Anda di halaman 1dari 14

1.

1 Tujuan
Mengetahui teori dasar jaringan komputer Mengenal dan menerapkan aplikasi dalam jaringan komputer Menganalisis troubleshooting pada jaringan komputer

1.2 Teori Dasar Jaringan Komputer


Jaringan komputer adalah kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router Atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005). Perangkat yang terhubung dengan jaringan disebut juga sebagai node. Hal ini memungkinkan pengguna dapat bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama, dan menggunakan sumberdaya jaringan (hardware dan software) ada. Sebuah jaringan computer biasanya terdiri dari 2 buah computer atau lebih dan melakukan data sharing antar komputer. Informasi dan data bergerak melalui media komunikasi. Media komunikasi yang dipakai dalam membuat jaringan computer antara lain adalah kabel, jaringan telepon, gelombang radio, satelit, Bluetooth atau infra merah. Pemakaian media komunikasi ini akan tergantung pada kegunaan dan ukuran jaringan.

Model OSI Layer


Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer, diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak. Dalam dunia computer dan telekomunikasi, interpreter identic dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standardisasi ISO (International Standardization Organization) pada akhir 70an, membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi harus berpedoman pada model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. 1

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik hingga aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi juga sangat diperlukan dalam membangun jaringan Internet. OSI menjelaskan bagaimana data dan informasi jaringan berkomunikasi dari sebuah aplikasi pada sebuah komputer berjalan melalui jaringan, menuju ke aplikasi di komputer lain. OSI menjelaskan melalui pendekatan pemecahan menjadi lapisanlapisan (layer). Analogi konsep layer adalah seperti dalam departemen / bidang dalam sebuah perusahaan, setiap departemen memiliki tugas yang berbeda, dan hanya terfokus padahal tertentu sesuai pembagian tugas. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet dapat dilihat pada Tabel 1.1 Setiap layer mewakili suatu abstraksi yang berbeda dengan lainnya dan melaksanakan suatu fungsi yang telah didefinisikan [Tanenbaum, 1996]. Layer 7 Nama Layer Application Keterangan Berfungsi sebagai antarmuka antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. 6 Presentation Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. 5 Session Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. 4 Transportation Berfungsi untuk memecah data kedalam paketpaket data serta memberikan nomor urut kepaket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledge-ment), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan. UDP, TCP, SPX, dll. RPC, ADSP, dll. VTP, TFTP, VNC, RDP, dll. Protokol HTTP, FTP, SMTP, NFS, dll.

Network

Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.

DDP, IP, IPX, ICMP, IGMP, ARP, RARP, dll.

Data Link

Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).

HDLC, SLIP, PPP, dll.

Physical

Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio. TABEL 1.1 OSI LAYER

Ethernet, ISDN, ATM, FDDI, dll.

Enkapsulasi dan Dekapsulasi Data


Enkapsulasi adalah suatu proses untuk menyembunyikan atau memproteksi suatu proses dari kemungkinan interferensi atau penyalahgunaan dari luar sistem sekaligus

menyederhanakan penggunaan sistem itu sendiri, juga membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada layer yang lebih tinggi dan

meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut. Akses ke internal sistem diatur sedemikian rupa melalui seperangkat interface. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas. Contoh sederhana proses enkapsulasi dalam proses pengiriman surat, jika sebuah surat akan dikirim namun tanpa adanya amplop, alamat dan perangko. Surat tersebut hendaknya memiliki identitas agar dapat sampai ke tujuan, jika tidak memiliki identitas maka surat tersebut tidak akan dapat sampai ke tujuan. Amplop dengan alamat dan perangko sama dengan enkapsulasi pada data. Proses enkapsulasi data : 1. Awalnya data dibuat, ketika memulai proses pengiriman, data turun melalui Application layer (layer 7) yang bertanggung jawab dalam pertukaran informasi dari komputer ke jaringan, pada dasarnya layer ini merupakan interface antara jaringan dengan aplikasi yang digunakan user. Dapat juga disebut bahwa layer ini berfungsi untuk mendefinisikan request dari user. Kemudian data diteruskan ke layer Presentation (layer 6), yang mana layer ini bertanggung jawab dalam menentukan apakah ia perlu untuk melakukan enkripsi terhadap request ini ataupun ke bentuk lain dari translasi data. Jika proses sudah lengkap, selanjutnya ditambahkan informasi yang diperlukan. Lalu di lanjutkan ke Session layer (layer 5) yang mana layer ini akan memeriksa apakah aplikasi meminta suatu informasi dan memverifikasi layanan yang diminta itu pada server. Setiap informasi yang akan dilewatkan akan ditambahkan header setiap turun 1 layer. Namun, pada pemrosesan layer 5, 6 dan 7 terkadang tidak diperlukan adanya header. Ini dikarena-kan tidak ada informasi baru yang perlu diproses. 2. Sampailah data di Transport layer (layer 4), memastikan bahwa ia mempunyai suatu koneksi yang sudah tepat dengan server dan memulai proses dengan mengubah informasi itu ke bentuk segment. Pengecekan error dan penggabungan data yang berasal dari aplikasi yang sama dilakukan di layer transport ini serta keutuhan data di jamin pula di sini. Terbentuk L4PDU dari proses ini. 3. Selanjutnya segment tersebut diteruskan ke Network layer (layer 3), disini diterima segment-segment tadi dan ditambahkan alamat network untuk station yang me-request dan alamat network untuk server yang di-request. Segment-segment tersebut akan diubah menjadi packet-packet, Kemudian layer Network membuat header Network, dimana didalamnya terdapat juga alamat layer Network, dan ditempatkan L4PDU dibaliknya, dan terbentuklah L3PDU.

4.

Kemudian packet-packet tadi dilewatkan ke layer Data Link (layer 2) dan paket-paket tadi diatur dan kemudian akan dibungkus lagi ke dalam individual frame, salah satu contoh dalam proses ini adalah memberikan alamat MAC tujuan dan MAC address sumber yang kemudian informasi tersebut digunakan untuk membuat trailer. Dikarenakan suatu paket dapat dikirimkan melalui banyak sekali perangkat dan router, disinilah peran MAC Address dalam mengirimkan paket antara satu router dan router lainnya. Kemudian akan ditransmisikan ke media. Seluruh informasi yang ditambahkan oleh tiap layer sebelumnya (sebagai suatu actual file request) harus sesuai ke dalam ukuran 46-1500 byte data field pada frame ethernet. Data link layer bertanggung jawab untuk mengirimkan frame menurut topologi yang digunakan. Terbentuklah L2PDU pada proses ini.

5.

Terakhir, sampailah data di layer Physical (layer 1), informasi akan dibawa dari source menuju destination. Karena Physical layer tidak mengenal frame, ia akan melewatkan informasi itu ke bentuk bit. Tidak terjadi penambahan header pada layer ini. Layer Physical ini berhubungan dengan perangkat keras. Akhirnya bit-bit tersebut nantinya akan disinkronisasi dan kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang berupa tinggi rendahnya tegangan dan selanjutnya ditransmisikan melalui media. Misalnya dari kabel ke tujuan, hal ini sesuai dengan karakteristik lapisan Physical layer yang menentukan rangkaian kejadian dimana arus bit berpindah melalui medium fisik.

Pada tiap layer terdapat LxPDU (Layer N Protocol Data Unit), dimana merupakan bentuk dari byte pada header-trailer pada data. PDU merupakan proses-proses pada setiap layer dari model OSI. Pada tiap-tiap layer juga terbentuk bentukan baru, pada layer 2 PDU termasuk header dan trailer disebut bentukan frame. Pada layer 3 disebut paket (packet). Sedangkan pada layer 4 disebut segmen (segment). Setelah dilakukan proses enkapsulasi, lalu dikirimkan ke server dan server akan melakukan proses tadi secara terbalik, yaitu dari Physical layer ke Application layer, proses ini disebut dekapsulasi. Jika pada enkapsulasi dilakukan pembungkusan, maka pada de-enkapsulasi akan melakukan pembukaan dari bungkus-bungkus tadi melalui layer-layer nya. Proses Dekapsulasi merupakan kebalikan dari proses Enkapsulasi. Proses Enkapsulasi merupakan proses pembungkusan data sedangkan Dekapsulasi merupakan proses pembukaan bungkus. Prosesnya pun terbalik dari proses Enkapsulasi. Proses Enkapsulasi bermula dari layer yang paling atas (Application Layer) hingga layer yang paling bawah (Physical Layer) sedangkan proses Dekapsulasi bermula dari layer yang paling bawah (Physical Layer) menuju layer yang paling atas (Application Layer).

