Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berdasarkan perkiraan World Health Organitation (WHO) hampir sem a (!

"#) dari lima $ ta kematian neonatal ter$adi di negara %erkem%ang. Le%ih dari d a pertiga kematian it ter$adi pada periode neonatal dini dan &'# kematian neonatal dise%a%kan in(eksi seperti) in(eksi* tetan s neonator m* meningitis* pne monia* dan diare. (Imral +hair* ',,-). Laporan WHO tah n ',,. angka kematian %a/i %ar lahir di Indonesia adalah ', per 0,,, kelahiran hid p. 1ika angka kelahiran hid p di Indonesia sekitar . $ ta per tah n dan angka kematian %a/i ', per 0,,, kelahiran hid p* %erarti sama haln/a dengan setiap hari '&2 %a/i meninggal* setiap sat $am 0, %a/i Indonesia meninggal* $adi setiap enam menit sat %a/i Indonesia meninggal. (3oesli Utami* ',,") 4en r t DEP5E6 3I angka kematian in(eksi neonator m + k p tinggi 078.,# dari angka kematian %a/i %ar lahir. 4asalah /ang sering tim% l se%agai komplikasi in(eksi neonator m adalah meningitis* ke$ang* hipotermi* hiper%ilir %inemia* gangg an na(as* dan min m.(Depkes* ',,-). Di negara %erkem%ang termas k Indonesia* tinggin/a angka mor%iditas dan mortalitas Ba/i Bar Lahir 3endah (BBL3) masih men$adi masalah tama. Pen/e%a% tama mortalitas BBL3 di negara %erkem%ang adalah as(iksia* sindrom gangg an na(as* in(eksi* serta komplikasi hipotermi. Di Indonesia sekitar -,# persalinan ter$adi di pedesaan dan di tolong oleh d k n %a/i* m ngkin p la ditolong oleh mert a* anggota kel arga /ang lain ata tetangga. 9aktor tama /ang mem%erikan pel ang ter$adin/a kematian neonat s di r mah adalah kegagalan nt k mengenal (aktor resiko tinggi pada kehamilan* persalinan* periode neonat s dan tidak mer $ k pada saat /ang tepat. Upa/a pera:atan BBL3 dengan praktek ;metode %otol panas dan %edong< serta praktek tradisional lainn/a /ang %ersi(at pendekatan s pernat ral* ter% kti tidak dapat mem%ant %ahkan seringkali mem%erikan dampak % r k terhadap kondisi (isik %a/i* seperti kas s l ka %akar aki%at teknologi pemanasan dengan lamp petromaks. (Bang n l %is* ',,") 4en r t dr. Imral =hair 6pA(5) dari 9ak ltas 5edokteran Uni>ersitas Indonesia dan ket a I Perk mp lan Perinatologi Indonesia (Perinsia) dalam seminar ;Orientasi 4etode 5ang r < /ang diselenggarakan 9or m Promosi 5esehatan Indonesia* %a/i premat re ma p n %a/i + k p % lan /ang lahir dengan %erat %adan rendah* ter tama di %a:ah ',,, gram* teran+am kematian aki%at hipotermi /ait pen r nan s h %adan di %a:ah 72*.,+ disamping as(iksia dan in(eksi. (Imral =hair*',,-). Unt k mengetah i kematian perinatal diperl kan tindakan %edah ma/at* karena %edah ma/at sangat s sah dilak kan di Indonesia maka kematian $anin dan neonat s han/a didasarkan pada pemeriksaan klinik la%oratori m. Dengan dasar pemeriksaan it * se%a% tama kematian perinatal di r mah sakit Dr. =ipto 4ang nk s mo 1akarta adalah in(eksi* as(iksia neonator m* tra ma* kelahiran* +a+at %a:aan* pen/akit /ang %erh % ngan premat ritas* immat ritas* dan lain8lain. (6ar:ono* ',,').

