Anda di halaman 1dari 52

1.UU. No. 13 tentang jalan.

Tahun

1980,

2.UU. No. 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
3.PP. No. 1993. 41 s/d 44 Tahun

4.KEPMEN No. 60 s/d 77. 5.PERDA. 6.JUKLAK dan JUKNIS.

Masalah lalu lintas sangat kompleks, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : 1. Faktor kendaraan 2. Faktor alam / lingkungan 3. Faktor manusia (displin pengemudi)

Untuk mewujudkan situasi lalin yg aman, selamat, tertib dan lancar sebagaimana diamanatkan UU perlu didukung sikap dan prilaku pengemudi yg sopan dan menjaga etika berlalu lintas yg harmonis saling menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan demi keselamatan bersama.

MEWUJUDKAN LALIN dan ANGKUTAN JALAN Yang SELAMAT, AMAN, CEPAT, LANCAR, TERTIB, NYAMAN dan TERATUR. MEMADUKAN METODE TRANSPORTASI LAINNYA DALAM SATU KESATUAN SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL. JANGKAU SELURUH PELOSOK WIL, DARATAN UNTUK TUNJANG PEMERA TAAN, PERTUMBUHAN dan STABILITAS, SERTA SBG PENDORONG, PENGGERAK dan TUNJANG BANG NAS

Untuk menjamin terwujudnya Kamseltibcar lantas ada beberapa kewajiban Pengemudi.

PENGEMUDI RANMOR WAJIB 1. MAMPU MENGEMUDIKAN RANMOR DG WAJAR 2. MENGUTAMAKAN KESELAMATAN PEJALAN KAKI 3. MENUNJUKAN STNK, SIM, STUK. 4. MEMATUHI KETENTUAN : KELAS JALAN RAMBU RAMBU / MARKA ALAT PEMBERI ISYARAT LALIN WAKTU KERJA dan ISTIRAHAT GERAKAN LALU LINTAS PARKIR SYARAT TEHNIK dan LAIK JALAN GUN RANMOR LARANGAN BUNYI / SINAR KEC MAKS / MIN. TATA CARA ANGK ORANG / BARANG TATA CARA GANDENGAN SABUK PENGAMAN.

SETIAP PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB MEMILIKI SURAT IJIN MENGEMUDI ( SIM )
Sebagai bukti yg diberikan Polri kpd seseorang yg telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani & rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Pengemudi yg tdk dapat Menunjukkan SIM pada saat Mengemudikan kendaraan Merupakan tindakan melanggar Peraturan lalu lintas dan Mendapat sanksi hukum

2. SETIAP ORANG YANG MENGEMUDIKAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN YANG TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN SURAT IZIN MENGEMUDI YANG SAH SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM PSL. 288 AYAT 2 HURUF B DIPIDANA DENGAN PIDANA KURUNGAN PALING LAMA 1 BULAN DAN / DENDA PALING BANYAK Rp. 250.000,( DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH ).

SAMSAT 1. SETIAP RANMOR YG DIOPERASIKAN WAJIB DI DAFTARKAN SEBAGAI TANDA BUKTI PENDAFT DIBERIKAN BUKTI PENDAFT RANMOR , PERUBAHAN IDENTITAS RANMOR / PEMILIK, PERPANJANGAN RANMOR DAN PENGESAHAN RANMOR

2.

Administrasi Kendaraan Bermotor setiap kendaraan bermotor wajib didaftarkan sebagai tanda diberikan STNK dan Plat Nomor Kendaraan

1.

PERINGATAN ( KUNING) MENYATAKAN PERINGATAN / TEMPAT BAHAYA LARANGAN (MERAH) MENYATAKAN PERBUATAN YG DILARANG DILAKUKAN OLEH PEMAKAI JALAN. PERINTAH (BIRU) MENYATAKAN PERINTAH YG WAJIB DILAKUKAN OLEH PEMAKAI JALAN

2.

3.

4.

