Anda di halaman 1dari 2

Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang terbuat dari sumber daya hayati yang berupa minyak

lemak nabati atau lemak hewani. Senyawa utamanya adalah ester. Ester mempunyai rumus bangun sebagai berikut : Biodiesel dapat dibuat dari transesterifikasi asam lemak. Asam lemak dari minyak lemak nabati direaksikan dengan alkohol menghasilkan ester dan produk samping berupa gliserin yang juga bernilai ekonomis cukup tinggi. Biodiesel telah banyak digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar. Indonesia mempunyai banyak sekali tanaman penghasil minyak lemak nabati, diantaranya adalah kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, jarak, nyamplung, dan lain-lain. Tabel 1. Sifat fisik dan kimia biodiesel. Sifat fisik / kimia Komposisi Densitas, g/ml Viskositas, cst Titik kilat, oc Angka setana Biodiesel Ester alkil 0,8624 5,55 172 62,4

Bahan- bahan yang digunakan dalam pembuatan biodiesel sebagai berikut: 1. Metanol. Metanol juga dikenal sebagai metil alkohol atau spritus. Metanol adalah bentuk alkohol yang paling sederhana. Metanol diproduksi secara alami oleh bekteri diudara. Sifat fisika dan kimia metanol sebagai berikut: Tabel 2. Sifat fisik dan kimia metanol Sifat kimia dan fisika rumus molekul massa molar densitas CH3OH 32.04 g/mol 0.7918 g/cm, liquid

2. Minyak jelantah Minyak jelantah adalah minyak limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak seperti minya jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, yang telah dipakai sebelumnya. Minyak jelantah yang digunakan berulang-ulang dapat merusak kesehatan manusia yang menimbulkan penyakit kangker, dan menguangi kecerdasan generasi berikutnya karena terdapat senyawa-senyawa yang bersifat karsinoginetik yang terjadi saat pengorengan. Minyak jelantah yang digunakan dalam pembuatan biodiesel adalah minyak jelantah yang sekali pemakaian.

3. Katalis Seperti reaksi kimia pada umumnya, pada reaksi esterifikasi dan transesterifikasi ditambahkan katalis untuk mempercepat laju reaksi dan meningkatkan perolehan. Katalis dapat menurunkan energi aktifitasi pada suatu zat. Zat yang memiliki energi aktifitasi akan sulit meregangkan gugus senyawanya sehingga reaksi akan lama terjadi dan untuk mempercepatnya dibutuhkan katalis untuk mempercepat reaksi. Untuk pembuatan biodiesel mengunakan katalis NaOH (natrium hidroksida) juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida adalah sejenis basa logam basa logam kaustik. Natrium hiroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. NaOH juga digunakn dalam pembuatan biodiesel dari minyak jelantah sebagai katalis. Adapun sifat fisika dan kimia NaOH sebagai berikut: Tabel 3. Sifat fisika dan kimia NaOH Sifat fisika dan fisika Massa molar Titik didih Titik leleh Densitas Kelarutan 39,9971 g/mol 1390 0C 3180C 2,1 g/cm3 Larut dalam air

http://adistyaiu.blogspot.com/2012/02/biodiesel.html