In(eksi pada neonat s mer pakan se%a% /ang penting terhadap ter$adin/a mor%iditas dan mortalitas selama periode ini. Le%ih k rang '# $anin dapat terin(eksi in tero dan 0,# %a/i %ar lahir terin(eksi selama persalinan ata dalam % lan pertama kehid pan. (3a+hma* ',,.). Angka ke$adian in(eksi neonator m masih + k p tinggi dan mer pakan pen/e%a% kematian tama pada neonat s. Hal ini dikarenakan neonat s rentan terhadap in(eksi.5erentanan neonat s terhadap in(eksi dipengar hi oleh %er%agai (aktor* antara lain k lit dan selap t lendir /ang tipis dan m dah r sak* kemamp an (agositosis dan le kosit imm nitas masih rendah. Imm noglo% lin /ang k rang e(isien dan l ka m%ilik s /ang %el m sem% h. Ba/i dengan BBL3 le%ih m dah terkena in(eksi neonator m. ?indakan in>asi( /ang dialami neonat s $ ga meningkatkan resiko ter$adin/a in(eksi nasokomial. (6 rasmi* ',,7). In(eksi pada Ba/i Bar Lahir (BBL) sering sekali men$alar ke in(eksi m m sehingga ge$ala m m tidak menon$ol lagi. Be%erapa ge$ala tingkah lak BBL terse% t di atas adalah malas min m* gelisah ata m ngkin tampak letargi* (rek ensi perna(asan meningkat* %erat %adan ti%a8ti%a men r n* m ntah dan diare. B. ? $ an Pen lisan 0.? $ an Um m) 4engetah i %agaimana As han pera:atan In(eksi pada Ba/i Bar Lahir '. ? $ an 5h s s ) a. 4engetah i pengka$ian In(eksi pada Ba/i Bar Lahir %. 4engetah i pengertian In(eksi pada Ba/i Bar Lahir +. 4engetah i Etiologi* ge$ala* tindakan /ang tepat nt k mengatasi In(eksi pada %a/i %ar lahir d. 4engetah i e>al asi /ang di harapkan

BAB II 5ON6EP DA6A3 A. Pengertian In(eksi Neonatr m Ink(esi Neonator m ata In(eksi adalah in(eksi %akteri m m generalisata /ang %iasan/a ter$adi pada % lan pertama kehid pan. /ang men/e%ar ke sel r h t % h %a/i %ar lahir.In(eksi adalah sindrom /ang dikarakteristikan oleh tanda8tanda klinis dan ge$ala8ge$ala in(eksi /ang parah /ang dapat %erkem%ang ke arah septisemia dan s/ok septik. (Doenges* 4ar/l/n E. ',,,* hal "-0). 6eptisemia men n$ kkan m n+ ln/a in(eksi sistemik pada darah /ang dise%a%kan oleh penggandaan mikroorganisme se+ara +epat dan @at8@at ra+ nn/a /ang dapat mengaki%atkan per %ahan psikologis /ang sangat %esar. In(eksi mer pakan respon t % h terhadap in(eksi /ang men/e%ar melal i darah dan $aringan lain. In(eksi ter$adi pada k rang dari 0# %a/i %ar lahir tetapi mer pakan pen/e%a% dari 7,# kematian pada %a/i %ar lahir. In(eksi %akteri . kali le%ih sering ter$adi pada %a/i %ar lahir /ang %erat %adann/a k rang dari '*-. kg dan ' kali le%ih sering men/erang %a/i laki8laki. Pada le%ih dari .,# kas s* in(eksi m lai tim% l dalam :akt 2 $am setelah %a/i lahir* tetapi ke%an/akan m n+ l dalam :akt -' $am setelah lahir.In(eksi /ang %ar tim% l dalam :akt & hari ata le%ih kem ngkinan dise%a%kan oleh in(eksi nasokomial (in(eksi /ang didapat di r mah sakit). Pem%agian Ink(esi) 0. Ink(esi Dini 8 ter$adi - hari pertama kehid pan. 5arakteristik ) s m%er organisme pada sal ran genital i% dan ata +airan amnion* %iasan/a ( lminan dengan angka mortalitas tinggi. '. Ink(esi lan$ tanAnosokomial 8 /ait ter$adi setelah mingg pertama kehid pan dan didapat dari lingk ngan pas+a lahir. 5arakteristik ) Didapat dari kontak langs ng ata tak langs ng dengan organisme /ang ditem kan dari lingk ngan tempat pera:atan %a/i* sering mengalami komplikasi. B. Etiologi Etiologi ter$adin/a in(eksi pada neonat s adalah dari %akteri.>ir s* $am r dan proto@oa ( $arang ). Pen/e%a% /ang paling sering dari in(eksi a:itan a:al adalah 6treptokok s gr p B dan %akteri enterik /ang didapat dari sal ran kelamin i% . In(eksi a:itan lan$ t dapat dise%a%kan oleh 6BB* >ir s herpes simplek (H6C)* entero>ir s dan E.+oli. Pada %a/i dengan %erat %adan lahir sangat rendah* =andida dan 6ta(ilokok s koag lase8negati( (=ON6)* mer pakan patogen /ang paling m m pada in(eksi a:itan lan$ t. 1ika dikelompokan maka didapat) a. Bakteri gram positi( 8 6treptokok s gr p B D pen/e%a% paling sering. 8 6ta(ilokok s koag lase negati( D mer pakan pen/e%a% tama %akterimia nosokomial. 8 6treptokok s % kan gr p B.

