Anda di halaman 1dari 6

AnalisisKerusakanRautPengikatMeja Putar Pada Sistem Transportasi Alat Angkat (llham Datta 34-39)

ANALISIS KERUSAKAN BAUT PENGIKAT MEJA PUTAR PADA SISTEM TRANSPORTASI ALAT ANGKAT
Dham Datta UPT-LUK. BPP Teknologi, Kawasan PUSPIPTEK Serpong

ABSTRAK
ANALISIS KERUSAKAN BAUT PENGIKAT MEJA PUTARPADA SISTEM TRANSPORTASIALAT ANGKAT. Dalam makalah disajikan suatu hasil analisis kerusakan baut pengikat meja putar yang digunakan pada kendaraan alat angkat berat atau sebagai sarana alat transportasi pemindah barang dengan daya maksimum 2S ton. Analisis kerusakan baut pengikat meja putar dilakukan dengan analisis komposisi kimia, hasil uji tarik, kekerasan,permukaan patahan clanstruktur mikro. Hasil analisis kerusakan menunjukkan bahwa baut tersebut telah mengalarnipatah lelah clanpenyebabkerusakanberawal daTicacat manufaktur Cacat ini berbentuk lipatan pada permukaan ulir daTi baut yang terjadi pada saat proses pembentukan ulir. Lipatan tersebut merupakan bagian logarn yang tidak menyatu, sehingga membentuk pusat awal retak. Disamping itu penurunan kekuatan baut juga dipengaruhi oleh oksidasi clan dekarburisasi ketika dilakukan proses perlakuan panas, sehingga menimbulkan perubahan sturktur mikro daTi martensit temper menjadi ferit yang kasar dengan kekuatan yang rendah.

ABSTRACT
FAILURE ANALYSIS OF THE BOLT FROM TURN TABLE TIGHTENING ON THE HEAVY LIFTING EQUIPMENT SYSTEM. This paper proVidesthe results of failure analysis of the bolt from the turn table tightening which usually using on the heavy lifting equipment or as a equipment for the material handling with the maximum load about 25 ton. The process of the failure analysis from the series of laboratory testing such as chemical composition, tensile testing, hardness, fracture surface and microstructure. The results of the analysis we see this bolt have suffered fatigue failure and the initiation cracking from the manufacture defect. This defect in the form like the folding on the screw surface which maybe happen at the screw forming process. This folding as a part of metal which not bonding together, so could act as a initial crack, and got the decreasing of the strength too which cause from oxidation and decarburization at the moment of heat treatment process. So this material got the change in the microstructure, from the martensite temper to the coarse ferrite and finally reduces the strength of the bolt.

1. PENDAHULUAN
Dalam industri transportasi darat, laut dan udara penggunaan baut dan mur sangat banyak digunakan, sebabfungsi daTi baut adalah sebagaialat penyambung atau pengikat komponen yang satudenganyang lainnya, agar menjadi satu kesatuan yang kokoh dan terbentuk sesuai dengan keinginan perancangnya. Teknik penyambungan dengan menggunakan baut dan mur relatif lebih aman, karena lebih mudah dipasang dan dibongkar kembali apabila diperlukan untuk melakukan hal-hal sepertiperawatan,perbaikandan lain-lain[l]. Pemilihan baut-mur sebagaialat pengikat dalam industri transportasi, misalnya pacta kapallaut, mobil ataupun pesawatterbang, harus dilakukan secaracermat dan seksama untuk mendapatkan mutu atau kekuatan baut yang sesuai dengan konstruksi yang akan disambung. Pemilihan ini tentunya hams dilandasi dengan pengujian dan penelitian agar didapatkan basil yang optimal. Akan tetapi teknik penyambungandengan baut walaupun telah melalui pengujian dan penelitian, penurunan kekuatan tetap saja terjadi pactabagian yang disambung temtama pada daerah lubang dan bagian ulir daTibaut, hal ini disebabkankarena ulir baut mempakan bentuk takikan yang dapat memperlemah konstruksi. Selain itu dalam pembuatan baut, cacat mikro jarang terdeteksi walaupun telah menggunakan alat uji tanpa memsak. Pada penelitian ini dianalisis kemsakan baut pengikat yang terjadi pada meja putar alat transportasi pemindahbarang ataukendaraan alat angkatjenis Crane Drott Cruz (Gambar 1). Baut yang digunakan untuk mengikat meja putar tersebutberjumlah 36 buah dengan ukuranM 24 x 70 dankelas mutu (grade) 12.9.Kemsakan terjadi ketika alat angkat ini digunakan untuk memindahkan suatu barang seberat 20 ton tiba-tiba terjatuh dan selumh baut pengikat lepas,ada yang putus, ada ulimya dol dan adajuga yang bengkok. Pada hat alat angkat ini barn bemmur sekitar 2 tahun atau sekitar 6000 jam operasi sebelum kemsakan ini terjadi. Untuk menentukanjenis dan penyebab kemsakan diperlukan adanya suatu penelitian terhadap baut yang patah,

