Anda di halaman 1dari 24

Makalah Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian yang menjadi satu kesatuan.
Dalam menjalani proses kehamilan tersebut, ibu hamil mengalami perubahanperubahan anatomi pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya. Mulai dari
trimester I, sampai dengan trimester III kehamilan. Perubahan-perubahan anatomi
tersebut meliputi perubahan sistem pencernaan, payudara, system endokrin, system
kekebalan, system perkemihan.
Memang adakalanya perubahan yang terjadi tak begitu nyaman dirasakan. Namun
demikian, selama sifatnya masih fisiologis atau memang normal terjadi dalam proses
kehamilan berlangsung ringan dan tak mengganggu aktivitas, dianggap normal.
Perubahan anatomi dan adaptasi pada perempuan hamil sebagian besar sudah terjadi
segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan
ini merupakan respon terhadap janin. Satu hal yang menakjubkan adalah bahwa hampir
semua perubahan ini akan kembali seperti keadaan sebelum hamil setelah proses
persalinan dan menyusui selesai. Oleh karena itu, penukis membuat makalah dengan
judul Perubahan Anatomi Dan Adaptasi Fisiologi Ibu Hamil Yang Meliputi Sistem
Reproduksi, Payudara, Sistem Endokrin, Sistem Kekebalan, Dan Sistem Perkemihan.
B. Rumusan Masalah
Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil meliputi sistem
reproduksi, payudara, sistem endokrin, sistem kekebalan dan sistem perkemihan?
C. Tujuan
Mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil meliputi sistem
reproduksi, payudara, sistem endokrin, sistem kekebalan dan sistem perkemihan.
BAB II
PEMBAHASAN
Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil yang meliputi Sistem
Reproduksi, Payudara, Sistem Endokrin, Sistem Kekebalan dan Sistem Perkemihan.
Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil sebagian besar sudah terjadi
segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan
ini merupakan respon terhadap janin. Ibu hamil mengalami perubahan anatomi dan
adaptasi fisiologi, pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya. Mulai dari trimester
I, sampai dengan trimester III kehamilan. Perubahan-perubahan anatomi tersebut
meliputi perubahan sistem reproduksi, payudara, system endokrin, system kekebalan,
dan system perkemihan. Perubahan yang terjadi selama kehamilan tersebut akan
kembali seperti ke keadaan sebelum hamil,setelah proses persalinan dan menyusui
selesai.
A. Sistem Reproduksi
1. Trimester I
a. Uterus
Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot sementara produksi
meosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan
ikat dan elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan
meningkatkan kekuatan dinding uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan
menebal, tetapi seiring dengan bertambahanya usia kehamilan akan menipis pada akhir
kehamilan ketebalanya hanya sekitar 1,5 cm bahkan kurang.
Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh hormon esterogen dan
sedikit oleh progesteron.akan tetapi, setelah kehamilan 12 minggu lebih penambahan
ukuran uterus didominasi oleh desakan dari hasil konsepsi. Pada awal kehamilan tuba
fallopi, ovarium,dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus,

sementara pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus. Posisi
plasenta juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus, dimana bagian uterus yang
mengelilingi implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian
lainnya. Sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata. Fenomena ini dikenal dengan
tanda piscaseck.
Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti
buah alvokat. Seiring dengan perkembangan kehamilannya,daerah fundus dan korpus
akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.
Istimus uteri pada minggu pertama mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang
mengakibatkan ithmus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda
Hegar. Pada akhir kehamilan 12 minggu uterus akan menyentuh dinding abdominal
mendorong usus seiring perkembangannya, uterus akan menyentuh dinding abdominal
mendorong usus kesamping, dan keatas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati.
Sejak trimester I kehamillan uterus akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan
umumnya tidak disertai nyeri.
b. Serviks
Serviks menjadi lunak (soft) yang disebut dengan tanda Goodell, banyak jaringan ikat
yang mengandung kolagen, kelenjar servikal membesar dan mengeluarkan banyak
cairan mukus karna pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi
livid yang disebut tanda Chadwick.
c. Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga
ditunda.hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan
berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan. Dan setelah itu akan berperan
sebagai penghasil progeteron dlam jumlah yang relatif minimal.
d. Vagina dan Vulva
Minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi sehingga vagina tampak merah dan kebiruan
(tanda chatwick). pH vagina menjadi lebih asam. Dari 4 menjadi 6.5 menyebabkan
rentan terhadap infeksi vagina. Mengalami deskuamasi/pelepasan elemen epitel pada
sel-sel vagina akibat stimulasi estrogen membentuk rabas vagina disebut leukore
(keputihan). Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama
persalinan dengan produksi mukosa vagina yang tebal, jarinagn ikat longar, hipertropi
otot polos dan pemanjangan vagina.
2. Trimester II
a. Uterus
Bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir
kehamilan berbentuk bujur telur. Pada kehamilan lima bulan,rahim teraba seperti berisi
cairan ketuban dan dinding rahim terasa tipis. Posisi rahim antara lain:
1. Pada empat bulan kehamilan, rahim tetap berada pada rongga pelvis.
2. Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat
mencapai batas hati.
3. Rahim yang hamil biasanya mobilitasnya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau
kiri
Pada kehamilan 16 minggu,kavum uteri seluruh nya di isi oleh amion dimana desidua
kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi TFU terletak antara
pertengahan simpisis pusat. Plansenta telah terbentuk seluruh nya. Pada kehamilan 20
minggu, TFU terletak 2-3 jari di bawa pusat. Pada kehamilan 24 minggu, TFU terletak
setinggi pusat.
b. Serviks
Serviks bertambah dan menjadi lunak (soft) yang di sebut dengan tanda Gooldell.
Kelenjar endoserfikal membesar dan mengeluarkan cairan mukus. Oleh karna
pertumbuhan dan pelebaran pembulu darah, warna nya menjadi lipid yang di sebut