Rambu lalu lintas adl salah satu alat perlengkapan jalan dlm bentuk tertentu yg memuat lambang, huruf, angka, dan / perpaduan diantaranya yg digunakan utk memberikan peringatan, larangan, perintah & petunjuk bagi pemakai jalan.

PETUNJUK (BIRU, COKLAT, HIJAU) MENYATAKAN PETUNJUK : JURUSAN JALAN SITUASI KOTA PENGATURAN FASILITAS DLL

BERFUNGSI MENGATUR, MEMPERINGATKAN dan MENUNTUN PEMAKAI JALAN

1.

Marka Jalan adl tanda lalu lintas yg digambar dg cat atau lain-lain pada permukaan jalan dg maksud untuk memberi petunjuk pada para pengendara.
(Pasal 106 (4) a ( UULAJ)

MARKA MEMBUJUR GRS UTUH (DILARANG MELINTASI) GRS PUTUS( BOLEH MELINTAS) GRS GANDA UTUH & PUTUS2 GRS GANDA UTUH & UTUH
MARKA MELINTANG. GRS UTUH ( BATAS BERHENTI / STOP LINE ) GRS PUTUS (BATAS MEMBERI KESEMPATAN ) MARKA SERONG ( PARKIR ) MARKA LAMBANG PANAH SEGI TIGA TULISAN

2.

3. 4.

PASAL 107 No. 22 / 2009

MENYALAKAN LAMPU PADA SIANG HARI

1. PENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB MENYALAKAN LAMPU UTAMA. YG DIGUNAKAN DI JALAN PD MALAM HARI ( Pasal 107 (1) No. 22/2009 ) 2. PENGEMUDI SEPEDA MOTOR SELAIN MEMATUHI KETENTUAN SEBAGAI MANA DIMAKSUD PD AYAT (1) WAJIB MENYALAKAN LAMPU PADA SIANG HARI ( Pasal 107 (2) No. 22/2009 )

PSL 103 UULAJ NO. 22 / 2009

APIL adalah peralatan teknis berupa isyarat lampu yg dapat dilengkapi dgn bunyi utk memberi peringatan atau mengatur lalu lintas orang dan / kendaraan di persimpangan, persilangan sebidang ataupun pada ruas jalan.
LAMP 2 WARNA LAMP 1 WARNA

LAMP 3 WARNA

MERAH KUNING HIJAU

MERAH KUNING

MERAH atau KUNING

MENGATUR KEND

MENGATUR PEJL KAKI

BERKEDIP MEMBERI PERINGATAN BAHAYA

Untuk keperluan pengaturan penggunaan & pemenuhan kebutuhan angkutan, jalan dibagi dlm beberapa kelas didasarkan pd kebutuhan transportasi dgn mempertimbangkan muatan sumbu terberat & konstruksi jalan yg ada.
NO. KLS JALAN PANJANG KENDARAAN LEBAR BERAT KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5.

I II IIIA IIIB IIIC

1.800 Cm 1.800 Cm 1.800 Cm 1.200 Cm 900 Cm

250 Cm 250 Cm 250 Cm 250 Cm 210 Cm

10 Ton ARTERI 10 Ton ARTERI 8 Ton ARTERI / KOLEKTOR 8 Ton KOLEKTOR 8 Ton LOKASI

JALAN KELAS I, II, III - A


KEND BUS / BARANG, SPD MOTOR KERETA GANDENG 100 KM / JAM 80 KM / JAM 80 KM / JAM

JALAN KELAS III B

JALAN KELAS III C


JALAN KELAS II, III A
JALAN SEKUNDER

60 KM / JAM
70 KM / JAM 60 KM / JAM 50 KM / JAM 40 KM / JAM

JALAN KELAS III B


JALAN SEKUNDER

JALAN KELAS III C


JALAN SEKUNDER

1.

UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN, PERUSAHAAN ANGK UMUM WAKIB PATUHI KETENTUAN, WAKTU KERJA dan WAKTU ISTIRAHAT BAGI PENGEMUDI. KETENTUAN TERSEBUT DIATUR LEBIH LANJUT DENGAN PERATURAN PEMERINTAH

2.

UNTUK KAMTIBCAR LANTAS DAN ANGKUTAN JALAN, SETIAP PENGGUNA JALAN WAJIB : 1. BERPRILAKU TERTIB, CEGAH HAL HAL YANG DAPAT MERINTANGI, MEMBAHAYAKAN DAN MENIMBULKAN KERUSAKAN JALAN DAN BANGUNAN. PENGEMUDI DAN PEMILIK KENDARAAN BERTANGGUNG JAWAB THD KENDARAAN DAN MUATAN YANG DI TINGGAL DI JALAN.

2.

1.

PENGEMUDI YANG TERLIBAT LAKA LANTAS WAJIB : - MENGHENTIKAN KENDARAANNYA - MENOLONG KORBAN - MELAPOR PADA POLISI YG TERDEKAT OLEH KARENA DLM KEADAAN MEMAKSA TETAP DI WAJIBKAN MELAPOR POLISI TERDEKAT.

2.

PENGEMUDI RANMOR BERTANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN YG DIDERITA OLEH PENUMPANG / PEMILIK BARANG / PIHAK KETIGA, YG TIMBUL KARENA KELALAIAN ATAU KESALAHAN PENGEMUDI DLM MENGEMUDIKAN KENDARAAN.

TIDAK MENANGGUNG ATAS SEGALA RESIKO AKIBAT KECELAKAAN APABILA :

A. KEADAAN MEMAKSA TDK DPT DIELAKKAN


B. DISEBABKAN PERILAKU KORBAN SENDIRI C. GERAKAN ORANG / HEWAN WALAUPUN SDH DILAKUKAN UPAYA PENCEGAHAN

BARANG SIAPA TERLIBAT LAKA LANTAS TDK MENGHENTIKAN KEND, TDK TOLONG KORBAN DAN TDK LAPOR POLISI ( Psl 312 (1) ) DI PIDANA : - KURUNGAN PALING LAMA 3 TAHUN - DENDA SETINGGINYA Rp. 75 JUTA

1.

FAKTOR MANUSIA TDK DISIPLIN LELAH / NGANTUK MABOK DAYA REAKSI KURANG BAGUS / TDK CEKATAN DLM HADAPI MASALAH TDK WASPADA SAAT MENDAHULUI / DIDAHULUI. EMOSIONAL / JIWA LABIL ( KEJAR SETORAN ) TDK PATUHI RAMBU2 / LANGGAR LANTAS KURANG TRAMPIL ( SOPIR TEMBAK ) KENDARAAN / ALAM PECAH BAN REM BLONG HUJAN KABUT LICIN

2.

PASAL 108 (1) No. 22 / 2009

MENGAMBIL JALUR JALAN SEBELAH KIRI

MELEWATI KEND DI DEPANNYA

DITUNJUK/ DITETAPKAN PETUGAS YG BERWENANG DIGUNAKAN SBG JALUR KIRI YG BERSIFAT SEMENTARA

Tata cara berlalu lintas di jalan dengan mengambil lajur sebelah kiri ( Pasal 108 (1) 22 / 2009 )

PASAL 108 (3) No. 22 / 2009

MENGAMBIL JALUR JALAN SEBELAH KIRI

MELEWATI KEND DI DEPANNYA

DITUNJUK/ DITETAPKAN PETUGAS YG BERWENANG DIGUNAKAN SBG JALUR KIRI YG BERSIFAT SEMENTARA

SEPEDA MOTOR, KENDARAAN BERMOTOR YG KECEPATANNYA RENDAH, MOBIL BARANG DAN KENDARAAN TIDAK BERMOTOR BERADA PADA LAJUR SEBELAH KIRI ( Pasal 108 (3) No. 22 / 2009 )

