Anda di halaman 1dari 13

MUHAMMAD CHARIS 120513404280

Skor merupakan nilai mentah yang diperoleh oleh siswa. Skor ini diperoleh berdasarkan kriteria penilaian hasil evaluasi pembelajaran. Eha (2011) Nilai adalah hasil dari pengolahan skor atau beberapa skor yang disesuaikan dengan pengaturan dan standar tertentu yang berlaku. Bentuk dari nilai bisa berupa angka atau huruf

Manfaat

1. Tolak ukur pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan 2. Sebagai archievment terhadap peserta didik 3. Diagnosa permasalahan belajar pada masing-masing peserta didik 4. Pengukuran hasil belajar peserta didik

Kekurangan

1. Nilai tidak bisa 100% mengukur hasil belajar peserta didik 2. Menurunkan semangat belajar peserta didik 3. Sistem penilaian yang kurang tepat

SKOR

KOGNITIF

AFEKTIF

PSIKOMOTO R

1.

Bentuk soal True-False

Skor = B - S
2.

OR

Skor = Soal 2 (S)

Bentuk Soal Multiple Choice

Skor = B Dimana : B : Jawaban Benar S : Jawaban Salah n : Jumlah pilihan jawaban (Opsi)

Dalam skoring di soal subyektif ada beberapa langkah yaitu :


1. 2.

Menentukan standart nilai pada masing-masing soal. Contoh : Soal no. 1 bernilai 5, soal no. 2 bernilai 3, soal no. 3 bernilai 7 dan seterusnya. Membaca seluruh jawaban siswa untuk mengetahui situasi jawaban. Contoh : jawaban lengkap bernilai 5, jawaban hampir lengkap 4, jawaban salah bisa di beri nilai 1 dan tidak ada jawaban di beri nilai 0. Lakukan semua langkah pada semua soal pada setiap siswa Jumlahkan semua skor-skor pada semua soal maka akan di dapatkan nilai total

3. 4.

Skoring afektif berkaitan dengan penilaian minat, sikap ataupun harian.


Skor min. = soal x Skala min. Skor max.= soal x Skala max.

Median =

.+ .

Contoh : Mengukur minat siswa terhadap organisasi di sekolah. Dengan membuat skala minat dengan 20 pertanyaan. Apabila rentang skala 1-5, maka : skor terendah : 20 x 1 = 20

Skor tertinggi : 20 x 5 = 100


Median : Apabila ada empat kategori minat maka diperoleh : 20-30 = Tidak berminat 31-40 = Cukup Berminat 41-50 = Berminat 51-60 = Sangat Berminat
+

= 60

Psikomotor berkaitan dengan penilaian unjuk kerja Sebelum menilai psikomotor harusnya penilai membuat sebuah skala penilaian seperti sangat baik, baik, cukup baik dan kurang baik.
Skor min. = soal x Skala min. Skor max.= soal x Skala max.

Median =

.+ .

Tujuan : untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang di tetapkan sebagai kriteria ketuntasan. Langkah : 1. Menentukan / mencari tahu standar ketuntasan minimal

2. Menentukan standar konversi nilai angka ke huruf


3. Mengkonversi nilai masing-masing siswa ke huruf 4. Mengidentifikasi ketuntasan pada masing-masing siswa dari standar ketuntasan minimal

Banyak dipergunakan untuk tes seleksi Langkah :


1. 2. 3.

Mencari skor mentah setiap peserta didik Menghitung rata-rata aktual (X) dengan rumus : Menghitung simpangan baku (s) dengan rumus :

X = Mean + S=

)i

2 ()2 (1)

4.

Menyusun pedoman konversi

Proses transformasi skor mentah yang dicapai peserta didik ke dalam skor terjabar

atau skor standar untuk menetapkan nilai hasil belajar yang diperoleh. Rumus yang bisa digunakan

Nilai =

. Skala Max