkat

25 Mn 28 Ni

26 Fe
29

27
Co

- Elektron bertambah di kulit terluar - Muatan inti meningkat karena bertambahnya proton - jari-jari atom menurun - Elektronegativitas dan energi ionisasi meningkat

Pada logam transisi dari Sc - Cu


- Muatan inti bertmbah,tetapi ada tambahan elektron ke sub kulit 3d bagian dalam sehingga dapat melindungi kulit 4s dari bertambahnya muatan inti - Jari-jari atom tidak cepat turun - Elektronegativitas dan energi ionisasi naik sedikit

Cu

Logam transisi bersifat inert (bereaksi lambat) terhadap asam, karena adanya lapisan oksida pelindung

Konfigurasi Elektron

Ca 20 memiliki konfigurasi elektron [Ar] 4 s2

Dari Sc sampai Cu, elektron ditambahkan pada orbital 3d

Konfigurasi elektron terluar untuk Sc21 adalah 4 s2 3d1, Ti22 adalah 4 S2 3d2
Kecuali

Cr24 adalah 4 S1 3d5


kestabilan

Cu29 adalah 4 S1 3d10

Senyawa koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi
Berasal dari anion dan molekul netral

Ag+ Ion pusat Fe2+

[Ag (NH3)2]Cl

NH3

[Fe

Ligan (CN)6]4- CN-

ligan

Berfungsi sebagai pendonor pasangan elektron

Ion pusat
Berasal Ion logam transisi

Berfungsi sebagai penerima (akseptor) pasangan elektron

[Ag (NH3)2]Cl

Ion kompleks ditulis dalam [ ] untuk membedakan dengan garam biasa, eq. AgCl

[Ag (NH3)2
Jumlah Ligan (NH3) yang terikat pada ion pusat disebut bilangan koordinasi

]+
Muatan ion kompleks

Cl-

Bukan Ligan
Ion untuk menetralkan muatan kompleks (+1)

Muatan ion pusat


Muatan ligan

Ditentukan oleh

Jumlah muatan ion pusat + jumlah semua muatan ligan = jumlah muatan ion kompleks

[Fe (CN)6

3]

[Ag
Ag+ +

+ (NH3)2]
2 x NH3

Muatan ion kompleks = +3 dan muatan ligan CN- = 1(berasal dari garam KCN) Muatan ion pusat Fe + (6 X CN) = -3, muatan ion pusat Fe + (6 X -1) = -3 Fe + (-6) = -3 Fe = -3 + 6 = +3

1 + 2(0) = 1

Contoh: Tentukan muatan ion pusat dari ion kompleks berikut

Maka, ion pusat [Fe (CN)6] 3- adalah Fe3+

[Cu (H2O)6] 2+
Muatan ion kompleks = +2 dan muatan ligan = 0 Muatan ion pusat (Cu) + (6 X 0) = +2, maka muatan ion pusat adalah +2 atau Cu2+

Senyawa kompleks
Senyawa Senyawa kompleks kompleks netral ion
Contoh:

Pada umumnya dibentuk dari ion pusat dengan ligan netral Contoh: [Ag (NH3)2]+ Dan [Cu (H2O)6] 2+ Kompleks kation dibentuk dari ion pusat muatan positif dengan ligan muatan negatif Contoh: [Fe (CN)6]3-

Kompleks anion

1. [Cr(CH3COO)3] Cr 3mengikat 3 ligan CH3COO2. [Co(NH3)3 (NO3)3 ] 3. [Cu(NH3)4 Cl2 ]

Contoh: [Ag (NH3)2]Cl Akan terurai menjadi [Ag (NH3)2]+ Dan anion Cl-

Ciri khas: sifatnya tetap dalam bentuk molekul bila dilarutkan

Ligan
Nama umum, rumus, muatan

Spesies dalam senyawa kompleks yang menyediakan pasangan elektron bebas

Nama IUPAC
Fluoro Kloro Iodo Siano Tiosiano-S Hidrokso Akua Karbonil tiokarbonil Nirtosil

Singkatan

Nama umum, rumus, muatan

Nama IUPAC
Nitro-N Nitrito-O Fosfina Piridina Ammina
Metilamina
etilendiamina dietiltetraamin

