Anda di halaman 1dari 16

I.

TUJUAN
A. Tujuan Instruksional Umum
Setelah melakukan praktikum ini, praktikan dapat menentukan tebal paro (HVT) perisai
radiasi
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah melaksanakan praktikum ini, praktikan mampu :
- Menerangkan penurunan intensitas radiasi terhadap tebal bahan yang dilalui
berdasarkan teori atenuasi
- Menyebutkan definisi tebal paro (HVT) perisai radiasi
- Menyebutkan 2 faktor yang mempengaruhi tebal paro bahan perisai radiasi
- Menghitung tebal paro salah satu jenis bahan berdasarkan tabel atenuasi
- Menentukan tebal paro beberapa jenis bahan secara pengukuran
- Menghitung tebal suatu jenis bahan yang diperlukan pada suatu kasus


II. DASAR TEORI
Penahanan radiasi bertujuan mengurangi intensitas radiasi dengan memanfaatkan
interaksi radiasi dengan materi. Radiasi alpha dan beta dapat ditahan dengan baik oleh benda
yang relatif tipis. Sedang untuk radiasi beta yang berenergi tinggi, diperlukan bahan penahan
seperti halnya yang digunakan untuk menahan sinar-X. Pada radiasi positron penahanan
radiasi dilakukan hingga bebas radiasi. Untuk penahanan radiasi gamma berlaku hukum
kuadrat terbalik. Sedang radiasi gamma yang merupakan radiasi langsung berkurang secara
eksponensial terhadap tebal bahan penahan. Pengaruh radiasi gamma karena penyebaran pada
bahan penahan perlu dikoreksi dengan menggunakan koefisien build up (build up factor).
Radiasi neutron juga berkurang secara eksponensial terhadap tebal bahan penahan dan faktor
koefisienbuild up juga dapat digunakan. Pada penahanan radiasi neutron termal, tebal materi
dapat dikurangi apabila menggunakan materi yang memiliki tampang lintang tangkapan
neutron yang besar. Untuk menahan radiasi neutron cepat dapat digunakan cara penangkapan
neutron setelah kecepatannya berkurang akibat hamburan elastis, tetapi radiasi gamma yang
terpancar juga harus ditahan. Labirin sangat berpengaruh terhadap penahanan radiasi gamma.
Penahanan radiasi ditujukan untuk mencegah paparan radiasi pada tubuh manusia dan
kerusakan pada alat ukur radiasi. Prinsip penahanan radiasi adalah mengurangi intensitas
radiasi yang didasarkan pada interaksi radiasi dengan materi, yaitu dengan mengubah energi
radiasi menjadi energi panas sehingga paparan radiasinya menjadi berkurang. Karena
interaksi radiasi dengan materi berbeda menurut jenis materi dan energi radiasi, maka cara
penahanan yang digunakan juga berbeda. Umumnya intensitas radiasi dapat dikurangi dengan
menambah tebal materi yang digunakan sebagai penahan. Selanjutnya akan diuraikan tentang
penahanan radiasi yang banyak dikenal, yaitu alpha, beta, gamma, sinar-X, dan neutron.
Namun yang utama adalah uraian tentang penahanan radiasi gamma, sinar-X, dan neutron,
yang mempunyai daya tembus besar terhadap materi.
Radiasi Gamma merupakan jenis radiasi yang mempunyau daya tembus sangat besar dan
tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Setiap pancaran radiasi Gamma yang mengenai suatu
bahan akan berinteraksi dengan bahan tersebut sehingga sebagian dari intensitasnya akan
terserap dan sebagian lagi diteruskan.
Penahanan radiasi gamma (Sinar-X).

A. Hukum kuadrat terbalik.
Apabila radiasi gamma dari sumber radiasi terpancar ke segala arah, intensitas radiasi
gamma di suatu titik akan menjadi lemah karena berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya
dari sumber radiasi. Hal ini disebut hukum kuadrat terbalik. Oleh karena intensitas radiasi
gamma menjadi lemah berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dari sumber radiasi,
maka jarak dari sumber radiasi merupakan faktor utama dalam melakukan penahanan. Untuk
radiasi gamma yang mempunyai aktivitas 1 Currie, persentase paparan radiasinya pada titik
yang berjarak 1 m disingkat rhm (Rontgen per jam pada jarak 1 m), yang disebut juga
konstanta gamma. Konstanta gamma dari beberapa sumber radiasi ditunjukkan pada Tabel 1.




