tanda Chandwick.
c. Ovarium
Saat ovulasi terhenti masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuk nya
plasenta yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesteron ( kira-kira pada
kehamilan 16 minggu dan korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm)
d. Vagina dan vulva
Terjadi peningkatan vaskularisasi vagina dan peningkatan sensitifitas yang
menyolok,serta meningkatkan libido.
3. Trimester III
a. Uterus
Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram-1000 gram pada akhir kehamilan
empat puluh minggu. Pada kehamilan 28 minggu, TFU (Tinggi Fundus Uteri) terletak 2-3
jari diatas pusat, Pada kehamilan 36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Prosesus
xifoideus. Dan pada kehamilan 40 minggu,TFU berada tiga jari dibawah Prosesus
xifoideus. Pada trimester III , istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan
berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim (SBR). Pada
kehamilan tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih
lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan
segmen bawah yang lebih tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik.
Dinding uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR.
b. Serviks
Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen.
Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi, maka
konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat
yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit
mengandung jaringan otot, maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter,
sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus
uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin kebawah . Sesudah partus, serviks akan
tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti spinkter.
Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada kehamilan,
akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya
dengan kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.
Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih
banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan
pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan
keadaan fisiologik, karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin
bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks
menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan.
c. Ovarium
Ovulasi terhenti, fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron di ambil alih oleh
plasenta.
d. Vagina dan Vulva
Vagina dan vulva mengalami perubahan karena pengaruh esterogen.akibat dari
hipervaskularisi,vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada
vagina atau portio serviks di sebut tanda chadwick.
B. Payudara
1. Trimester I
Payudara (mamae) akan membesar dan tegang akibat hormon somatomamotropin,
estrogen dan progesteron, akan tetapi belum mengeluarkan ASI. Estrogen menimbulkan
hipertropi sistem saluran, sedangkan progesterone menambah sel-sel asinus pada
mammae.
Somatomamotropin mempengaruhi pertumbuhan sel-sel asinus pula dan menimbulkan

perubahan dalam sel-sel sehingga terjadi pembuatan kasein, laktralbumun dan


laktoglobulin. Dengan demikian mammae dipersiapkan untuk laktasi. Disamping itu
dibawah pengaruh progesteron dan somatomamotropin terbentuk lemak sekitar
alveolua-alveolus,sehingga mammae menjadi lebih besar. Papilla mammae akan
membesar, lebih tegang dan tambah lebih hitam, seperti seluruh areola mammae
karena hiperpigmentasi. Hipertropi kelenjar sebasea (lemak) yang mungul diareola
primer dan disebut tuberkel Montgomery. Glandula Montgomery tampak lebih jelas
menonjol dipermukaan areola mammae.
Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara mulai timbul
sejak minggu keenam gestasi. Perubahan payudara ini adalah tanda mungkin hamil.
Sensivitas payudara bervariasi dari rasa geli ringan sampai nyeri tajam. Peningkatan
suplai darah membuat pembuluh darah dibawah kulit berdilatasi. Pembuluh darah yang
sebelumnya tidak terlihat, sekarang terlihat, seringkali tampak sebagai jalinan jaringan
biru dibawah permukaan kulit. Kongsti vena di payudara lebih jelas terlihat pada
primigravida. Striae dapat terlihat dibagian luar payudara.
2. Trimester II
Kolostrum mulai muncul, warnanya bening kekuning-kuningan. Pertumbuhan payudara
pun lebih besar lagi karena diperngaruhi oleh kelenjar mamae, dan berakhir pada usia
kehamilan 20 minggu.
3. Trimester III
Mammae semakin tegang dan membesar sebagai persiapan untuk laktasi akibat
pengaruh somatotropin, estrogen dan progesteron.Pada payudara wanita terdapat striae
karena adanya peregangan lapisan kulit. Hal ini terjadi pada 50 % wanita hamil. Selama
trimester ini pula sebagian wanita mengeluarkan kolostrum secara periodik.
C. Sistem Endokrin
1. Trimester I
Perubahan besar pada system endokrin yang penting terjadi untuk mempertahankan
kehamilan, pertumbuhan normal janin, dan pemulihan pascapartum (nifas). Tes HCG
positif dan kadar HCG meningkat cepat menjadi 2 kali lipat setiap 48 jam sampai
kehamilan 6 minggu. Perubahan-perubahan hormonal selama kehamilan terutama
akibat produksi estrogen dan progesterone plasenta dan juga hormone-hormon yang
dikeluarkan oleh janin. Berikut perubahan-perubahan hormonal selama kehamilan ( dan
trimester I sampai trimester III)
a. Estrogen
Produksi estrogen plaseenta terus naik selama kehamilan dan pada akhir kehamilan
kadarnya kira-kira 100 kali sebelum hamil.
b. Progesteron
Produksi progesterone bahkan lebih banyak dibandingkan estrogen. Pada akhir
kehamilan produksinya kira-kira 250 mg/hari. Progesterone menyebabakan tonus otot
polos menurun dan juga diuresis. Progesterone menyebabkan lemak disimpan dalam
jaringan sub kutan di abdomen, punggung dan paha atas. Lemak berfungsi sebagai
cadangan enrgi baik pada masa hamil maupun menyusui.
c. Human chorionic gonadotropin (HCG)
Hormone ini dapat terdeteksi beberapa hari setelah perubahan da merupakan dasar tes
khamilan. Puncak sekresinya terjadi kurang lebih 60 hari setelah konsepsi.fungsi
utamanya adalah mempertahankan korpus luteim.
d. Human placental lactogen (HPL)
Hormone ini diproduksinya terus naik dan pada saat aterm mencapai 2 gram/hari.
Efeknya mirip dengan hormone pertumbuhan. Ia juga bersifat diabetogenik,sehingga
kebutuhan insulin wanita hamil naik.
e. Pituitary Gonadotropin
FSH dan LH berada dalam keadaan sangat rendah selama kehamilan karena ditekan