Model TCP/IP Layer


Tidak seperti model OSI, model TCP/IP bukan internasional standard dan definisinya dapat berbeda-beda. Namun demikian, sering dipakai sebagai model praktis untuk mengerti dan mencari kesalahan dalam jaringan internet. Mayoritas internet memakai TCP/IP, dan oleh sebab itu kita dapat membuat beberapa asumsi tentang jaringan-jaringan yang lebih mudah untuk mengerti. Model TCP/IP dari jaringan digambarkan dalam empat lapisan berikut: Layer 4 Nama Layer Application Keterangan Merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan 3 Transport Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. 2 Internet Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). 1 Network Access Mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. TABEL 1.2 TCP/IP LAYER 6

Dari sisi model OSI, lapisan kelima hingga ketujuh tergabung menjadi lapisan paling atas (lapisan aplikasi). Sementara empat lapisan yang pertama di kedua model identik. Banyak teknisi jaringan berfikir bahwa segalanya di atas lapisan empat "hanya data" yang berubah-ubah dari aplikasi ke aplikasi. Karena ketiga lapisan pertama interoperable di antara seluruh pembuat peralatan, dan lapisan keempat bekerja di antara semua mesin yang memakai TCP/IP, dan semua di atas lapisan keempat cenderung untuk digunakan di aplikasi yang spesifik, hal ini menyederhanakan model yang bekerja pada saat membuat dan mencari permasalahan di jaringan TCP/IP.

1.3 Teori Dasar Aplikasi Jaringan Komputer Linux Centos


CentOS adalah sistem operasi gratis yang didasarkan pada kernel Linux. CentOS singkatan dari Community ENTerprise Operating System (Sistem Operasi Perusahaan buatan

Komunitas/Masyarakat) adalah sistem operasi gratis yang dibuat dari source code Red Hat Enterprise Linux (RHEL). Sistem Operasi ini dibuat untuk memberikan platform kelas enterprise pada komputasi bebas dan berusaha untuk menjaga kompatibilitas biner 100% sesuai dengan sumber terdahulunya, Red Hat, yang menggunakan paket RPM. Centos dikompile dari SRPM RHEL dan oleh karena itu CentOS 100% kompatible dengan RHEL. Pada bulan Juli 2010 CentOS menyusul Debian untuk menjadi distribusi Linux paling popoler untuk web server, dengan hampir 30% dari seluruh web server Linux menggunakannya. Tetapi pada Januari 2012, Debian kembali menjadi distribusi Linux paling popoler dan mengambil posisi CentOS. Red Hat Enterprise Linux hanya tersedia melalui layanan berbayar yang menyediakan akses ke pembaruan perangkat lunak dan berbagai tingkat dukungan teknis. Produk ini sebagian besar terdiri dari paket perangkat lunak yang didistribusikan dengan salah satu open source dan source code untuk paket ini dibuat oleh Red Hat. Pengembang CentOS menggunakan source code Red Hat untuk membuat produk yang sangat mirip dengan Red Hat Enterprise Linux. Merek Red Hat dan logo sengaja diubah karena Red Hat tidak memungkinkan untuk didistribusikan. CentOS tersedia gratis. Dukungan teknis ini diberikan kepada masyarakat melalui milis resmi, forum web, dan chat room. Proyek ini tidak berafiliasi dengan Red Hat dan dengan demikian tidak menerima dukungan keuangan atau logistik dari perusahaan, melainkan, Proyek CentOS bergantung pada sumbangan dari pengguna dan sponsor organisasi. 7

