Anda di halaman 1dari 17

TUGAS PLANKTONOLOGI FITOPLANKTON AIR TAWAR

Disusun Oleh Kelompok 8 FPIK D

Kartika Irta D Gilang Trianzah Deni Sihabudin Syarifudin Nur Mala Septiani Dannisa Ixora

230110130194 230110130209 230110130222 230210130074 230210130082 230210130093

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Jatinangor 2014

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Fitoplankton merupakan nama untuk plankton tumbuhan atau plankton nabati. Menurut Boney (1989) biota fitoplankton adalah tanaman yang diklasifikasikan ke dalam kelas alga. Ukurannya sangat kecil, sekitar 2-200 mikrometer (1 mikrometer = 0,001 mm). Fitoplankton umumnya berupa individu bersel tunggal, namun ada juga yang membentuk rantai. Fitoplankton berperan sebagai produsen primer dalam ekosistem perairan. Fitoplankton juga dapat berperan sebagai parameter ekologi yang dapat menggambarkan kondisi suatu perairan. Selain itu, fitoplankton merupakan dasar dari mata rantai makanan di perairan. Oleh karena itu, keberadaannya dalam perairan sangat penting mengingat banyak sekali peranperan fitoplankton. Fitoplankton terdapat di berbagai jenis perairan, baik air tawar, air payau, dan air laut. Fitoplankton air tawar berbeda dengan fitoplankton air payau dan air laut dilihat dari morfologinya. Sistem reproduksi fitoplankton air tawar dan fitoplankton air laut memiliki persamaan dan perbedaan yang perlu dipahami lebih lanjut. Fitoplankton merupakan organisme mikroskopik yang keberadaannya sangat melimpah. Kelimpahan fitoplankton di suatu perairan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor fisika dan kimia meliputi intensitas cahaya, suhu perairan, arus air, kedalaman, oksigen terlarut, dan ketersediaan nutrien. Aspek biologi adalah adanya pemangsaan hewan lain, mortalitas alami, dan dekomposisi.

1.2 Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengetahui taksonomi fitoplankton yang hidup di air tawar 2. Mahasiswa dapat mengetahui ciri-ciri morfologi fitoplankton yang hidup di air tawar 3. Mahasiswa dapat mengetahui cara-cara reproduksi fitoplankton yang hidup di air tawar

BAB II ISI

Fitoplankton dikelompokkan ke dalam lima filum, yakni Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta, dan Pyrrhophyta. Kelompok fitoplankton yang dominan hidup di air tawar adalah kelompok Cyanophyta, Chlorophyta, dan Euglenophyta. Pyrrhophyta dan Chrysophyta merupakan produsen utama di laut.

2.1 Cyanophyta Cyanophyta atau alga biru ialah tumbuhan pertama yang dapat berfotosintesis dan dianggap sebagai salah satu pelopor dari kehidupan yang terpenting di dunia. Sifat-sifat khas, yang tidak dimiliki oleh alga lain yaitu : 1. Tahan kering, dialam bebas sering terdapat lapisan-lapisan tipis berwarna hijau biru, diselokan atau pinggir kali. Alga biru yang menhalami kekeringan beberapa bulan dapat aktif hidup lagi, biasanya dari genus Oscillatoria. 2. Tahan panas didalam air, di mata air yang panas dapat hidup, biasanya alga biru dari genus Oscillatoria. 3. Beberapa jenis alga biru seperti dari genera Nostoc, Tolipothrix, Anabaena, Anabainopsis, Calothrix, dapat mengikat molekul N2 dari udara, jika dalam tanah tidak ada nitrat. 4. Tidak atau belum mempunyai inti yang sempurna disebut prokariot. Intinya berupa partikel-partikel kromatin yang berkelompok-kelompok, karena belum mempunyai inti.

