Anda di halaman 1dari 11

///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!

JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
Soal
1. Diberikan himpunan suku banyak sampai berderajat n dengan peubah formal a, P
n
(C, a)
_
n

j=0

j
a
j

j
C
_
. Selanjutnya diberikan pula himpunan
T
__
f
n
z
0 g
n
_

f
n
, g
n
P
n
(C, a), z C
_
.
Kemudian didenisikan penjumlahan antar unsur di P
n
(C, a) dan perkalian dengan skalar sebagai
berikut
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
=
n

j=0
(
j
+
j
) a
j
,
dan

j=0

j
a
j
=
n

j=0

j
a
j
,
untuk setiap
n

j=0

j
a
j
,
n

j=0

j
a
j
P
n
(C, a), dan C. Dalam himpunan T pun disepakati
adanya penjumlahan berupa penjumlahan matriks dan perkalian dengan skalar seperti biasanya
untuk matriks.
(a) Adakah unsur nol untuk penjumlahan dalam himpunan P
n
(C, a) dan T ? Buktikan jika
memang ada atau tidaknya.
(b) Dengan penjumlahan dan perkalian dengan skalar di P
n
(C, a) dan T itu, kedua himpunan
tersebut membentuk ruang vektor. Susunlah masing-masing sebuah basis untuk ruang
vektor P
n
(C, a) dan T . Berapa dimensi masing-masing ruang vektor itu?
(c) Tuliskan wakilan matriks kolom untuk unsur-unsur di P
n
(C, a) dan T relatif terhadap basis
yang telah anda pilih dalam soal sebelumnya.
(d) Tunjukkan bahwa himpunan
|
__
f
n
0
0 z
_

f
n
P
n
(C, a), z C
_
merupakan sub-ruang vektor di T . Berapakah dimensi |?.
(e) Didenisikan pemetaan
: T P
n
(C, a)
_
f
n
z
0 g
n
_
f
n
+g
n
i. Tunjukkan bahwa pemetaan itu pemetaan linier.
ii. Hitunglah kernel pemetaan tersebut. Injektifkah pemetaan tersebut?
iii. Apakah jawaban untuk sistem persamaan linier (A) = h
n
tunggal?
iv. Tuliskan wakilan matriks sistem persamaan linier (A) = h
n
dalam basis-basis yang
telah anda pilih di soal sebelumnya.
13 Januari 2014 Hal. 1
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
Penyelesaian
1. Pertama diuraikan terlebih dahulu beberapa denisi yang digunakan untuk menjawab persoalan
diatas

Denisi 1. Misalkan F adalah sebuah medan. Suatu ruang vektor atas F (atau ruang vektor-F)
terdiri atas sebuah grup abelian V dalam operasi penjumlahan bersama dengan sebuah operasi
perkalian skalar tiap unsur dari V oleh masing-masing unsur dari F pada sebelah kiri, sehingga
untuk semua a, b F dan , V syarat-syarat berikut terpenuhi:
V
1
: a V .
V
2
: a(b) = (ab).
V
3
: (a +b) = (a) + (b).
V
4
: a( +) = (a) + (a)
V
5
: 1 = .
Unsur dari V adalah vektor-vektor dan unsur dari F adalah skalar-skalar. Ketika hanya ada satu
medan F dalam suatu pembicaraan, acuan F kita hilangkan dan menyebutnya sebagai ruang
vektor.
Denisi 2. Jika V adalah sebuah ruang vektor atas suatu medan F, vektor-vektor tersebut
dalam sebuah sub-himpunan B =
i
[ i I dari V membentuk suatu basis untuk V atas F
jika mereka merupakan rentang V dan tak-gayut linier.
Denisi 3. Misalkan V adalah sebuah ruang vektor atas F. Vektor-vektor dalam suatu sub-
himpunan S =
i
[ i I dari V adalah rentang (pembangkit) V jika setiap V , kita
mempunyai
= a
1

i
1
+a
2

i
2
+ +a
n

i
n
untuk beberapa a
j
F dan
i
j
S, j = 1, , n. Sebuah vektor
n

j=1
a
j

i
j
adalah suatu
kombinasi linier dari
i
j
.
Denisi 4. Sebuah ruang vektor V atas suatu medan F adalah berdimensi berhingga jika disana
ada sebuah sub-himpunan berhingga dari V yang vektor-vektornya membentuk rentang V .
Denisi 5. Vektor-vektor dalam sebuah sub-himpunan S =
i
[ i I dari suatu ruang vektor
V atas sebuah medan F adalah tak-gayut linier atas F jika, untuk setiap vektor-vektor saling
berbeda
i
j
S, koesien-koesien a
j
F dan n Z
+
, kita mempunyai
n