oleh estrogen dan progesterone plasenta.


f. Prolaktin
Produksinya terus meningkat, sebagai akibat kenaikan sekresi estrogen.sekresi air susu
sendiri dihambat oleh estrogen ditingkat target organ.
g. Growth hormone (STH)
Produksinya sangat rendah karena mungkin ditekan HPL.
h. TSH,ACTH, dan MSH
Hormone-hormon ini tidak banyak dipengaruhi oleh kehamilan.
i. Titoksin
Kelenjar tiroid mengalami hipertropi dan produksi T4 meningkat. Tetapi T4 bebas
relative tetap, karena thyroid binding globulin meninggi, sebagai akibat tingginya
estrogen, dan juga merupakan akibat hyperplasia jaringan glandular dan prningkatan
vaskularisasi. Tiroksin mengatur metabolisme.
j. Aldosteron, Renin dan angiotensin
Hormone ini naik, yang menyebabkan naiknya volume intravaskuler.
k. Insulin
Produksi insulin meningkat sebagai akibat estrogen, progesterone dan HPL.
l. Parathormon
Hormone ini relative tidak dipengaruhi oleh kehamilan.
2. Trimester II
Adanya peningkatan hormon estrogen dan progesterone serta terhambatnya
pembentukan FSH dan LH. Ovum tidak terbentuk tetapi estrogen & progesteron yang
terbentuk. Ovulasi akan terjadi peningkatan sampai kadar relatif rendah.
a. Sekresi hipofisis, kelenjar hipofisis anterior membesar sedikikitnya 50% selama
kehamilan & meningkat kortikotropin tirotropin & prolaktin.
b. Sekresi kortikosteroid,meningkat selama kehamilan untuk membeantu mobilisasi
asam amino dari jaringan ibu sehingga dapat dipakai untuk sintesis jaringan janin.
c. Sekresi kelenjar tiroid, membesar sekitar 50% dan meningkat produksi tiroksin yang
sesuai dengan Pembesaran tersebut.
d. Sekresi kelejar paratiroid, membesar selama kehamilan terjadi bila ibu mengelamai
defisiensi Ca / kalsium dalam makanannya. Karna janin akan mengunakan Ca ibu untuk
pembentukan tulangnya sendiri.
e. Sekresi relaksin oleh ovarium. Agak diragukan fungsi nya karna mempunyai efek
perlunakan servik ibu hamil pada saat persalinan dan penghambatan mortilitas uterus.
3. Trimester III
Hormon Somatomamotropin, esterogen, dan progesteron merangsang mammae
semakin membesar dan meregang, untuk persiapan laktasi.
D. Sistem Kekebalan
1. Trimester I
Peningkatan PH vagina menyebabkan wanita hamil rentan terhadap infeksi vagina.
Sistem pertahanan tubuh ibu tetap utuh, kadar immunoglobin dalam kehamilan tidak
berubah.
2. Trimester II
Janin sebenarnya merupakan benda asing bagi ibunya karena hasil pertemuan dua
gamet yang berlainan. Namun ternyata janin dapat diterima oleh sistem imunitas tubuh,
hal ini merupakan keajaiban alam dan belum ada gambaran jelas tentang mekanisme
sebenarnya yang berlangsung pada tubuh ibu hamil. Imunologi dalam janin kebanyakan
dari ibu ke janin sekitar 16 mgg kehamilan dan terus meningkat ketika kehamilan
bertambah, tetapi sebagian besar lagi diterima janin selama empat minggu terakhir
kehamilan.
3. Trimester III
Human chorionic gonadotropin dapat menurunkan respons imun wanita hamil. Selain

