Anda di halaman 1dari 3

Fadhilah (Keutamaan) Birrul Walidain (Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)

Oleh : Adi Nurcahyo Guru SMK Al Furqan Jember adin.nurcahyo@gmail.com

Pertama, Mendapat Amal Yang Utama Shahih Bukhari No. 6980: Telah menceritakan kepadaku Sulaiman telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Walid (dalam jalur lain disebutkan) telah menceritakan kepadaku Abbad bin Ya'qub Al Asadi telah mengabarkan kepada kami Abbad bin Al 'Awwam dari Asy Syaibani dari Al Walid bin 'Aizar dari Abu 'Amru dan Asy Syaibani dari Ibn Mas'ud radliallahu 'anhu, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, amalan apa yang paling utama? ' Nabi menjawab: "Shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fi sabilillah." Dengan menjalankan amal yang utama, kita berharap mendapatkan tempat yang mulia di akhirat, sebagaimana sebuah hadits yang menjelaskan bahwa surga memiliki beberapa tingkatan. Sunan Ibnu Majah No. 4322: Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Maisarah dari Zaid bin Aslam dari 'Ataha` bin Yasar bahwasanya Mu'adz bin Jabal berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jannah memiliki seratus tingkatan, dan setiap tingkatan jaraknya antara langit dan bumi, yang paling tinggi adalah surga Firdaus dan tengahnya Firdaus dan 'Asry berada di atas Firdaus, darinya di pancarkan sungai-sungai surga. Jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah kepada-Nya surga Firdaus." (Dishahihkan Syaikh Al Albani) Kedua, Mendapat Ridha Allah Taala Sunan Tirmidzi No. 1821: Telah menceritakan kepada kami Abu Hafsh, Umar bin Ali telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Ya'la bin Atha' Bapaknya dari Abdullah bin Amr radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ridha Allah terdapat pada keridhaan orang tua, dan murka Allah juga terdapat pada murkanya orang tua." (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani) Ketiga, Mendapat Doa Makbul Sunan Ibnu Majah No. 3852: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Bakr As Sahmi dari Hisyam Ad Dastuwa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Ja'far dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga macam do`a yang akan di kabulkan dan tidak ada keraguan pada ketiganya, yaitu; do'a orang yang di dzalimi, do'anya orang musafir dan do'a orang tua kepada anaknya." (Dihasankan oleh Syaikh Al Albani) Keempat, Sebagai Salah Satu Wasilah (Tawashul) Untuk Mengatasi Permasalahan Shahih Bukhari No. 3206: Telah bercerita kepada kami Isma'il bin Khalil telah mengabarkan kepada kami 'Ali bin Mushir dari 'Ubaidullah bin 'Umar dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian yang ketika sedang bepergian turun hujan lalu ketiganya masuk kedalam gua namun kemudian gua itu (pintunya) menutup mereka. Kemudian diantara mereka berkata kepada yang lainnya; "Demi Allah, wahai kawan, tidak akan ada yang dapat menolong kalian kecuali kejujuran (kebajikan). Maka masing-masing dari mereka berdo'a dengan apa yang mereka ketahui sebagai suatu kebajikan. Maka seorang diantara mereka berkata; ...Lalu orang yang lain berkata; "Ya Allah, sungguh Engkau telah mengetahui bahwa aku memiliki kedua orangtua yang sudah renta. Dan setiap malam aku membawakan bagi keduanya susu dari kambing milikku. Pada suatu malam, aku terlambat mendatangi keduanya sehingga ketika