Ciri-Ciri Umum Cyanophyta : Tipe sel: sel Prokariotik (sama dengan bakteri) Bentuk hidup 1 Sel (Uniseluler, koloni dan Filamen) Eurihaline , eurythermal Tahan kering Kosmopolitan : dapat hidup di air-air yang macam-macam seperti air asin dan tawar

Nama Cyanophyta berdasarkan pigmen fikosianin yang berwarna biru, pigmen lain yang penting ialah fikoeritrin yang berwarna merah. Cyanophyceae laut hanya terdapat di laut tropik dan sering kali membentuk filamen yang padat dan dapat mewarnai air. Laut merah misalnya dinamakan demikian karena terdapat alga biru-hijau Trichodesmium erythreum yang berwarna merah dalam laut. Warna merah disebabkan karena pigmen fikoeritrin dominan., sedangkan pigmen fikosianin agak berkurang, ini disebabkan perubahanperubahan dalam metabolisme. Selain pigmen fikosianin dan fikoeritrin, juga mengandung pigmen klorofil, caroten dan xantofil. Alga biru ini sudah mempunyai makanan cadangan yang lengkap seperti karbohidrat dalam bentuk glikogen, tepung dan protein. Cyanophyta dimasukkan ke dalam kingdom monera bersama bakteri karena selnya prokariot.

Cyanophyta hanya memiliki satu kelas yaitu cyanophyceae.Kelas ini terdiri dari 3 ordo, yaitu chroococcales, chamaesiphonales, hormogonales. Ordo Chroococcales

Chroococcus sp Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauan.Umumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok basah. Setelah pembelahan sel-sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi dan dengan demikian terbentuk kelompok atau koloni.

Ordo Chamaesiphonales

Chamaesiphon sp

Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai spora. Benang-benang itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat merayap dan merupakan koloni baru. Spora terbentuk dari isi sel (endospora).Setelah keluar dari sel induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru. Untuk menghadapi kondisi yang buruk dapat membentuk sel-sel awetan dengan menambah zat makanan cadangan serta mempertebal dan memperbesar dinding sel. Chamaesiphonales dibagi menjadi 3 famili yaitu : a. Famili Pleurocapcaceae b. Famili Dermocarpaceae c. Famili Chamoesiphonaceae

Ordo Hormogonales

Spirulina sp

Nostoc sp

Sel-selnya merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi oleh sutu membran. Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu. Benang-benang itu selalu dapat membentuk hormogonium. Ordo Hormogonales dibagi menjadi 5 famili yaitu: a. Famili Oscillatoriaceae Familia oscillatoriaceae ini hidup dalam air atau di atas tanah yang basah, sel-selnya bulat, berupa benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir. Pada jarak - jarak tertentu di benang-benang itu terdapat sel-sel yang dindingnya tebal yang kehilangan zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterokista. Contoh spesies ini yaitu Spirulina sp.

b. Famili Nostocaceae Trikom tidak bercabang dan heterokist dan akinet terdapat pada organisme dewasa. Heterokist mungkin bersambung atau interkalar. Contoh spesies ini yaitu Nostoc sp. c. Famili Scytonemataceae Trikom disertai membran yang berwarna. Trikom dicirikan oleh percabangan palsu tanpa pembelahan sel inisiasi pada bidang yang baru putus atau tumbuh menyambung membran. Contoh spesies ini yaitu Tolipotrix sp. d. Famili Stigonemataceae Trikom dari beberapa genera adalah pluriseriata. Trikomnya berbeda dari cyanophyta lainnya. Dalam percabangannya yaitu dimulai oleh pembelahan sel pada bagian yang baru. Contoh spesies ini yaitu Hapalosiphon. e. Famili Rivullariaceae Memiliki ciri-ciri yaitu trikomnya meruncing dari dasar sampai apeks atau dari tengah ke arah 2 ujung. Cara perkembangbiakan ganggang hijau biru dalah sebagai berikut : a. Pembelahan sel Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel sel tunggal, pada beberapa genera sel sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara contoh pada Gleocapsa. Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks. Studi ultrastruktur dari perkembangan akinet dilaporkan bahwa akinet dari Anabaena doliolum susunannya terdapat diantara dua heterokist. Tyagi (1974) menemukan bahwa potasium nitrat dan amonium klorida menghambat pembentukan akinet, sedangkan glukosa akan

meningkatkan pembentukan akinet.

b. Fragmentasi Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filamen menjdi 2 bagian atau lebih. Masing masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mungkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.

c. Spora Pada keadaan yang kurang menguntungkan Cyanobacteria akan membentuk spora yang merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan. Contoh : Chamaesiphon.

