Anda di halaman 1dari 5

SAR 1.

Pengertian SAR SAR (Search and Rescue) adalah pengerahan dan koordinasi antara personil yang kapabel dengan fasilitas yang memadai utnuk melakukan pencarian dalam rangka menyelamatkan jiwa manusia dan harta benda yang sedang atau diduga akan mendapatkan musibah di daerah terisolir. 2. Dasar a. Keputusan Presiden NO. 11 tahun 1972 b. Keputusan Presiden No. 14 / 1974 jo No. 4/1979 tentang BASARNAS sebagai Pelaksana Dasar. c. Surat Menhankam/Pangab No. B/155/02/10/03/Ops tentang kebijaksanaan dukungan SAR. 3. Sejarah SAR Operasi SAR ada sejak manusia memerlukan bantuan dari pihak lain untuk menemukan dirinya yang ditimpa musibah di tempat terisolir guna menyelamatkannya. Organisasi SAR ada secara formal sejak tahun 1790 di Amerika Serikat dengan sebutan US COAST GUARD. Di negeri Belanda pada tahun 1940 berdiri AMATIR yang disusun apabila terjadi suatu musibah. Di Indonesia pada tahun 1950 telah dibentuk organisasi SAR yang diberi nama WING CATALINA yang merupakan bagian dari AURI. Dengan Keppres No. 11 tahun 1972 tanggal 28 Pebruari 1972 pemerintah membentuk BASARI (Badan SAR Indonesia). Dengan Keppres No. 28 tahun 1979 juga anggota Basari termasuk anggota Bakornas PBA. 4. Oragnisasi SAR Organisasi BASARI 1. Ketua : Men. Hub. 2. Wakil Ketua : Menhankam / Pangab 3. Anggota : Mendagri, Menlu, Mensos, Menkeu, Ka. Sataf Angkatan, Ka. Polri Organisasi dan Tata Kerja SAR di Indonesia BASARI BASARNAS KKR I JAKARTA 1. 2. 3. 4. 5. 6. SKR SKR SKR SKR SKR SKR KKR II SUARABAYA Balik Papan Banjarmasin Denpasar SRU KKR III UJUNG PANDANG 1. SKR Manado 2. SKR Ambon 3. SKR Kupang SRU KKR IV BIAK 1. SKR Jaya Pura 2. SKR Sorong 3. SKR Merauke SRU

Medan 1. SKR Padang 2. SKR P. Baru 3. SKR Palembang Tanjung Pinang Pontianak

SRU KKR = Kantor Koordinasi Rescue SKR = Sub Koordinasi Rescue SRU = Search Rescue Unit 5. Kejadian-kejadian yang memerlukan bantuan SAR Berdasarkan Keppres No. 11 tahun 1972 yang dikategorikan kejadian yang memerlukan bantuan SAR adalah mala petaka yang dihadapi atau diderita seseorang atau sekelompok orang karena berbagai sebab yang mengakibatkan korban jiwa dan harta benda (musibah penebangan, musibah pelayaran, kejadian sejenis : hilangnya pendaki gunung, penjelajah rimba, penyusur sungai, dll). Sedangkan kejadian yang tidak termasuk memerlukan SAR

adalah mala petaka yang disebabkan oleh kejadian alam (gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, kapal kandas). 6. Operasi SAR Adalah kegiatan merencanakan, penyusunan, pengarahan dan pengendalian unsur-unsur SAR dalam rangka pelaksanaan pencarian dan penyelematan jiwa manusia yang mengalami musibah. 7. Persyaratan Personil SAR 1. memiliki dedikasi yang tinggi terhadap perikemanusiaan 2. memiliki fisik dan mental yang baik 3. memiliki moril dan disiplin yang tinggi 4. memiliki intelegensi yang cukup 5. memiliki ketrampilan antara lain : penerjun di segala medan, mountenering, survival, PP, peta, kompas, komunikasi, pemadam kebakaran, pendaki gunung, cara memasuki, berada, dan meninggalkan lokasi kejadian. 8. Tahap-tahap operasi SAR 1. tahap menyadari a. tahap diketahuinya musibah b. informasi (bisa lengkap, bisa tidak) c. sumber informasi (dari instansi pemerintah, swasta, kelompok masyarakat). 2. tahap tindakan darurat a. seleksi informasi, analisa, pencaturan medan b. penunjukan SMC c. penyiagaan fasilitas SAR 3. tahap perencanaan - penentuan Search Area - Penentuan MPP (The Most Probable Posision) - Penentuan unsur SAR yang diperlukan - Penentuan pola pencarian yang disesuaikan dengan medan Pola-pola pencarian 1. pola garis tunggal Dalam pola ini team terdiri dari sejumlah orang bersifat satu garis lurus, jarak antara masing-masing anggota diatur sesuai dengan medan. Pola ini sukar penentuannya apabila jumlah anggota semakin banyak. 2. pola garis tunggal dengan poros putar Pola ini dapat dilaksanakan apabila team pencari berjumlah sedikit, sedang daerah pencarian luas. 1 2 3 4 5