Singkatan
NO2ONOPR3 Py NH3

Fluoro, FKloro , ClIodo, ISiano, CNTiosiano, SCNHidrokso , OHAkua, H2O Karbonil, CO Tiokarbonil, CS Nitrosil, NO+

FClICNSCN-

Nitro, NO2Nitrito, ONOFosfin, PR3 Piridin, C5H5N Ammina, NH3


Metilamina
etilendiamina dietiltetraamin Trietiltetraamin Asetilasetonato

Isotiosiano, NCS- Tiosiano-N

NCSOHH2O CO CS NO+

MeNH2
En Dien Trien Acac Bipy

2,2-bipiridin

senyawa nama tata

koordinasi

[Co (NO2)6]2- ion Heksanitritokobaltat (III)

Penamaan ligan
contoh
Ligan anion

[Cr (CN)6]3+ ion heksasianokromat (III) [PdBr4]2- ion tetrabromopaladat (II) [Cu (NH3)4]SO4 ion tetraamin tembaga (Ii) sulfat [Ni(CCO)4]tetra karbonilnikel

Nama anion dimodifikasi menjadi berakhiran O, anion oksida O2- menjadi ligan okso, OH- menjadi hidrokso, CN-menjadi Siano dst

Ligan organik Radikal bebas dinamakan seperti nama radikalnya, seperti CH3 adalah metil, C6H5 adalah fenil, tetapi molekul organik namanya digunakan sepenuhnya.
[Hg (CH3)2] dimetil merkuri (II) [Co (CH3CN )5]2+ pentaacetonitrilkobal (II) [Ni(PPh3)4] tetratrifenilfosfina nikel (0) [Cui(Py)4]tetrapiridinatembaga (II) [Co (NH2CH2CH2NH2 )3]+3 trisetildiaminakobal (III)

N2 dan O2 disebut ligan dinitrogen dan dioksigen


contoh: [Ru (NH3) 5 N2]2- disebut pentaaminadinitrogenrutenium (II)

Penamaan logam
Kompleks kation dan netral pada akhir nama logamnya diikuti dengan tingkat oksidasinya dalam senyawa kompleks yang ditulis dengan angka romawi dalam kurung, seperti Nikel (0), besi (II), tembaga (II), krom (III)

Bila kompleks kompleks anion maka nama latin dari logam dimodifikasi bagian akhirnya ditambahkan at, misalnya kufrat, ferrat, argentat, stannat dsb, sedangkat tingkat oksidasinya tetap ditulis seperti pada kompleks kation dan netral

Contoh [Fe (NH3)6]+2 heksaamminabesi (II)

Contoh [Fe (Cl)4]2- tetrakloroferrat (II) K[Cu (CN)2] kalium disianokuprat (I) [Ag (S2O3)2]3- bitiosulfatoargentat (I) [Sn (Cl)6]2- heksaklorostanat (IV)

Penomeran awalan
Jumlah ligan diberikan dengan awalan
Jika nama ligan mempunyai awalan (prefix) maka ditulis dalam tanda kurung dan digunakan set awalan kedua. Nama nama awalan sebagai berikut: 2 di bis 3 tri tris 4 Tetra tetrakis 5 Penta pentakis 6 Heksa heksakis 7 Hepta heptakis 8 Okta oktakis 9 Nona nonakis 10 Deka dekakis

contoh [Co (NH2CH2CH2NH2 )3]+3 Cl2


Ion diklorobis (etilendiamina) kobal (III)

[Fe(C5H4- C5H4N)3]2+
ion tris (bipiridin) besi (II)

[Cu (Py)2Cl2]

Bispirudinadiklorotembaga (II)

Urutan penulisan
[Co (NH3)4Cl2] Cl Tetraaminadklorokobal (III) Klorida
Nama ligan

[Pt (NH3) BrCl( CH3NH2 ) ] aminabromoklorometilamina platina (II) [Co (NH3)3Cl2 CO3] trisaminakarbonatodiklorokobaltat (III)

Nama ion/logam pusat

Isomer
Jika ligan>1 , ligan netral ditulis lebih dulu diikuti anion (secara alfabetik)

Ditunjukkan dengan awalan yang ditulis italic dengan tanda hubung, seperti cis, trans, dextro, levo dsr

Cis- Pt (NH3)2Cl2 cisdiammindikloroplatina (II) Trans-[Co (NH3)4Cl2] Cl transTetraaminadklorokobal (III) Klorida