34

J: Mikroskopi dan Mikroanalisis Vol3 No.1 2000

ISSN 1410-5594

Sedangkanuntuk Headed bolt with rolled thread pembuatan ulir bani dikerjakandenganmenggunakan roda ulir (thread rolled), Adapun tahapanpembuatan banidan mur dapat dilihatpadaGambar 2B[5].

~ .."""

r ;c.Q
,.,.
j ,

-,.,_.

.
'l'

0
'.

Gambar I. Model alat angkat daD bentuk meja putar yang diikat oleh baut daD mur

...~.
melalui serangkaian pengujian yang diadakan di Laboratoria Uji Konstruksi (UPT -LUK) BadanPengkajian dan Penerapan Teknologi, Serpong Tangerang. Pacta penelitian ini, disamping menguji baut yang telah putus, juga dilakukan pengujian terhadapbautyang masih barn dan sejenis denganbaut yang digunakan untuk pengikat meja putar alat angkat tersebut.

""."

L- ~.

".'

L~ '. ...,

r':':-l
,- '

"..,.,. ,..

"..,.-,

Gambar2B. Tahap-tahapdalam prosespembuatanhaul danmur.

TEORI 2.1.Proses PembuatanBaut-Mur


Material dasar yang digunakan dalam pembuatantaut dan mur adalahbaja karbon rendahyang berbentuk gulungan kawat baja batangan. Gulungan kawat baja ini dilumskan diantara canai yang berputar kemudian dimasukkan kedalam mesin pemotong untuk dipotong sesuaidengan ukuran taut dan mur yang telah ditentukan. Proses pembuatan taut dengan cold working dibedakan dalam dua cara (Gambar 2A), yaitu dengan Machined Bolt, pembuatan ulirbaut dikerjakan dengan menggunakan mesin butut atau yang sejenisnya.

2.2. Perpatahan PadaBaut.


Perpatahan adalah pemisahan atau pemecahan suatubenda padat menjadi dua bagian atau lebih akibat adanyategangan.Prosesperpatahan karena pembelahan akibat tarik uniaxial secara bertahapmulai dari deformasi plastik untuk menghasilkan tumpukan dislokasi, permulaan retak, penjalaranretak dan akhimya patah[3]. Patah dapat digolongkan dalam dua kategori umUm,yakni patah liat dan patahgetas.Patah liat ditandai oleh deformasi plastik yang cukup besar, sebelum dan selanlaprosespenjalaranretak. Pacta pemlukaan patahan. biasanya nampak terjadi deformasi yang cukup besar Patah getaspactalogam, ditandai denganadanya kecepatan penja.laran retak yang tinggi, tanpa terjadi defomllisi awal ataupundeformasinUkro. Bentuk patahan yang terjadi pactalogam dapat memperlihatkan bebcrdpa jenis bentuk yang berbeda-beda, tergantung pacta : temperatur, keadaan tegangan, laju pembebanan, pengaruh perlakuan panas, bentuk struktur mikro dan kondisi permukaan[4]. Tahapan-tahapan perkembangan terjadinya bentuk permukaan patahan berserat, cup & cone daD .liat, diawali dengan terjadinya penyempitan dapatitik/ daerahyangtidak stabil,kemudiankekuatannya akan berkurang akibat adanya pergeseranregangandaD sebagai kompesasinya ukuran penampang menurun perlahan-.lahan. Hal ini terjadi, daTi awal pembebanan hingga bebanmaksimum. Terjadinya penyempitan akibat beban tarik menimbu.lkankeadaan tegangantiga sumbu. daD pacta daerah ini (Gambar 3a) komponen tarik hidrostatik terjadi di sekitar sumbu benda uji yang

~100(..., I.'\IC.~"

...~fOt'
{

~
A

~. ~t(HIND8(M.1 ~ ./ 'o!'c...

