Anda di halaman 1dari 28

MODUL 2.

OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.1. Sub Kompetensi


Kemampuan yang akan dimiliki oleh mahasiswa setelah memahami isi modul ini
adalah sebagai berikut :
-

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar vektor gaya;

Mahasiswa dapat melakukan operasi vektor;

Mahasiswa dapat menggunakan operasi vektor untuk menguraikan gaya dan


komponen gaya.

2.2. Uraian Materi


2.2.1. Konsep Vektor dan Skalar
Sebelum mempelajari konsep vektor gaya, kita wajib memahami dengan benar
definisi vektor, dan perbedaan antara vektor dengan skalar. Semua besaran fisik
dalam Mekanika Teknik selalu diukur dengan skalar atau vektor. Itulah alasan
mengapa mempelajari skalar dan vektor menjadi penting sebelum mempelajari
Mekanika Teknik secara lebih mendalam.
Skalar (scalar) merupakan suatu nilai fisik yang mempunyai besar (magnitude);
dimana besaran tersebut bisa bernilai positif (+) atau negatif (-). Sedangkan vektor
(vector) merupakan suatu nilai fisik yang tidak hanya mempunyai besar (magnitude),
tetapi juga arah (direction). Contoh skalar adalah panjang, massa dan waktu,
sedangkan contoh dari vektor adalah gaya, posisi dan momen.

Gambar 2.1. Definisi Vektor


Gambar 2.1 merupakan gambar grafis suatu vektor yang ditunjukkan dengan adanya
anak panah. Dimana panjang panah merupakan besar vektor, sudut () antara vektor

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

21

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

dan suatu aksis tetap merupakan arah dari garis aksi gaya, dan ujung (tip) dari panah
mengindikasikan arah vektor.

PADA MODUL INI, A (TEBAL) MERUPAKAN VEKTOR, DAN A


(MIRING) MERUPAKAN BESAR VEKTOR

2.2.2. Operasi Vektor


Karena vektor tidak hanya mempunyai besar tetapi juga arah, maka operasi yang
terkait dengan vektor berbeda dengan operasi pada skalar. Namun sama halnya
dengan skalar, di dalam vektor juga dikenal beberapa operasi, seperti : perkalian,
pembagian, penjumlahan dan pengurangan.
Operasi perkalian/pembagian
Beberapa hal terkait antara perkalian atau pembagian suatu vektor dengan skalar
adalah sebagai berikut :

Perkalian dengan skalar positif;


Suatu vektor jika dilakukan operasi perkalian dengan skalar yang bernilai
positif, maka besar vektor akan meningkat sebesar hasil perkaliannya. Tetapi
arah vektor tidak berubah.

Perkalian dengan skalar negatif;


Namun jika dikalikan dengan skalar yang bernilai negatif, maka besar vektor
akan sama dengan hasil perkaliannya dengan arah vektor menjadi berubah.

Gambar 2.2. Ilustrasi Perkalian dan Pembagian Vektor

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

22

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Pada Gambar 2.2 dapat dilihat suatu ilustrasi sederhana dari operasi perkalian dan
pembagian. Suatu vektor A dikalikan dengan 2 (skalar positif) menghasilkan vektor
2A yang arahnya tetap sama. Sedangkan jika dikalikan dengan 1 (skalar negatif),
maka akan menghasilkan vektor A dengan arah yang berubah (berlawanan).
Operasi penjumlahan dan pengurangan
Ada 2 (dua) cara yang bisa digunakan untuk operasi penjumlahan atau pengurangan
vektor, yaitu: prinsip parallelogram dan prinsip segitiga (triangle).
Prinsip Parallelogram

Gambar 2.3. Operasi Penjumlahan Prinsip Parallelogram


Pada Gambar 2.3 terdapat 2 (dua) vektor (A dan B) yang akan dijumlahkan.
Langkah-langkah penjumlahan adalah sebagai berikut:
1. Hubungkan vektor A dan B, sehingga concurrent;
2. Dari ujung depan (head) vektor B buatlah garis sejajar dengan vektor A;
Demikian juga dari ujung depan vektor A buatlah garis sejajar dengan vektor
B. Akibatnya terjadi perpotongan di titik P;
3. Tarik garis diagonal parallelogram ke titik P membentuk R (vektor resultan);
R = A + B.
Prinsip segitiga (triangle)
Pada Gambar 2.4 dapat dilihat gambaran bagaimana operasi penjumlahan vektor
dengan cara triangle. Mekanismenya adalah sebagai berikut :
1. Hubungkan ujung depan vektor A dengan ujung belakang vektor B;
2. Tarik garis dari ujung belakang vektor A sampai ujung depan vektor B;
3. Garis yang dibentuk pada langkah 2) merupakan vektor resultan (R).