PASAL 110 (1) No. 22 / 2009


PANDANGAN BEBAS dan MENJAGA RUANG YANG CUKUP JALUR ATAU LAJUR KIRI MACET

BELOK KIRI

MENGAMBIL LAJUR atau JALUR KANAN DARI KEND YG DI LEWATI

Pastikan anda memiliki pandangan bebas dan menjaga ruang yang cukup pada saat melewati kendaraan lain ( Pasal 110 (1) No. 22/2009 )

PASAL 116 (2) No. 22 TH 2009


PENGEMUDI HARUS MEM PERLAMBAT KENDARAANNYA BILA

KEND UMUM SEDANG NAIK TURUNKAN PENUMPANG

KEND TDK BERMOTOR YG DITARIK HEWAN, HEWAN YG DI TUNGGANGI atau HEWAN YG DI GIRING

HALTE BUS

Gunakanlah lajur kanan pada saat anda mendahului ( Pasal 116 (2) No. 22/2009 )

PASAL 116 (1) No. 22 TH 2009

WAJIB MENGHENNTIKAN KENDARAANNYA

HALTE BUS

PENGUMUDI NYALAKAN LAMPU BERHENTI

BUS SEKOLAH

1. Nyalakan tanda lampu berhenti bila sedang menaikkan atau menurunkan penumpang. ( Pasal 116 (2) 22/2009 ) 2. Hentikan kendaran anda bila sedang berada di belakang kendaraan umum yg sedang menaikkan / menurunkan penumpang. ( Pasal 116 (2) 22/2009 )

PASAL 116 No. 22 TH 2009


PENGEMUDI DILARANG MELEWATI
KEND LAIN YG SEDANG MEMBERI KESEMPATAN PENYEBRANG JALAN

KEND LAIN DI PERSIMPANGAN SEBIDANG

1. Dilarang melewati kendaraan lain di persimpangan / persilangan sebidang. ( Pasal No. 116. e No. 22/2009 ) 2. Dilarang melewati kendaraan lain yang sedang memberi kesempatan menyeberang kepada pejalan kaki / pengendara sepeda. ( Pasal 116.f No. 22/2009 )

PASAL .. 56 PP. No. 43 TH 1993


PENGEMUDI YANG AKAN DI LEWATI WAJIB
MEMBERIKAN RUANG GERAK YG CUKUP BG KEND YG AKAN MELEWATI

MEMBERI KESEMPATAN ATAU MENJAGA KECEPATAN SEHINGGA DAPAT DILEWATI DENGAN AMAN

1. Berikanlah ruang gerak yg cukup bagi kendaraan yg akan melewati anda. ( Pasal 56a PP 43/1993 ) 2. Berikanlah kesempatan & tetaplah menjaga kecepatan pada saat didahului oleh kendaraan lain. ( Pasal 54b PP 43/1993 )

PASAL ..57 PP. No. 43 TH 1993


(1) PENGEMUDI YG BERPAPASAN DG KEND LAIN DARI ARAH BERLAWANAN PD JALAN DUA ARAH HRS MEMBERIKAN RUANG GERAK YG CUKUP DI KANAN KEND (2) JIKA PENGEMUDI TERHALANG RINTANGAN HRS MENDAHULUKAN KEND YG DATANG DARI ARAH BERLAWANAN

1. Pada saat berpapasan, berikanlah ruang gerak yg cukup disebelah kanan kendaraan anda . ( Pasal 57 (1) PP 43/1993 ) 2. Bila terhalang oleh sesuatu rintangan / pemakai jalan yg lain, dahulukanlah kendaraan yg datang dari arah berlawanan. ( Pasal 57 (2) PP 43/1993 )

PASAL ..58 PP. No. 43 TH 1993


PADA JALAN TANJAKAN ATAU MENURUN YG TDK MEMUNGKINKAN BAGI KEND UTK SALING BERPAPASAN, PENGEMUDI KEND YG ARAHNYA TURUN HARUS MEMBERI KESEMPATAN JALAN PADA KENDARAAN YANG MENANJAK