." to" WI I

"a""

""

LI.

0 n--:...J."'I.L:= ~ r ~"'OItla. -"I'.UOitt alt...IO ./

merupakanpusat daerahpenyempitan. Selanjutnya 35

. ..
2.

AnalisisKerusakanHaut PengikatMejaPutar PadaSistemTransportasiAiatAngkat (llham Hatta 34-39)

terjadi beberapa rongga kecil yang terbentuk pacta daerah bakal patahan akibat adanya penambahan regangan (Gambar 3b), danjika pereganganberlangsung terns, rongga ini bertambah besar daD menjadi satu dengan retakan pusat (Gambar 3c). Retakan ini berkembang pacta arab tegak lurns sumbu benda uji, hingga mencapai permukaan benda uji. Kemudian merambat disekitar bidang-bidang geser lokal, kira-kira 450 terhadap sumbu patahan yang terbentuk (Gambar 3d), akan tetapi bila rongga-rongga yang terbentuk tidak beraturan daD perenganganberlansung terns maka akan terbentuk model patahan yang berserat (Gambar 3e). Pertumbuhan retakan pacta patah liat terntama terjadi akibat bergabungnya rongga-rongga udara dengan bentuk patahan sudut 450 (Gambar 3f).

Gambar 4.

dianalisis.

mendapatkan data hasil penelitian, metoda uji yang digunakan adalah : a. Analisa komposis kimia, untuk menentukan prosentase kandungan unsur yang terdapat pada haul tersebut dengan menggunakan alat Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS). Uji fraktografi, untuk menentukanklasifikasi bentuk permukaan patahan dengan menggunakan stereo mikroskop atau Scanning Electron Micro,\'cope (SEM). . Uji metalografi, untuk menentukan bentuk struktur mikro potonganmemanjangataumelintang dari bclut, denganmenggunakan alat mikroskop optik. Uji kekerasan,untuk menentukankekerasan Brinnel daTihaul mulai dari lokasi patahan hinggclke bagian kepala haul, denganmenggtmakan mesin uji FranA' Finote.~t. Uji tarik, untuk menentukan kekuatan tarik baut dengan menggunakan mesin uji tarik Carl.S'chenk jenis UPM-IOOO kN.

b.

..C

.I

,
patahan pada bRut,

Gambar 3, Tahap.tahap terjadinya

c.

Penggabungan ini terjadi akibat perpanjangan rongga -rongga danjembatan-jembatanmaterial diantara rongga-rongga tersebut, Hal ini memungkinkan pembentukan permukaan patahan yang mengandung "dimple" diperpanjang, seperti jika terbentuk dari sejumlah lubang yang kemudian terpisah oleh dinding tipis, hingga terjadi patahan. Rongga-rongga yang merupakan sumber dasar dari patah liat, terbentuk secara heterogen pada sisi-sisi dimana kesesuaiandeformasi sukar terjadi. Bagian yang merupakan tempat utama pembentukan rongga adalah inklusi partikel rasa kedua atau partikel oksida ringan. Pada pengujian tarik uniaxial rongga-rongga terbentuk sebelum penyempitan, tetapi setelah penyempitan terbentuk tegangan tarik hidrostatik semakin besar, sehingga pembentukan rongga menjadi jauh lebih jelas[3].

d.

e.