Oracle Virtual Box


VirtualBox adalah salah satu software virtualisasi populer yang didistribusikan secara gratis. Aplikasi ini sangat powerful untuk membuat virtual machine dan menjalankan banyak sistem operasi pada satu komputer. VirtualBox mendukung hampir semua sistem operasi meliputi Windows OS, Linux OS, Solaris, Mac OS X, Unices dan sistem operasi lainnya. Penggunaan VirtualBox biasanya untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi para pengguna seperti halnya sebagai berikut : Ingin melakukan percobaan software sebelum menginstallnya pada komputer. Ingin mencoba atau belajar sistem operasi baru tanpa ingin mengganti sistem operasi yang saat ini sedang digunakan. Ingin menjalankan software yang dicurigai tidak aman jika dijalankan di komputer secara langsung. Ingin menginstall software yang tidak support dengan sistem operasi yang sedang digunakan saat ini.

Wireshark
a) Tujuan Mendeskripsikan fungsi dari Wireshark sebagai salah satu network analysis tool. Melakukan capture dengan Wireshark

b) Latar Belakang Wireshark merupakan packet analyzer yang bersifat free dan open source. Aplikasi ini digunakan untuk troubleshooting jaringan, analisa paket data dan pengembangan protokol komunikasi. Wireshark merupakan aplikasi cross-platform, menggunakan GTK+ widget toolkit pada user interfacenya dan menggunakan pcap untuk menangkap paket data. Selain dapat digunakan di Windows, aplikasi ini juga dapat berjalan di lingkungan Unix seperti Linux, Mac OS X, BSD dan Solaris. Aplikasi lain yang sering digunakan untuk tujuan yang sama dengan Wireshark adalah TCPdump, hanya saja TCPdump bekerja di command line Linux dan tidak memiliki user interface. Packet sniffer sendiri diartikan sebagai sebuah program atau tool yang memiliki kemampuan untuk mencegat dan melakukan pencatatan terhadap traffic d ata dalam jaringan. Selama terjadi aliran data dalam, packet sniffer dapat menangkap protocol data unit (PDU), melakukan dekoding serta melakukan analisis terhadap isi paket berdasarkan 8

spesifikasi RFC atau spesifikasispesifikasi yang lain. Wireshark sebagai salah satu packet sniffer diprogram sedemikian rupa untuk mengenali berbagai macam protokol jaringan. Wireshark mampu menampilkan hasil enkapsulasi dan field yang ada dalam PDU.

1.4 Prosedur Percobaan Capture


Penggunaan aplikasi ini sebenarnya cukup mudah. Pengguna hanya perlu menghubungkan client ke internet dan memilih interface yang anda gunakan. Setelah itu wireshark dapat menangkap seluruh paket data yang masuk dan keluar dari client. Pada konfigurasi awal dapat dilihat IP asal, IP tujuan, dan protokol yang digunakan. Untuk memilih interface : 1. 2. Pilih menu Capture Klik Interfaces dan untuk versi Linux akan muncul window sebagai berikut

3. Pilih salah satu interface yang digunakan untuk terhubung ke internet/jaringan. Pada window diatas interface ppp0 yang dipilih karena itu yang sedang digunakan. Jika Anda menggunakan kabel maka pilih eth0 dan jika Anda menggunakan wireless LAN maka pilih wlan0 4. Pada CMD (Windows)/Terminal (Linux) jalankan perintah ping www.google.com -t 5. Pada window utama akan muncul capture dari wireshark

Packet List Pane menampilkan ringkasan dari paket-paket yang tertangkap oleh Wireshark. Memilih salah satu paket yang tampil pada bagian ini akan memperlihatkan detail dari paket tersebut pada dua panel di bawahnya. Packet Detail Pane menampilkan detail dari paket yang dipiliha pada Packet List Pane. Packet Byte Pane menunjukkan isi data dari sebuah paket dalam heksadesimal serta menunjukkan detail dari field yang dipilih pada Packet Detail Pane.

