Anda di halaman 1dari 2

1.

Karbon Monoksida (CO) Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Gas CO dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna senyawa-senyawa yang mengandung karbon, khususnya batubara, minyak bumi, dan gas alam. Gas CO ini ditemukan dalam jumlah besar pada gas buang kendaraan bermotor dan gas buang dari proses-proses industri. ada kondisi normal, kadar gas CO di udara sekitar !," ppm. #kan tetapi, karena adanya pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik, terutama bahan bakar $osil pada mesin kendaraan bermotor dan mesin-mesin industri, kadar gas CO di udara dapat mengalami peningkatan. %ika peningkatan kadar gas CO melebihi nilai ambang batas (&#'), yaitu sebesar (! ppm, hal ini dapat menimbulkan ancaman serius bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. 2. Karbon Dioksida (CO2) CO) adalah salah satu komponen udara yang tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah larut dalam air. ada kondisi normal, kadar gas CO) di udara sekitar ((! ppm. #kan tetapi, dengan adanya pembakaran senyawa-senyawa organik, $ermentasi, respirasi makhluk hidup, dan letusan gunung berapi, kadar gas CO) udara dapat meningkat sehingga menjadi *at pencemar udara. +ebenarnya, gas CO) memberikan man$aat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. ,al ini karena CO) dapat menjaga suhu bumi agar tetap hangat di malam hari. -i samping itu, gas CO) diman$aatkan oleh tumbuhan hijau untuk proses $otosintesis yang hasilnya juga diman$aatkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya, khususnya hewan. #kan tetapi, dalam jumlah yang melebihi ambang batas, gas ini dapat memicu terjadinya e$ek rumah kaca (green house effect) dan pemanasan global (global warming) di bumi. 3. Oksida Belerang Oksida belerang adalah senyawa-senyawa yang mengandung belerang dan oksigen, seperti belerang dioksida (+O )) dan belerang trioksida (+O(). Oksida belerang yang mencemari udara terutama adalah gas +O ) yang dihasilkan pembakaran minyak bumi dan batubara yang mengandung unsur belerang (+) dan dari pengolahan logam yang menggunakan biji sul$ida. Keberadaan gas +O) dengan kadar tinggi di udara, apabila dihirup, dapat menimbulkan penyakit pada organ-organ pernapasan, seperti pada paru-paru dan

tenggorokan. +elain tiu, gas +O) dapat bereaksi dengan oksigen membentuk gas +O( yang merupakan oksida asam. #pabila gas +O( bereaksi dengan air, akan membentuk senyawa asam sul$at (,)+O.) yang bersi$at korosi$. /at inilah yang menjadi salah satu pemicu hujan asam. 4. Oksida Nitrogen Oksida nitrogen merupakan senyawa-senyawa yang mengandung unsur nitrogen (&) dan oksigen (O). Contohnya, nitrogen monoksida (&O) dan nitrogen dioksida (&O)). Gas-gas oksida nitrogen di udara dihasilkan dari pembakaran bahan bakar mesin bermotor pada suhu tinggi, kebakaran hutan, kilat (petir), dan lain-lain. Oksida nitrogen yang dapat menimbulkan pencemaran udara adalah gas &O dan &O). Gas &O dapat bereaksi dengan oksigen membentuk gas &O ) yang lebih berbahaya. ,al ini karena nitrogen dioksida (&O)) merupakan gas berwarna coklat yang sangat beracun. %ika gas &O) dihirup melalui pernapasan, dapat menimbulkan kanker. 'ahkan, kematian. ada siang hari, &O) akan terurai menjadi gas &O dan satu atom oksigen (O). Kemudian, atom oksigen tersebut bereaksi dengan molekul-molekul oksigen untuk membentuk o*on (O(). Keberadaan o*on pada udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti mempengaruhi pertumbuhan, radang paru-paru (bronkhitis), iritasi mata, dan lainlain. +elain itu, dapat menimbulkan kerusakan pada alat-alat yang terbuat dari karet, misalnya ban. 5. Partikulat artikulat adalah komponen udara berupa partikel padat atau cairan yang membentuk sistem koloid (aerosol cair maupun aerosol padat). %ika jumlah partikulat di udara cukup tinggi atau merupakan *at yang berbahaya, partikulat tersebut dianggap sebagai *at pencemar udara. artikulat-partikulat dapat dihasilkan melalui akti0itas manusia, misalnya prosesproses industri dan pembakaran mesin-mesin kendaraan bermotor atau melalui kejadian alam seperti letusan gunung berapi, badai, kebakaran hutan, dan lain-lain. 'eberapa partikulat yang mencemari udara antara lain partikel-partikel timbal ( b), nikel (&i), raksa (,g), kadmium (Cd), dan partikel-partikel asbestos (partikulatpartikulat nonlogam yang berupa serat-serat mineral).