aku dating keduanya sudah tertidur sementara keluargaku dan anak-anakku menangis karena kelaparan sedangkan aku tidak akan memberi minum kepada mereka sebelum kedua orangtuaku dan aku enggan untuk membangunkan keduanya dan aku juga enggan meninggalkan keduanya dengan meminum jatah susu keduanya. Dan aku terus menunggu dalam keadaan seperti itu hingga terbit fajar.Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa yang aku kerjakan itu semata karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami".Maka pintu gua itu kembali terbuka sedikit hingga mereka dapat melihat langit. Kemudian orang yang ketiga berkata; "."."Maka Allah membukakan gua itu untuk mereka lalu mereka keluar". Siapa yang tidak pernah memiliki masalah ?Tentunya tidak ada orang yang tidak lepas dari masalah.Permasalahannya adalah, tidak semua permasalahan yang kita hadapi, kita mendapatkan jalan keluarnya.Kisah di atas mengajarkan kita agar memiliki amal yang istimewa, yang benar-benar hasil atas kesabaran dan kesungguhan dalam menjalankannya, salah satunya dalam melayani kedua orang tua. Mungkin suatu saat kita berkeinginan membeli sesuatu yang agak mahal, kemudian kita berkomitmen untuk menabung tiap bulannya, dan bersabar dengan mengurangi pengeluaran bulanan, bahkan mungkin sampai makan dua kali sehari. Hingga saat uang itu terkumpul dan kita akan membeli barang yang kita inginkan, orang tua menghubungi, Nak, adikmu lagi sakit, dan uang yang sedianya mau ibu gunakan membayar hutang sudah terpakai untuk biaya berobat adikmu. Apa ada yang bisa ibu pinjam? Kita pun menjawab, Insya Allah ada bu, tidak usah pinjam, dipakai aj. Insya Allah inilah senjata tiada tara dalam menyelesaikan berbagai permalahan kehidupan, bahkan yang terasa tidak mungkin, seperti kisah orang yang tertutup dalam gua di atas. Sebagaimana perintah Allah Taala, Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan Ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Israa : 23) Kelima, Mendapat Pahala Jihad Shahih Muslim No. 4623: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Habib; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna; Telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Ibnu Sa'id Al Qaththan dari Sufyan dari Syu'bah keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Habib dari Abu Al 'Abbas dari 'Abdullah bin 'Amru dia berkata; "Seseorang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam minta izin hendak ikut jihad (berperang). Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya: "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Jawab orang itu; "Masih!" Sabda beliau: "Berbakti kepada keduanya adalah jihad." Keenam, Dilapangkan Rizkinya Shahih Bukhari No. 5527: Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi." Ketujuh, Dimasukkan Ke Surga Sunan Nasa'i No. 3053: Telah mengabarkan kepada kami 'Abdul Wahhab bin Abdul Hakam Al Warraq, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Ibnu Juraij, ia berkata; telah memberitakan kepadaku Muhammad bin Thalhah yaitu Ibnu Abdullah bin Abdur Rahman dari ayahnya yaitu Thalhah dari Muawiyah bin Jahimah As Salami bahwa Jahimah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; wahai Rasulullah, saya ingin berperang dan datang untuk minta petunjukmu, beliau bertanya: "Apakah engkau masih memiliki ibu?" ia menjawab; ya, beliau bersabda: "Jagalah ia, karena surga itu dibawah kakinya." (Syaikh Al Albani berkata, Hasan Shahih) Sunan Ibnu Majah No. 3653: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin As Shabbah telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari 'Atha dari Abu Abdurrahman dari Abu Ad Darda dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang tua ibarat penengah pintu-pintu surga, oleh karena itu (jika kamu mau) hilangkanlah ia atau jagalah ia baik-baik." (Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Kedelapan, Terhindar Dari Salah Satu Dosa Besar Shahih Muslim No. 126: Telah menceritakan kepadaku Amru bin Muhammad bin Bukair bin Muhammad an-Naqid telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ulayyah dari Sa'id al-Juraiji telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abu Bakrah dari bapaknya dia berkata, "Saat kami di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau lalu bersabda: "Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar?" Yaitu tiga perkara, yaitu mensyirikkan Allah, mendurhakai kedua ibu bapak, dan bersaksi palsu atau berkata dusta, "saat itu beliau sedang bersandar lalu duduk.Beliau terus mengulangi sabdanya sehingga kami berkata, 'Semoga beliau berhenti'." Kesembilan, Terhindar Dari Doa Buruk Shahih Bukhari No. 3181: Telah bercerita kepada kami Muslim bin Ibrahim telah bercerita kepada kami Jarir bin Hazim dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada bayi yang bisa berbicara saat masih dalam buaian kecuali tiga orang. (Yang pertama) Nabi 'Isa 'alaihis salam. (Yang kedua), dahulu ada seorang laki-laki Bani Isra'il, yang dipanggil dengan nama Juraij, ketika dia sedang melaksanakan shalat ibunya datang memanggilnya, namun laki-laki itu enggan menjawabnya. Dia berkata dalam hati: "Apakah aku penuhi panggilannya atau aku teruskan shalat?". Akhirnya ibunya berkata: "Ya Allah, janganlah Engkau matikan dia kecuali Engkau perlihatkan kepadanya wanita pezina". Suatu hari Juraij sedang berada di biaranya lalu datang seorang wanita menawarkan dirinya dan mengajaknya berbicara namun Juraij menolaknya.Kemudian wanita itu mendatangi seorang pengembala lalu wanita ini dapat merayu pengembala itu hingga melahirkan seorang anak.Si wanita lantas berkata; "Ini anaknya Juraij".Maka orang-orang mendatangi Juraij dan menghancurkan biaranya dan memaksanya keluar lalu memakimakinya.Kemudian Juraij berwudlu' lalu shalat. Setelah itu dia mendatangi bayi itu lalu bertanya: "Siapakah bapakmu wahai anak?". Bayi itu menjawab: "Seorang penggembala". Orang-orang berkata: "Kami akan bangun biaramu terbuat dari emas". Juraij berkata: "Tidak, dari tanah saja". Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa salah satu doa yang makbul adalah doa orang tua kepada anaknya, sama saja, apakah doa dalam kebaikkan maupun keburukkan. Kisah di atas menunjukkan bukti tersebut, padahal yang didoakan keburukan tersebut adalah orang yang shalih.Buktinya, Juraij sedang shalat ketika didoakan keburukan, dan Juraij dikaruniai Allah karomah, yaitu membuat bayi yang dalam buaian mampu bicara dengan ijin Allah.Bagaimana lagi jika kedurhakaan itu dilakukan oleh orang yang bermaksiat ? Kesepuluh, Terhindar Dari Siksa Allah di Dunia dan di Akhirat Sunan Ibnu Majah No. 4201: Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Al Hasan Al Mawarzi telah memberitakan kepada kami Abdullah bin Mubarak dan Ibnu 'Ulayyah dari 'Uyainah bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Bakrah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada perbuatan dosa yang akan di segerakan siksanya bagi pelakunya oleh Allah di dunia dan di sisakan baginya di akhirat melainkan berbuat aniaya dan memutuskan tali silaturrahmi." (Dishahihkan oleh syaikh Al Albani) Kesimpulan Shahih Muslim No. 4627: Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh; Telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" lalu beliau ditanya; "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaikbaiknya)."