j=1
a
j

i
j
= 0 dalam
V jika hanya a
j
= 0 untuk j = 1, , n. Jika vektor-vektor tidaklah tak-gayut linier atas F,
mereka dikatakan gayut linier atas F.
Denisi 6. Jika V adalah suatu vektor berdimensi berhingga atas sebuah medan F, banyaknya
unsur-unsur dalam sebuah basis (tak bergantung dari pemilihan basis) adalah dimensi dari V
atas F.
Denisi 7. Sebuah sub-ruang vektor W adalah sub-himpunan dari ruang vektor V yang berupa
ruang vektor dengan operasi induksi berasal dari dalam ruang vektor V .
13 Januari 2014 Hal. 2
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
Denisi 8. Sebuah himpunan B adalah suatu sub-himpunan dari sebuah himpunan A, dino-
tasikan oleh B A atau A B, jika setiap unsur dari B berada di dalam A. Notasi-notasi
B A atau A B digunakan saat B A tetapi B ,= A.
Denisi 9. Misalkan V dan V

adalah ruang-ruang vektor dengan medan yang sama F. Sebuah


fungsi : V V

adalah suatu pemetaan linier dari V menuju V

jika syarat-syarat berikut


terpenuhi untuk semua , V dan a F:
( +) = () +()
(a) = a(()).
Denisi 10. Sebuah pemetaan : X Y adalah korespondensi satu-satu (injektif) jika
(x
1
) = (x
2
) hanya ketika x
1
= x
2
.
Denisi 11. Misalkan sebuah pemetaan : R R

merupakan suatu homomorsme dari


gelanggang-gelanggang. Sub-gelanggang

1
[0

] =
_
r R[ (r) = 0

_
adalah kernel dari , dinotasikan sebagai Ker().
Denisi 12. Sebuah gelanggang R, +, adalah sebuah himpunan R bersaman dengan dua
operasi biner + dan , yang kita sebut penjumlahan dan perkalian, didenisikan pada R sehingga
aksioma-aksioma berikut terpenuhi:
R
1
: R, + adalah sebuah grup abelian
R
2
: Perkalian bersifat asosiatif
R
3
: Untuk semua a, b, c R, hukum distributif kiri, a (b + c) = (a b) + (a c) dan hukum
distributif kanan (a +b) c = (a c) + (b c) berlaku.
Denisi 13. Untuk gelanggang-gelanggang R dan R

, sebuah pemetaan : R R

adalah
suatu homomorsme jika dua syarat berikut terpenuhi untuk semua a, b R:
(a +b) = (a) +(b),
(ab) = (a)(b).

Melalui denisi-denisi yang telah diuraikan diatas selanjutnya akan didapatkan penyelesaian
sebagai berikut
(a) Ada unsur nol pada kedua himpunan P
n
(C, a) dan T yaitu
1
:
0
P
n
(C,a)
=
_
_
_
n

j=0

j
a
j

j
= 0, a
j
= C
_
_
_
, dan 0
T
=
_
0 0
0 0
_
.
Buktinya adalah sebagai berikut. Untuk unsur nol pada himpunan P
n
(C, a) dengan p
n

P
n
(C, a)
0
P
n
(C,a)
+p
n
=
n

j=0
(0 +
j
)a
j
=
n

j=0

j
a
j
= p
n
1
menggunakan denisi unsur indentitas pada sebuah grup abelian.
13 Januari 2014 Hal. 3
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
0
P
n
(C,a)
+p
n
=
n

j=0
(
j
+ 0)a
j
= p
n
+ 0
P
n
(C,a)
Selanjutnya untuk unsur nol pada himpunan T dengan t T
0
T
+t =
_
0 0
0 0
_
+
_
f
n
z
0 g
n
_
=
_
(0 +f
n
) (0 +z)
(0 + 0) (0 +g
n
)
_
=
_
f
n
z
0 g
n
_
= t
=
_
(f
n
+ 0) (z + 0)
(0 + 0) (g
n
+ 0)
_
= t + 0
T
(b) Susunan basis-basis untuk ruang vektor P
n
(C, a) dan T adalah
2
e
P
n
(C,a),j
=
_
a
j
[ j Z[0, n]
_
dan
e
T
= e
1
, e
2
, e
3