Berikanlah kesempatan pada kendaraan yg arahnya menanjak pada jalan yg tidak memungkinkan utk saling berpapasan. ( Pasal 58 PP 43/1993 )

PASAL 112 PP. No. 22 TH 2009


PENGEMUDI YG AKAN MEMBELOK ATAU BERBALIK ARAH HRS AMATI SITUASI LALIN DEPAN SAMPING BELAKANG DAN MEMBERIKAN ISYARAT

BELOK KIRI LANGSUNG

1. Pengemudi kendaraan yang akan berbelok / berbalik arah wajib mengamati situasi lalin di depan, di samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu petunjuk arah / isyarat tangan ( Pasal 112 (1) PP 22/2009 ) 2. Pengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur / bergerak ke samping wajib mengamati situasi lalin di depan, di samping dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat.( Pasal 112 (2) 22/ 2009 ) 3. Pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalin, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalin / alat pemberi isyarat lalin. ( Pasal 112 (3) 22/2009 )

PASAL ..60 PP. No. 43 TH 1993


PENGEMUDI YANG AKAN MEMPERLAMBAT KENDARAANNYA, HARUS MENGAMATI SITUASI LALU LINTAS DISAMPING DAN BELAKANG KENDARAAN SERTA MEMPERLAMBAT KEND DENGAN CARA YANG TIDAK MEMBAHAYAKAN KENDARAAN LAIN

1. Apabila akan memperlambat laju kendaraan, amati situasi lalu lintas & dengan cara yg tidak membahayakan kendaraan lain. ( Pasal 60 PP 43/1993 )

PASAL .61 PP. No. 43 TH 1993


(1) (2) (3) (4) KEND JALUR KIRI KEC LEBUH RENDAH PINDAH JALUR AMAN LALIN BERI ISYARAT SEN KEND PATUHI RAMBU KEC. KEND MEMUTAR SEARAH JARUM JAM

km

1. Pada kecepatan rendah, gunakanlah lajur jalan paling kiri. ( Pasal 61 (1) PP 43/1993 ) 2. Pada simpangan yg diatur dengan bunderan, gerakan lallu lintas searah jarum jam. ( Pasal 61 (4) PP 43/1993 )

PASAL .. 62 PP. No. 43 TH 1993


PENGEMUDI PADA WAKTU MENGIKUTI ATAU BERADA DI BELAKANG KEND LAIN, WAJIB MENJAGA JARAK DENGAN KEND YG BERADA DI DEPANNYA

Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. ( Pasal 62 PP 43/1993 )

PASAL 113 PP. No. 22 TH 2009


PRIORITAS KEND YG BERADA DI DEPANNYA

1. Pada saat mendekati persimpangan, perhatikan mereka yg mendapat hak utama ( Pasal 113 PP 22 / 2009 ) 2. Berikanlah hak utama kepada kendaraan yg telah lebih dahulu berada di persimpangan yg diatur dengan bundaran. ( Pasal 113 PP 22 / 2009 )

PASAL 113 No. 22 TH 2009


PADA PERSILANGAN SEBIDANG ANTAR JALUR KA DENGAN JALAN, PENGEMUDI HARUS a. MENDAHULUKAN KERETA API b. MEMBERIKAN HAK UTAMA KEPADA KENDARAAN TG LEBIH DAHULU MELINTASI REL

1. Berikanlah hak utama pada Kereta Api. ( Pasal 113 (2) PP 22 / 2009 ) 2. Berikanlah hak utama pada kendaraan yang terlebih dahulu melintasi rel. ( Pasal 113(1) c No. 22 / 2009 )

PASAL 134 No. 22 TH 2009


URUTAN PRIORITAS
a. b. c. d. e. f. g. KEND PEMDAM KEBAKARAN AMBULAN KEND PERTOLANGAN LAKA LANTAS KEND KEPALA NEGARA IRING-IRINGAN JENAZAH KONCVOI KEND ORANG CACAT RANSUS

KENDARAAN YG MENDAPAT PRIORITAS SEBAGAIMANA DI MAKSUD HARUS DENGAN PENGAWALAN PETUGAS YANG BERWENANG ATAU DENGAN ISYARAT ATAU TANDA TANDA LAIN

PASAL 120 No. 22 TH 2009

1.