1 2 3 4 5 3. pola garis tunggal bertahap - pola ini membantu memudahkan pengaturan pola pencarian - pemberangkatan diatur secara bertahap - masing-masing team menandai batas pencarian agar team lain tidak keliru mencari di jalur lain.

4. pola penyapuan saling melewati pola ini efektif karena jarak pencari dekat, tetapi bila dua team pencari bertemu / berhadapan, maka efektifitasnya dianggap menurun. Pola ini hanya digunakan pada daerah pencarian yang kecil.

5. pola berkelompok pola ini menggunakan 3 orang pencari bersama-sama sebagai team pengamatan dengan orang-orang ke-3 bertugas meluruskan. Kelompok ini bisa berpisah sejauh 7 10 meter. Orang ketiga menjaga kompas untuk menjaga arah.

6. pola saling berganda arah pencarian saling silangnya harus tegak lurus. Kemungkinan menemukan korban lebih cepat. Daerah pencarian dijelajahi dari dua arah.

4. Tahap pelaksanaan operasi SAR Suatu tahap dimana mulai digunakan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Monitor terhadap hasil-hasil yang dicapai oleh SRU serta kondisi anggota SRU yang mungkin bisa mempengaruhi efektifitas operasi, yang berarti harus disiapkan SRU cadangan untuk menggantikan team yang gagal dalam operasi terdahulu. 5. tahap penyelesaian penugasan 1. penarikan mundur SRU dari lapangan ke posko 2. menyiapkan kembali team SAR untuk tugas berikutnya 3. mengadakan pemberitaan 4. penyerahan korban kepada yang berhak serta mengembalikan SRU kepada masing-masing instansi. 9. Sasaran SAR a. menemukan kembali orang/materiil yang hilang karena musibah b. mencegah dan mengurangi kemungkinan kerugian yang besar c. menyelamatkan dan memberi pertolongan kepada korban d. hindarkan hasil SAR dari lingkungan yang tidak menguntungkan di lokasi kejadian. e. Bentuk usaha-usaha kemanusiaan dan membantu meningkatkan moril kesatuan f. Membantu mempermudah penyilidikan. 10. Pelaksanaan Operasi SAR a. Komando dan Pengendalian SC (SAR Coordinator) : seseorang yang karena wewenang dan jabatannya mampu memberikan dukungan kepeda KKR/SKR dalam mengerahkan unsur-unsur SAR yang selanjutnya unsur-unsur ini diserahkan kepada SMC untuk digunakan dalam operasi SAR. Tugasnya menyiapkan rencana yang matang dan menunjuk SMC. SMC (SAR Mission Coordinator) : pejabat yang ditunjuk oleh kepala BASARNAS/KKR/SKR, karena memiliki kualifikasi yang telah ditentukan atau telah melalui pendidikan sebagai SMC yang diakui. Namun dapat disesuaikan dengan musibah yang terjadi. SMC bertanggungjawab mengkoordinir dan mengendalikan jalannya operasi SAR. Tugas SMC : 1) mencari dan mengumpulkan serta mengelola informasi yang ada hubungannya dengan musibah yang terjadi, 2) memberikan briefing kepada semua unsur SAR yang akan/telah dilibatkan, 3) mengevaluasi setiap perhubungan berdasarkan laporan yang diterima selanjutnya melaporkan perhubungan tersebut kepada SC/SKR/KKR/BASARNAS, 4) menghentikan dan membebaskan unsur SAR, 5) menghentikan operasi SAR. OSC (On Scene Comander) : seorang pejabat yang ditunjuk oleh SMC untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan jalannya operasi SAR di lapangan yang berarti OSC melaksanakan sebagian dari tugas SMC. OSC ditunjuk apabila SMC memandang perlu, guna membantu kelancaran tugas SMC. Di Indonesia seorang