B. Penyerapan radiasi gamma oleh bahan penahan.
Seperti ditunjukkan pada Gambar 1, jika radiasi gamma dengan intensitas tertentu
menembus bahan penahan, maka intensitas radiasinya akan berkurang secara eksponensial
sebanding dengan tebal bahan penahan. Koefisien pengurangan intensitas radiasi gamma
yang berenergi antara 1-3 MeV tidak berubah karena tebal bahan, sehingga dapat dianggap
bahwa kemampuan penahanan hanya berkaitan dengan rapat jenis materi.















Gambar 1.

C. Koreksi hamburan.
Hukum eksponensial yang menunjukkan pengurangan intensitas radiasi apabila
melalui suatu materi, berlaku ketika berkas radiasi sejajar melewati celah bahan penahan,
seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Sampai saat ini dianggap bahwa radiasi gamma dalam
materi akan lepas dari berkas radiasi sejajar setelah bertumbukan dan selanjutnya akan
terhambur. Walaupun radiasi tidak dalam bentuk berkas radiasi sejajar, dalam bahan penahan
yang tipis jumlah hamburan radiasi gamma sangat sedikit, maka hukum eksponensial masih
bisa digunakan. Sebaliknya, radiasi yang terhambur dalam materi akan menjadi banyak bila
bahan penahan semakin tebal. Maka, intensitas yang dihasilkan akan lebih rendah daripada
intensitas radiasi yang dihitung dengan hukum eksponensial. Pengaruh radiasi yang telah
terhambur dikoreksi menggunakan koefisien build up. Koefisien build up bergantung pada
energi radiasi, tebal materi yang dilewati dan geometri sumber radiasi. Tentu saja
koefisien build up tersebut merupakan nilai yang lebih besar dari 1, dan cenderung bertambah
bila bahan penahannya semakin tebal. Karena materi bernomor atom besar memiliki
koefisien penyerapan massa yang besar terhadap radiasi gamma dan rapat jenisnya pada
umumnya tinggi, maka materi seperti ini dapat menahan radiasi gamma secara efisien.
Dengan mempertimbangkan sifat dan penggunaannya yang mudah, materi yang digunakan
sebagai bahan penahan gamma misalnya timbal, besi, beton kongkrit. Selanjutnya, penahanan
sinar-X hampir sama seperti gamma, tetapi karena berenergi rendah, maka bahan penahan
yang digunakan cukup tipis saja.( http://www.batan.go.id/ensiklopedi/08/01/02/06/08-01-02-
06.html diakses pada 27 Maret 2014 pukul 12.34)
Perbandingan intensitas pancaran yang datang dan intensitas yang masih diteruskan,
tergantung pada tebal bahan, Jenis bahan dan energi radiasi gamma. Secara matematis
hubungan tersebut dinyatakan dengan

x
e I I

=

0

dengan
I0 = Intensitas paparan radiasi yang datang (mR/jam)
I = Intensitas paparan radiasi yang diteruskan (mR/jam)
= Koefisienn serap linier bahan pada energi tertentu (mm
-1
)
x = Tebal bahan (mm)

Bila intensitas pancaran radiasi gamma tersebut digambarkan terhadap tebal bahan,
maka akan sesuai dengan gambar 2

Tebal paro (HVT) merupakan tebal bahan yang dapat menyerap sebagian intensitas
paparan radiasi yang datang sehingga intensitas paparan radiasi yang diteruskan tinggal
setengah intensitas mula-mula.

2
1
0
= =
HVT
e
I
I


HVT = |
.
|

\
|

2
1
ln

693 , 0
= HVT


Gambar 2
Kurva Intensitas Radiasi vs Tebal Bahan

Nilai HVT dapat ditentukan secara matematis dengan persamaan 3 di atas atau dapat
juga ditentukan secara eksperimen dengan melakukan beberapa pengukuran dan
menggambarkan kurva peluruhan intensitas paparan radiasi sebagaiman gambar diatas.
Nilai HVT sangat bermanfaat untuk keperluan praktis di lapangan, yaitu untuk menentukan
tebal suatu bahan yang diperlukan sebagai penahan radiasi

n
I
I
|
.
|

\
|
=
2
1
0

dengan
n = banyaknya HVT penyusun tebal penahan radiasi
= x/HVT


III. ALAT DAN BAHAN
A. ALAT
1. Seperangkat detektor Gamma
2. Berbagai macam Shielding
3. Pinset
B. BAHAN
1. Zat radioaktif standar Eu-152


IV. CARA KERJA
1. Dicari tegangan kerja detektor gamma
2. Kemudian dicari cacah background detektor gamma
3. Sumber Eu-152 dicacah dengan jarak tertentu tanpa menggunakan shielding
4. Sumber Eu-152 dicacah dengan jarak yang sama dengan poin 3 dengan
shielding berjarak tertentu.
5. Poin 4 dilakukan dengan shielding berbeda namun dengan jarak yang sama.

