Anda di halaman 1dari 3

IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN V I. TUJUAN Untuk analisis kualitatif sistematik kation golongan V. II.

TEORI Kation-kation pada golongan ini tidak mengendap dengan reagen-reagen golongan sebelumnya. Namun pada golongan ini tidak ada reagen umumnya. Reaksi golongan : kation-kation pada golongan lima tidak bereaksi pada asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida atau (jika ada garam-garam amonium) dengan amonium karbonat. Rfeaksi-reaksi khusus atau uji mnyala dapat dipakai untuk mengidentiofikasi kationkation pada golongan ini. Dari kation-kation golongan ini, magnesium memperlihatkan reaksi-reaksi yang serupa dengan reaksi-reaksi dari kation-kation pada golongan empat. Namun, magnesium karbonat dengan adanya garam amonium, larut, maka dalam pengerjaan analisis sistematis, magnesium tidak akan mengendap bersama kation golongan ke empat. A. Magnesium, Mg Magnesium adalah logam putih yang dapat ditempa dan liat. Logam ini mudah twerbakar di udara atau oksigen dengan cahaya putih yang berkilat membentuk MgO dan sedikit Mg2N2. Logam ini terurai oleh air pada suhu biasa, tetapi pada titk didih air berlangsung dengan cepat. Mg mudah larut dalam asam dan membebaskan hidrogen. Reaksi-reaksi ion magnesium : Dengan memakai larutam MgSO4 1. Larutan NH4OH Terjadi endapan sebagian (partial) yang putih dari Mg(OH)2 (gelatin) yang mudah larut dalam larutan garam-garam NH4+ 2. Larutan NaOH Terjadi endapan putih dari Mg(OH)2 yang mudah larut dalam larutan garam-garam amonium. 3. Larutan (NH4)2CO3 Terjadi endapan putih dari magnesium karbonat basa, sering pada pendidihan atau dibiarkan dan tidak terjadi endapan dari larutan yang mengandung garam-garam amonium dari asam asetat. 4. Larutan Na2CO3 Terjadi endapan putih dari magnesium karbonat basa Mg(MgCO3)4(OH)2 yang larut dalam asam dan larutan garam-garam amonium. 5. Larutan Na2HPO4 Terjadi endapan kristal putih dari Mg(NH4)PO4 dari larutan yang mengandung NH4Cl yang larut dalam asam asetat dan asam mineral. Kelarutan yang normal bertambah karena garam ini terhidrolisis dalam air, kecenderungan ini akan berkurang oleh adanya amoni dalam jumlah yang sedang (didapatkan bahwa senyawa ini sangat sedikit sekali larut dalam larutan amonia). Endapan memisah dengan lambat dari larutan yang encer, karena kecenderungannya untuk membentuk larutan lewat jenuh. Ini biasanya diatasi

