Anda di halaman 1dari 27

DIKLAT PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KIMIA SMA

KABUPATEN BALANGAN

3
3
+ + +
3 + +
+ +
+ +
+ + 3
3 +
+
+ + + TENTOR PRIMAGAMA KM6
3 BANJARMASIN

DINAS PENDIDIKAN
BALANGAN
Peningkatan Kompetensi Guru Kimia SMA

Bidang Studi : Kimia


Materi Diklat : Koloid

Standar Kompetensi
Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
Koloid
Kompetensi Dasar
3
Mendeskripsikan dan menerapkan
3
konsep-konsep koloid.
+ + +
3 + +
• Menjelaskan perbedaan antara +
larutan homogen, suspensi dan +
koloid. + +
+ + 3
• Menjelaskan koloid hidrofobik dan 3
koloid hidrofilik. + +
+ + +
• Menjelaskan cara kerja surfaktan.
3
1. Pendahuluan

MATERI
HETEROGEN SENYAWA

Proses Fisika Proses


MATERI ZAT MURNI
Kimia

MATERI UNSUR
Proses Fisika
HOMOGEN

LARUTAN

Klasifikasi Materi
Larutan adalah campuran homogen dimana tidak tejadi pengendapan zat
terlaut dan zat terlarut ada dalam bentuk ion-ion atau molekul-molekul kecil.
Contoh, NaCl dan gula membentuk larutan sejati dalam air.

Suspensi terbentuk bila padatan halus seperti pasir ditambahkan ke dalam air
dan akan terjadi pengendapan. Partikel-partikel pasir masih kelihatan dan akan
mengendap secara perlahan-lahan.
Koloid merupakan keadaan intermediet antara larutan dan suspensi.

Kolid adalah dispersi partikel-partikel satu substansi (fasa terdispersi) dalam


substansi lainnya (medium perdispersi atau fasa kontinu).

Kabut (fog) adalah contoh koloid yang terdiri dari titik-titik air yang amat kecil;
(fasa terdispersi) dalam udara (fasa kontinu, pendispersi).

Koloid berbeda dari larutan sejati dimana ukuran partikel-partikelnya lebih


besar dari ukuran molekul-molekul zat terlarut dalam suatu sistem larutan.
Ukuran partikelnya antara 2x103 pm sampai 2x105 pm.

Campuran Koloid Larutan


partikel besar partikel menengah partikel kecil
> 0.2 µm 0.2 - 0.002 µm < 0.002 µm
2. Efek Tyndall
Sekalipun koloid nampaknya homogen karena partikel-partikel
terdispersi cukup kecil, tetapi koloid dapat dibedakan dari larutan
sejati, yakni dari kemampuannya menghamburkan cahaya.
Peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid dikenal
sebagai efek Tyndall.

Gambar. Efek Tyndall. Debu menghamburka cahaya yang datang lewat


pohon-pohonan (kiri). Cahaya laser dilewatkan oleh larutan NaCl dan
dihamburkan oleh koloid campuran gelatin dan air (kanan).
3. Tipe Koloid
Koloid dibedakan berdasarkan atas keadaan (padat, cair atau gas) fasa
terdispersinya dan fasa kontinunya.
Tabel 1. Tipe-tipe koloid
Fasa Kontinu Fasa Terdispersi Nama Contoh

Gas Cair Aerosol Kabut, awan, spary aerosol


Gas Padat Aerosol Asap rokok, asap kendaraan, virus di
udara (airborne viruses)
Cair Gas Foam (busa) Sabun cukur, susu kental yang
dikocok (whipped cream)
Cair Cair Emulsi Susu, minyak terdispersi dalam air,
krim muka
Cair Padat Sol Emas dalam air, AgCl(s) terdispersi
dalam H2O, lumpur
Padat Gas Foam (busa) Gabus, busa plastik
Padat Cair Gel Jeli, opal (mineral dengan cairan
didalamnya)
Padat Padat Sol padat Glas ruby (glas dengan logan
terdispersi)
Aerosol: titik-titik cairan atau partikel-partikel
padat terdispersi dalam suatu gas.

Emulsi: titik-titik cairan terdispersi dalam suatu


cairan.

Sol: partikel-partikel padatan terdispersi dalam


cairan
Gambar: Koloid emas

4. Koloid hidrofilik dan hidrofobik


Koloid dimana fasa kontinunya air dibedakan atas dua:
 Koloid hidrofilik
 Koloid hidrofobik

Koloid hidrofilik: koloid yang memiliki daya tarik kuat antara fasa terdispersi
dan fasa kontinunya (air). Contoh, koloid-koloid yang mengandung
makromolekul; larutan protein - seperti gelatin dalam air. Molekul-molekul gelatin
ditarik oleh molekul-molekul air dengan gaya London dan ikatan hidrogen.

