Anda di halaman 1dari 10

Alur Diagnosis Apendiksitis

Anamesis
1. Nyeri dirasakan sudah beberapa hari ?

2. Nyeri terasa diperut bagian mana ?


3. Bagaimana hebatnya nyeri ? 4. Apakah nyeri tersa diseluruh lapang perut atau sebagian ? 5. Apakah nyeri dirasakan terus menerus atau hilang timbul ? 6. Apakah nyeri tersebut menjalar atau menetap ? 7. Nyeri dirasakan pada saat diam atau beraktifitas ? 8. Apakah nyeri berkurang saat membungkuk atau tambah sakit? 9. Apakah nyeri berkurang saat berjalan atau diam ? 10. Apakah ada demam ?

11. Jika ada demam, demam sudah berapa hari ? 12. Apakah ada mual ? 13. Apakah ada muntah ? 14. Jika ada muntah, sejak kapan muntahnya ? Kira kira berapa banyak muntahnya ? Apa isi muntahnya ? 15. Apakah nafsu makan menurun ? 16. Ada letih, lemas, lesu ? 17. Bagaimana buang air kecilnya ? Lancar atau tidak ? Sakit atau tidak ?

18. Bagaimana buang air besarnya ? Bisa buang air besar atau tidak ? Kotorannya padat, lembek atau cair ? Ada darah atau tidak dikotorannya ? 19. Apakah dulu pernah menderita penyakit seperti ini ?

20. Pernahkah trauma (terjatuh, terpukul, tertusuk dll) dibagian perut ?


21. Pernahkah melakukan operasi besar dibagian perut ?

22. Apakah dikeluarga ada yang mengeluhkan seperti ini ?


23. Bagaimana pola makan? Apakah lebih menyukai makanan manis, asam, asin dan pedas?

24. Bagaimana pola minum ? Sehari dapat menghabiskan berapa gelas air putih ? Apakah peminum alkohol ? 25. Apakah ada alergi? Makanan, minuman atau obat obata ? 26. Apakah sudah pernah pergi ke dokter ? 27. Apakah sudah pernah diobati dengan menggunakan obat warung ? Adakah perubahan setelah minum obat tersebut ?

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : biasanya ditemukan adanya abdominal swelling, sehingga pada pemeriksaan jenis ini biasa ditemukan distensi perut.

Palpasi : Nyeri tekan perut kanan bawah merupakan kunci diagnosis dari apendisitis.
1. Mc. Burney Sign Nyeri tekan daerah caecum/ Mc Burney 2. Blumberg Sign Nyeri lepas pada fossa iliaka kanan

3.

Rovsing Sign
Nyeri tekan pada kontra lateral

Pemeriksaan colok dubur : pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis, untuk menentukan letak apendiks, apabila letaknya sulit diketahui. Pemeriksaan Obturator Sign dan Psoas Sign: pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mengetahui letak apendiks yang meradang. 1. Obturator Sign Dilakukan gerakan fleksi dan endorotasi sendi panggul pada posisi terlentang. Bila apendiks yang meradang kontak dengan m.obturator

internus yang merupakan dinding panggul kecil, maka tindakan ini akan
menimbulkan nyeri. Pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis pelvika.

2. Psoas Sign

Dilakukan dengan rangsangan otot psoas lewat hiperektensi sendi panggul


kanan atau fleksi aktif sendi panggul kanan, kemudian paha kanan ditahan. Bila appendiks yang meradang menempel di m. psoas mayor, maka tindakan tersebut akan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan colok dubur : pemeriksaan ini dilakukan pada apendisitis,

untuk menentukan letak apendiks, apabila letaknya sulit diketahui. Jika saat
dilakukan pemeriksaan ini dan terasa nyeri, maka kemungkinan apendiks yang meradang terletak didaerah pelvis. Pemeriksaan ini merupakan kunci diagnosis pada apendisitis pelvika.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium : terdiri dari pemeriksaan darah lengkap dan test protein
reaktif (CRP). Pada pemeriksaan darah lengkap ditemukan jumlah leukosit antara10.000-20.000/ml (leukositosis) dan neutrofil diatas 75%, sedangkan pada CRP ditemukan jumlah serum yang meningkat. Radiologi : terdiri dari pemeriksaan ultrasonografi dan CT-scan. Pada

