Anda di halaman 1dari 20

TANDA TANDA VITAL (VITAL SIGN)

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI BLOK SISTEM TUBUH II

Disusun Oleh : Lusi Hesti Pratiwisari 131610101058

LABORATORIUM FISIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2013

DAFTAR ISI

Daftar Isi Bab I : Dasar Teori Bab II : Hasil Percobaan dan

......................................................................... .........................................................................

Jawaban Pertanyaan ......................................................................... Bab III : Pembahasan Bab IV : Kesimpulan Daftar Pustaka ......................................................................... ......................................................................... .........................................................................

BAB I DASAR TEORI

A. PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL Pengukuran tanda-tanda vital sangat diperlukan untuk pemeriksaan sebagian besar fungsi dasar tubuh. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin oleh tenaga medis professional dan prnyrdia perawatan sebelum merawat seorang penderita. Tanda-tanda vital utama meliputi empat tanda utama, yaitu : 1. Tekanan darah 2. Denyut nadi (kecepatan, irama, kualitas) 3. Pernafasan (kecepatan, kedalaman dan irama) 4. Suhu tubuh Berat Badan (BB) serta Tinggi Badan (TB) 1. Tekanan Darah Tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap satuan luas dinding pembuluh darah darah ketika mendorong dinding arteri. Tekanan darah tergantung pada luaran kardiak, volume darah yang diejeksi oleh ventrikel permenit, dan tahanan pembuluh darah perifer. Viskositas darah arteri dan elastisistas dinding mempengaruhi tahanan pembuluh darah vaskular. Tekanan darah hampir selalu dinyatakan dalam milimeter air raksa (mmHg) karena alat yang digunakan untuk mengukur tekanan seringnya disebut manometer air raksa. Tekanan darah terdiri dari tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik dihasilkan oleh dinding pembuluh darah setiap kali jantung kontraksi dan memompa darahnya ke pembuluh darah. Tekanan ini diatur oleh volume stroke (atau volume darah yang dipompa keluar pada setiap denyut janutng) Tekanan darah diastolik adalah tekanan paling rendah ketika jantung istirahat

(relaksasi) dan sedang terjadi pengisian darah ke dalam jantung. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada A. Brachialis pada lengan atas atau pada A. Femoralis pada tungkai atas. Cara pengukuran tekanan darah ada dua, yaitu : a. Cara langsung Merupakan cara pengukuran paling tepat untuk menentukan tekanan darah dengan menggunakan jarum atau kanula yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah untuk dihubungkan dengan manometer.

b. Cara Tak Langsung Menggunakan alat tensimeter, yang terdiri dari manset hawa, pompa karet, skrup, klep, dan manometer air raksa (manometer terbuka) atau manometer aneroid (manometer tertutp). Selain dengan manometer, bisa juga dilakukan pengukuran dengan tensimeter digital. Teknik pengukuran dengan manometer ada dua cara, yaitu : a. Palpasi Teknik ini hanya dapat menentukan sistole b. Auskaltasi Teknik ini dilakukan dengan menggunakan alat bantu stetoskop. Dengan cara ini dapat ditentukan sistole maupun diastole. Pada tensimeter digital, selain dapat mengukur sistole maupun diastole juga dapat menentukan denyut nadi. Tabel 1.1 Nilai Tekanan Darah Normal Jenjang Pada masa bayi Pada masa anak-anak Pada masa remaja Dewasa Lansia Diastolik (mmHg) 50 60 60 60 70 80 90 Sistolik (mmHg) 70 90 80 100 90 110 110 125 130 150

Tabel 1.2 Klasifikasi Tekanan Darah Pada Orang Dewasa. Kategori Hipotensi Optimal Normal Normal tinggi Hipertensi ringan (stadium 1) Hipertensi sedang (stadium 2) Hipertensi berat (stadium 3) Hipertensi berat (stadium 4) 180 209 210 110 119 120 Sistole (mmHg) < 90 < 120 < 130 130 139 140 159 160 179 Diastole (mmHg) < 60 < 80 < 85 85 89 90 99 100 109