%. 8 8 8 8 8 8 8 8 8

=.

a.

%. +. d. e. a.

Bakteri gram negati( Es+heri+hia +oli 5l pen/e%a% nomor ' ter%an/ak. H. in(l en@ae. Listeria monositogenes. Pse domonas 5le%siella. Entero%akter. 6almonella. Bakteria anaero%. Bardenerella >aginalis. Wala p n $arang ter$adi* terhisapn/a +airan amnion /ang terin(eksi dapat men/e%a%kan pne monia dan in(eksi dalam rahim* ditandai dengan distres $anin ata as(iksia neonat s. Pemaparan terhadap patogen saat persalinan dan dalam r ang pera:atan ata di mas/arakat mer pakan mekanisme in(eksi setelah lahir. Pato(isiologi 6In(eksi dim lai dengan in>asi %akteri dan kontaminasi sistemik. Pelepasan endotoksin oleh %akteri men/e%a%kan per %ahan ( ngsi miokardi m* per %ahan am%ilan dan pengg naan oksigen* terham%atn/a ( ngsi mitokondria* dan keka+a an meta%olik /ang progresi(. Pada in(eksi /ang ti%a8ti%a dan %erat* +omplement +as+ade menim% lkan %an/ak kematian dan ker sakan sel. Aki%atn/a adalah pen r nan per( si $aringan* asidosis meta%olik* dan s/ok* /ang mengaki%atkan disseminated intra>ask ler +oag lation (DI=) dan kematian. 9aktor8 (a+tor /ang mempengar hi kem ngkinan in(eksi se+ara m m %erasal dari tiga. kelompok* /ait ) 0. 9aktor 4aternal 6tat s sosial8ekonomi i% * ras* dan latar %elakang. 4empengar hi ke+ender ngan ter$adin/a in(eksi dengan alasan /ang tidak diketah i sepen hn/a. I% /ang %erstat s sosio8 ekonomi rendah m ngkin n trisin/a % r k dan tempat tinggaln/a padat dan tidak higienis. Ba/i k lit hitam le%ih %an/ak mengalami in(eksi dari pada %a/i %erk lit p tih. 6tat s paritas (:anita m ltipara ata gra>ida le%ih dari 7) dan m r i% (k rang dari ', tah n at a le%ih dari 7, tah n. 5 rangn/a pera:atan prenatal 5et %an pe+ah dini (5PD) Prosed r selama persalinan '. 9aktor Neonatatal Premat ri s ( %erat %adan %a/i k rang dari 0.,, gram)* mer pakan (aktor resiko tama nt k in(eksi neonatal. Um mn/a im nitas %a/i k rang % lan le%ih rendah dari pada %a/i + k p % lan. ?ranspor im n glo% lin melal i plasenta ter tama ter$adi pada par h terakhir trimester ketiga. 6etelah lahir* konsentrasi im noglo% lin ser m ter s men r n* men/e%a%kan hipigamaglo% linemia %erat. Imat ritas k lit $ ga melemahkan pertahanan k lit.