pemeriksaan ultrasonografi ditemukan bagian memanjang pada tempat


yang terjadi inflamasi pada apendiks. Sedangkan pada pemeriksaan CTscan ditemukan bagian yang menyilang dengan apendikalit serta perluasan dari apendiks yang mengalami inflamasi serta adanya pelebaran sekum.

Referensi

Sjamsuhidajat, R., Jong, W.D., editor., Usus Halus, Apendiks, Kolon, Dan Anorektum, dalam Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2. EGC, Jakarta, 2005,hlm.639-645. 2

Zeller, J.L., Burke, A.E., Glass, R.M., Acute Appendicitis in Children, JAMA, http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/298/4/482, 15 Juli 2007, 298(4): 482
3 4

Simpson, J., Humes, D. J., Acute Appendicitis, BMJ, http://www.bmj.com/cgi/content/full/333/7567/530, 9 September 2006, 333: 530-536.

Mansjoer, A., Suprohaita., Wardani, W.I., Setiowulan, W., editor., Bedah Digestif, dalam Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid 2, Cetakan Kelima. Media Aesculapius, Jakarta, 2005, hlm. 307-313
5 6

Grace, Pierce. A., Neil R. Borley., At a Glance, Edisi 3. Erlangga, Jakarta, 2007, hlm.106-107

Zeller, J.L., Burke, A.E., Glass, R.M., Acute Appendicitis in Children, JAMA, http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/298/4/482, 15 Juli 2007, 298(4): 482.
7

Mittal, V.K., Goliath, J., Sabir, M., Patel, R., Richards, B.F., Alkalay, I., ReMine, S., Edwards,M., Advantages of Focused Helical Computed Tomographic Scanning With Rectal Contrast Only vs Triple Contrast in the Diagnosis of Clinically Uncertain Acute Appendicitis, Archives of Surgery, http://archsurg.ama-assn.org/cgi/content/full/139/5/495, Mei 2004, 139(5): 495-500Sjamsuhidajat, R., Jong, W.D., editor., Usus Halus, Apendiks, Kolon, Dan Anorektum, dalam Buku
Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2. EGC, Jakarta, 2005,hlm.639-645. 2

Zeller, J.L., Burke, A.E., Glass, R.M., Acute Appendicitis in Children, JAMA, http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/298/4/482, 15 Juli 2007, 298(4): 482
3 4

Simpson, J., Humes, D. J., Acute Appendicitis, BMJ, http://www.bmj.com/cgi/content/full/333/7567/530, 9 September 2006, 333: 530-536.

Mansjoer, A., Suprohaita., Wardani, W.I., Setiowulan, W., editor., Bedah Digestif, dalam Kapita Selekta Kedokteran, Edisi Ketiga, Jilid 2, Cetakan Kelima. Media Aesculapius, Jakarta, 2005, hlm. 307-313
5 6

Grace, Pierce. A., Neil R. Borley., At a Glance, Edisi 3. Erlangga, Jakarta, 2007, hlm.106-107

Zeller, J.L., Burke, A.E., Glass, R.M., Acute Appendicitis in Children, JAMA, http://jama.ama-assn.org/cgi/reprint/298/4/482, 15 Juli 2007, 298(4): 482.
7

Mittal, V.K., Goliath, J., Sabir, M., Patel, R., Richards, B.F., Alkalay, I., ReMine, S., Edwards,M., Advantages of Focused Helical Computed Tomographic Scanning With Rectal Contrast Only vs Triple Contrast in the Diagnosis of Clinically Uncertain Acute Appendicitis, Archives of Surgery, http://archsurg.ama-assn.org/cgi/content/full/139/5/495, Mei 2004, 139(5): 495-500