Keadaan tekanan darah yang lebih rendah dari keadaan normal disebut hipotensi sedangkan tekanan darah yang lebih tinggi dari keadaan normal disebut hipertensi. Tekanan darah ini dapat berubah-ubah dari nilai normalnya tergantung dari keadaan fisiologi organ. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih atau diastolik 90 mmHg atau lebih dan diklasifikasikan (berdasarkan keparahannya) sebagai stage 1 atau 2. Hipertensi sistolik saja (isolated systolichypertension) didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau kurang dan harus diklasifikasikan lebih lanjut sesuai keparahannya (misalnya 170/82 berarti hipertensi sistolik stage

2. Denyut Nadi Denyut nadi adalah suatu gelombang yang teraba pada arteri saat darah dipompa keluar jantung. Denyut nadi juga dikatakan sebagai jumlah kontraksi jantung per menit. Pemeriksaan denyut nadi meliputi irama dan kekuatan kontraksinya. Pengukuran denyut nadi yang paling tepat adalah di A. Karotis atau A. Brachialis karena lebih dekat dengan aorta. Denyut nadi dapat meningkat saat berolahraga, sakit, trauma, dan emosi. Kecepatan denyut nadi dalam keadaan sehat dapat berbeda-beda karena dipengaruhi oleh pekerjaan, makanan, usia, dan emosi.

Tabel 2.1 Keceapatan normal denyut nadi Jenjang Pada bayi yang baru lahir Selama tahun pertama Selama tahun kedua Umur 5 tahun Umur 10 tahun Dewasa Denyut nadi (per menit) 140 120 110 96 100 80 90 60 80

3. Frekuensi nafas Respirasi/ pernafasan adalah jumlah pernafasan/ inspirasi per menit. Pernafasan pada umumnya mempunyai kecepatan yang lebih rendah dan tidak
5

teratur dibandingkan denyut nadi, oleh karena itu prnhitungan frekuensi nafas hendaknya dilakukan dalam satu menit untuk menghindari kesalahan. Selain kecepatan/frekuensi nafas, dalam pemeriksaan nafas hendaknya diperhatikan polapola pernafasan (dada, perut, mulut, hidung), usaha nafas (berkaitan dengan ada sumbatan atau tidak), penggunaan otot-otot tambahan, dan volume nafas (pendek/dalam). Pengukuran dilakukan ketika orang coba dalam keadaan istirahat, dengan menghitung berapa kali jumlah dada terangkat per menit. Jumlah respirasi normal pada orang dewasa adalah 15-20 x/menit ketika istirahat. Kecepatan rspirasi dapat meningkat pada kondisi demam, sakit atau kondisi kesehatan lain.

Tabel 3.1 Frekuensi nafas normal per menit Jenjang Bayi baru lahir Umur 1 tahun Umur 2 5 tahun Dewasa Frekuensi nafas (per menit) 30 40 30 24 10 20

Frekuensi nafas pada wanita lebih tinggi dibandingkan pria. Frekuensi nafas dapat meningkat pada kondisi demam, sakit, atau kondisi kesehatan lain.

4. Suhu Tubuh Suhu setiap bagian tubuh berbeda-beda. Suhu pada bagian dalam adalah yang paling tinggi dan semakin ke daerah yang di luar, suhu semakin rendah. Suhu seseorang dapat bervariasi bergantung pada jenis kelamin, aktivitas, makanan, siklus menstruasi, dan lain-lain. Secara normal, suhu tubuh manusia adalah 36,5
0

C 37,2 0C (97,8 0F 99 0F) sesuai dengan The American Medical Association.

Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu :

a. Melaui Oral Pengukuran suhu pada rongga mulut yang dapat menggunakan sebuah termometer air raksa atau dengan termometer digital. Suhu pada daeral mulut : 36,8 0C + 0,35 0C. b. Melalui Rektal Pengukuran suhu pada daerah rektal/anus menggunakan termometer air raksa atau digital. Pengukuran suhu rektal cenderung lebih tinggi dari oral. Suhu : 37,2 0C + 0,3 0C. c. Melalui Aksial Pengukuran dilakukan di ketiak menggunakan termometer air raksa atau digital. Pengukuran suhu di ketiak cenderung lebih rendah dari mulut sekita 0,6 0C. d. Melalui Telinga Pengukuran dilakukan di telinga menggunakan termometer khusus yang bisa mencatat suhu tubuh dengan cepat melalui silinder telinga. Pengukuran pada bagian ini dapat mewakili suhu tubuh inti tubuh (organ-organ dalam) Suhu tubuh dapat berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Perubahan suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari normal disebut demam. Hal ini disebabkan karena adanya abnormal process dalam tubuh. Perubahan suhu ke suhu yang lebih rendah dari normal disebut hipotermia.