%. De(isiensi im n. Neonat s %isa mengalami kek rangan IgB spesi(ik* kh s sn/a terhadap streptokok s ata Haemophil s in(l en@a. IgB dan IgA tidak mele:ati plasenta dan hampir tidak terdeteksi dalam darah tali p sat. Dengan adan/a hal terse% t* akti(itas lintasan komplemen terlam%at* dan =7 serta (aktor B tidak diprod ksi se%agai respon terhadap lipopolisakarida. 5om%inasi antara de(isiensi im n dan pen r nan anti%odi total dan spesi(ik* %ersama dengan pen r nan (i%ronektin* men/e%a%kan se%agian %esar pen r nan akti>itas opsonisasi. +. Laki8laki dan kehamilan kem%ar. Insidens in(eksi pada %a/i laki8 laki empat kali le%ih %esar dari pada %a/i peremp an. 7. 9aktor Lingk ngan a) Pada de(isiensi im n %a/i +ender ng m dah sakit sehingga sering memerl kan prosed r in>asi(* dan memerl kan :akt pera:atan di r mah sakit le%ih lama. Pengg naan kateter >enaA arteri ma p n kateter n trisi parenteral mer pakan tempat mas k %agi mikroorganisme pada k lit /ang l ka. Ba/i $ ga m ngkin terin(eksi aki%at alat /ang terkontaminasi. %) Paparan terhadap o%at8o%at tertent * seperti steroid* %is menim% lkan resiko pada neonat s /ang mele%ihi resiko pengg naan anti%iotik spektr m l as* sehingga men/e%a%kan kolonisasi spektr m l as* sehingga men/e%a%kan resisten %erlipat ganda. +) 5adang8 kadang di r ang pera:atan terhadap epidemi pen/e%aran mikroorganisme /ang %erasal dari pet gas ( in(eksi nosokomial)* paling sering aki%at kontak tangan. d) Pada %a/i /ang min m A6I* spesiesLa+t%a+ill s danE.+olli ditem kan dalam tin$an/a* sedangkan %a/i /ang min m s s (orm la han/a didominasi olehE.+ol li. 4ikroorganisme ata k man pen/e%a% in(eksi dapat men+apai neonat s melal i %e%erapa. +ara /ait ) o Pada masa antenatal ata se%el m lahir pada masa antenatal k man dari i% setelah mele:ati plasenta dan m%ili+ s mas k kedalam t % h %a/i melal i sirk lasi darah $anin. 5 man pen/e%a% in(eksi adalah k man /ang dapat menem% s plasenta* antara lain >ir s r %ella* herpes* sitomegalo* koksaki* hepatitis* in(l en@a* parotitis. Bakteri /ang dapat melal i $al r ini antara lain malaria* si(ilis dan toksoplasma. o Pada masa intranatal ata saat persalinan in(eksi saat persalinan ter$adi karena k man /ang ada pada >agina dan ser>iks naik men+apai kiroin dan amnion aki%atn/a* ter$adi amnionitis dan korionitis* selan$ tn/a k man melal i m%ilk s mas k ke t % h %a/i. =ara lain* /ait saat persalinan* +airan amnion /ang s dah terin(eksi dapat terinhalasi oleh %a/i dan mas k ke trakt s digesti> s dan trakt s respiratori s* kem dian men/e%a%kan in(eksi pada lokasi terse% t. 6elain melal i +ara terse% t diatas in(eksi pada $anin dapat ter$adi melal i k lit %a/i ata ;port de entre< lain saat %a/i mele:ati $alan lahir /ang terkontaminasi oleh k man (mis. Herpes genitalis* +andida al%i+an dan gonorrea).