=
__
1 0
0 0
_
,
_
0 0
0 1
_
,
_
0 1
0 0
__
.
Dari susunan basis-basis diatas didapatkan bahwa dimensi (jumlah basis)
3
untuk P
n
(C, a)
= n dan dimensi untuk T = 3.
(c) Untuk memperoleh wakilan matriks kolom untuk unsur-unsur di P
n
(C, a) relatif terhadap
basis yang dipilih di bagian 1-b terlebih dahulu diuraikan terhadap masing-masing basisnya
melalui operasi perkalian antar matriks
p
n
=
n

j=0

j
a
j
=
_

0

1

2

n

_
a
0
a
1
a
2
.
.
.
a
n
_

_
=
_

2
.
.
.

n
_

_
T
e
P
n
(C,n),j1
2
menggunakan Denisi 2, 3, dan 5.
3
menggunakan Denisi 4 dan 6.
13 Januari 2014 Hal. 4
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
Hal yang serupa dapat dilakukan untuk memperoleh wakilan matriks kolom unsur-unsur di
T relatif terhadap basis yang telah dipilih di bagian 1-b dengan tambahan melalui operasi
perkalian matriks dengan skalar yaitu
t =
_
f
n
z
0 g
n
_
= f
n
_
1 0
0 0
_
+g
n
_
0 0
0 1
_
+z
n
_
0 1
0 0
_
=
_
f
n
g
n
z

_
_
1 0
0 0
_
_
0 0
0 1
_
_
0 1
0 0
_
_

_
=
_
_
f
n
g
n
z
_
_
T
e
T ,j1
(d) Untuk menunjukkan bahwa himpunan | adalah sub-ruang vektor di T adalah dengan mem-
buktikan
4
bahwa | merupakan sub-himpunan di T dan memenuhi syarat-syarat ruang vek-
tor yang terdapat di ruang vektor T . Bukti bahwa himpunan | adalah sub-himpunan dari
himpunan T yaitu himpunan | dapat diperoleh dari himpunan T dengan cara memasang
z = 0 dan g
n
= z untuk setiap unsur himpunan T . Karena jelas bahwa C adalah medan
maka selanjutnya yang perlu dibuktikan bahwa | adalah grup abelian dengan operasi pen-
jumlahan induksi dari operasi penjumlahan di T . Disebabkan operasi penjumlahan adalah
operasi penjumlahan biasa pada matriks, adalah sangat jelas akan ditemukan sifat asosiatif,
unsur identitas, unsur invers, dan sifat komutatif penjumlahan matriks. Sehingga secara
pasti himpunan | adalah grup abelian dengan operasi penjumlahan matriks biasa. Ter-
akhir akan dibuktikan lima syarat berlakunya bahwa sub-himpunan | merupakan ruang
vektor berdasarkan denisi ruang vektor. Anggap pula u adalah unsur dari |.
Tertutup terhadap perkalian dengan skalar (V
1
):
u =
_
f
n
0
0 z
_
=
_
(f
n
) (0)
(0) (z)
_
=
_

j=0

j
a
j
0
0 z
_

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 z
_

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 w
_

_
4
menggunakan Denisi 1, 7, dan 8
13 Januari 2014 Hal. 5
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
u =
_
h
n
0
0 w
_
dimana telah dimisalkan bahwa
j
=
j
dan z = w. Karena perkalian antar bilangan-
bilangan kompleks menghasilkan bilangan kompleks pula mengakibatkan
j
, w C dan
tentunya h
n
P
n
(C, n).
Asosiatif perkalian skalar (V
2
):
(u) =
_

_
f
n
0
0 z
__
=
_
(f
n
) ( 0)
( 0) (z)
_
=
_

_
_

j=0

j
a
j
_
_
( 0)
( 0) (z)
_

_
=
_

_
_
n

j=0
(
j
) a
j
_
_
() 0
() 0 () z
_

_
=
_

_
n

j=0
(
j
) a
j
() 0
() 0 () z
_

_
=
_

_
n

j=0
()
j
a
j
() 0
() 0 () z
_

_
= ()
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 z
_

_
= ()
_
f
n
0
0 z
_
= () u
Pada penurunan diatas telah dimengerti bahwa pada perkalian antar bilangan kompleks
berlaku sifat asosiatif yaitu (
j
) = ()
j
.
Distributif perkalian skalar dalam penjumlahan skalar (V
3
):
( +)u = ( +)
_
f
n
0
0 z
_
=
_
( +)f
n
( +) 0
( +) 0 ( +)z
_
=
_