5. Berat dan Tinggi Badan Pengukuran fisik Tinggi Badan dan Berat Badan sangat diperlukan dalam memperoleh informasi tambahan yang menegakkan diagnosis, terutama mengenai hormonal metabolic.

Berat Badan Ideal Wanita : a. BBideal maks wanita b. BBideal min wanita Berat Badan Ideal Pria : a. BBideal maks pria b. BBideal min pria = Tinggi Badan 110 = BBideal maks (BBideal maks x 10%) = Tinggi Badan 110 = BBideal maks (BBideal maks x 10%)

Pengukuran tinggi badan dan berat badan juga dapat digunakan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh = IMT (Body Mass Index) yang dapat digunakan untuk memprediksi kesehatan seseorang. ( Klasifikasi IMT : BB sangat kurus (kurus beresiko) BB kurang (kurus) BB Normal BB berlebih (agak gemuk) Obesitas kelas 1 (gemuk) Obesitas kelas 2 (sanat gemuk) Extreme Obess = IMT < 18,5 kg/m2 = IMT < 18,5 kg/m2 = 18,5 24,9 kg/m2 = 25 29,9 kg/m2 = 30 34,9 kg/m2 = 35 39,9 kg/m2 = 40 kg/m2 ) ( ( ) )

BAB II HASIL PERCOBAAN

Data orang ke-1 Nama : Retno Rachmayanti

Jenis kelamin : Perempuan Berat badan : 50 kg : 36.9C

Tinggi badan : 160 cm Suhu tubuh

Data orang ke-2 Nama : Lusi Hesti Pratiwisari

Jenis kelamin : Perempuan Berat badan : 64 kg : 36,8C

Tinggi badan : 161 cm Suhu tubuh

Data orang ke-3 Nama : Iman Santoso Adji

Jenis kelamin : Laki - Laki Berat badan : 60 kg : 36,8C

Tinggi badan : 165 cm Suhu tubuh

Data orang ke-4 Nama : Natasha Destanti

Jenis kelamin : Perempuan Berat badan : 53 kg : 36,8C

Tinggi badan : 155 cm Suhu tubuh

Data orang ke-5 Nama : Loly Sinaga

Jenis kelamin : Perempuan Berat badan : 44 kg : 35,8C


9

Tinggi badan : 161 cm Suhu tubuh

Data orang ke-6 Nama : M.Maulana Akbari

Jenis kelamin : Laki - Laki Berat badan : 55 kg : 35,8

Tinggi badan : 165 cm Suhu tubuh

1. PENGUKURAN TEKANAN DARAH Orang Parameter I Sphygnomanometer II III Rata I Arenoid II III Rata I Digital II III Rata

Ke-1

Tangan kanan Tangan kiri

90/ 70 90/ 60

90/ 70 90/ 70

90/ 70 100/ 70

90/ 70 93/ 63

90/ 70 90/ 70

90/ 60 90/ 70

90/ 70 90/ 60

90/ 63 90/ 63

91/ 60 97/ 55

89/ 56 99/ 63

88/ 52 99/ 66

89/ 58 92/ 61

Ke-2

Tangan kanan Tangan kiri

114/ 70 120/ 70

120/ 70 110/ 70

120/ 70 110/ 70

118/ 70 113/ 70

120/ 70 110/ 70

116/ 80 110/ 70

120/ 70 120/ 80

118/ 73 113/ 73

128/ 76 126/ 75

120/ 72 117/ 71

120/ 69 111/ 93

123/ 72 118/ 80

2. PENGUKURAN SIKAP TUBUH TERHADAP TEKANAN DARAH Oran g Parameter I Berbaring II III Rata I Duduk II III Rata I Berdiri II III Rata

