Anda di halaman 1dari 6

POTENSI PERAN FARMASIS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN LANJUT USIA: PERSPEKTIF RAWAT RUMAH

PENDAHULUAN
Di Indonesia thn1990-2025, menurut data biro sensus Amerika Serikat diperkirakan pertambahan orang usia lanjut terbesar di dunia sebesar 414 %. Tantangan bg penyelenggara pelayanan kesehatan masalah perawatan purna rawat inap di RS krn kapasitas RS sbg tempat rawat inap masih sangat terbatas serta biaya pengobatan, perawatan, dan fasilitas penderita relatif cukup mahal. Alternatif penyelenggaraan rawat rumah (home care) yg dikoordinasikan olh RS. Tujuan dr home care penghematan biaya pemondokan di RS, pencegahan sekunder dan pencegahan tersier tdk mnjd hambatan shg individu yg menderita dpt berfungi optimal scr fisik, mental & sosial mempertahankan otonominya selama mungkin.

Otonomi Otonomi di sini lbh ditekankan pd kemampuan aktifitas dasar sehari-hari (kemampuan bergerak, mandi, buang air besar / kecil sendiri & kegiatan makan). Keberhasilan program Home Care peningkatan kualitas hidup pasien perlu peran farmasis dlm memonitor penggunaan obat olh pasien lanjut usia. Potensi polifarmasi pd pasien lanjut usia cukup besar dg adanya penurunan fungsi fisik krn proses penuaan. Hal yg hrs dipantau olh farmasis trutama ketika pasien ada di rumah efek terapi, efek samping, kemungkinan interaksi obat & ketaatan pasien. Tujuan: Mengetahui potensi peran farmasis dlm rawat rumah pasien lanjut usia terutama utk meningkatkan kualitas hidup pasien.

METODE
Instrumen kuesioner kualitas hidup WHOQOL (World Health Organization Quality of Life) yang sudah tersedia dalam bahasa Indonesia. Pelaksanaan 13 minggu Tempat di rumah pasien lanjut usia yg mengikuti program Home Health Care di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Subjek semua pasien lanjut usia (pasien yg berusia 60 thn ke atas dg penyakit tunggal) program Home Health Care yg melakukan pengobatan & perawatan di rumah dibawah pengawasan RSUP Dr. Sardjito. Analisis data Skor awal kualitas hidup dr instrumen penelitian akn ditransform mnjd skala 0-100 & akn dikategorikan mnjd skala kategori kualitas hidup 0: kematian; 1-55: rendah; 56-79: sedang; 80-99: tinggi dan 100: sempurna.

HASIL

KESIMPULAN
Rata-rata kualitas hidup pasien lanjut usia program Home Health Care di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta 46,14,4 kualitas hidup rendah. Peran farmasis sangat diperlukan dlm program ini utk meningkatkan kualitas hidup pasien, terutama dlm meningkatkan kepatuhan pasien, memonitor efek terapi & efek samping obat yg masuk dlm kategori polifarmasi. Peningkatan & modifikasi teknik komunikasi, informasi & edukasi perlu dilakukan olh farmasis utk pasien lanjut usia yg mengikuti program Home Health Care.