Anda di halaman 1dari 4

Tinjauan Pustaka

a. Pengertian Redoks Reaksi reduksi adalah reaksi penangkapan elektron atau reaksi terjadinya penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron atau reaksi terjadinya kenaikan bilangan oksidasi. Jadi, reaksi redoks adalah reaksi penerimaan dan pelepasan elektron (adanya transfer elektron). Dengan kata lain, reaksi redoks adalah reaksi terjadinya penurunan dan kenaikan bilangan oksidasi (adanya perubahan biloks). Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi. Reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi. Tetapi terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai "redoks" walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (Syukri, 2005). b. Pengertian Spontan dan Tidak Spontan Reaksi redoks dibagi menjadi dua, yaitu spontan dan tidak spontan. Suatu reaksi redoks dapat dikatakan spontan apabila potensial sel yang dihasilkannya bertanda positif. Jadi suatu reaksi redoks dapat berlangsung spontan jika potensial spesi yang tereduksi dikurangi dengan potensial spesi yang teroksidasi lebih besar dari nol.Sebaliknya, suatu reaksi redoks tidak dapat berlangsung (tidak spontan) jika Eo sel bernilai negative. Dalam menentukan spontan tidaknya suatu reaksi redoks dapat dilihat dari harga potensial reaksinya ( E0reaksi). Bila harga Eosel> 0 ,maka reaksi dapat berlangsung spontan, sedangkan bila Eosel< 0 reaksi tidak berlangsung spontan artinya untuk berlangsungnya reaksi tersebut harus ada tambahan energi dari luar. Jika dilihat dari deret volta,reaksi yang dapat berlangsung spontan adalah logam logam yang berada di sebelah kanan larutan larutan tersebut, sedangkan reaksi yang tidak berlangsung spontan, dalam deret volta terletak di sebelah kiri larutan larutan tersebut. (Chang, 2004). c. Faktor Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Reaksi Redoks

Pada reaksi redoks potensial standar reduksi yaitu harga potensial sel standart dari reaksi setengah sel yang di ukur dengan pembanding potensial reduksi dari hydrogen. Diagram potensial reduksi menunjukkan harga potensial standard reduksi pada beberapa tingkat oksidasi. Potensial sel merupakan driving force reaksi redoks. Harga potensial sel positif menunjukkan reaksi berjalan sesuai dengan arah reaksi tertulis. Pada reaksi redoks potensial standar reduksi yaitu harga potensial sel standart dari reaksi setengah sel yang di ukur dengan pembanding potensial reduksi dari hydrogen. d. Aplikasi Redoks dalam Teknologi Pertanian Reaksi redoks memiliki aplikasi yang luas dalam berbagi bidang. Aplikasi reaksi redoks dalam bidang pertanian adalah pembuatan baterai dan aki untuk alat-alat pertanian. Pelapisan suatu logam dengan lain untuk menguatkan logam untuk alat pertanian juga di

gunakan reaksi redoks. Selain itu, pembuatan senyawa kimia, seperti dalam pupuk untuk menanam tanaman. ( Sutresna, 2008)

Tinjauan bahan
a. Logam Seng ( Zn )

Zn merupakan salah satu unsur yang berada dalam unsur transisi periode IV. Dalam urutan deret volta (Li K Ba Ca Na Mg Al Mn (H2O) Zn Cr Fe Ni Co Sn Pb (H) Cu Hg Ag Pt Au) Zn berada di sebelah kiri unsure H. Dengan demikian, Zn memiliki sifat mudah mengalami oksidasi. Jika Zn bereaksi dengan logam Cu,maka Zn akan bertindak sebagai kutub anode. b. Logam Tembaga ( Cu ) Cu adalah salah satu unsur yang berada dalam unsure transisi periode IV. Cu memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi. Keberadaan Cu dalam urutan deret volta yaitu berada di sebelah kanan unsur H,sehingga Cu lebih mudah mengalami reduksi. Oleh sebab itu, Cu sukar untuk melepaskan electron. Larutan CuSO4 1M CuSO4 merupakan padatan Kristal berwarna biru muda. CuSO4 mempunyai massa molar 159,62 gram per mol. Senyawa garam ini eksis di bumi dengan kederajatan hidrasi yang berbeda-beda. Larutan CuSO4 termasuk oksidator . d. Larutan AgNO3 0,1 M Asam nitrat memiliki sifat fisika berupa padatan Kristal. AgNO3 tidak berwarna, tidak berbau dan tidak aromatis. AgNO3 larut dalam air dan AgNO3 merupakan garam. AgNO3 adalah oksidator kuat dan dapat disolasi. (Chang, 2003). c.

Tinjauan Alat
a. Beaker Glass Digunakan untuk tempat larutan. Ini juga bisa digunakan untuk memanaskan larutan kimia. Untuk menguapkan pelarut dan memekatkan. Walaupun teradapat skala, tapi alat ini bukan alat pengukur ( Anonim, 2013 ). b. Pipet Ukur Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Cara penggunaannya dengan menggunakan bulb atau karet penghisap untuk menyedot larutan, jangan sampai dihisap dengan mulut ( Anonim, 2013 ).

BAB II : METODOLOGI 1.1 DIAGRAM ALIR

1. Larutan CuSO4 Siapakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat larutan CuSO4 Masukan larutan CuSO4 1 M sebanyak 100 ml kedalam gelas ukur 250 ml Masukan sepotong logam seng berukuran 14 x 2 cm yang sudah diamplas Kedalam larutan CuSO4 Larutkan keduanya hingga homogen Amati perubahan setelah itu kita akan mendapatkan hasilnya 2. Larutan AgNO3 Siapakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat larutan AgNO3 Masukan larutan AgNO3 0,1 M sebanyak 100 ml kedalam gelas ukur 250 ml Masukan sepotong tembaga berukuran 14 x 2 cm yang sudah diamplas Kedalam larutan AgNO3 Larutkan keduanya hingga homogen Amati perubahan setelah itu kita akan mendapatkan hasilnya

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2012.Modul Praktikum Kimia Dasar I/Kimia Anorganik.FTP-UB:Malang Baroroh, Umi L.U.2004.Diktat Kimia Dasar 1.Universitas LambungMangkurat:BanjarBaru Brady, James and Field Senese.2003.Chemistry Maker and its Change.USA:Willey Chang, Raymond.2003.General Chemistry: The Essential Concepts.New York: The McGrawHill Companies Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar Edisi 3. Jakarta: Erlangga Chang, Raymond.2006.Kimia DasarKonsep- KonsepIntiJilid 1-2.Jakarta:Erlangga Sutresna, Nana.2008.KIMIA.Jakarta: Grafindo Media Pratama Syukri, S.2005.Kimia Dasar 2.Penerbit ITB:Bandung