4. BASIL DAN PEMBABASAN


Hasil analisa komposisi kimia terhadap baut pengikat meja putar yang telah putus clan yang masih barn disajikan pada Tabell. Dari basil analisakomposisikimia, nan1pak bahwa baut meja putar yang patah tersebut terbuat dari bahan baja karbon rendah (C < 0,45 %), sedangkan unsur Cr, Cu, dan Mo clanAl yang terdapat pactabaut pengikat ini walaupun prosentasenya sangat sedikit, berguna untuk ameningkatkan ketahanan terhadap korosi atmosfir. Unsur Nb, Sn dan W berguna untuk menghaluskan butiran stmktur mikro dan meningkatkan kekerasandari baut. Hasil pengujian kekerasanBrinnel yang dilakukan terhadap kelima baut meja putar yang putus dan yang masihbarn, menunjukkanbahwa nilai kekerasan terendah adalah 352 HB sedangkan nilai kekerasan tertinggi mencapai 399 HB. Berdasarkan standar lIS B-I051 [6]. bautdengantingkatkekuatan 12.9mempunyai kekerasan 330 HB .425 HB dengan kekuatan tarik 120 kgf/mm2 . 140 kgf/mm2 .Salah satu kelemahan baut dengan

3. BAHAN DAN METODA


Penelitian ini dilakukan di Unit Pelaksana TeknisLaboratoria Uji Konstruksi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ( UPT -LUK , BPPT). Bahan penelitian yang digunakan adalah baut pengikat meja putar mesin pengangkat jenis Crane Drott Cruz (Gambar I). Dari 36 buah baut pengikat meja putar tersebut, dipilih 5 buah baut (Gambar 4) sebagaibenda uji untuk pengujian. Fokus penelitian ini adalah meneliti secara seksama bentuk patahan yang terjadi dan penyebab terjadinya kerusakan pada baut tersebut. Untuk

36

.l Mikroskopi dan Mikroanalisis

Vol3 No.1 2000 ISSN 141(1-5594

Tabel

Ha.'!il Analisa Komposisi Kimia

kekerasan dan kekllatan yang tinggi, bila digunakanpada bebandinamis tak tentu dapat menimbulkan kegetasan, terutama terhadapbebanimpak ataubeban tiba-tiba, dan sangat sensitif terhadap takikan. George E. Dieter, mengatakan bahwa "Notch .~ensitivity increa.~eL\' with tenL\'ile L\'trength.ThuL\"it is possible in certain circum.\'tanceto decreaL\'e fatigue performance by increa.\'ing the hardne.~.\' or ten.\'ilestrength material [I]. Hasil an'cllisa visual dan makro fraktogr'cui, menunjukkan bahwa kelima bautyang patah (Gamb'clr 5) merupakan karakteristik patahan karena lelah. akibat bebandinamis (beban fluktuasi) yang dialami oleh crane tersebut pacta saat dioperasikan. Ciri-ciri patah lelah ditandai oleh 3 tanda khusus[2], yaitu : Initial crack, daerah ini merupakan awal terjadi retakan yang disebabkan oleh banyak faktor, misalnya : inklusi, cacat saat pengerolan, pengaruh perlakuan panas,dan lain-lain. Crack Propagation, daerah ini merupakan daerah penjalaran retak yang ditunjukkan dengan ciri khas

pola yang berbentuk garis pantai atau beach mark.", Pada daerah ini permukaan patahannya agak halus (."mooth),karena terjadi efek gesekanketika ret,1kan menjalar, Re."idualfracture, daerahini mernpakanpatahany,mg paling terakhir terjadi atauakhir daTisiklus tegangan. saat penampang yang tersisa tidak mampu lagi menahanbebanberikutnya, sisa permukaan patahan ini kelihatan agak k::lsar,akibat bebanyang berlcbi h (overload), Dari basil pengujian ilU nampak ballwa bautyang digunakan untuk pengikat meja putar crane drott cruz melebihi kekuatan yang seharusnya digunakan pada konstruksi baja atau peralatan alai berat (heavy equipment), sebab beban atau gayayang dial ami adalah beban dinamis. Bentukpennukaanpatahandari kelima bautyang dianalisis sangatbervariasi (Gambar 5), nampak bahwa luas daerah penjalaran retak (crack propagation) ada yang besar dan ada yang kecil .Hal ini menunjukkan bahwa prosesperambatanretak hingga patah akhir pada baut berlangsung sangatcepat. Keadaan demikian dapat disebabkan oleh tingkat tegangan yang terjadi sangat besar atau kemungkinan adanya cacat pada ulir haul. Disamping itu kondisi permukaan patahan dari kelima haul tersebut menunjukkan bentuk patah getas. Gambar 6, menunjukkan hasil uji tarik tarik terhadaphaul dengangrade 8.8, bautjenis ini banyak digunakan pada konstruksi baja daD alai berat, terutama untuk beban dinamis ataustatis tak tentu. Bentuk permukaan patahan daTihasil uji tarikbaut grade 8.8 berbentuk cup & cone, hal ini menunjukkan bahwa baut tersebut cukup liat. karena nampak adanya perubahan penampang sebelum terjadi patahan. Pemlukaan patahan yang terjadi baut dikatakan getas,apabila bentuk pernlukaan patahannya hampir datar dan balus,akan tetapi dikatakan liat apabila bentuk permukaan patahannya membentuk sudut yang mendekati 45 derajatatau 45 derajat. sedangkanbentuk

