Anda di halaman 1dari 5

ACARA I TANAH SEBAGAI HABITAT MAKROFAUNA DAN MIKROBIOTA A. Pendahuluan 1.

Latar Belakang Tanah merupakan bagian penutup bumi yang paling luar. Tanah mempunyai banyak manfaat dan peran dalam kehidupan manusia. Tanah mengandung berbagai macam unsur-unsur yang bermanfaat bagi makhluk hidup. Salah satu manfaat yang diberikan tanah untuk makhluk hidup khususnya makhluk yang hidupnya tergantung di dalam tanah adalah penyedia tempat tinggal dan penyedia makanan untuk mereka. Hal ini dapat dicontohkan dengan biota tanah yang dapat menambat unsur hara N dan pelarut P. Tanah tersusun atas empat bahan yaitu mineral, bahan organik, air dan udara. Bahan-bahan penyusun tanah tersebut jumlahnya masing-masing berbeda untuk setiap jenis atau lapisan tanah. Permukaan tanah banyak terdapat makrofauna. Makrofauna tanah berperan penting dalam prosesproses ekologis yang terjadi di dalam tanah, seperti dekomposisi, siklus unsur hara dan agregasi tanah. Kehidupan hewan tanah sangat bergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis hewan tanah di suatu daerah sangat ditentukan keadaan daerah itu. Perkataan lain keberadaan dan kepadatan suatu populasi suatu jenis hewan tanah disuatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan, yaitu lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Penyebaran makrofauna tanah lingkungan merupakan suatu sistem kompleks yang berada diluar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme yang hidup dalam lingkungan masingmasing. Begitu pula jumlah dan kualitas organisme penghuni di setiap

habitat tidak sama. Perbedaan yang paling mencolok adalah pada ukuran tumbuhan hijau, karena akan mempengaruhi penyebaran makrofauna disekitarnya. Lingkungan juga merupakan salah satu bagiannya. Kehidupan makrofauna dan mikrofauna tanah dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang merupakan tempat hidupnya, diantaranya pH tanah, temperatur tanah, temperatur udara, kelembaban tanah, kelembaban udara, intensitas cahaya. Perbedaan kondisi lingkungan menyebabkan adanya perbedaan jenis makrofauna tanah dan juga yang mendominasinya. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui makrofauana dan mikrofauna seperti apa saja yang terdapat di berbagai lahan yang menjadi sempel di dalam praktikum ini sehingga dapat diketahui juga penyebaran dari biota tanah ini. 2. Tujuan Praktikum B. Tinjauan Pustaka Tanah merupakan suatu sistem terbuka, artinya sewaktu-waktu tanah itu dapat menerima tambahan bahan dari luar atau kehilangan bahan-bahan yang telah dimiliki tanah. Sebagai sistem terbuka, tanah merupakan bagian dari ekosistem dimana komponen-komponen ekosistem tanah, vegetasi dan hewan saling memberi dan menerima bahan-bahan yang diperlukan. Lingkungan tanah merupakan lingkungan yang terdiri dari gabungan antara lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. Gabungan dari kedua lingkungan ini menghasilkan suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal bagi beberapa jenis makhluk hidup, salah satunya adalah makrofauna tanah. Bagi ekosistem darat, tanah merupakan titik pemasukan sebagian besar bahan ke dalam tumbuhan melalui akar-akarnya. Tumbuhan menyerap air, nitrat, fosfat, sulfat, kalium, seng dan mineral esensi lainnya melalui akar-akar tumbuhan (Hardjowigeno, 2007). Fauna tanah merupakan salah satu komponen tanah. Kehidupan fauna tanah sangat tergantung pada habitatnya, karena keberadaan dan kepadatan

populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat ditentukan oleh keadaan daerah tersebut. Keberadaan dan kepadatan populasi suatu jenis fauna tanah di suatu daerah sangat tergantung pada faktor lingkungan, yaitu lingkungan biotik dan abiotik. Fauna tanah merupakan bagian darai ekosistem tanah, oleh karena itu dalam mempelajari ekologi fauna tanah faktor fisika dan faktor kimia tanah selalu diukur (Suin 2006). Proses dekomposisi dalam tanah tidak akan mampu berjalan cepat bila di tunjang oleh kegiatan makro fauna tanah. Keberadaan makrofauna tanah di dalam tanah sangat tergantung pada kegiatan energi dan sumber makanan untuk melangsungkan hidupnya, seperti bahan organik dan biomassa hidup yang semuanya berkaitan dengan aliran siklus karbon dalam tanah. Ketersediaan energi dan unsur hara bagi makro fauna tanah tersebut, maka perkembangan dan aktivitas makro fauna tanah akan berlangsung baik dan timbal baliknya akan memberikan dampak positif bagi kesuburan tanah. Dalam sistem tanah, interaksi biota tanah tampaknya sulit dihindarkan karena biota tanah banyak terlibat dalam suatu jaring- jaring makanan dalam tanah (Leksono 2007). Salah satu faktor dalam penentu keberadaan biota tanah adalah temperatur. Temperatur sangat mempengaruhi aktivitas mikrobial tanah.

Aktivitas ini sangat terbatas pada temperatur di bawah 10C, laju optimum aktifitas biota tanah yang menguntungkan terjadi pada suhu 18-30C. Nitrifikasi berlangsung optimum pada temperatur sekitar 30C. Pada suhu diatas 30C lebih banyak unsur K-tertukar dibebaskan pada temperatur rendah (Hanafiah 2007).
Makrofauna sebagai pencampur dan pengaduk tanah, akan memacu perubahan struktur tanah yang semula bersifat kompak dan masif menjadi tanah yang bertekstur remah. Pengadukan tanah bagian bawahan dengan bagian atasan (bioturbasi) menyebabkan adanya translokasi fraksi tanah berukuran halus dari bagian bawah ke permukaan tanah. Di samping itu, bekas tempat yang dilewatinya

akan membentuk liang-liang (lubang saluran), yang bermanfaat sebagai lalu lintas pertukaran udara dan pergerakan air infiltrasi. Kesanggupan mikrobia sebagai pembenah sifat-sifat tanah, mengisyaratkan bahwa kehadiran makrofauna dalam tanah sangat diperlukan untuk menjamin terciptanya lingkungan hidup yang nyaman bagi tanaman dan mikrobia yang sedang tumbuh (Mashum 2003)

DAFTAR PUSTAKA Hardjowigeno, Sarwono.2007.Ilmu Tanah.Jakarta : Akademika Pressindo Hanafiah, Kemas.2005.Dasar-dasar Ilmu Tanah.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Leksono, A.Setyo.2007.Ekologi Pendekatan Deskriptif dan Kuantitatif. Malang : Bayumedia Suin, N.M.2006.Ekologi Hewan Tanah.Jakarta : Bumi Aksara
Mashum, M., Soedarsono, J., Susilowati, L. E. 2003. Biologi Tanah. CPIU Pasca IAEUP, Bagpro Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia, Ditjen Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.