o In(eksi pas+anatal ata ses dah persalinan. In(eksi /ang ter$adi ses dah kelahiran m mn/a ter$adi aki%at in(eksi nosokomial dari lingk ngan dil ar rahim (mis* melal i alat8alatE pengisap lendir* selang endotrakea* in( s* selang nasagastrik* %otol min man ata dot). Pera:at ata pro(esi lain /ang ik t menangani %a/i dapat men/e%a%kan ter$adin/a in(eksi nasokomial. D. 0. '. 7. ?anda dan Be$ala Um m ) panas* hipotermi* tampak tidak sehat* malas min m* letargi* sklerema 6al ran +erna ) distensi a%domen* anoreksia* m ntah* diare* hepatomegali 6al ran napas ) apnea* dispnea* takipnea* retraksi* napas + ping hid ng* merintih* sianosis &. 6istem kardio>ask ler ) p +at* sianosis* k lit marmorata* k lit lem%a%* hipotensi* takikardi* %radikardia. .. 6istem sara( p sat ) irrita%ilitas* tremor* ke$ang* hipore(leksi* malas min m* pernapasan tidak terat r* % n8 % n menon$ol*high8pit+hed +r/ 2. Hematologi ) ikter s*splenomegali* p +at* petekie* p rp ra* pendarahan. (5apita selekta kedokteran 1ilid II*4ans$oer Arie( ',,"). Be$ala in(eksi /ang ter$adi pada neonat s antara lain %a/i tampak les * tidak k at menghisap* den/ t $ant ngn/a lam%at dan s h t % hn/a t r n8naik. Be$ala8ge$ala lainn/a dapat %er pa gangg an perna(asan* ke$ang* $a ndi+e* m ntah* diare* dan per t kem% ng. Be$ala dari in(eksi neonator m $ ga tergant ng kepada s m%er in(eksi dan pen/e%arann/a) 8 In(eksi pada tali p sar (om(alitis) men/e%a%kan kel arn/a nanah ata darah dari p sar. 8 In(eksi pada selap t otak (meningitis) ata a%ses otak men/e%a%kan koma* ke$ang* opistoton s (posisi t % h melengk ng ke depan) ata penon$olan pada % n8 % n. 8 In(eksi pada t lang (osteomielitis) men/e%a%kan ter%atasn/a pergerakan pada lengan ata t ngkai /ang terkena. 8 In(eksi pada persendian men/e%a%kan pem%engkakan* kemerahan* n/eri tekan dan sendi /ang terkena tera%a hangat. 8 In(eksi pada selap t per t (peritonitis) men/e%a%kan pem%engkakan per t dan diare %erdarah. E. 5omplikasi 0. 4eningitis '. Hipoglikemia* asidosis meta%olik 7. 5oag lopati* gagal gin$al* dis( ngsi miokard* perdarahan intrakranial &. ikter sAkernikter s 9. 4ani(estasi 5linis

8 8 8 8 8 8

8 8 8 8

8 8 8 8 8 8 8 8

8 8 8 8 8 8 8

Han/a se%atas pada organ t nggal ata m ngkin meli%atkan %an/ak organ (setempat ata sistemik). Dapat ringan* sedang ata %erat. Ak t* s % ak t ata kronis. Ata m ngkin asimtomatik. 5etidakmamp an mentoleransi makanan. Irita%ilitas. Les B. Diagnosa Bam%aran klinisn/a t mpang tindih dan m ngkin pada a:aln/a tidak dapat di%edakan. Pen/akit m ngkin tidak tampak. In(eksi i% sering kali asimtomatik. Pemeriksaan la%oratori m kh s s m ngkin diperl kan. Pengo%atan spesis(ik nt k toksoplasmosis* si(ilis dan herpes simpleks didasarkan pada s at diagnosis /ang ak rat dan dapat men r nkan mor%iditas $angka pan$ang se+ara %ermakna. H. Pen+egahan Penatalaksanaan /ang agresi( di%erikan pada i% /ang di+ rigai menderita korioamnionitis dengan anti%iotika se%el m persalinan* persalinan /ang +epat %agi %a/i %ar lahir* dan kemopro(ilaksis intrapart m selekti( nampak dapat men r nkan tingkat mor%iditas dan mortalitas pada in(eksi %ekteri neonat s. Pera:atan tali p sat* sterilisasi peralatan dan pen+ +ian tangan adalah hal /ang sangat penting. I. Penatalaksanaan 0. 6 porti( Lak kan monitoring +airan elektrolit dan gl kosa Berikan koreksi $ika ter$adi hipo>olemia* hipokalsemia dan hipoglikemia Bila ter$adi 6IADH (6/ndrome o( Inappropriate Anti Di retik Hormon) %atasi +airan Atasi s/ok* hipoksia* dan asidosis meta%oli+. A:asi adan/a hiper%ilir %inemia Lak kan trans( se t kar %ila perl Pertim%angkan n rtisi parenteral %ila pasien tidak dapat menerima n trisi enteral. '. 5a sati( Anti%ioti+ di%erikan se%el m k man pen/e%a% diketah i. Biasan/a dig nakan golongan Peni+ilin seperti Ampi+illin ditam%ah Aminoglikosida seperti Bentami+in. Pada in(eksi nasokomial* anti%ioti+ di%erikan dengan mempertim%angkan (lora di r ang pera:atan* nam n se%agai terapi inisial %iasan/a di%erikan >ankomisin dan aminoglikosida ata se(alos(orin generasi ketiga. 6etelah didaapt hasil %iakan dan $i sistematis di%erikan