Ke-1

Tangan kanan Tangan kiri

90/ 70 90/ 60

90/ 70 90/ 70

90/ 70 100/ 70

90/ 70 93/ 63

96/60

92/62

93/ 58

94/ 60 97/ 64

100/ 80 96/60

100/ 80 90/70

100/ 80 100/ 60

100/ 80 90/ 63

97/69

98/61

96/ 64

Ke-2

Tangan kanan Tangan kiri

114/ 70 120/ 70

120/ 70 110/ 70

120/ 70 110/ 70

118/70

120/ 90

130/ 80 120/ 80

120 /80 130 /80

123/ 83 123/ 83

120/ 70 118/ 90

120/ 80 116/ 80

110/ 80 120/ 80
10

116/ 77 118/ 83

113/70

120/ 90

3. TEKANAN DARAH PENGARUH LATIHAN Orang Parameter Denyut Nadi (kali/menit) 72 Ke-5 3 menit pertama 6 menit 9 menit 11 menit 82 78 70 78 Sistole (mmHg) 120 120 110 122 117 Diastole (mmHg) 70 60 60 68 64

105 Ke-6 3 menit pertama 6 menit 9 menit 11 menit 121 98 76 77

100 110 115 100 100

73 70 70 80 70

4. TEKANAN DARAH PENGARUH STRESS : COLD PRESSURE TEST Orang Ke-4 Parameter Pra-Stress 30 detik 60 detik Ke-3 Pra-Stress 30 detik 60 detik 5. PENGUKURAN DENYUT NADI Orang coba Jenis kelamin Pertama Orang ke 3 Orang ke 5 Orang ke 2 Orang ke 6 L P P L 84 80 96 104 Denyut Nadi Kedua 84 90 96 100 Ketiga 84 84 88 104 Sistole (mmHg) 110 90 95 112 118 120 Diastole (mmHg) 57 58 64 70 72 80

11

6. FREKUENSI NAFAS Orang coba Orang ke - 3 Orang ke - 5 Orang ke 2 Orang ke 6 Jenis kelamin L P P L Frekuensi Nafas 39 25 22 21

7. SUHU TUBUH Orang Ke-4 Ke 5 Ketiak Mulut Ketiak Mulut Ke-2 Ketiak Mulut Parameter Suhu ( 0C) 36,4 36,4 36,3 36,8 37,0 36,7

8. TINGGI BADAN DAN BERAT BADAN Orang coba Jenis kelamin P BB dan TB BB Ideal IMT max dan Min Max : 51 24,7 kg Min : 45,9 Max : 55kg 21,62 Min : 49,5 Min : 40kg Max : 45kg 18,3 Klasifikasi

Ke-2

BB : 64 kg TB : 161cm BB : 60 kg TB : 165cm BB : 44kg TB : 155cm

Normal

Ke-3

Normal

Ke-5

Kurus

12

PERTANYAAN DAN JAWABAN PRAKTIKUM A. TEKANAN DARAH 1. Apakah ada perbedaan hasil pengukuran darah dilakukan dengan tensimeter konvensional dan digital? Jawab : Ada. 2. Apakah ada perbedaan hasil pengukuran darah dilakukan pada lengan kanan dan kiri? Jawab : Ada. Yang kanan selalu memiliki tekanan yang lebih besar. 3. Apakah ada perbedaan hasil pengukuran darah dilakukan dengan tensimeter konvensional dan digital? Jawab : Ada. Pengukuran dengan tensimeter digital memiliki ketelitian lebih. 4. Apakah ada perbedaan tekanan darah yang diukur dengan perbedaan posisi ? jelaskan mengapa! Jawab : Ada, hal ini dikarenakan ada efek gravitasi bumi. Pada saat berbaring gaya gravitasi pada peredaran darah lebih rendah karena arah peredaran tersebut horizontal sehingga tidak terlalu melawan gravitasi dan tidak terlalu memompa. Pada saat duduk maupun berdiri kerja jantung dalam memompa darah akan lebih keras karena melawan gaya gravitasi sehingga kecepatan denyut jantung meningkat. 5. Apakah ada perbedaan hasil pengukuran A. Radialis, A. Karotis, dan A. Brachialis ? Jawab : Ada. Namun rata-rata hasil pengukurannya sama,ada selisih pun hanya 1x denyut. 6. Sebutkan faktor apa saja yang mempengaruhi tekanan darah! Jawab : Banyaknya darah yang beredar Viskositas darah Elastisitas dinding pembuluh darah Resistensi perifer Kekuatan memompa jantung.