Gelatin: protein yang tersusun atas glisin, prolin dan hidroksi prolin.
Partikel koloid Partikel koloid

+ + + + + +
+ + Cl- + +
+ + +
+ +
+ + +
+ + +
+ + +
+ + + + +
+ + +

Partikel Fe(OH)3 Partikel Fe(OH)3 dikelilingi


bermuatan positif oleh ion Cl-

Koloid hidrofobik: koloid yang memiliki daya tarik lemah antara fasa
terdispersi dan fasa kontinu (air). Koloid jenis ini umumnya tidak stabil, dalam
waktu yang cukup lama, fasa terdispersi biasanya bergabung membentuk
partikel yang lebih besar dan akhirnya mengendap.
Contoh, dispersi logam-logam dalam air dan susu, suspensi koloid dari protein
kasein yang membentuk misel dengan inti hidrofobik.

Koloid hidrofobik stabil dapat mengalami koagulasi dengan memberikan


ion-ion ke dalam medium pendispersi.
5. Koagulasi
Sol besi(III) hidroksida dapat membentuk agregat dengan
penambahan larutan ion, terutama larutan yang mengandung ion-
ion bermuatan rangkap seperti ion fosfat, PO43- .
Koagulasi adalah proses dimana fasa terdispersi suatu koloid
menjadi agregat sehingga terpisah dari fasa kontinunya.

Partikel koloid
Partikel koloid
3
3
+ + +
+ + + 3 + +
+ + PO43- +
+ +
+ +
+ +
+ + 3
+ + +
+
3 + +
+ + + +
+ + +

Partikel Fe(OH)3 Partikel Fe(OH)3 dikelilingi


bermuatan positif oleh ion PO4-
Contoh lain koagulasi adalah penggumpalan susu ketika masam.
Susu merupakan suspensi koloid dimana partikel-partikel susu, protein,
tidak mengendap karena memiliki muatan listrik. Ion yang menyebabkan
koagulasi terbentuk bila laktosa (gula susu) mengalami fermentasi
menjadi asam laktat.
Terbentuknya delta di sungai dekat pantai juga merupakan contoh
koagulasi. Suspensi koloid tanah dalam air sungai bila bertemu dengan
larutan ionik pekat air laut maka akan terjadi agregasi, kemudian terjadi
pengendapan dan akhirnya membentuk delta. Contoh delta Mississippi.

Latihan
1. Partikel koloid belerang, sulfur, dapat bermuatan negatif dengan penambahan
ion tiosulfat, S2O32- , dan ion lainnya pada permukaan belerang. Tunjukkan
mana molekul berikut yang paling efektif untuk mengkoagulasikan koloid
belerang: NaCl, MgCl2, atau AlCl3. Kenapa?
2. Jelaskan terbentuknya delta di dekat hilir sungai!
3. Jika elektroda-elektroda yang dihubungkan dengan sumber arus DC dicelupkan
dalam gelas kimia yang mengandung koloid besi(III) hidroksida, endapan akan
terbentuk pada elektroda negatif. Jelaskan kenapa hal ini terjadi!
Jawaban

1. AlCl3 δ
δ

Cl 3
l Cl 3

Al
A
δ δ
δ Cl A S S δ
S S AlCl3 3 l A lCl 3
δ S S S
Sδ S8
S8 S S Al
δ S S δ
l 3A
l
S S
Cl
3
S S δ C δ
δ δ

Al
3 Al

Cl 3
Cl
δ δ
Partikel koloid belerang Partikel belerang dikelilingi
oleh AlCl3

Setiap atom belerang memiliki dua pasang elektron sunyi sehingga partikel
koloid belerang memiliki fraksi muatan negatif, pasangan elektron ini dapat
disumbangkan pada atom Aluminum dan AlCl3 bertindak sebagai asam
Lewis. Konsekuensinya, terbentuk agregat dan koloid belerang mengalami
koagulasi.
2. Delta terbentuk akibat dari koagulasi partikel-partikel koloid tanah seperti
Fe(OH)3, Al(OH)3, Ba(OH)2, Ca(OH)2, Mg(OH)2, dll akibat bergabungnya
partikel-partikel tersebut dengan ion-ion multi muatan dari air laut seperti
PO43- , SO42- , CO32- , dll.