_
( +)
n

j=0

j
a
j
0 + 0
0 + 0 z +z
_

_
=
_

_
n

j=0
( +)
j
a
j
0 + 0
0 + 0 z +z
_

_
13 Januari 2014 Hal. 6
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
( +)u =
_

_
n

j=0
(
j
+
j
) a
j
0 + 0
0 + 0 z +z
_

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
0 + 0
0 + 0 z +z
_

_
=
_

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
0 + 0
0 + 0 z +z
_

_
=
_
f
n
+f
n
0 + 0
0 + 0 z +z
_
=
_
f
n
0
0 z
_
+
_
f
n
0
0 z
_
=
_
f
n
0
0 z
_
+
_
f
n
0
0 z
_
= u +u
Pada penurunan diatas digunakan sifat distributif perkalian antar bilangan-bilangan kom-
pleks, yaitu ( +)
j
=
j
+
j
.
Distributif perkalian skalar dalam penjumlahan vektor (V
4
):
Misalkan u, u

|, maka

_
u +u

_
=
__
f
n
0
0 z
_
+
_
f

n
0
0 z

__
=
_
f
n
+f

n
0 + 0
0 + 0 z +z

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
0 + 0
0 + 0 z +z

_
=
_

_
n

j=0
_

j
+

j
_
a
j
0 + 0
0 + 0 z +z

_
=
_

j=0
_

j
+

j
_
a
j
(0 + 0)
(0 + 0) (z +z

)
_

_
=
_

_
n

j=0

j
+

j
_
a
j
0 +0
0 +0 z +z

_
=
_

_
n

j=0
_

j
+

j
_
a
j
0 +0
0 +0 z +z

_
13 Januari 2014 Hal. 7
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109

_
u +u

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
0 +0
0 +0 z +z

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 z
_

_
+
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 z

_
=
_

j=0

j
a
j
0
0 z
_

_
+
_

j=0

j
a
j
0
0 z

_
=
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 z
_

_
+
_

_
n

j=0

j
a
j
0
0 z

_
=
_
f
n
0
0 z
_
+
_
f

n
0
0 z

_
= u +u

Pada penurunan diatas digunakan sifat distributif perkalian antar bilangan-bilangan kom-
pleks, yaitu
_

j
+

j
_
=
j
+

j
.
Unsur identitas perkalian skalar (V
5
):
Unsur identitas perkalian skalarnya adalah = 1, dengan bukti sebagai berikut
1 u = 1
_
f
n
0
0 z
_
=
_
1 f
n
(1)(0)
(1)(0) 1 z
_
=
_
f
n
0
0 z
_
= u
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa | membentuk sub-ruang vektor di T .
Dimensi
5
dari | dapat ditentukan dengan memilih basis seperti berikut.
e
U
=
__
1 0
0 0
_
,
_
0 0
0 1
__
Alasan dipilih basis tersebut karena hanya dapat dimungkinkan kombinasi dari f
n
dan
z untuk membentuk sub-ruang vektor |. Sehingga dari basis-basis tersebut didapatkan
jumlah basis yang tidak lain adalah dimensi sub-ruang vektor |, yaitu dim(|) = 2.
(e) i. Untuk menunjukkan bahwa pemetaan adalah pemetaan linier dapat digunakan De-
nisi 9. Pembuktian syarat pertama
(t +t

) =
__
f
n
z
0 g
n
_
+
_
f

n
z

0 g

n
__
=
__
f
n
+f

n
z +z

0 + 0 g
n
+g

n
__
=
_
f
n
+f

n
_
+
_
g
n
+g

n
_
5
menggunakan Denisi 4 dan 6.
13 Januari 2014 Hal. 8
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
(t +t