V. DATA PENGAMATAN
Sumber : Eu-152
Aktivitas : 9,494 Ci
Tgl Pembuatan : 1 Juli 2006

Penentuan Tegangan Kerja
jarak sumber : 3 cm
waktu cacah : 30 detik

No HV Count
1 680 0
2 700 8608
3 720 16256
4 740 17134
5 760 18234
6 780 18952
7 800 19577

HV = V1 + 1/3(V3-V1)
= 720 + 1/3(780-720)
= 720 +20
= 740

Background
Waktu cacah : 30 detik
HV : 740
Count
cacah Rata-
rata
1 2 3 4 5
33 35 34 36 40 35,6


Count tanpa perisai
Sumber : Eu-152
HV : 740
waktu cacah : 30 detik

cacah
Rata-rata
1 2 3
Count 16780 16774 16820 16791,33333

Cacah dengan perisai
Sumber : Eu-152
Jarak sumber : 3 cm
Jarak perisai : 1 cm
HV : 740
waktu cacah : 30 detik

No Kode Perisai Mg/cm2 Tebal
cacah Rata-
rata
1 2 3
1 A
Al
Foil 4,5 0,7 mm 15998 15784 15925 15902,3
2 B
Al
Foil 6,5 1 mm 15393 15457 15368 15406,0
3 C Poly 9,6 4 mm 15415 15407 15448 15423,3
4 D Poly 19,2 8 mm 13883 13773 13727 13794,3
5 E Plastik 59,1
0,030
cm 8758 8771 8879 8802,7
6 F Plastik 102
0,040
cm 7156 7265 6980 7133,7
7 G Al 141
0,020
cm 5995 5900 5962 5952,3
8 H Al 170
0,025
cm 5155 5202 5127 5161,3
9 I Al 216
0,032
cm 4390 4442 4383 4405,0
10 J Al 258
0,040
cm 3512 3483 3511 3502,0
11 K Al 328
0,050
cm 2888 2933 2927 2916,0
12 L Al 425
0,063
cm 2621 2584 2632 2612,3
13 M Al 522
0,080
cm 2477 2449 2501 2475,7
14 N Al 645
0,090
cm 2549 2422 2559 2510,0
15 O Al 655
0,100
cm 2383 2410 2375 2389,3
16 P Al 840
0,125
cm 2347 2357 2331 2345,0
17 Q Lead 1120
0,032
cm 1772 1764 1785 1773,7
18 R Lead 2066
0,064
cm 1754 1712 1723 1729,7
19 S Lead 3448
0,125
cm 1458 1472 1486 1472,0
20 T Lead 1367
0,250
cm 1264 1193 1233 1230,0









VI. PERHITUNGAN
Persamaan umum :
2
1
0
= =
HVT
e
I
I


HVT = |
.
|

\
|

2
1
ln

693 , 0
= HVT

1. Bahan Alumunium foil
Bahan alumunium foil
No
cacahan
cacah rata-
rata
cacah
background
Cacah Netto
ketebalan
(mm)
1 2 3 16791,33333 0
1 15998 15784 15925 15902,3 35,6 15866,7 0,7
2 15393 15457 15368 15406 35,6 15370,4 1



Dari grafik diatas didapatkan persamaan sebagai berikut:
y = 16808e
-0,08x

Sehingga untuk menghitung HVL :


HVL = 8,66875 mm

Jadi, HVL untuk bahan shielding alumunium foil adalah = 8,66875 mm

y = 16808e
-0.087x

R = 0.9956
15000
15500
16000
16500
17000
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

ketebalan (mm)
grafik perbandingan ketebalan dan
Intensitas bahan shielding
alumunium foil








2. Bahan Poly
Bahan Poly
No
cacahan
cacah rata-
rata
Cacah Netto
ketebalan
(mm)
1 2 3
cacah
background 16791,33333 0
1 15415 15407 15448 15423,3 35,6 15387,7 4
2 13883 13773 13727 13794,3 35,6 13758,7 8




Dari grafik diatas didapatkan persamaan sebagai berikut:
y = 16860e
-0,02x
Sehingga untuk menghitung HVL :


HVL =


HVL = 34,675 mm

Jadi, HVL untuk bahan shielding Poly adalah = 34,675 mm
y = 16860e
-0.025x

R = 0.9949
0
5000
10000
15000
20000
0 2 4 6 8 10
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