10

6. Berdasarkan hasil capture diatas, analisa lah : IP komputer Anda Ip host tujuan Jelaskan protokol apa saja yang digunakan

-----|||----

Analisa Protokol di Layer Aplikasi


a) Tujuan Menggunakan Wireshark untuk menangkap PDU Mengamati protokol HTTP sebagai protokol pada Application Layer

b) Latar Belakang Application Layer merupakan layer paling atas, baik pada model OSI, maupun model TCP/IP. Layer ini menyediakan antarmuka antara aplikasi-aplikasi yang kita gunakan, dengan jaringan yang digunakannya untuk melakukan pertukaran informasi. Pada pertukaran informasi antar aplikasi yang berjalan pada host pengirim dan host tujuan digunakan berbagai protokol Application Layer. Protokol pada application layer menentukan bagaimana pesan dipertukarkan antara host pengirim dan tujuan, sintaks dari perintah-perintah kontrol (control command), jenis dan format data yang dipertukarkan, metode yang digunakan untuk mengetahui terjadinya kesalahan dan bagaimana mengatasi kesalahan tersebut, serta bagaimana interaksi dengan layer yang berada di bawahnya. Terdapat banyak protokol untuk apllication layer, antara lain Domain Name Service Protocol (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Telnet, File Transfer Protocol (FTP), dan sebagainya. Pada praktikum ini akan dilakukan analisis terhadap protokol yang sering kita gunakan, yaitu HTTP. Hypertext Transfer Protocol (HTTP), pada awalnya merupakan prokol yang dikembangkan untuk mempublikasikan maupun mengunduh halaman HTML. Saat ini, HTTP yang merupakan protokol pada application layer yang paling sering digunakan juga dimanfaatkan untuk transfer data. HTTP menentukan mendefinisikan protokol dalam melakukan request dan response antar klien dan server. Dengan HTTP, terdapat tiga jenis pesan yang dipertukarkan, yaitu GET, POST, dan PUT. GET digunakan oleh klien untuk melakukan request. POST dan PUT digunakan untuk melakukan upload data ke server.

11

1.5 Prosedur Percobaan Protokol Aplikasi


1. 2. 3. Jalankan wireshark dan mulailah capture data Buka browser yang ada di komputer Anda Masuklah ke situs www.google.com. Setelah halaman Google terbuka, tekan tombol refresh pada web browser Anda 4. 5. Hentikan capture wireshark Anda, simpan hasil capture tersebut dan tutup browser Anda\ Analisa hasil capture tersebut Ip komputer Anda Ip host tujuan Jelaskan protokol apa saja yang digunakan untuk berkomonikasi Jelaskan proses pertukaran pesan yang ada di hasil capture Anda

---|||--Filterisasi Wireshark
Ketika Wireshark mulai melakukan capture data yang masuk dan keluar dari client, data yang didapat oleh Wireshark pastinya tidak sedikit dan membingungkan pengguna untuk menganalisa. Untuk itu pengguna bisa menggunakan filter data sehingga data yang ditampilkan hanya data yang diinginkan saja. Untuk mempelajari syntax expression yang digunakan untuk filterisasi, pengguna dapat melihatnya di menu expression.

12

Beberapa expression yang sering digunakan : ip.src == "alamat-ip" Menampilkan data dengan alamat IP asal sesuai dengan alamat IP yang dimaksudkan ip.dst == "alamat-ip" Menampilkan data dengan alamat IP tujuan sesuai dengan alamat IP yang dimaksudkan tcp.port == "no-port" Menampilkan data dengan port asal dan port tujuan sesuai port yang dimasukkan

13

1.6 Prosedur Percobaan Konfigurasi Linux


1. Tuliskan pada layer mana IP address bekerja! Jelaskan jawaban anda? 2. Mengecek konfigurasi awal. Ketikkan perintah berikut pada terminal Centos : # ifconfig Jelaskan apa yang terjadi! 3. Tulis MAC Address komputer yang Anda pakai! Jelaskan mengenai struktur MAC Address! 4. Lepas kabel UTP pada komputer dan lakukan lagi ifconfig. Apakah terjadi perubahan? 5. Ketikkan beberapa perintah dibawah ini pada terminal Centos: a. nslookup www.informatika.ub.ac.id b. traceroute www.informatika.ub.ac.id c. netstat an d. nmap localhost Berdasarkan hasil yang didapat, jelaskan maksud dari perintah konfigurasi diatas!

1.7 Kesimpulan
Tuliskan kesimpulan yang didapat dari keseluruhan bab 1.

14