7. Jelaskan kemungkinan yang dapat terjadi di bidang keokteran gigi jika pada penderita tidak dilakukan pengukuran tanda-tanda vital lebih dahulu!

13

Jawab : menurut saya akan terjadi pendarahan yang berlebihan apabila tidak dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Contohnya pada penderita hipertensi yang tidak diketahui sebelumnya oleh dokter gigi ketika mengadakan ekstraksi gigi, akan mengalami pendarahan yang berlebihan dikarenakan vasodilatasi pada pembuluh darah.

B. DENYUT NADI 1. Mengapa mahasiswa kedokteran gigi harus mengukur denyut nadi sebelum melakukan tindakan operatif ? Jawab : Karena pada bidang kedokteran gigi, sebelum seorang dokter gigi melakukan tindakan operatif, mereka harus melakukan anastesi terlebih dahulu dan sebelum tindakan anastesi dilakukan, perlu dilakukan pemeriksaan fisik termasuk pengukuran denyut nadi yang bertujuan untuk mengetahui apakah pasien dalam kondisi norma atau tidak normal (misalnya menderita penyakit jantung).

2. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi denyut nadi ? Jawab : Aktivitas fisik,posisi tubuh,suhu di sekitar tubuh, ukuran tubuh, obat yang sedang dikonsumsi, sakit, trauma, emosi, umur, jenis kelamin. Denyut nadi dapat meningkat saat berolahraga, sakit, trauma dan emosi. Wanita berumur 12 tahun ke atas umumnya memiliki denyut nadi lebih cepat dari pada laki- laki.

3. Apakah ada perbedaan pengukuran denyut nadi pada berbagai posisi tubuh ? jelaskan mengapa! Jawab : ada. Pada posisi berdiri denyut nadi lebih cepat dari dari posisi berbaring, hal ini terjadi karena kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh saat berdiri sangat keras karena harus melawan gaya gravitasi. Sedangka saat berbaring, peredaran terjadi secara horizontal sehingga tidak terlalu melawan gravitasi saat jantung bekerja. 4. Mengapa saat bekerja denyut nadi meningkat ? Jawab : karena saat bekerja, kita melakukan banyak aktivitas yang membutuhkan O2 sehingga darah yang membawa O2 harus segera diedarkan
14

dan hal itu menyebabkan kerja jantung untuk memompa darah lebih cepat dan lebih keras sehingga denyut nadi bertambah. 5. Bagaimana cara menentukan denyut nadi maksimal dan optimal ? Jawab : Denyut nadi maksimal adalah maksimal denyut nadi yang dapat dilakukan pada saat melakukan aktivitas maksimal.untuk menentukan denyut nadi maksimal digunakan rumus 220-umur.Cara yang aman adalah mengukur denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan: DNM = 220 - Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 6070 persen DNM. Contoh: DN maksimal DN optimal DN minimal . = 220 usia = 80% x DN maksimal = 60% x DN maksimal

C. SUHU TUBUH 1. Mengapa pengukuran suhu tubuh di ketiak berbeda ? berapa perbedaannya ? jelaskan! Jawab : Pengukuram menggunakan peroral atau mulut dilakukan selama 2-3 dan 5 - 10 menit : (paling sedikit 3 menit) pada Ketiak ( Axilla) dilakukan selama 3-5 dan 10-15 menit ( sekarang ini di praktek 3 menit ): 5 menit pada anak dan 9 menit pada orang dewasa. Suhu ketiak tidak seakurat pengukuran oral, dan ini umumnya mengukur 1 derajat lebih rendah dari suhu oral jika diukur secara bersamaan. 2. Kapan harus melakukan pengukuran suhu tubuh di rongga mulut atau pengukuran di bagian tubuh yang lain ? Jawab :penggunaan termometer di rektal dikhususkan untuk bayi. Pasien yang memiliki penyakit menular seksual di ketiak, sedangkan balita di mulut.