) =
_
_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
_
_
+
_
_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
_
_
=
n

j=0
_

j
+

j
_
a
j
+
n

j=0
_

j
+

j
_
a
j
=
n

j=0
__

j
+

j
_
+
_

j
+

j
_
a
j
=
n

j=0
_
(
j
+
j
) +
_

j
+

j
_
a
j
=
n

j=0
(
j
+
j
) a
j
+
n

j=0
_

j
+

j
_
a
j
=
_
_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
_
_
+
_
_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
_
_
= (f
n
+g
n
) +
_
f

n
+g

n
_
=
__
f
n
z
0 g
n
__
+
__
f

n
z

0 g

n
__
= (t) +(t

)
Selanjutnya pembuktian syarat kedua
(t) =
_

_
f
n
z
0 g
n
__
=
__
f
n
z
0 g
n
__
= (f
n
) + (g
n
)
=
_
_

j=0

j
a
j
_
_
+
_
_

j=0

j
a
j
_
_
=
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
=
n

j=0
(
j
+
j
) a
j
=
n

j=0
(
j
+
j
) a
j
=
n

j=0
(
j
+
j
) a
j
=
_
_
n

j=0

j
a
j
+
n

j=0

j
a
j
_
_
= (f
n
+g
n
)
=
__
f
n
z
0 g
n
__
13 Januari 2014 Hal. 9
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
(t) = (t)
Sehingga terbutki bahwa pemetaan adalah pemetaan linier.
ii. Menggunakan Denisi 12 perhitungan Ker() adalah sebagai berikut
6
Ker() =
1
[0
P
n
(C,a)
]
=
_
t T [ (t) = 0
P
n
(C,a)
_
=
_
t T

__
f
n
z
0 g
n
__
= 0
P
n
(C,a)
_
=
_
t T

f
n
+g
n
= 0
P
n
(C,a)
_
=
_
t T

f
1
n
+f
n
+g
n
= f
1
n
+ 0
P
n
(C,a)
_
=
_
t T

0
P
n
(C,a)
+g
n
= f
1
n
+ 0
P
n
(C,a)
_
=
_
t T

g
n
= f
1
n
_
=
_
t =
_
f
n
z
0 f
1
n
_

f
n
, f
1
n
P
n
(C, a), z C
_
dengan f
1
n
adalah unsur invers penjumlahan dalam ruang vektor P
n
(C, a). Untuk
menguji apakah pemetaan bersifat injektif digunakan Denisi 11 sehingga
(t) = (t

__
f
n
z
0 g
n
__
=
__
f

n
z
0 g

n
__
f
n
+g
n
= f

n
+g

n
Dari persamaan terakhir ini terlihat bahwa kita bebas memilih pasangan matriks t dan
t

asalkan jumlahan diagonal sama supaya (t) = (t

) terpenuhi. Oleh karena itu


dapat disimpulkan t ,= t

dan pemetaan bukanlah pemetaan injektif.


iii. Untuk mencari tahu apakah sistem persamaan linier (A) = h
n
tunggal terlebih dahulu
diuraikan sebagai berikut
(A) = h
n

__
f
n
z
0 g
n
__
= h
n
f
n
+g
n
= h
n
Terlihat bahwa matriks A tidaklah tunggal sebab dapat kita pilih matriks-matriks
dengan f
n
dan g
n
berbeda akan tetapi jumlahan diagonalnya sama dengan h
n
. Alasan
lain karena ada dua peubah f
n
dan g
n
(lebih tepatnya koesien-koesien suku banyak f
n
dan g
n
) dan hanya satu persamaan (dalam satu persamaan terdapat n buah persamaan
koesien-koesien). Hal ini juga didukung dari jawaban sebelumnya bahwa pemetaan
tidaklah injektif. Setiap unsur-unsur T tidak tepat berpasangan satu-satu dengan
unsur-unsur P
n
(C, a).
6
dengan tambahan Denisi 12 dan 13.
13 Januari 2014 Hal. 10
///B/! /BoT !// T//// TJoJ// T cO!JT J/
Henokh Lugo H.
11/316991/PA/14109
iv. Wakilan matriks untuk sistem persamaan linier (A) = h
n
berdasarkan basis-basis
yang telah dipilih pada bagian 1-b dapat ditentukan dengan melanjutkan perhitungan
di bagian 1-e.iii
f
n
+g
n
= h
n
_

2
.
.
.

n
_

_
+
_

2
.
.
.

n
_

_
=
_

2
.
.
.

n
_

_
_

0
+
0

1
+
1

2
+
2
.
.
.

n
+
n
_

_
=
_

2
.
.
.

n
_

_
13 Januari 2014 Hal. 11