anti%ioti+ /ang ses ai. ?etapi dilak kan selama 0,80& hari* %ila ter$adi 4eningitis* anti%ioti+ di%erikan selama 0&8'0 hari dengan dosis ses ai nt k 4eningitis. Pada masa Antenatal Pera:atan antenatal melip ti pemeriksaan kesehatan i% se+ara %erkala* im nisasi* pengo%atan terhadap pen/akit in(eksi /ang diderita i% * as pan gi@i /ang memadai* penanganan segera terhadap keadaan /ang dapat men r nkan kesehatan i% dan $anin.3 $ k ke p sat kesehatan %ila diperl kan.Pada masa Persalinan. Pera:atan i% selama persalinan dilak kan se+ara aseptik. Pada masa pas+a Persalinan 3a:at ga% ng %ila %a/i normal* pem%erian A6I se+epatn/a* $aga lingk ngan dan peralatan tetap %ersih* pera:atan l ka m%ilik s se+ara steril.

BAB III PENU?UP A. 5E6I4PULAN Neonatr m mer pakan respon t % h terhadap in(eksi /ang men/e%ar melal i darah dan $aringan lain. 6epsis ter$adi pada k rang dari 0# %a/i %ar lahir tetapi mer pakan pen/e%a% daro 7,# kematian pada %a/i %ar lahir. In(eksi %akteri . kali le%ih sering ter$adi pada %a/i %ar lahir /ang %erat %adann/a k rang dari '*-. kg dan ' kali le%ih sering men/erang %a/i laki8laki.

B. 6A3AN 0.in(eksi neonatr m In(eksi neonator m maka perl ditemp h langkah F Berdasarkan hasil kesimp lan diatas tentang pre>alensi langkah nt k men r nkan angka kematian aki%at sepsis neonator m dengan diagnosis dan penanganan /ang tepat agar tidak menim% lkan ke+a+atan pada %a/i dan gangg an pada t m% h kem%angn/a di kem dian hari. 5em dian %isa dilak kan sosialisasi pada P skesmas* %idan* pera:at* %idan terlatih nt k %isa meng rangi mor%iditas dan mortalitas. 6elain it * para pet gas medis misaln/a dokter* dokter p skesmas* %idan* pera:at* dan d k n terlatih har s le%ih akti( lagi s pa/a pen+egahan dini ter$adin/a in(eksi neonator m dapat di+egah.I% hamil $ ga disarankan agar le%ih sering mengadakan pemeriksaan r tin ke r mah sakit ata ke p skesmas karena salah sat pen/e%a% adan/a in(eksi neonator m $ ga dise%a%kan karena adan/a in(eksi pada i% . Dan korioamnionitis terdapat '-*,'# pen/e%a% ter$adin/a in(eksi neonator m.in(eksi neonator m $ ga seringkali dise%a%kan karena adan/a in(eksi nosokomial. 6ehingga nt k men+egah ter$adin/a in(eksi neonator m aki%at adan/a in(eksi nosokomial adalah ) 0.5e%ersihan tangan 4en+ +i tangan adalah +ara /ang paling sederhana dan mer pakan tindakan tama dalam pengendalaian in(eksi nosokomial. '.Pengg naan air s s i% (asi) Ba/i /ang mendapat A6I memp n/ai resiko le%ih ke+il nt k memperoleh in(eksi dari pada %a/i /ang mendapat s s (orm la. E(ekti>itas A6I tergant ng dari $ mlah /ang di%erikan* semakin %an/ak A6I /ang di%erikan semakin sedikit resiko nt k terkena in(eksi.

DA9?A3 PU6?A5A 6 darti*4.5es.',0,.5elainanan Dan Pen/akit Pada Ba/i Dan Anak .Gog/akarta )4edi+al %ooks Ai Ge/eh 3 ki/ah 6.6i?.',0,.As han Neonat s Ba/i Dan Anak Balita.1akarta)?rans in(o 4edia Ngasti/ah 0!!-. Perawatan Anak Sakit.1akarta)EB=. 6ta( Penga$ar Ilm 5esehatan Anak 95UI.0!".. Ilmu Kesehatan Anak 1. 1akarta) In(omedika. 6ta( Penga$ar Ilm 5esehatan Anak 95UI.0!".. Ilmu Kesehatan Anak 3. 1akarta) In(omedika. 6 riadi H G liani 3.',,0. Asuhan Keperawatan Pada Anak Edisi 1. 1akarta ) =C. 6ag ng 6eto.