15

D. TINGGI BADAN DAN BERAT BADAN 1. Apakah pengukuran TB dan BB diperlukan di kedokteran gigi? Jelaskan untuk apa! Jawab : Pengukuran fisik tinggi dan berat badan diperlukan untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT) yang digunakan untuk memprediksi kesehatan pasien. Selain itu, melalui IMT dapat diketahui pula pengklasifikasian IMT pasien. Apakah pasien termasuk berat badan normal, berat badan kurang, obesitas kelas 1, dan sebagainya. Indikator berat badan dan tinggi badan (wasting status) adalah merupakan indikator yang terbaik digunakan untuk menggambarkan status gizi saat ini. Lebih sensitif serta spesifik sebagai indikator defisit massa tubuh yang dapat terjadi dalam waktu singkat atau dalam periode waktu yang cukup lama sebagai akibat kekurangan makan atau terserang penyakit infeksi. Dalam hubungannya dengan bidang kedokteran gigi, penyakit infeksi ini dapat berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut. Selain itu, pengukuran tinggi badan dan berat badan sangat diperlukan dalam memperoleh informasi tambahan yang menegakkan diagnosis, terutama yang berkaitan dengan hormon metabolik. Salah satu contoh hormon metabolik adalah hormon yang mengatur metabolisme kalsium yang juga berkaitan dengan gigi. . 2. Apakah akibat dari seseorang termasuk kurus beresiko dan juga jika orang tersebut terlalu gemuk ? jelaskan! Jawab : jika terlalu kurus rentan akan virus dan bakteri sehingga dapat menderita suatu penyakit, seperti osteoporosis dan anemia. Jika terlalu gemuk dapat mengakibatkan obesitas yang dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah sehingga dapat menderita penyakit jantung.

16

BAB III PEMBAHASAN

Pengukuran tekanan darah tiap orang berbeda-beda bergantung pada kegiatan yang dilakukan, usia, dan jenis kelamin. Pada wanita tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan pria. Hal ini disebabkan karena aktivitas yang dilakukan oleh pria lebih banyak sehingga kerja jantung untuk menyuplai darah ke suluruh tubuh untuk mentransportasikan oksigen lebih besar dibandingka kerja jantung wanita. Antara lengan kanan dan lengan kiri memiliki perbedaan tekanan darah pula, yaitu tekanan darah lengan kanan rata-rata lebih besar daripada yang kiri. Ini dikarenakan tangan kanan melakukan lebih banyak aktivitas daripada tangan kiri sehingga penyuplaian darah ke bagian ini juga besar juga meningkatkan denyut nadi. Pengukuran denyut nadi lazimnya dilakukan pada A. Radialis dekat pergelangan tangan, A. Brachialis dan A. Carotis tepat dibawah angulus mandibular. Pada saat bekerja, denyut nadi meningkat karena pada saat melakukan aktivitas kerja, maka akan semakin besar metabolisme dalam suatu organ, maka makin besar aliran darahnya. Hal ini akan dikopensasi jantung dengan mempercepat denyutnya dan memperbesar banyaknya aliran darah yang dipompakan dari jantung ke seluruh tubuh sehingga denyut nadi juga akan meningkat. Jumlah denyut nadi dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain aktivitas fisik, posisi tubuh, suhu di sekitar tubuh, ukuran tubuh, obat yang sedang dikonsumsi, sakit, trauma, emosi, umur, jenis kelamin. Denyut nadi dapat meningkat saat berolahraga, sakit, trauma dan emosi. Wanita berumur 12 tahun ke atas umumnya memiliki denyut nadi lebih cepat dari pada lakilaki. Denyut nadi maksimal adalah maksimal denyut nadi yang dapat dilakukan pada saat melakukan aktivitas maksimal. Untuk menentukan denyut nadi maksimal digunakan rumus 220-umur. Cara yang aman adalah mengukur denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan rumusan: DNM = 220 - Umur, kemudian dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70 persen DNM. Bagi dokter gigi, sebelum melakukan tindakan operatif, penting untuk melakukan pengukuran denyut nadi karena sebelum seorang dokter gigi melakukan tindakan operatif, mereka harus melakukan anastesi terlebih dahulu dan sebelum tindakan anastesi dilakukan, perlu dilakukan pemeriksaan fisik termasuk pengukuran denyut nadi yang bertujuan untuk