SETIAP JALAN DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT BERHENTI ATAU PARKIR APABILA TIDAK DILARANG OLEH RAMBU RAMBU ATAU MARKA ATAU TANDA LAIN ATAU TEMPAT TERTENTU.
TEMPAT TEMPAT TERTENTU SEBAGAI MANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1) : a. SEKITAR TEMPAT PENYEBRANGAN PEJALAN KAKI ATAU TEMPAT PENYEBRANGAN SEPEDA YANG TELAH DI TENTUKAN. b. PADA JALUR KHUSUS PEJALAN KAKI. c. PADA TIKUNGAN TERTENTU. d. DIATAS JEMBATAN. c. PADA TEMPAT YANG MENDEKATI PERLINTASAN SEBIDANG DAN PERSIMPANGAN. f. DIMUKA PINTU KELUAR MASUK PEKARANGAN. g. PADA TEMPAT YANG DAPAT MENUTUPI RAMBU RAMBU ATAU ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS. h. BERDEKATAN DENGAN KRAN PEMADAM KEBAKARAN ATAU SUMBER AIR SEJENIS.

2.

PASAL 120 No. 22 TH 2009


(1). SETIAP KENDARAAN BERMOTOR ATAU KERETA GANDENGAN ATAU TEMPELAN YANG BERHENTI ATAU PARKIR DALAM KEADAAN DARURAT WAJIB MEMASANG SEGITIGA PENGAMAN, LAMPU ISYARAT PERINGATANBAHAYA ATAU ISYARAT LAINNYA. KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1) TIDAK BERLEKU UNTUK SEPEDA MOTOR TANPA KERETA SAMPING.

(2).

PASAL 120 No. 22 TH 2009


(1) (2) PARKIR KENDARAAN DI JALAN DILAKUKAN SECARA SEJAJAR ATAU MEMBENTUK SUDUT MENURUT ARAH LALU LINTAS . KETENTUAN LEGIH LANJUT MENGENAI PARKIR KENDARAAN SEBAGAI MANA DIMAKSUD DALAM AYAT (1), DIATUR DENGAN KEPUTUSAN MENTERI

PARKIR SEJAJAR ARUS LALIN

PARKIR MEMBENTUK SUDUT

1. Dilarang berhenti dan parkir sembarangan perhatikan rambu-rambu yg ada. ( Pasal 120 22 / 2009 ) 2. Dilarang berhenti dan parkir pada tempat penyeberangan pejalan kaki / tempat penyeberangan sepeda yg telah ditentukan. ( Pasal 120 22 / 2009

3. Dilarang berhenti dan parkir pada jalur khusus pejalan kaki. ( Pasal 120 22 / 2009 )
4. Dilarang berhenti dan parkir di tikungan. (Pasal 120 22 / 2009) 5. Dilarang berhenti dan parkir di atas jembatan. (Pasal 120 22/2009) 6. Dilarang berhenti dan parkir mendekati persimpangan. ( Pasal 120 22/2009 ) perlintasan sebidang dan

7. Dilarang berhenti dan parkir di depan pintu keluar masuk pekarangan ( Pasal 120 22/2009 ) 8. Dilarang berhenti dan parkir yg dpt menutup Rambu atau Alat Pemberi Isyarat Lalin. ( Pasal 120 22 / 2009 ) 9. Dilarang berhenti dan parkir dekat kran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis. ( Pasal 120 22/2009 )

II.