OSC dirasakan perlu mengingat belum lancarnya komunikasi dan luasnya wilayah negara Indonesia. Tugas OSC : 1) mengembangkan operasi SAR, 2) mengontrol dan mengkoordinasi semua Unit SAR, 3) berkomunikasi dengan SMC, 4) melaksanakan komunikasi dengan semua uni SAR, 5) menampung dan mengevaluasi semua informasi dari unit SAR, 6) memberi briefing dan instruksi pada unit-unit yang masuk, 7) mengumpulkan hasil pencarian, 8) jika terpaksa meninggalkan lapangan, OSC menyerahkan tugasnya kepada unit SAR yang dapat dipercaya. SRU (Search And Rescue Unit) : unsur-unsur SAR yang digerakkan pada operasi SAR dan mengikuti pentahapan penyelenggaraan operasi SRU. Tugas SRU : 1) mengerjakan rencana operasi SAR, 2) melaporkan waktu tiba, 3) memberitahukan kepada OSC tentang pencarian, lama ditempat, perkiraan saat meninggalkan tempat pencarian/kejadian, 4) melaporkan kepada OSC setelah korban ditemukan, 5) menyiapkan peralatan untuk menandai posisi semua penemuan, 6) apabila menemukan korban lakukan prosedur penemuan yang berlaku, 7) selesai melaksanakan tugas SAR membuat laporan tertulis kepada OSC meliputi : hasilpencarian, cuaca waktu itu, cara pencarian yang dilakukan. Petugas Briefing SAR : apabila unsur-unsur SAR yang dilibatkan jumlahnya cukup banyak, maka didalam memberikan briefing kepada para petugas SAR, SMC bisa menunjuk pembantu untuk tugas-tugas tersebut. Leason Oficer / pejabat penghubung : pejabat ini ditunjuk selama adanya misi SAR. Komandan Base Camp/Posko Darat, tugasnya : a) memberikan dukungan bagi petugas dan unit SAR meliputi administrasi, komunikasi, angkutan, akomodasi, dan kesehatan. b) menyiapkan dan mengatur fasilitas pangkalan. c) merupakan depot bagi perlengkapan unit SAR. b. Organisasi Pelaksanaan Misi SAR 1. Sederhana KKR SMC SRU 2. Sedang KKR PA BUNG SMC OSC PA BRIF

SRU

SRU

3. Diperbesar SMC OSC OSC

KKR SMC OSC OSC

SRU

SRU

SRU

SRU

SRU

SRU

SRU

SRU

c. Pangkalan Portable Camp : pangkalan SAR yang sifatnya sementara dan digunakan dalam jangka waktu yang pendek Spik Camp : pangkalan SAR yang bersifat sementara tatapi dapat dipergunakan untuk jangka waktu lebih lama dibanding portable camp. Base Camp : pangkalan SAR yang sifatnya lebih mantap utnuk dipergunakan dalam jangka waktu cukup lama, memiliki perlengkapan yang cukup memdai, dapat memberikan dukunganlogistik utama. S Area : tempat tertentu yangmasih dalam lingkungan Base Camp, mempunyai fungsi khusus seperti mengurusi angkutan, perbekalan, administrasi, dll. d. Personil Pencari : pimpinan team, penunjuk jalan, flanker/penjaga batas, lineman anggota team. e. Komunikasi f. Penggunaan Anjing g. Menetapkan daerah-daerah pencarian SAR h. Pengiriman Unit SAR Darat i. Perlengkapan Portable : komunikasi, peralatan medis, peralatan navigasi, perlengkapan operasi, makanan dan air, peralatan foto, perlatan untuk menolong korban, pengeras suara. j. Briefing k. Search/pencarian 11. Pelaksanaan Pencarian a. Persiapan Persiapan dititik beratkan pada pengumpulan informasi tentang : lintasan obyek yang dicari, daerah pencarian/lokasi, titik start regu pencari, ukuran pesawat kalau korban tidak diketahui jumlahnya, metode yang harus dipakai, info tentang medan. b. Gerakan - Umum : Awali dengan doa, pelajari hasil pencarian maksimal 1 jam sekali, rechek dan evaluasi hasil pencarian hari itu, hentikan pencarian bila cuaca buruk, jangan membuang bekas makanan, rokok, dll yang mengaburkan bekas survivor. - Formasi : ada 2 macam sebar lebar dan banjar c. Rescue (operasi penyelamatan) d. Aid (pertolongan) e. Emergency Care (pertolongan darurat) f. Tehnis pencarian Referensi - Bahan Ajar SAR Korps Brimob, Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan POLRI pusat Brimob.

Oleh : Muhamad Nurul Huda, S. Pd.