Ketebalan (mm)
grafik perbandingan ketebalan dan
Intensitas bahan shielding Poly







3. Bahan Plastik
Bahan Plastik
No
cacahan
cacah rata-rata cacah background
Cacah Netto
ketebalan
(cm)
1 2 3 16791,33333 0
1 8758 8771 8879 8802,7 35,6 8767,1 0,03
2 7156 7265 6980 7133,7 35,6 7098,1 0,04





Dari grafik diatas didapatkan persamaan sebagai berikut:
y = 16781e
-21,5x
Sehingga untuk menghitung HVL :


HVL =



HVL = 0,032 cm

y = 16781e
-21.56x

R = 1
0
5000
10000
15000
20000
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

ketebalan (cm)
grafik perbandingan ketebalan dan
Intensitas bahan shielding Plastik

Jadi, HVL untuk bahan shielding Plastik adalah = 0,032 cm






4. Bahan alumunium
Bahan Alumunium
No
cacahan
cacah rata-
rata cacah background
Cacah Netto
ketebalan
(cm)
1 2 3 16791,33333 0
1 5995 5900 5962 5952,3 35,6 5916,7 0,02
2 5155 5202 5127 5161,3 35,6 5125,7 0,025
3 4390 4442 4383 4405 35,6 4369,4 0,032
4 3512 3483 3511 3502 35,6 3466,4 0,04
5 2888 2933 2927 2916 35,6 2880,4 0,05
6 2621 2584 2632 2612,3 35,6 2576,7 0,063
7 2477 2449 2501 2475,7 35,6 2440,1 0,08
8 2549 2422 2559 2510 35,6 2474,4 0,09
9 2383 2410 2375 2389,3 35,6 2353,7 0,1
10 2347 2357 2331 2345 35,6 2309,4 0,125



Dari grafik diatas didapatkan persamaan sebagai berikut:
y = 7792,e
-13,0x
Sehingga untuk menghitung HVL :


y = 7792.2e
-13.02x

R = 0.6935
0
5000
10000
15000
20000
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

ketebalan (cm)
grafik perbandingan ketebalan dan
Intensitas bahan shielding
Alumunium


HVL =



HVL = 0,05 cm


Jadi, HVL untuk bahan shielding alumunium adalah = 0,05 cm
5. Bahan Timbal
Bahan Alumunium
No
cacahan
cacah rata-rata
cacah
background
Cacah Netto
ketebalan
(cm)
1 2 3 16791,33333 0
1 1772 1764 1785 1773,7 35,6 1738,1 0,032
2 1754 1712 1723 1729,7 35,6 1694,1 0,064
3 1458 1472 1486 1472 35,6 1436,4 0,125
4 1264 1193 1233 1230 35,6 1194,4 0,25




Dari grafik diatas didapatkan persamaan sebagai berikut:
y = 4757,e
-7,13x
Sehingga untuk menghitung HVL :


HVL =



y = 4757.8e
-7.13x

R = 0.4153
0
5000
10000
15000
20000
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3
I
n
t
e
n
s
i
t
a
s

Ketebalan
grafik perbandingan ketebalan dan
Intensitas bahan shielding Timbal
HVL = 0,097 cm


Jadi, HVL untuk bahan shielding Timbal adalah = 0,097 cm


- Perhitungan nilai HVL timbal menggunakan koefisien atenuasinya.
Untuk bahan penahan radiasi timbal dengan tebal=0,25 cm, diketahui = 11.34g/cm
3


Maka,


Dengan persamaan,


Maka,

cm

VII. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini bertujuan untuk menentukan tebal paro (HVT) perisai radiasi. Pada
umumnya perisai radiasi merupaakan bahan pelindung yang digunakan untuk melindungi diri
pekerja radiasi terhadap zat radioaktif. Perbandingan intensitas pancaran yang datang dan
intensitas yang masih diteruskan, tergantung pada tebal bahan, Jenis bahan dan energi radiasi
gamma. Secara matematis hubungan tersebut dinyatakan dengan

x
e I I

=

0

dengan
I0 = Intensitas paparan radiasi yang datang (mR/jam)
I = Intensitas paparan radiasi yang diteruskan (mR/jam)
= Koefisienn serap linier bahan pada energi tertentu (mm
-1
)
x = Tebal bahan (mm)
zat radioaktif yang digunakan pada praktikum kali ini merupakan Eu-152 yang
mempunyai aktivitas sebesar 9,494 Ci pada saat 1 Juli 2006. Eu-125 merupakan zat
pemancar radiasi gamma, maka dari itu dilakukan analisa menggunakan detektor GM
(Geiger- mueller) yang merupakan detektor gamma.
Zat radioaktif Eu-152 dicacah untuk menentukan tegangan kerja. Penentuan tegangan
kerja inisangat penting pada pemakaian detektor GM, karena detektor ini akah bekerja
maksimal pada tegangan kerja teretntu, pada praktikum kali ini didapatkan tegangan kerja
sebesar 740 kV