3 3
3 3
+ + + + + +
3 3 + +
+ + +
+ + +
+ Mg(OH)2 + + Al(OH)3 +
3 + + 3
+ + 3 +
3 + + +
+ + +
+ + ++ + + +
+ + ++
+ + +
+ + + 3
3
+ Al(OH)3 + + Ba(OH)2 + 3
+ + + + 3
+ + + +
+ + + +
+ + + + + ++
+ + PO43- 3 + +
+ + + +
+
+ Fe(OH)3 +
+ Fe(OH)3 + + + 3
+ + 3 + +
++ + + + +
+ ++ + + koagulasi
+ + + + ++
+ + + + 3
+ + 3 3
+ Ca(OH) 2 + Mg(OH)2 + 3
+ + 3
+ +
++ + + + + + + + + +
+ + + + + 3 + + 3 + +
+ + +
+
+ Ca(OH) 2 + + Ba(OH)2 +
+ 3 + + 3
Partikel koloid M(OH)x 3
+
+ + 3 +
+ + +
+
+ + +
bermuatan positif
3 3

endapan lumpur
6. Koloid Gabungan (Association Colloid)
Bila molekul-molekul atau ion-ion yang memiliki kedua ujung
hidrofobik dan hidrofilik didispersikan dalam air, maka akan
bergabung membentuk partikel-partikel berukuran koloid atau misel.

Misel adalah partikel berukuran koloid yang terbentuk dalam


air akibat dari penggabungan molekul-molekul atau ion-ion
yang memiliki ujung hidrofobik dan ujung hidrofilik.

Ujung-ujung hidrofobik saling bertemu dan berada dalam misel


sedangkan ujung hidrofilik berada diluar misel berhadapan dengan
air.

Koloid dimana fasa terdispersinya terdiri dari misel-misel


disebut koloid gabungan (association colloid)

Sabun biasa dalam air merupakan contoh dari gabungan koloid.


Sabun terdiri dari senyawa-senyawa seperti natrium stearat,
C17 H35 COONa. Ion stearat memiliki ujung rantai hidrokarbon panjang
dan bersifat hidrofobik, karena nonpolar, dan gugus karboksil (COO-)
pada ujung lainnya dan bersifat hidrofilik, karena ionik.

ion stearat O
C
H3C O

ujung hidrofobik ujung hidrofilik

ujung hidrofobik ujung hidrofilik

Dalam air ion stearat bergabung membentuk misel dimana ujung


hidrokarbon mengarah ke dalam bertemu satu sama lainnya dan
menjauh dari air, sedangkan gugus karboksil mengarah ke luar misel
dan bertemu dengan air.
H 2O
H 2O H2O
Na+
Na+ Na+

H2O H2O
Na+ Na+

H2O H2O
+ +
Na Na

H 2O Na+ Misel Na+ H2O

Na+ Na+
H 2O H 2O

Na+
Na+
H2O H2O
Na+ Na+
Na+
H2O H 2O
H 2O

Misel stearat dalam air


Detergen anionik
Detergen sintesis juga membentuk koloid gabungan.
Natrium lauril sulfat adalah detergen sintesis yang ada dalam pasta gigi
dan sampo.

Natrium laruril sulfat O

H3C O S O Na +

O
ujung hidrofobik
ujung hidrofilik

ujung hidrofobik
ujung hidrofilik

Gugus sulfat hidrofilik (-OSO3-)


Gugus dodekil hidrofobik (C12 H25 -)
Detergen kationik: sifat germisida digunakan di rumah sakit dan
cuci mulut

H3C CH3
+N
H3C CH3

ujung hidrofilik ujung hidrofobik

7. Aplikasi koloid
Latihan

1. Jelaskan, mengapa sabun dapat membersihkan kotoran minyak pada


pakaian!
2. Jelaskan bagaimana cara kerja tawas, aluminium sulfat hidrat
Al2(SO4)3.18H2O, dalam pemurnian air minum.
3. Fosfolipida, dua gugus OH dari gliserol diganti dengan asam lemak dan satu
OH diganti dengan asam fosfat, dapat membentuk membran sel dua-lapis.
Bagaimana hal ini dapat terjadi?
1. Sabum memiliki ujung hidrofobik yang dapat menarik partikel-partikel minyak
yang bersifat non-polar. Disamping itu sabun juga memiliki ujung hidrofilik
yang dapat beriteraksi dengan air, dengan demikian sabun akan mampu
menarik minyak dari pakaian, dan melarutkannya, lihat Gambar.

H2O
H2O H2 O H 2O
Na+ H2O H2O
Na+ Na+ Na+
Na+ Na+
H2 O H2O
H 2O H 2O
Na+ Na+
Na+ Na+

H2 O H2 O
H 2O H2O
Na+ Na+
Na+ Na+

Minyak Minyak
H2O Na+ Na+ H2O H2O Na+ Na+ H2O

Na+ Na+ + Na+


H2O H2O H2O Na H2O

Na+ Na+ Na+


Na+
H2O H2 O H2O H2O
Na+ Na+ Na+ Na+
H2O Na+ H2 O H2O Na+ H2O
H2O H 2O
2. Tawas bertidak sebagai koagulan mengendapkan partikel-partikel koloid
bermuatan negatif.

Pada pH rendah, aluminium berada dalam ion-ion aluminium terhidrasi,


Al(H2O)63+ .