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

23

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Penjumlahan vektor bersifat komulatif, dimana R = A + B = B + A.

Gambar 2.4. Prinsip Triangle


Baik prinsip parallelogram ataupun prinsip segitiga, untuk mengetahui besarnya
resultan vektor (resultan gaya) menggunakan hukum cosinus dan untuk mengetahui
arah resultan vektor (resultan gaya) menggunakan hukum sinus (Gambar 2.5).

Gambar 2.5. Hukum Sinus dan Cosinus


Hukum Cosinus
(2.1)

Hukum Sinus
(2.2)

Namun ada pula penjumlahan antara 2 (dua) vektor yang collinier. 2 (dua) vektor
dikatakan collinier adalah jika 2 (dua) vektor tersebut mempunyai arah gaya yang
sama. Sehingga prinsip penjumlahan antara 2 (dua) vektor yang collinier
menggunakan prinisp penjumlahan skalar, bukan parallelogram ataupun triangle.
Gambar 2.6 menggambarkan prinsip penjumlahan 2 (dua) vektor yang collinier.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

24

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Gambar 2.6. Penjumlahan 2 (dua) Vektor yang Collinier


Mengacu pada Gambar 2.6 di atas, maka persamaan untuk penjumlahan 2 (dua)
vektor yang collinier adalah sebagai berikut :
(2.3)

Dimana R, A dan B merupakan besaran skalar.


Operasi pengurangan
Operasi pengurangan vektor pada dasarnya menggunakan prinsip penjumlahan
vektor. Bisa dikatakan sebagai penjumlahan vektor kasus khusus. Yaitu salah satu
vektor yang akan dijumlahkan dibalik arahnya, sehingga besarannya menjadi negatif
(-). Pada Gambar 2.7 dapat dilihat gambaran proses pengurangan 2 (dua) vektor.

Gambar 2.7. Prinsip Pengurangan 2 (dua) Vektor.


Pada Gambar 2.7 dapat dilihat mekanisme pengurangan antara 2 (dua) vektor. Vektor
A dikurangi dengan vektor B. Vektor B dibalik arahnya menjadi -B. Kemudian
vektor A di jumlahkan dengan vektor -B, bisa dengan prinsip parallelogram
ataupun segitiga.
(2.4)

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

25

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.2.3. Resultan Gaya dan Komponen Gaya


Prinsip yang digunakan untuk mencari besarnya resultan gaya adalah menggunakan
prinsip penjumlahan vektor sebagaimana dijelaskan pada sub bab 2.2.2, yaitu dengan
prinsip parallelogram atau segitiga.

Gambar 2.8. Resultan Gaya


Gambar 2.8 menggambarkan bagaimana menentukan besarnya resultan gaya. Vektor
gaya F1 akan dijumlahkan dengan vektor gaya F2 (Gambar 2.8 (a)). Gambar 2.8 (b)
menggambarkan prinsip parallelogram, dan Gambar 2.8 (c) menggambarkan prinsip
segitiga. Kedua cara tersebut sama-sama menghasilkan resultan vektor gaya (FR).
Prinsip parallelogram dan segitiga tersebut juga bisa digunakan untuk mengetahui
besarnya komponen gaya (uraian gaya) yang bekerja pada arah sumbu tertentu.
Gambar 2.9 menunjukkan bagaimana cara mengetahui komponen gaya dari suatu
gaya F pada arah sumbu u dan v. Gambar 2.9. (a) menunjukkan cara parallelogram
dan Gambar 2.9. (b) menunjukkan cara segitiga. Pada prinsip parallelogram, untuk
mengetahui besarnya komponen gaya arah sumbu-u (Fu), maka dari ujung gaya F
ditarik garis sejajar terhadap sumbu-v sampai memotong sumbu-u. Begitu juga jika
ingin mengetahui komponen gaya arah sumbu-v (Fv), maka dari ujung gaya F ditarik
garis sejajar sumbu-u sampai memotong sumbu-v.

Gambar 2.9. Komponen Gaya

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

26

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.2.4. Penjumlahan Beberapa Gaya


Realita jumlah gaya atau komponen gaya yang bekerja pada suatu sistem (partikel)
bisa lebih dari dua (banyak). Untuk mencari besarnya resultan gaya, maka langkah
yang harus dilakukan adalah mencari resultan setiap 2 (dua) komponen gaya. Pada
Gambar 2.10 ditunjukkan suatu sistem yang terdiri atas 3 (tiga) komponen gaya,
yaitu F1, F2 dan F3, dengan posisi seperti gambar. Untuk mencari FR, maka dicari
terlebih dulu resultan gaya antara F1 dan F2, yaitu FR1 = F1 + F2. Kemudian FR
merupakan penjumlahan antara F3 dengan FR1 (FR = FR1 + F3 = F1 + F2 + F3).