17

mengetahui apakah pasien dalam kondisi norma atau tidak normal (misalnya menderita penyakit jantung). Sesuai dasar teori, suhu tubuh setiap bagian tubuh berbeda-beda. Dimana suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi daripada suhu tubuh bagian luar. Pengukuran suhu tubuh ini dapat dilakukan dengan menggunakan thermometer air raksa maupun thermometer digital. Pengukuran dilakukan pada bagian aksian (ketiak) dan oral (mulut). Menurut teori, pengukuran suhu pada bagian aksial/ketiak cenderung lebih rendah 0,6oC (1oF) disbanding pengukuran suhu melalui oral/ mulut. Namun setelah dilakukan perhitungan, hasil yang didapat tidak menunjukkan kesesuaian dengan teori. Suhu tubuh yang diukur melalui oral sebesar 37,15oC sedangkan suhu tubuh yang diukur melalui aksial sebesar 37, 05oC. Perbedaan hanya selisih 0,1oC. Pengukuran berat badan dan tinggi badan diperlukan dalam bidang kedokteran untuk menentukan resep obat suatu obat untuk terapi pasien. Obat yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan IMT pasien, maka diperlukan pengukuran TB dan BB. Jika terlalu kurus rentan akan virus dan bakteri sehingga dapat menderita suatu penyakit, seperti osteoporosis dan anemia. Jika terlalu gemuk dapat mengakibatkan obesitas yang dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah akibat tertumpuknya kolesterol yang mengendap di pembuluh darah sehingga dapat menghambat suplay darah ke jantung dan menderita penyakit jantung koroner. Seluruh pengukuran tanda-tanda vital ini sangat penting dan harus dilakukan sebelum pemeriksaan agar diagnosis, perawatan, dan terapi yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh secara fisiologis dan terhindar dari sesuatu yang mengarah ke arah yang lebih buruk.

18

BAB IV KESIMPULAN

Pengukuran tanda-tanda vital sangat diperlukan untuk pemeriksaan sebagian besar fungsi dasar tubuh. Pengukuran ini meliputi pengukuran tekanan darah, denyut nasi, pernafasan, suhu tubu, berat badan dan tinggi badan. Pengukuran tekanan darah dipengaruhi oleh posisi tubuh, aktivitas fisik, temperature, usia, jenis kelamin, dan usia. Sedangkan pengukuran denyut nadi dipengaruhi oleh aktivitas fisik, posisi tubuh, suhu di sekitar tubuh, ukuran tubuh, obat yang sedang dikonsumsi, sakit, trauma, emosi, umur, jenis kelamin. Suhu tubuh pada setiap bagian tubuh bebeda, suhu tubuh pada bagian aksial cenderung lebih rendah daripada suhu tubuh pada bagian oral/mulut. Pengukuran tinggi badan dan berat badan diperlukan untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT) yang digunakan untuk memprediksi kesehatan pasien.

19

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur. 2009. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta. EGC. Scanlon VC, Sanders T. Essentials of Anatomy and Physiology. 5th ed. Philadelphia: F.A Davis Company;2007 .P.307-12 Indriana, Tecky. Parnaadji, Rahardyan. Suhartini. Hamzah, Zahreni. Nugroho, Raditya. 2012. Petunjuk Praktikum Fisiologi Blok Sistem Tubuh II Edisi V. Jember. FKG UJ. Perloff D, Grim C, Flack J, et al. Human blood pressure determination by sphygmomanometry. Circulation 1993;88:2460-2467. Pearce, Evelyn C. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta. Gramedia.

20