2.2 Chlorophyta Chlorophyta atau Alga hijau adalah kelompok alga berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Dalam taksonomi, Chlorophyta semula semua alga yang tampak berwarna hijau dimasukkan sebagai salah satu kelas dalam filum/division Thallophyta, yaitu Chlorophyceae. Pengelompokan ini sekarang dianggap tidak valid karena ia tidak monofiletik, setelah diketahui bahwa tumbuhan merupakan perkembangan lanjutan dari anggota masa lalunya. Sebagai konsekuensi, alga hijau sekarang terdiri dari dua filum: Chlorophyta dan Charophyta, yang masing-masing monofiletik. Anggota alga hijau ada yang bersel tunggal dan ada pula yang bersel banyak, berwujud berkas, lembaran, atau membentuk koloni. Spesies alga hijau yang bersel tunggal ada yang dapat berpindah tempat, tetapi ada pula yang menetap. Chlorophyta atau alga hijau terdiri dari 7.000 jenis yang hidup di perairan maupun di darat. Sejumlah alga hijau hidup di air laut, namun sebagian besar hidup di air tawar. Alga hijau ada yang hidup soliter dan ada yang berkoloni. Bentuk sel Alga hijau bermacammacam. Alga hijau uniseluler dapat bergerak bebas karena memiliki flagela. Beberapa jenis alga hijau yang berkoloni mempunyai alat pelekat pada substrat yang membantu melekat

kuat pada bebatuan/substrat lain di dasar perairan. Banyak spesies Chlorophyta uniseluler hidup sebagai plankton, mendiami tanah basah dan salju, atau bersimbiosis dengan organisme lain. Salah satu simbiosis mutualisme yang terkenal adalah simbiosis antara Chlorophyta dan Fungi (jamur), yang terkenal sebagai Lichenes (lumut kerak). Chlorophyta paling sederhana adalah organisme satu sel dengan dua flagela, yaitu Chlamydomonas. Chlamydomonas dan Chlorophyta yang serupa dengannya merupakan bentuk awal dari alga hijau. Chlamydomonas hidup secara autotrof dengan kloroplas tunggal. Chlamydomonas juga mempunyai vakuola kontraktil dan pirenoid. Kelebihan gula hasil fotosintesis disimpan sebagai pati di sekitar pirenoid. Sel-sel alga hijau bersifat eukariotik (materi inti dibungkus oleh membran inti). Pigmen klorofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga alga ini berwarna hijau, pigmen lain yang dimiliki adalah karotena dan xantofil. Komposisi ini juga dimiliki oleh sel-sel tumbuhan modern. Klorofil dalam pigmen lain terdapat dalam kloroplas yang bentuknya bermacammacam antara lain mangkuk, gelang, pita spiral, jala dan bintang. Di dalam kloroplas terdapat butiran padat yang disebut pirenoid yang berfungsi untuk pembentukan tepung. Alga hijau merupakan golongan terbesar di antara alga dan kebanyakan hidup di air tawar. Sebagian lagi hidup di darat, di tempat yang lembab, di atas batang pohon, dan di laut. Beberapa genus dari alga hijau mempunyai alat gerak berupa flagel dan bintik mata (stigma) Alga hijau merupakan alga uniseluler maupun multiseluler yang memiliki klorofil yang dominan sehingga berwarna hijau. Selain klorofil a dan klorofil b terdapat juga pigmen karotin dan xantofil. Jenis alga ini hampir 90 % hidup di air tawar dan 10 % hidup di laut sebagai plankton, menempel pada batuan atau tumbuhan lain.

Jenis-jenis alga hijau dikelompokkan menjadi : a. Alga bersel satu tidak bergerak 1) Chlorella sp. berbentuk bulat, hidup di air tawar atau air laut, reproduksi secara vegetatif dengan membelah diri, banyak digunakan untuk mempelajari fotosintesis. Chlorella adalah alga hijau uniselular yang memiliki bentuk koroplasnya berbentuk mangkuk. 2) Chlorococcum sp. berbentuk bulat, hidup di air tawar, reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora secara generatif dengan isogami.