APA YANG HARUS DILAKUKAN SEBAGAI PENGENDARA KENDARAAN BERMOTOR A. Sebelum Berkendara

1. Pastikan kondisi fisik sehat (tidak lelah, ngantuk atau sakit)


2. Siapkan surat surat penting (STNK, SIM, dan KTP)

B. Persiapan Kendaraan 1. Cek dan pastikan semua komponen mesin berfungsi dengan baik (gas, rem, kopling, dll) 2. Cek ban, oli, dan air radiator cukup

3. Cek tekanan ban cukup

C. Selama di Perjalanan

1. Perhatikan situasi pada saat keluar ke jalan raya


2. Perhatikan rambu-rambu dan taati aturan lalu lintas 3. Selalu memperhatikan batas kecepatan dan menjaga jarak aman 4. Peduli terhadap keselamatan lalu lintas diri sendiri dan orang lain D. Selama di Perjalanan 1. Tingkatkan kewaspadaan pada saat melewati persimpangan 2. Pada saat lampu berwarna kuning kurangi kecepatan 3. Pada saat lampu berwarna merah tetap berhenti di belakang garis stop

TIP AMAN DI JALAN TOL


1. 2. 3. 4. 5. JAGA JARAK AMAN DENGAN KENDARAAN YANG BERADA DI DEPAN PATUHI KECEPATAN JALAN TOL TIDAK BERPINDAH MENDADAK. MAKSIMAL UNTUK

TIDAK BERKENDARAAN DENGAN ZIG ZAG. LAJUR SECARA

TIDAK MENGGUNAKAN BAHU JALAN BILA TIDAK DALAM KEADAAN DARURAT

TIP AMAN SAAT BERADA DI PERSIMPANGAN


1. 2. 3. KURANGI KECEPATAN BILA SUDAH MENDEKATI PERSIMPANGAN BERHENTI DIBELAKANG GARIS STOP / ZEBRA CROSS PERHATIKAN LAJUR ANDA: AMBIL LAJUR KANAN BILA AKAN BELOK KANAN AMBIL LAJUR KIRI BILA AKAN BELOK KIRI PERHATIKAN SEKELILING ANDA SEPERTI PEDAGANG ASONGAN / PENGAMEN YANG BERGEROMBOL.

4.

TIP AMAN DI PERLINTASAN KERETA API


1. KURANGI KECEPATAN MENDEKATI PERLINTASAN DAN BERSABAR MENUNGGU ANTRIAN 2. PERHATIKAN JARAK KENDARAAN DENGAN KENDARAAN YANG ADA DI DEPAN. 3. HINDARI SALING MENDAHULUI SEWAKTU MELINTASI PINTU PERLINTASAN KERETA API. 4. TETAP WASPADA BILA ADA ORANG YANG MENDEKATI DENGAN GERAK GERIK YANG MENCURIGAKAN.

5. TUTUP SEMUA KACA DAN PINTU KENDARAAN.


6. BILA ANDA TERANCAM BAHAYA BUNYIKAN KLAKSON SEKERAS KERASNYA UNTUK MENARIK PERHATIAN ORANG LAIN

TIP AMAN MENGEMUDI MALAM HARI


1. 2. 3. WASPADAI SITUASI YANG ADA DI DEPAN ANDA SEPERTI KENDARAAN BERHENTI, ROMBONGAN PEJALAN KAKI AMBIL POSISI YANG TEPAT SEWAKTU MENDAHULUI. EKSTRA PENGAMATAN SAAT MENDEKATI PERSIMPANGAN. BERHENTI DAN PARKIR DI TEMPAT YANG AMAN. JANGAN MENYALAKAN LAMPU JAUH SEWAKTU BERPAPASAN. BERHATIKAN RAMBU RAMBU YANG ADA SEPERTI JALAN BERLIKU, TIKUNGAN TAJAM DLL HATI HATI DAN JANGAN NGEBUT MENGINGAT JARAK PANDANG KITA TERBATAS

4. 5
6. 7.