Gambar 2.10. Penjumlahan 3 (tiga) gaya.


Latihan 2.1.
Pada sebuah sekrup (screw eye) bekerja gaya F1 dan F2 (Gambar
2.11). Tentukan besar dan arah dari resultan gayanya.

Gambar 2.11. Latihan 2.1


Jawab:
Buat

parallelogram

dan

model

segitiga

dari

soal

di

atas

(Gambar 2.12).

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

27

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

(a)

(b)

Gambar 2.12. Parallelogram dan Segitiga untuk Latihan 2.1

Besarnya ditentukan dengan menggunakan hukum sinus.

Arah FR ( = phi) diukur dari garis horizontal:

Latihan 2.2.
Uraikan gaya horizontal 600 lb menjadi komponen-komponen gaya
yang bekerja sepanjang sumbu u dan sumbu v. Tentukan pula
besar dari masing-masing komponen gaya tersebut.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

28

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Gambar 2.13. Latihan 2.2


Jawab:
Dengan prinsip parallelogram (Gambar 2.14-a) buat garis dari
gaya 600 lb sejajar sb-v sampai berpotongan dengan sb-u (titik
B). Dan dari 600 lb sejajar sb-u sampai berpotongan dg sb-v
(titik C). Sehingga dari titik A ke titik B = Fu, dan dari
titik A ke titik C = Fv. Kemudian dengan menggunakan prinsip
segitiga, besarnya Fu dan Fv dapat diketahui (Gambar 2.14-b).

(a)

(b)

Gambar 2.14. (a) Parallelogram, (b) Prinsip Segitiga Latihan 2.1

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

29

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.2.5. Coplanar Forces


Jika gaya diuraikan menjadi komponen gaya sepanjang sumbu-x dan sumbu-y, maka
komponen-komponen gaya tersebut disebut dengan Rectangular Components.
Panyelesaian permasalahan rectangular component tersebut menggunakan notasi
skalar (scalar notation) atau notasi vektor Cartesian (Cartesian vector notation).

(a)

(b)

Gambar 2.15. Parallelogram untuk Notasi Skalar


Gambar 2.15 di atas menggambarkan komponen rectangular yang menggunakan
penyelesaian model notasi skalar.
(2.5)
(2.6)
(2.7)

Atau bisa menggunakan prinsip proporsionalitas segitiga seperti pada persamaanpersamaan berikut :
(2.8)
(2.9)

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

30

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Untuk notasi vektor Cartesian, komponen gaya pada arah x dan y diuraikan dalam
bentuk vektor Cartesian i dan j seperti pada Gambar 2.16.

Gambar 2.16. Unit Vektor Cartesian


(2.9)

Untuk mencari besarnya resultan dari gaya coplanar (Coplanar force) adalah dengan
menguraikan setiap gaya menjadi komponen-komponen gaya arah sumbu-x dan arah
sumbu-y (Fx dan Fy). Kemudian resultant gaya diperoleh dengan menjumlahkan
masing-masing resultan komponen gaya dengan prinsip parallelogram.
Latihan 2.3.
Tentukan besarnya resultan gaya dari gaya-gaya pada Gambar
2.17.

Gambar 2.17. Latihan 2.3


Jawab:
Gaya-gaya

di

atas

diuraikan

ke

dalam

sumbu-x

dan

sumbu-y

sebagai berikut (Gambar 2.18).

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

31

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Gambar 2.18. Uraian Gaya Sumbu-x dan Sumbu-y


Dari Gambar 2.18 diperoleh uraian masing-masing gaya sebagai
berikut :
F1

F1x i + F1y j

F2

-F2x i + F2y j

F3

F3x i F3y j

Sehingga besarnya resultan gaya adalah :


FR

Jika

F1 + F2 + F3

F1x i + F1y j - F2x i + F2y j + F3x i F3y j

(F1x - F2x + F3x) i + (F1y + F2y - F3y) j

(FRx) i + (FRy) j

diselesaikan

dengan

menggunakan

notasi

skalar,

maka

besarnya resultan gaya adalah sebagai berikut.

FRx

F1x - F2x + F3x

(+)

FRy

F1y + F2y F3y

(+)

Secara simbolis, gaya-gaya coplanar merupakan penjumlahan aljabar dari semua


komponen gaya pada arah-x dan arah-y.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

32

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Gambar 2.19. Resultan Gaya Coplanar


Mengacu pada Gambar 2.19, besarnya rasultan gaya arah sumbu-x, resultan gaya
arah sumbu-y dan resultan gaya total dapat diperoleh dengan Persamaan 2.10 sampai
Persamaan 2.12.
(2.10)
(2.11)
(2.12)

Sedangkan arah resultan gaya coplanar () dapat ditentukan dengan menggunakan


prinsip trigonometri pada Persamaan 2.13.
(2.13)

Latihan 2.4.
Hitung besarnya komponen x dan y dari F1 dan F2 yang bekerja
pada boom berikut (Gambar 2.20). Nyatakan setiap gaya tersebut
dalam bentuk vektor cartesian

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

33

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Gambar 2.20. Gambar Latihan 2.4


Jawab:
Cara sederhana untuk menguraikan gaya F1 dan F2 adalah dengan
notasi

skalar.

