Anda di halaman 1dari 20

Hiperemesis Gravidarum

Oleh : Rizka Purnama Mulya,S.Ked Pembimbing : dr. Indra Magda Tiara, M.Kes, Sp.OG

Hiperemesis gravidarum mual dan muntah berlebihan, dimana frekuensi lebih dari 10 kali dalam 24 jam atau setiap saat, sehingga menggganggu kesehatan dan pekerjaan sehari hari yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atau defisiensi nutrisi, dan kehilangan berat badan

Etiologi
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Faktor predisposisi Faktor psikologis Faktor organik

Perubahan kadar hormon selama kehamilan. Peningkatan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) akan menginduksi ovarium untuk memproduksi estrogen, yang dapat merangsang mual dan Progesteron menghambat muntah motilitas lambung dan irama
kontraksi otot-otot polos lambung. Penurunan kadar thyrotropinstimulating hormone (TSH) pada awal kehamilan juga berhubungan dengan hiperemesis gravidarum meskipun mekanismenya belum jelas.

HEG
cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi oksidasi lemak yang tidak sempurna Ketosis

Kekurangan volume cairan yang diminum karena muntah berlebihan

dehidrasi sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang


Gang.keseimbangan elektrolit

Manifestasi Klinis
Tingkat I

Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum

penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun dan merasa nyeri pada epigastrium. nadi meningkat sekitar 100 kali/menit dan tekanan darah sistolik turun, turgor kulit mengurang, lidah kering dan mata cekung

Tingkat II

Penderita tampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit

menurun, lidah mengering dan nampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit ikterik. Berat badan menurun dan mata menjadi cekung, tensi turun, hemokonsentrasi, oliguria dan konstipasi. Nafas bau aseton Ketonuria

Tingkat II

Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran makin

menurun hingga mencapai somnolen atau koma, terdapat ensefalopati werniche yang ditandai dengan : nistagmus, diplopia, gangguan mental, kardiovaskuler ditandai dengan: nadi kecil, tekanan darah menurun, dan temperature meningkat, gastrointestinal ditandai dengan: ikterus makin berat, terdapat timbunan aseton yang makin tinggi dengan bau yang makin tajam. Keadaan ini adalah akibat sangat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks.

Diagnosis
Amenore yang disertai dengan muntah hebat, pekerjaan sehari-hari terganggu Fungsi vital : takikardi, tekanan darah menurun pada keadaan berat, subfebril, dan gangguan kesadaran (apatis-koma) Fisik : dehidrasi, kulit pucat ikterus, sianosis, berat badan menurun, pada VT uterus sesuai besar kehamilan, konsistensi lunak, pada pemeriksaan inspekulo serviks berwarna biru (livide)

Diagnosis
Pemeriksaan USG : untuk mengetahui kondisi kesehatan kehamilan juga untuk mengetahui kemungkinan adanya kehamilan kembar ataupun kehamilan molahidatidosa. Laboratorium : kenaikan relatif hematocrit dan hemoglobin, benda keton dan proteinuruia.

Tabel 1. Kondisi Mual dan Muntah dalam Kehamilan Emesis gravidarum Mual dan muntah dikeluhkan melewati 20 minggu pertama kehamilan Tidak mengganggu Hiperemesis gravidarum Mual dan muntah mengganggu aktifitas sehari-sehari Mual dan muntah menimbulkan komplikasi

aktifitas sehari-hari
Tidak menimbulkan komplikasi patologis

(ketonuria, dehidrasi,
hipokalemia, penurunan berat badan)

Diagnosa Banding
ulkus peptikum kolestasis obstetrik

hipertiroidisme

perlemakan hati akut

infeksi

Helicobacter pylori

apendisitis akut

Penatalaksanaan

Stop makanan per oral selama 24 jam Rehidrasi dengan larutan glukosa 5-10% diberikan sekitar 3000cc/24 jam dan larutan RL untuk keseimbangan elektrolit Obat obatan; Vitamin : Vitamin B1, B2 dan B6 masing-masing 50-100 mg/hr/IV Vitamin B12 200 ug/hari/IV, vitamin C 200 mg/hari/IV Fenobarbital 30 mg IM. 2-3 kali perhari atau klorpromazin 25-50 mg/hari Antiemetik

Diet Hiperemesis Diberikan pada I HEG


tingkat III. Makanan hanya berupa roti kering dan buah-buahan. Cairan tidak boleh diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam sesudahnya. Makanan ini kurang mengandung zat gizi, kecuali vitamin C sehingga hanya diberikan selama beberapa hari saja.

Diet Hiperemesis II
Diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur dapat diberikan makanan yang bernilai gizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersama makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat gizi, kecuali vitamin A dan D

Diet Hiperemesis III


Diberikan kepada penderita dengan hyperemesis ringan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup dalam semua zat gizi kecuali kalsium

Cont. . .
Isolasi;

Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara yang baik

Terapi

psikologika; perlu diyakinkan kepada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik.

Cont. .
Terminasi kehamilan bila terjadi

komplikasi seperti :
Ensefalopati

Wernickle

Perdarahan

retina Gangguan kardiovaskular Gangguan liver Gangguan ginjal

Pencegahan
Memberikan

penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik. Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda Menganjurkan mengubah makan sehari hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering Makanan yang berminyak

Terima

Kasih