Chlorella sp

Chlorococcum sp

b. Bersel satu bergerak Chlamydomonas sp. Chlamydomonas merupakan alga hijau uniseluler yang berflagela. Berukuran antara 3 30 mikrometer, sering ditemukan di air tawar yang tergenang. Selnya berbentuk menyerupai bola agak lonjong dengan dinding sel dari bahan selulosa. Dua flagela muncul dari ujung depan sel. Mempunyai kloroplas tunggal berbentuk mangkuk yang hampir mengisi seluruh ruangan di dalam sel. Satu atau beberapa butir pirenoid ditemukan di dalam sitoplasma. Chlamydomonas mempunyai bintik mata yang mengandung pigmen kemerahan terletak di pangkal flagela yang disebut stigma. Bintik mata ini peka terhadap cahaya. Vakuola kontraktil terletak di dekat flagela yang berguna untuk mengeluarkan kelebihan air guna menjaga kestabilan tekanan osmotis sel. Chlamydomonas bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri dan secara seksual dengan isogami. Ketika akan membelah diri, flagela menghilang dan terbentuk kembali setelah sel anak dilepaskan dari sel induk.

Chlamydomonas sp

c. Berbentuk koloni yang bergerak Volvox globator merupakan alga hijau berkoloni yang sering ditemukan di telaga dan danau. Koloninya berbentuk bola cukup besar sehingga tampak dengan mata telanjang.

Sel-sel dalam koloni Volvox berjumlah antara 500 sampai sekitar 20.000 sel. Sel-sel tersebut tersusun dalam selaput tipis yang berfungsi sebagai kulit suatu bola berlubang. Bagian dalam koloni terisi dengan cairan berlendir dan seluruh sel dalam koloni diliputi oleh pembungkus seperti gelatin. Setiap sel terhubung dengan sel-sel yang berdampingan di sekelilingnya melalui untaian sitoplasma. Setiap sel Volvox dalam keadaan bebas sangat mirip dengan Chlamydomonas. Volvox dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Reproduksi aseksual dengan membentuk beberapa koloni kecil di dalam bola. Koloni ini berkembang dengan serangkaian pembelahan sel yang bergerak bebas di dalam koloni induk. Koloni-koloni baru akan melepaskan diri bersamaan dengan hancurnya koloni induk. Reproduksi seksual Volvox bersifat oogami. Beberapa sel dalam koloni membesar dan menghasilkan telur-telur yang tak bergerak. Beberapa sel yang lain menghasilkan banyak sperma motil yang akan membuahi sel telur. Setelah terjadi pembuahan, zigot membesar dan membentuk dinding tebal. Zigot dibebaskan dari koloni sel induk bersamaan dengan hancurnya koloni. Zigot kemudian tumbuh dan membelah berulang-ulang membentuk koloni baru.

Volvox globator

d. Berbentuk koloni yang tidak bergerak Hydrodictyon sp, koloninya berbentuk jala, banyak ditemukan di air tawar, reproduksinya secara vegetatif dengan fragmentasi dan secara generatif dengan konjugasi.

Hydrodictyon sp

e. Berbentuk benang Spirogyra sp merupakan alga berfilamen yang berukuran besar dan mempunyai daerah penyebaran yang luas. Spirogyra dapat dijumpai di permukaan kolam atau sungai yang alirannya tenang. Sel-sel Spirogyra tumbuh dalam filamen/benang-benang yang tidak bercabang, setiap sel mengandung satu atau lebih kloroplas yang berpilin. Di dalam kloroplas terdapat pirenoid yang letaknya beraturan, biasanya dikelilingi oleh butiranbutiran pati. Spirogyra dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan fragmentasi benang-benang, yang memungkinkan potongan benang itu untuk tumbuh menjadi alga baru. Reproduksi seksual berlangsung dengan konjugasi. Dua filamen yang berdekatan akan berhubungan dan membentuk tabung konjugasi. Seluruh isi salah satu sel (gamet pemberi) bergerak melalui tabung konjugasi untuk bersatu dengan protoplas sel yang lain (gamet penerima). Peleburan gamet menghasilkan zigospora bulat. Jika dinding sel induk larut, zigospora ini dilepaskan dan dapat berkecambah dan tumbuh membentuk filamen baru. Reproduksinya secara vegetatif dengan konjugasi. Spirogyra plasmogami kariogami zigospora individu baru.