Maka didapatlah tegangan kerja sebesar 740 kV. Pada penentuan tegangan kerja harus hati-
hati karena apabila tegangan kerja terlalu kecil maka detektor tidak akan menunjukkan hasil
cacahan, sebaliknya apabila terlalu besar maka akan merusak detektor.
Selanjutnya adalah menentukan cacah latar (background), dilalkukan untuk
mengetahui cacah sebenarnya (netto), cacah latar akan bersaal dari alam sendiri, dengan
mengetahui cacah latar, maka cacah sebenarnya dari Eu-152 pun akan diketahui.
Pada percobaan selanjutnya adalah pencacahan sumber radioaktif tanpa penahan,
artinya dicacah tanpa menggunakan shielding. Hasil nya menunjukkan bahwa dari 30 detik
pencacahan di dapatkan hasil cacah sebesar 16791,33333 (rata-rata). Selanjutnya dilakukan
pencacahan terhadap sumber yang sama dengan jarak yang sama namun di tambahkan
penahan radiasi Timbal di jarak 1 cm dari detektor. Dengan mengetahui hasil cacahannya kita
dapat menghitung nilai HVL (Half Value Layer) yaitu nilai yang menunjukkan pengurahan
hasil cacah menjadi setengahnya setelah di pasangkan penahan radiasi. Dari praktikum kali
ini di dapatkan nilai HVL untuk timbal sebesar 0,097 cm, artinya hasil cacahan akan
berkurang setengahnya apabila di pasang penahan radiasi berbahan timbal setebal 0,097.
Pada kesempatan yang lain juga dilakukan pencacahan dengan penahan radiasi dari bahan
alumunium, plastik, poly dan alumunium foil. Dari percobaan didapatkan nilai HVL dari
penahan radiasi berbahan alumunium, plastik, poly dan alumunium foil berturut-turut adalah :
0,05 cm; 0,032 cm; 34,675 mm; 8,66875 mm. Seharusnya timbal memiliki HVL yang lebih
kecil dari pada plastik dan alumunium, karena timbal memiliki koefisien atenuasi yang lebih
besar, sesuai dengan persaamaan

693 , 0
= HVT

Kesalahan dalam percobaan kali ini terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
1. Tidak rapat dalam memasang penahan radiasi
2. Sumber sudah berkurang banyak saat praktikum, dikarenakan waktu paronya.
Namun dari grafik yang didapatkan membuktikan bahwa semakin tebal bahan
penahan radiasi (shielding) maka semakin kecil intensitas radiasinya. Hal yang
mempengaruhi HVL ini adalah:
1. Jenis bahan yang dipakai
2. Tebal bahan.
0
5000
10000
15000
20000
25000
660 680 700 720 740 760 780 800 820
C
a
c
a
h

HV
Grafik hubungan antara tegangan
tinggi (HV) dengan hasil cacah

VIII. KESIMPULAN
1. Semakin tebal bahan penahan radiasi semakin kecil pula intensitas radiasi
yang bisa melewatinya.
2. Dalam praktikum kali ini bahan yang mempunyai nilai tebal paro paling kecil
adalah plastik, sedangkan yang paling besar adalah poly.

IX. DAFTAR PUSTAKA
1. Petunjuk Praktikum PKR.2014.STTN-BATAN
2. http://www.batan.go.id/ensiklopedi/08/01/02/06/08-01-02-06.html
















Yogyakarta, 28 Maret 2014
Mengetahui
Asisten praktikum Praktikan






Ir. Giyatmi Gyan Prameswara













X. LAMPIRAN















































LAPORAN PRATIKUM
PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI
ACARA :
PENAHAN RADIASI












Disusun oleh :
Nama : Gyan Prameswara
NIM : 011200310
Prodi : TEKNOKIMIA NUKLIR
Semester : IV
Kelompok :
Teman Kerja : 1. Ahmad Roisus Syifa
2. Puji Astuti
Tanggal Praktikum : 21 Maret 2014
Asisten : Ir Giyatmi

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2014