itu, kadar IgG, IgA, dan IgM serum menurun mulai dari minggu ke 10 kehamilan, hingga
mencapai kadar terendah pada minggu ke 30 dan tetap berada pada kadar ini hingga
trimester terakhir. Perubahan perubahan ini dapat menjelaskan penigkatan risiko
infeksi yang tidak masuk akal pada wanita hamil.
E. Sistem Perkemihan
1. Trimester I
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan sehingga sering timbul
kencing. Dan keadaan ini hilang dengan tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar
dari rongga panggul. Pada kehamilan normal , fungsi ginjal cukup banyak berubah, laju
filtrasi glomelurus dan aliran plasma ginjal meningkat pada kehamilan.
Bila satu organ membesar, maka organ lain akan mengalami tekanan, dan pada
kehamilan tidak jarang terjadi gangguan berkemih pada saat kehamilan. Ibu akan
merasa lebih sering ingin buang air kecil. Pada bulan pertama kehamilan kandung
kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar.
Pada kehamilan normal fungsi ginjal cukup banyak berubah. Laju filtrasi glomerulus dan
aliran plasma ginjal meningkat pada awal kehamilan.Ginjal wanita harus
mengakomodasi tuntutan metabolisme dan sirkulasi ibu yang meningkat dan juga
mengekskresi produk sampah janin. Ginjal pada saat kehamilan sedikit bertambah
besar, panjangnya bertambah 1-1,5 cm. Ginjal berfungsi paling efisien saat wanita
berbaring pada posisi rekumbeng lateral dan paling tidak efisien pada saat posisi
telentang. Saat wanita hamil berbaring telentang, berat uterus akan menekan vena
ekava dan aorta, sehingga curah jantung menurun. Akibatnya tekanan darah ibu dan
frekuensi jantung janin menurun, begitu juga dengan volume darah ginjal.
2. Trimester II
Kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar mulai berkurang, karena uterus
sudah mulai keluar dari uterus. Pada trimester 2, kandung kemih tertarik keatas dan
keluar dari panggul sejati kea rah abdomen. Uretra memanjang samapi 7,5 cm karena
kandung kemih bergeser kearah atas. Kongesti panggul pada masa hamil ditunjukkan
oleh hyperemia kandung kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini membuat
mukosa kandung kemih menjadi mudah luka dan berdarah. Tonus kandung kemih dapat
menurun. Hal ini memungkinkan distensi kandung kemih sampai sekitar 1500 ml. Pada
saaat yang sama, pembesaran uterus mennekan kandung kemih, menimbulkan rasa
ingin berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi sedikit urine.
3. Trimester III
Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun kepintu atas panggul keluhan sering
kencing akan timbul lagi karena kandung kencing akan mulai tertekan kmbali. Selain itu
juga terjadi hemodilusi menyebabkan metabolisme air menjadi lancar.
Pada kehamilan tahap lanjut, pelvis ginjal kanan dan ureter lebih berdilatasi daripada
pelvis kiri akibat pergeseran uterus yang berat ke kanan akibat terdapat kolon
rektosigmoid di sebelah kiri.
Perubahan-perubahan ini membuat pelvis dan ureter mampu menampung urine dalam
volume yang lebih besar dan juga memperlambat laju aliran urine.
F. Contoh dan Analisis Kasus
1. Contoh Kasus
Ny T mengalami keluhan-keluhan pada saat kehamilannya. Pada bulan awal-awal, Ny T
mengalami keadaan yang tidak enak seperti mual, muntah, dan sering buang air kecil.
Pada bulan-bulan pertengahan, Ny T mengalami pertambahan berat badan yang begitu
cepat dan drastis, dan frekuensi berkemih semakin meningkat dengan semakin
membesarnya perut dan payudara.
Pada akhir-akhir kehamilannya, Ny T melihat perubahan- perubahan di tubuhnya
khususnya pada bagian perut tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih
tebal dan segmen bawah yang lebih tipis.

2. Analisis Kasus
Keluhan-keluhan yang di alami oleh Ny T di sebabkan karena perubahan anatomi dan
fisiologi pada sistem-sistem pada tubuh yakni sistem reproduksi, payudara, system
perkemihan dan system endokrin. Mual, muntah yang di alami oleh Ny T akibat kadar
hormon estrogen yang meningkat sehingga tonus otot-otot traktus digestivus menurun,
sehingga morbilitas seluruh taktus digestivusi juga kurang.
Bila organ lain seperti perut mengalami pembesaran maka organ lain akan mengalami
tekanan jadi tidak jarang dengan semakin besarnya perut akan mengalami gangguan
perkemihan dengan sering buang air kecil.Berat badan meningkat merupakan hal yang
lumrah untuk menyesuaikan keadaan otot-otot yang semakin melebar agar bisa
menahan berat si bayi, sedangkan payudara membesar untuk mempersiapkan ASI bagi
bayi.
Pada bagian perut tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan
segmen bawah yang lebih tipis dikarenakan adanya kontraksi otot-otot bagian atas
uterus yang menyebabkan segmen bawah rahim menjadi lebih lebar dan tipis.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil sebagian besar sudah terjadi
segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan
ini merupakan respon terhadap janin. Ibu hamil mengalami perubahan anatomi dan
adaptasi fisiologi, pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya. Mulai dari trimester
I, sampai dengan trimester III kehamilan. Perubahan-perubahan anatomi tersebut
meliputi perubahan sistem reproduksi, payudara, system endokrin, system kekebalan,
dan system perkemihan. Perubahan yang terjadi selama kehamilan tersebut akan
kembali seperti ke keadaan sebelum hamil, setelah proses persalinan dan menyusui
selesai.
B. Saran
1. Bidan
Seorang bidan sebaiknya mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada
ibu hamil.
2. Ibu
Perubahan yang terjadi pada diri ibu merupakan hal yang wajar karena didalam tubuh
ibu terdapat kehidupan lain selain kehidupannya, sehingga tubuh perlu menyesuaikan
diri dengan suasana baru tersebut, jadi sebaiknya ibu tidak perlu takut dengan
perubahan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi,Vivian Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta :
Salemba Medika.
Kusmiati, Yuni dkk. (2009). Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta : Fitramaya
Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Jakarta : Trans Info
Media.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC
Pantika, Ika dan Saryono. 2010. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Yogyakarta: Nuha
Medika.
Pearce, E. 2009. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia.
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka.
Tiran, Denise. 2005. Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC
Yeyeh, Ai dkk. 2009. Asuhan Kebidanan 1(kehamilan). Jakarta : Trans Info Media