Spirogyra sp

Fragmentasi pada Spirogyra sp

Konjugasi pada Spirogyra

2.3 Euglenophyta Euglenophyta adalah fitoplankton yang terdapat banyak di perairan tawar yang terdapat banyak larutan organik, dan hidup berkoloni. Apabila dalam perairan tidak berarus, beberapa dari golongan Euglenacae, dapat membentuk cysta yang menutupi seluruh permukaan air dengan warna dari plankton itu tersebut Sifat-sifat umum Euglenophyta : 1. Mempunyai titik merah di tubuhnya yang sensitif terhadap sinar cahaya. 2. Mempunyai flagel panjang yang kadang melebihi ukuran tubuhnya sendiri. 3. Mempunyai pigmen klorofil A, dan B karoten dari cysta 4. Warna merah pada permukaan air karena Euglenophyta biasanya disebabkan oleh haemotochroom dari Euglena haemotodes dan Euglena Sanguineus. Perbedaan antara haemotodes dan sanguineus terletak dari perbedaan panjang flagel.

Cara berkembang biak Euglenophyta Umumnya Euglena sp. membelah diri secara longitudinal, tapi ada juga beberapa yang dapat berkembang biak dengan isogami, tetapi bagaimana proses nya masih diteliti lebih lanjut. 1. Specimen yang ada dalam dinding sel perlahan keluar 2. Protoplasma keluar dari kotak 3. Lalu membelah diri 4. Maka terbentuklah euglena baru

Ada beberapa genus dari Euglena yang dapat membentuk macam macam cysta, yaitu : 1. Cysta Protaktif Crista ini dibentuk untuk melindungi terhadap racun atau sinar matahari yang kuat, misalnya pada pagi dan sore 2. Cysta reproduktif Saat protoplasma membelah diri, tiap bagian individu baru dapat bergerak dengan flagel yang terbentuk dari crista ini.

3. Cysta Temporair Crista ini juga sering disebut dengan Resting Criste yang dimana digunakan saat euglena beristirahat, atau jika ada sinar matahari kuat. Dinding cysta sendiri terbuat dqari selulosa yang dapat membuka dalam 2 bagian simetris. Euglena sp. berdasarkan anatomi spesies 1. Euglenacae : dapat hidup secara holophytic dan saprophytic 2. Astaciacae : Holozoic dan saprophytic. 3. Peranemacae : Hanya dapat hidup secara holozoic

Euglenophyta hanya terdiri dari satu kelas, Euglenophyceae. Kelas Euglenophyceae memiliki 3 ordo, antara lain : 1. Euglenales yang memiliki 1 Famili yaitu Euglenaceae dan contoh genusnya yaitu Euglena, Phacus, Trachelomonas.

Euglena sp 2. Peranemales/Eutreptiales memiliki 1 famili Eutreptiaceae dan contoh genusnya yaitu Astacia, Peranema, Hyalophacus.

Peranema sp

3. Rhabdomonadales terdiri atas 1 famili dan contoh genusnya yaitu Rhabdomonadacea dan Petalomonas.

Petalomonas sp

BAB III KESIMPULAN Fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopik yang hidup di perairan. Fitoplankton bersifat autotrof, artinya dapat menyediakan makanan sendiri. Ukuran fitoplankton sangat kecil, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Fitoplankton dikelompokkan ke dalam lima filum, yaitu Cyanophyta, Chlorophyta, Chrysophyta, Euglenophyta, dan Pyrrhophyta. Di antara kelima filum tersebut, hanya tiga filum fitoplankton saja yang dominan hidup di perairan tawar, yaitu Cyanophyta, Chlorophyta, dan Euglenophyta. Setiap filum memiliki ciri morfologinya masing-masing yang khas. Dari segi reproduksi, ketiga filum tersebut memiliki persamaan, yaitu ketiganya bereproduksi aseksual dengan cara pembelahan sel. Metode reproduksi lain yang dilakukan fitoplankton adalah fragmentasi, konjugasi, dan pembuahan gamet.

DAFTAR PUSTAKA

Bold, H.and M. J. Wynne. 1985. Introduction to the Algae. Prentice Hall, Inc. New Jersey. USA. Sachlan, M. 1982. Planktonologi. Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro, Semarang. http://www.academia.edu/5249777/Fitoplankton_Air_Tawar diakses tanggal 21 Maret 2014 http://www.docstoc.com/docs/153321406/fitoplankton-air-tawar diakses tanggal 21 Maret 2014 http://poexpoe.files.wordpress.com/2008/06/microsoft-word-tugas-biologi.pdf diakses tanggal 22 Maret 2014 http://smakita.net/ganggang-hijau-chlorophyta/ diakses tanggal 23 Maret 2014