('

I.

Gambar 5. Bentuk pennukaan pataban baut yang dianali.qi!' ( Tanda Panah merupakan retak awal)

37

AnalisisKerusakanRaul PengikatMeja Pular PadaSislemTransportasi Alat Angkat (Ilham Hatta 34-39)

akibat proses manufaktur yang kurang sempurna. Pacta dasarnya pembuatan baut dilakukan dengan proses machining atau proses cold heading, kedua proses ini

hanya dilakukan pasa suhu ruang. Pacta proses


machining, pembentukan ulir dilakukan dengan menggunakan mesin bubut atau CNC, sedangkanpacta prosescold heading,pembentukan ulir dilakukan dengan menggunakan mesin thread rolling[2]. Perbedaan dati kedua proses pembentukan ini secaravisual sangatsukar dibedakan,akan tetapi dengan uji metalografi nampak dengan jelas perbedaannya (Gambar 2A) , yaitu : untuk baut yang memalui proses machining bentuk struktur mikro pactadaerah ulir lurus saja mengikuti arab pengerolan, sedangkanpacta proses cold heading bentuk struktur mikro di daerah ulir nampak bergelombang mengikuti bentuk alur daTi ulir. Proses terjadinya lipatan pacta kepala ulit baut yang nampak daTi hasil uji metalografi, diawali oleh pembentukan tonjolan (overfills) yang kemudian mengalmui perlipatan pacta proses pembentukan ulir. Pacta lipatan tersebut kemudian terjadi prosesoksidasi dan dekarburisasi, saat dilakukan perlakuan panas, sehingga nampak pacta daerahlipatan struktur ferit relatifkasar. Cacatyang terjadi pacta bagian kepala ulir merupakan awal dati kerusakan yang dialami oleh baut tersebuttanpa beban,selanjutnya akibat beban dinamis yang terjadi saat crane tersebut beroperasi, siklus demi siklus berlalu, retak yang acta pacta awalnya kemudian menjalar dengan cepatnya hingga mengakibatkan baut tersebutpatah. Sellin adanya cacat awal yang dialami oleh baut tersebut, faktor yang sangat dominan berpengaruh adalah grade baut yang sangat tinggi (grade 12.9), sebabbaut sejenis ini sangatsensitif terhadap beban dinamis, akibat adanya bentuk takikan (notch) berupa ulir.

Gambar 6. Bentuk permukaan patahan baut yang telah mengalami uji tarik

permukaan patahan cup & cone merupakan bentuk patahanyang cukup liat[3] . Hasil uji metalografi yang dilakukan pactabaut pengikat meja putar crane drott cruz, nampak pacta

Gambar 7. Bentuk struktur mikro baut tersebut


menunjukkan bentuk martensit temper. Struktur ini biasanya dicapai melalui proses perlakuan panas, yaitu proses pengerasan (hardening) yang kemudian diikuti oleh prosestemper.Prosespengerasandilakukan dengan memanaskan baut tersebut hingga mencapai suhu austenisasi den kemudian dicelupkan kedalam media pendingin, seperti oli atauyang lainnya. Setelahdicelup beberapa saat lamanya hingga kondisi baut tersebut kembali ke suhu ruang, selanjutnya baut terse but dipanaskan pacta suhu temper hingga menghasilkan struktur martensittemper[4]. Bentuk struktur mikro pada bagian kepala ulir nampak adanya cacatyang berbentuk lipatan (laps). Cacat ini merupakan salah satu bentuk cacat

Gambar 7.