MAKALAH

ASUHAN KEBIDANAN I

PERUBAHAN ANATOMIS DAN ADAPTASI FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL

TRIMESTER I, II DAN III PADA PERUBAHAN BERAT BADAN DAN INDEK

MASA TUBUH, DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH, SERTA SISTEM

PERSYARAFAN

DISUSUN OLEH :

KELAS FIBULA KELOMPOK 5

1. ARISMA ARIF GUNITA SARI

(1240100248)

2. NI MADE SRI PRAYONI

(1240100294)

3. PUTRI PONCO BADRULATUS S

(1240100303)

4. RATNA ANGGRAINI

(1240100305)

5. TITIK MUCHLISIN

(1240100326)

6. UMNIATI HADI

(1240100330)

PRODI D III KEBIDANAN

AKADEMI KEBIDANAN WIYATA MITRA HUSADA

KERTOSONO NGANJUK

2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta

karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang

alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul Perubahan Anatomis dan Adaptasi

Fisiologis pada Ibu Hamil Trimester I, II dan III pada Perubahan Berat Badan dan Indek

Masa Tubuh, Darah dan Pembekuan Darah, serta Sistem Persyarafan

Makalah ini berisikan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada Ibu Hamil

trimester I, II dan III pada berat badan dan indek masa tubuh, darah dan pembekuan darah,

dan sistem persyarafan.

Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang

perubahan-perubahan anatomis dan adaptasi fisiologis pada ibu hamil trimester I, II, dan III.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan

saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan

makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan

serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa

meridhai segala usaha kita. Amin.

Nganjuk, Maret 2013


Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................................

Kata Pengantar ...............................................................................................

ii

Daftar Isi .........................................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN ..............................................................................

1.1 Latar Belakang ...............................................................................

1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................

BAB II TINJAUAN TEORI ...........................................................................

2.1 Berat Badan dan Indek Masa Tubuh................................................

2.2 Darah dan Pembekuan Darah ..........................................................

2.3 Sistem Persyarafan...........................................................................

BAB III PENUTUP.........................................................................................

11

3.1 Kesimpulan .....................................................................................

11

3.2 Saran ..............................................................................................

12

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian dalam satu kesatuan yang
dimulai dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan
kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong kelahiran bayi
dan persalinan dengan kesiapan untuk memelihara bayi. Dalam menjalani proses kehamilan
tersebut, ibu hamil mengalami perubahan- perubahan anatomi dan fisiologi pada tubuhnya
sesuai dengan usia kehamilannya. Mulai dari trimester I, sampai dengan trimester III
kehamilan. Perubahan-perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi tersebut diantaranya
adalah perubahan Berat Badan dan Indek Masa Tubuh, Darah dan Pembekuan Darah, Serta
Persyarafan. Selama perubahan-perubahan yang sifatnya masih fisiologis atau memang
normal terjadi dalam proses kehamilan berlangsung ringan dan tak mengganggu aktivitas,
dianggap normal. Sebaliknya bila gejala-gejala tersebut mulai berlebihan dan menyebabkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengganggu aktivitas bukan hal yangnormal lagi.

1.2 TUJUAN PENULISAN


1.2.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III
yaitu Perubahan Berat Badan dan Indek Masa Tubuh, Darah dan Pembekuan Darah, Serta
Persyarafan..
1.2.2 Tujuan khusus
1. Sebagai media informasi bagi masyarakat umum terutama ibu, tentangperubahan anatomi
dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III yaituPerubahan Berat Badan dan Indek
Masa Tubuh, Darah dan Pembekuan Darah, Serta Persyarafan.
2. Sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa kebidanan atau mahasiswa lainnya.

BAB II
TINJAUAN TEORI
Pada ibu hamil, perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis pada tubuh berkembang
sesuai tahap usia kehamilannya. Mulai dari trimester I, sampai trimester III kehamilan.
Perubahan-peruabahan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
2.1

BERAT BADAN DAN INDEK MASA TUBUH


Peningkatan berat badan optimal untuk rata-rata kehamilan adalah 12,5 kg, 9 kg
diperoleh pada 20 minggu terakhir. Berat badan yang optimal ini berkaitan dengan resiko
kompilkasi terendah selama kehamilan dan persalinan serta berat badan bayi lahir rendah.
Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan. Tingkat edema,laju
metabolik, asupan diet, muntah atau diare, merokok, jumlah cairan amniotik dan ukuran
janin, semuanya harus diperhitungan. Usia maternal, ukuran tubuh prekehamilan, paratis,
ras-etenisitas, hipertensi, dan diabetes juga mempengaruhi pola peningkatan berat badan
maternal.
Peningkatan berat badan yang tepat bagi setiap ibu hamil saat ini didasarkan pada
indeks masa tubuh prekehamilan (body mass index) yang mengambarkan perbandingan berat
badannya lebih sedikit daripada ibu yang memasuki kehamilan dengan berat badan sehat.