Al2(SO4)3.18H2O(s) 2Al(H2O)63+(aq) + 3SO42-(aq) + 6H2O(l)

-
Al(H2O)63+(aq) + 3HCO3 (aq)

Al(OH)3(s) + 3CO2(g) + 6H2O(l)

Ion-ion ini bertindak sebagai pasangan dari partikel-partikel koloid


bermuatan negatif, sehingga membentuk agregat-agregat yang akan
mengendap, atau terjadi koagulasi.

Pada pH tinggi, aluminium berada dalam bentuk aluminium hidroksida,


Al(OH)3. Al(OH)3 merupakan partikel-partikel koloid yang memiliki fraksi
muatan positif dan akan menarik partikel-partikel koloid yang bermuatan
negatif, seperti CaCO3 tersuspensi, bakteria, dan partikel-partikel
tersuspensi lainnya seperti kotoran.
3. Membran sel dua-lapis
O

H2C O C (CH2)nCH3
O O
-
O P O HC O C (CH2)nCH3
kepala polar ekor nonpolar
O-
permukaan hidrofilik
hidrofobik interior

permukaan hidrofilik

Struktur membran sel dua-lapis


Soal
1. Nyatakan tipe koloid-koloid berikut (aerosol, busa (foam), emulsi, sol atau gel):
(a) kabut air (b) susu cair (c) buih sabun (d) lumpur (e) agar-agar
2. Arsenat(III) sulfida membentuk sol dengan muatan negatif. Mana diantara
senyawa ion berikut efektif untuk mengkoagulasikan sol tersebut?
(a) KCl (b) MgCl2 (c) Al2(SO4)3 (d) Na3PO4
3. Aluminium hidroksida membentuk sol bermuatan positif. Mana diantara
senyawa ion berikut efektif untuk mengkoagulasikan sol tersebut?
(a) NaCl (b) CaCl2 (c) Fe2(SO4)3 (d) K3PO4
4. Bila larutan BaCl2 dan Na2SO4 dicampur, campuran menjadi keruh. Setelah
beberapa hari, endapan putih teramati di dasar gelas kimia dengan cairan jernih
di atasnya.
(a) Tulis persamaan untuk reaksi yang terjadi!
(b) Kenapa mula-mula terjadi keruh?
(c) Apa yang terjadi selama beberapa hari didiamkan?
5. Fasa terdispersi suatu koloid terdiri dari butiran-butiran berupa bola kecil dengan
diameter 1,0 x 102 nm.
(a) Berapa volume (V = 4/3 π r3) dan luas permukaan (A = 4π r2) masing-
masing butiran?
(b) Berapa butiran diperlukan untuk menghasilkan volume total 1,0 cm3?
Berapa luas permukaan total dari butiran-butiran ini dalam m2.
Jawaban
1. (a) kabut air (aerosol), (b) susu cair (emulsi), (c) buih sabun (busa), (d) lumpur
(sol), (e) agar-agar (gel).
2. Al2(SO4)3 karena akan menghasilkan Al(OH)3 yang bermuatan negatif yang
akan menetralkan sol arsenat(III) sulfida, sehingga terjadi koagulasi.
3. K3PO4 karena dapat menghasilkan ion bermuatan ganda PO43- yang akan
berpasangan dengan sol Al(OH)3 yang bermuatan negatif.
4. (a) BaCl2(aq) + Na2SO4(aq)  BaSO4(s) + 2NaCl(aq)
(b) Karena terbentuk Ba(OH)2; BaCl2)aq) +H2O(l)  Ba(OH)2(s) + 2HCl(aq)
(c) Terjadi koagulasi antara Ba(OH)2 dengan ion SO42- menghasilkan BaSO4
yang tidak larut dalam air.
5. (a) Volume = 4/3 π r3 = 4/3 π (0,5 x102)3 nm3 = 5,24 x 105 nm3; Luas = 4π r2 =
4π (0,5 x102)2 nm2 = 3,14 x 104 nm2.
(b) Banyak butiran = 1021 /5,24x105 = 2 x 1015 butiran; Luas permukaan total =
2x1015 x 3,14x104 nm2 = 6x1019 nm2 = 60 m2.
  Dispersed Medium
Gas Liquid Solid
Continuous  Gas NONE Liquid Aerosol Solid Aerosol
(All gases are soluble) Examples: Fog, mist Examples: Smoke, dust
Medium
Liquid Foam Emulsion Sol
Examples: Whipped cream Examples: Milk, mayonnaise, Examples: Paint,
hand cream pigmented ink, blood
Solid Solid Foam Gel Solid Sol
Examples: Aerogel, styrofoam,Examples: Gelatin, jelly, Examples: Cranberry glass,
pumice cheese, opal ruby glass

H O N O

H2N C C C

OH OH
H

glysine proline
Foam