dengan mendinginkannya. B.Kalium, K Kalium adalah logam putih-perak yang lunak. Tidak berubah di udara yang kering, tetapi mudah dioksidasi dalam udara basah yang mula-mula menjadi film yang biru. Logam itu menguraikan air dengan dahsyat, sambil melepaskan hidrogen dan terbakar dengan nyala lembayung. Kaliumj biasanya disimpan dalam pelarut nafta. Garam-garam kalium mengandung kation monovalen K+. Garam-garam ini biasanya larut dan membentuk larutan yang tak berwarna, kecuali bila anionnya berwarna. Reaksi-reaksi ion kalium Dengan menggunakan larutan KCl 1. Larutan Na3(Co(NO2)6 Terjadi endapan kuning dari kalium heksanitritokobaltat(III). Endapan tak larut dalam asam asetat encer. Dalam larutan alkali akan terjadi endapan coklat atau hitam dari Co(OH)3. 2. Larutan asam tartarat Terjadi endapan kristal putih dari Potassium asam tartarat KH.C4H4O6 dari larutanpekat, yang larut dalam asam mineral dan larutan alkali membentuk garam normal. Pengendapan dipercepat dengan adanya gosokan dinding tabung reaksi dengan tangkai pengaduk dan oleh penambahan alkohol. 3. Larutan HclO4 Terjadi endapan kristal putih dari KclO4 dari larutan yang tidak begitu encer yang praktis tidak larut dalam alkohol absolut, dan sedikit larut dalam air. 4. Larutan asam kloroplatinat H2(PtCl6) Terjadi endapan kristal kuning dari potassium kloroplatinat K2(PtCl6) dari larutan pekat dan dari larutan encer pengendapan terjadi sangat lambat. Garam-garam amonium memberikan endapan yang sama. C. Natrium, Na Natrium adalah logam putih-perak yang lunak. Natrium teroksidasi dengan cepat dalam udara lembab, maka harus disimpan terendam seluruhnya dalam pelarut nafta atau silena. Logam ini bereaksi keras dengan air, membentuk natrium hidroksida dan hidrogen. Reaksi-reaksi ion natrium Dengan menggunakan larutan NaCl 1. Larutan Uranil magnesium asetat Terjadi endapan kristal kuning dari natrium magnesium uranil asetat dari larutan yang pekat. Pengendapan 1/3 volume alkohol akan membentuk pengendapan. 2. Asam kloro platinat Tidak mengendap dengan larutan garam-garam Na 3. Larutan Zn Uranil asetat Terjadi kristal kuning dari NaZn(UO2)3(C2H3O2)9 4. Asam heksakloroplatinat(IV) Terjadi endapan kuning amonium heksakloroplatinat. Ciri khas endapan adalah serupa

dengan ciri-ciri garam kalium yang bersangkutan tapi bedanya endapan ini terurai ketika dipanaskan dengan larutan natrium hidroksida dengan melepaskan amonia. 5. Larutan natrium hidrogen tartrat jenuh Terjadi endapan putih amonium tartrat yang serupa tetapi sedikit lebih larut pada garam kalium yang bersangkutan dari zat mana endapan itu dapat dibedakan karena dilepaskannya gas amonia, sewaktu endapan dipanaskan dengan larutan natrium hidroksida. 6. Larutan asam perklorat Tak ada pengendapan D. Amonium,NH4+ Reaksi-reaksi ion NH4+ Dengan menggunakan larutan NH4Cl 1. Larutan NaOH Akan keluar gas NH3 jika dipanaskan yang dapat diketahui dengan : a. Baunya b. Pembentukan NH4OH pada batang pengaduk yang dibaahi dengan HCl pekat yang dipegangkan pada mulut tabung c. Yang memerahkan kertas lakmus biru d. Kertas saring yang mengandung Hg2(NO3)2 menjadi hitam e. Kertas saring yang dibasahi dengan MnSO4 + H2O2 akan menjadi coklat karena terbentuknya Mn(OH)3 2. reagen Nesslers terjadi endapan coklatatau warna kuning bergfantung pada jumlah NH4+ yang terdapat. 3. Sodium Cobaltinitrite Terjadi endapan kristal kuning dari (NH4)3(Co(NO2)6 yang sama dengan yang dihasilkan oleh ion K 4. Larutan asam kloroplatinat Terjadi endapan kristal kuning dari (NH4)2PtCl6 yang biula dipanaskan dengan NaOH akah mengeluarkan NH3 5. Larutan Na-hidrogen tartarat Terbentuk endapan putih dari amonium asam tartarat yang bila dipanaskan dengan NaOH akan mengeluarkan uap gas NH3 6. Larutan asam perklorat Tidak terjadi endapan (beda dari Kalium) 7. Asam tannat-perak nitrat test Dasar dari test ini adalah daya reduksi dari asam tannat (suatu glukosida asam digallat), pada komple4ks Ag(NH3)2+, menghasilkan Ag yang hitam. Campuran 2 tetes 5% asam tannat dengan 2 tetes 20% AgNO3 dan taruh campuran diatas kertas saring dan taruh diatas ujung tabung yang berisi garam NH4+ yang dipanaskan dengan NaOH, maka akan terjadi warna hitam dari Ag