2.1.1

Trimester I
Seorang wanita yang sedang hamil sudah mengalami penambahan berat badan, namun
penambahan tersebut masih tergolong rendah, kira-kira 1-2 kg. karena pada masa ini saat
dimana otak, alat kelamin, dan panca indra janin sedang dibentuk.
2.1.2
Trimester II
Seorang wanita hamil akan mengalami kenaikan berat badan yang lebih banyak dibandingkan
pada saat trimester I, karena pada trimester II ini pertumbuhan janin juga semakin besar.
Dan sebagian besar penambahan berat badan selama masa kehamilan berasal dari uterus
dan isi-isinya. Pada trimester II ini seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami
penambahan berat badan kira kira 0,35 0,4kg per minggu. Kenaikan berat badan yang
baik memang secara bertahap dan kontinyu. Bisa jadi catatan bahwa adanya penambahan
berat badan yang berlebih dan secara cepat bisa jadi indikasi awal keracunan kehanilan
atau diabetes.
2.1.3
Trimester III
Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, penambahan BB dari mulai awal kehamilan sampai akhir
kehamilan adalah 11 12 kg
Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :

Jaringan dan Cairan

Berat badan (kg)

Janin

3-4

Plasenta

0,6

Cairan amnion

0,8

Peningkatan berat uterus

0,9

Peningkatan berat payudara

0,4

Peningkatan volume darah

1,5

Cairan ekstra seluler

1,4

Lemak

3,5

Total

12,5 kg

Rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut :
BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari.
BBI = ( TB 110) jika TB diatas 160 cm
(TB 105 ) jika TB dibawah 160 cm.
Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa
dan disesuaikan olehKatsura untuk orang Indonesia.

UH adalah Umur kehamilan dalam minggu,


Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini
diketahui
0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil nilai
terendah 350 gram atau 0.35 kg
Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada
kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya).

Berikut ini contoh menghitung berat badan ideal ibu hamil, ada tiga contoh. Yaitu:
1.
Contoh PERTAMA
Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata = Berat Badan Idea
Diketahui : Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 53 kg, umur kehamilan 30 minggu.
Ditanya
: Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
Di jawab :
BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110 karena TB > 160 cm
BBI Hamil = 52+ (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg = 62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 9.5 kg
dari berat badan sebelum hamil.
2.
Contoh KEDUA
Diketahui : Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata 10 % > Berat Badan Ideal
Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 57 kg, umur kehamilan 30 minggu.
Ditanya
: Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
Di jawab :
BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110 karena TB > 160 cm
BBI Hamil = 52+ (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg = 62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 5.5 kg
atau (62,5 57) dari berat badan sebelum hamil.

3.
Contoh KETIGA
Diketahui : Berat Badan Ideal jika Berat Badan Nyata 10% < Berat Badan Ideal
Seorang ibu dengan TB = 162 cm, BB sebelum hamil 47 kg, umur kehamilan 30 minggu.
Di Tanya : Berapa BBI Ibu hamil tersebut ?
Di jawab :
BBI sebelum hamil = 162 -110 = 52 kg (dikurangi 110 karena TB > 160 cm
BBI Hamil = 52+ (30 x 0.35) = 52 + 10.5 kg = 62,5 kg
Jadi berat badan ideal ibu hamil tersebut adalah 62,5 kg atau ada tambahan sebesar 15.5 kg
atau (62,5 47) dari berat badan sebelum hamil.
Penghitungan berat badan berdasarkan indeks massa tubuh :
IMT
=
BB / TB
Dimana

IMT = Indeks masa tubuh


BB = Berat badan (kg)
TB = Tinggi badan (m)

Contoh :
Diketahui : BB : 50 kg
Tb : 160 kg
Ditanya : IMT ?
Di jawab : IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53

KATEGORI

IMT

REKOMENDASI

Rendah

<19,8

12,5 18

Normal

19,8 26

11,5 16

Tinggi

26 29

7 - 11,5

Obesitas

>29

Gemeli

16 20,5

2.2

DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH


Darah mengangkut oksigen, karbondioksida, nutrisi dan hasil metabolisme ke seluruh
tubuh. Selain itu darah juga berfungsi sebagai alat keseimbangan asam basa, perlindungan
dari infeksi, dan merupakan pemelihara suhu tubuh.
Darah terdiri dua komponen yaitu plasma (55%) dan sel-sel darah (45%). Plasma
mengandung air, protein plasma, dan elektrolit. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (99%),
leukosit dan trombosit.
Volume darah merupakan kombinasi dari volume plasma dan volume sel darah merah.
Peningkatan volume darah selama kehamilan berkisar 30-50% dan bahkan bisa lebih pada
kehamilan ganda. Peningkatan volume darah berhubungan dengan peningkatan CO mulai
kehamilan 6 minggu. Peningkatan volume darah juga berhubungan dengan mekanisme
hormonal.
Peningkatan volume plasma yaitu sekitar 50%, hal ini dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme ibu dan janin. Peningkatan ini erat hubungannya dengan berat badan
bayi. Ibu dengan kehamilan ganda akan mengalami peningkatan volume plasma yang lebih
besar daripada ibu dengan kehamilan biasa.
Volume plasma meningkat pada minggu ke-6 kehamilan Sehingga terjadi pengenceran
darah ( hemodilusi ) dengan puncaknya pada umur kehamilan 32 34 mg. Serum darah
(volume darah) bertambah 25 30 % dan sel darah bertambah 20 %. Massa sel darah merah
terus naik sepanjang kehamilan. Hemotokrit meningkat dari TM I TM III.
Peredaran darah dipengaruhi oleh faktor :
1.
Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan
perkembangan dan pertumbuhan dalam rahim.
2.
Terjadi hubungan langsung antara arteri & vena pada sirkulasi retro
plasenter.
3.
Pengaruh Hormon Progesteron dan estrogen.
4.
Volume darah : Meningkat, jumlah serum lebih besar dari pertambahan sel
darah, sehingga terjadi pengenceran darah ( haemodilusi ).
5.
Sel darah