Bentuk struktur mikro

bRut yang

teJah

mengalami kerusakan, nampak adanya bentuk cacat


lipatan pada daerah ulir, etsa natal S %, perbesaran 200x.

38

J: Mikroskopi dan Mikroanalisis Vol3 No.1 2000

ISSN1410-5594

5. KESIMPULAN
Berdasarkandata basil penelitian yang telah dibahas pada pembahasanterdahulu, maka dapat disimpulkan bahwa:
Kerusakan yang menyebabkabputusnya baut meja putar daTi Grane Drott Cruz pacta dasarnya disebabkab oleh kelelahan (fatique)dari material baut akibat bebandinamis. Jeniskelelahan (fatique) yang terjadi tersebut adalahjenis low cycle fatique yaitu jenis kelelahan yang diakibatkan kelelahan yang disebabkan oleh tegangan yang besar. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk permukaan patahan baut yang menunjukkan kondisi patah overload yaitu suatukondisi dimana perambatanretak terjadi dalam waktu yang singkatdan akhimya dengan cepatdiikuti oleh patah getas. Kerusakan akibat kelelahan (fatique) pada baut tersebut dapat diawali atau dipercepat oleh : cacat manufaktur padabaut. Cacattersebutberupalipatanlipatan (laps) pada perrnukaan ulir dati baut yang teljadi ketika prosespengerolanulir (thread rolling). Lipatan tersebutmerupakanbagian logam yang tidak menyatu sehingga merupakan pusat retak awal. Disamping itu pada lipatan tersebut telah teljadi proses oksidasi ketika baut tersebut diberi proses perlakuan panas. Proses tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kekerasan atau kekuatan baut. Akibat proses oksidasi tersebut maka pada bagian lipatan mengalami proses dekarburisasi sehingga menimbulkanperubahanstrukturmikro dari martensit temper menjadi fecit yang kasar dengan kekuatan yang rendah. ini berarti proses dekarburisasi dapat menurunkan kekuatan baut lebih jauh terutama dibagian lipatan sehingga kerusakan karena kelelahan dapat dipercepat.

6. UCAPAN TERIMA KASm


Dengan kerendahan hati penulis rnengucapkan terima kasihyang sebesar -besamyakepada Bapak Amir Partowiyatmo, Bapak Djoko Wiyono, daD Bapak Abdurachrnan Sutisna dan Ternan-ternan yang telah rnernberikan kesernpatan daD rnernbantukami dalarn penulisanrnakalah ini.

7. DAFTARPUSTAKA
[1]. DIETER, GOERGE,E., "Mechanical Metallurgy" SecondEdition, 1982,International StudentEdition Mc Graw Hill Kogakusha,Ltd. [2]. JENSEN, WALTERL., "Failures of Mechanical Fasterners",Metal Handbook, Volume 10." ASM Handbook Committee,OillO. [3]. AVNER, SillNEY H., "Introduction to PhysicalMetallurgy". SecondEdition, 1974,New York, Mc Graw Hill Kogakusha, Ltd. [4]. SHACKELFORD, JAMES F., "Introduction to Ma~ Sciencefor Engineers", pp. 225, 302, 1985,New York, Macmillan Publishing Company. [5]. BRENNER, HARRY S.PE.,"ThreadedFastener" Mechanical Component Handbook, Section 1O. Los Ange1es.pp.l0.1,10.41. [6]. JIS B.I051-1985, "., "Mechanical Propertiesof Steel Bolt and Screws", Japanese Standards Association.

Bahanbaut yang digunakanpadameja putar daTi Crane Drott Cruz tersebutmempunyaikekerasan yang sangat tinggi yaitu 352 : 399 HB sehingga ketangguhan (toughness) nya menjadirendahdaD karenanya sangatsensitifterhadap : bentuktakikan (notch)yangmudahmenimbulkan retakgetas.

Kembali ke Jurnal

39