Sel darah meningkat 20 %, Protein darah dalam bentuk albumin dan gammaglobulin
menurun pada TM I.
Sel Darah Putih
Jumlah Peripheral WBC makin meningkat dengan cepat selama kehamilan. Selama
trimester pertama rata-rata jumlah WBC adalah sekitar 9500/mm 3 meningkat menjadi ratarata 20-30.000/ mm3 pada saat at term. Jumlah ini menurun dengan cepat setelah persalinan
dan kembali ke kadar sebelum hamil pada akhir minggu pertama pasca persalinan. Adanya
hemodilusi maka LED sangat meningkat ( 4 x dari angka normal )
Pembekuan/Koagulasi
Perubahan pada kadar fibrinogen, faktor-faktor pembekuan dan pleteles selama
kehamilan berakibat pada peningkatan kapasitas untuk pembekuan, dengan akibat
peningkatan risiko terjadinya DIC (Disseminated Intravascular Coagulation) seperti yang
terjadi pada komplikasi-komplikasi antara lain molahidatidosa dan abrupsiv plasenta/solusio
plasenta.

2.3

SISTEM PERSYARAFAN
Perubahan fisiologis spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya gejala neurologis dan
neuromuskular berikut:
Kompresi syaraf panggul atau statis vaskular akibat pembesaran uterus dapat menyebabkan

perubahan sensori di tungkai bawah.


Lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada syaraf atau kompresi

akar syaraf.
Edema yang melibatkan syaraf perifer dapat menyebabkan carpal tunned syndrome selama

trimester akhir kehamilan.


Akroestesia (rasa gatal di tangan) yang timbul akibat posisi tubuh yang membungkuk

berkaitan dengan tarikan pada segmen fleksus barkialis.


Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul saat ibu merasa cemas dan tidak pasti tentang

kehamilannya. Nyeri kepala dapat juga dihubungkan dengan gangguan penglihatan, seperti
kesalahan refraksi, sinusitis atau migran
Nyeri kepala ringan, rasa ingin pingsan dan bahkan pingsan (sinkop) sering terjadi pada awal

kehamilan. Ketidakstabilan vasomotor hipotensi postural atau hipoglikemi mungkin keadaaan


yang bertanggung jawab atas keadaan ini.
Hipokalsemia dapat menyebabkan timbulnya masalah neuromuscular, seperti kram otot atau
tetani

saraf pelvik yang menekan / vasculas tetap disebabkan oleh perbesaran uterus yang
merupakan hasil perubahan sensori pada kaki.
pembengkakan melibat kan saraf pherifera gejala lubang antara persendian sampai lengan &
tangan selama 3 mgg terakhir kehamilan. Pembengkakan yang menekan saraf median
dibawah ligmen persendian antara lengan & tangan
gelaja pharethesia ( terbakar / gatal karna kekacauan sistem saraf sensori ) & rasa sakit pada
tangan yang menyebar sampai siku. tangan yang dominan biasa nya berpengaruh.
acroesthesia ( kaku & gatal pada tangan ) di sebabkan oleh stoop-snouldered sikap menerima
oleh beberapa wanita selama kehamilan pada kondisi ini dihunbungkan dengan penarikan
pada segmen dari brachial plexus yaitu nervus plexus yang berasal dari percabangan ventral
empat nervus spinalis servikalis terakhir dengan nervus spinalis torakalis pertama , memecah
menjadi beberapa nervus utama bahu , dada & lengan
tekanan sakait kepala datang bersama kecemasan, sinusitis,
kunang2 , letih , lesu , dan pingsan adalah umum terjadi selama kehamilan
hypocalcemia ( penurunan kalsium darah yang kurang dari normal ) dekarenakan persyarafan
otot seperti kejang otot / tetanus
Beberapa hal yang dirasakan ibu hamil diantaranya :

Pusing dan kunang-kunang


Pusing dan perasaan seperti melihat kunang-kunang disebabkan oleh hipotensi supine
syndrome (vena cava sindrom). Hal ini terjadi karena ketidakstabilan vasomotor dan
hipotensi postural khususnya setelah duduk atau berdiri dengan periode yang lama.
Hipotensi postural bisa jadi karena kekurangan volume darah sementara.
Meralgia Paresthetica (kesakitan, mati rasa, berkeringat, terasa gatal di daerah paha), bisa
disebabkan oleh tekanan uterus pada saraf kutan lateral femoral.

Sindrom Karpel Tunel


Sindrom ini bisa menimbulkan perasaan terbakar, gatal dan sakit di tangan (biasanya di
jempol dan 3 jari pertama) sakitnya bisa sampai ke pergelangan tangan, naik ke lengan
bagian bawah, dan kadang-kadang sampai ke pundak, leher dan dada.
Sindrom ini menyebabkan luka pada pergelangan tangan sehingga menyebabkan inflamasi
dan penyempitan di saraf tengah yang menjalar ke telapak tangan.

Kejang kaki mendadak


Biasanya terjadi dengan menarik kontraksi otot betis secara berulang. Hal ini terjadi karena
ibu sedang istirahat atau bangun tidur. Kejang ini dikarenakan rendahnya serum ion
kalsium dan meningkatnya fosfat atau ketidakcukupan intake kalsium. Ketika itu terjadi
seharusnya ibu melenturkan atau meluruskan kaki atau berdiri. Ibu tidak dianjurkan
untuk memijat kakinya karena mungkin saja rasa sakit itu berasal dari tromboplebitis.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada setiap kehamilan akan terjadi perubahan-perubahan anatomi sesuai tingkat usia
kehamilan ibu hamil tersebut. Perubahan tersebut dimulai pada trimester awal sampai
trimester terakhir.
Perubahan-perubahan anatomi yang terjadi pada ibu hamil diantaranya meliputi Berat
Badan da Indek Masa Tubuh, Darah da Pembekuan Darah, dan Sistem Persyarafan yang
berkembang sesuai dengan kondisi janin yang ada di kandungan ibu.
a. Pada Berat Badan dan Indek Masa Tubuh
Peningkatan berat badan optimal untuk rata-rata kehamilan adalah 12,5 kg, 9 kg
diperoleh pada 20 minggu terakhir. Berat badan yang optimal ini berkaitan dengan resiko
kompilkasi terendah selama kehamilan dan persalinan serta berat badan bayi lahir rendah.
Penambahan berat badan dari awal kehamilan sampai akhir kehamilan adalah 6,5 16 kg.
b. Darah dan Pembekuan Darah
Peningkatan volume darah selama kehamilan berkisar 30-50% dan bahkan bisa lebih
pada kehamilan ganda. Peningkatan volume darah berhubungan dengan peningkatan CO
mulai kehamilan 6 minggu. Peningkatan volume darah juga berhubungan dengan mekanisme
hormonal.
Peningkatan volume plasma yaitu sekitar 50%, hal ini dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme ibu dan janin. Peningkatan ini erat hubungannya dengan berat badan
bayi. Ibu dengan kehamilan ganda akan mengalami peningkatan volume plasma yang lebih
besar daripada ibu dengan kehamilan biasa.
c. Sistem Persyarafan
Hanya sedikit yang diketahui tentang perubahan fungsi system neurology selama masa
hamil, selain perubahan-perubahan neurohormonal hipotalamik-hipofisis.
B. Saran
Demikian makalah ini kami susun, semoga dengan membaca makalah ini dapat
dijadikan pedoman kita dalam melangkah dan bisa menjaga akhlak terhadap diri sendiri.
Apabila ada kekurangan dalam penulisan makalah ini, kami mohon maaf yang setulustulusnya.

DAFTAR PUSTAKA
Kusmiyati Yuni, SST, dkk. 2009. Perawatan Ibu Hamil, Edisi 3. Yogyakarta. Fitramaya

Rochmiaty Ummy, 2012, Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi pada Ibu Hamil, Ilmu
Kebidanan Untuk Semua, http://ummyhannie.blogspot.com/2012/12/pokokpembahasan-1.html [ diakses pada ( 27 Maret 2013)]

Ratna Dewi, 2013, perubahan anatomis dan fisiologos wanita hamil pada trimester 123
metabolisme dan bb imt, dewi
ndud,http://dewindudd.blogspot.com/2013/02/perubahan-anatomis-danfisiologos_1243.html [ diakses pada ( 27 Maret 2013)]

Allamanda Nadia , 2012, "CATATAN KULIAH"..Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi


Ibu Hamil Trimester I, II dan III, Nadia Allamanda's
Blog,http://nadpurple.blogspot.com/2012/03/catatan-kuliahperubahan-anatomidan.html [ diakses pada ( 27 Maret 2013)]

Suandari Fanny , 2010, PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGIS PADA


IBU HAMIL TRIMESTER II, funny's
suandari,http://fannyvoice.blogspot.com/2010/06/perubahan-anatomi-danadaptasi.html [ diakses pada ( 27 Maret 2013)]

Wulandhari Anggraini, 2012, Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologis Pada Ibu
Hamil,wulan_woe, http://wulanwoe.blogspot.com/2012/02/perubahan-anatomi-danadaptasi.html [ diakses pada ( 27 Maret 2013)]

Sukma Jayanti, 2011, Makalah Perubahan Anatomi Dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu
Hamil Trimester I, Ii, Dan Iii, Anakku
Ubay :), http://amazingbiges.blogspot.com/2011/05/perubahan-anatomi-danadaptasi.html [ diakses pada ( 27 Maret 2013)]
http://web-kemal.blogspot.com/2012/04/perubahan-anatomi-dan-adaptasi.html
http://ua.convdocs.org/docs/index-121753.html?page=10