Komponen

gaya

F1

diperoleh

dengan

prinsip

parallelogram (Gambar 2.21-a) dan komponen gaya F2 diperoleh


dengan prinsip proporsionalitas segitiga (Gambar 2.21-b).

(a)

(b)

Gambar 2.21. Prinsip Parallelogram vs Proporsionalitas Segitiga


Dari Gambar 2.21 (a) diperoleh :
F1x

F1y

-200sin30 N = -100 N = 100 N


200cos30 N =

173 N = 173 N

Sedangkan dari Gambar 2.21 (b) diperoleh :

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

34

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Dengan cara yang sama diperoleh:

Sehingga besarnya gaya F1 dan F2 jika ditulis dalam bentuk


vektor Cartesian adalah sebagai berikut:
F1

{-100 i + 173 j} N

F2

{240 i - 100 j} N

Latihan 2.5.
Suatu tautan (link) terkena dua buah gaya F1 dan F2. Tentukan
besar dan arah dari resultan gayanya.

Gambar 2.22. Latihan 2.5


Jawab:
A. Penyelesaian dengan cara notasi skalar:

Besarnya gaya resultan adalah:

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

35

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Sedangkan arahnya adalah:

B. Penyelesaian dengan cara notasi vektor Cartesian:


F1 =

{600cos30 i + 600sin30 j} N

F2 =

{-400sin45 i + 400cos45 j} N

FR =

F1 + F2

(600cos30 N - 400sin45 N) i
+ (600sin30 N + 400cos45) j

{236.8 i + 582.8 j} N

2.2.6. Cartesian Vektor


Pada sub-bab sebelumnya, semua gaya ataupun komponen gaya bekerja pada bidang
2 dimensi (2D). Untuk gaya-gaya ataupun komponen gaya yang bekerja pada bidang
3 dimensi (3D), vektor-vektor gaya direpresentasikan ke dalam bentuk vektor-vektor
Cartesian (Cartesian vectors).

Gambar 2.23. Vektor A dalam Koordinat x, y, z


Pada Gambar 2.23 di atas vektor A bisa mempunyai satu, dua atau tiga komponen
rectangular sepanjang koordinat x, y dan z. Untuk mencari berapa besarnya vektor A
tersebut digunakan prinsip parallelogram. Dimana vektor A diuraikan menjadi
beberapa komponen yaitu: A = A + Az, dan A = Ax + Ay.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

36

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Dalam ranah 3D sekumpulan unit vektor Cartesian i, j dan k digunakan untuk


menggambarkan arah sumbu x, y dan z. Sehingga representasi vektor A pada Gambar
2.23 di atas dalam bentuk unit vektor Cartesian dapat dilihat pada Gambar 2.24.

Gambar 2.24. Vektor A dalam Representasi Vektor Cartesian

(2.14)

Untuk menentukan besarnya vektor A di atas dapat dilihat pada Gambar 2.25,
dimana terdapat segitiga berwarna biru dan abu-abu.

Gambar 2.25. Besar Vektor A


Dari segitiga warna biru:
(2.15)

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

37

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Dari segitiga warna abu-abu:


(2.16)
Sehingga besarnya vektor A adalah :
(2.17)

Setelah mengetahui besarnya vektor A, maka arah vektor A ditentukan dengan


menggunakan Gambar 2.26 berikut.

Gambar 2.26. Arah Vektor A


Mengacu Gambar 2.26, arah vektor A dalam koordinat 3D adalah : (alpha),
(beta), dan (gamma). Diperoleh dengan cara mengukur dari ujung belakang (tail)
vektor ke arah sumbu x, y dan z positif. Untuk menentukan besarnya (alpha),
(beta), dan (gamma) dapat melihat Gambar 2.27.

(a)

(b)

(c)

Gambar 2.27. Arah Vektor 3D

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

38

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Dari Gambar 2.27 diperoleh :

(2.18)

Terdapat cara lain untuk menentukan arah vektor A, yaitu dengan mengunakan unit
vektor uA pada arah vektor A.

(2.19)

Sehingga :

(2.20)

INGAT......

Jika besar dan koordinat vektor A sudah diketahui, maka besarnya vektor A jika
ditulis dalam bentuk vektor Cartesian adalah :

(2.21)

2.2.7. Penjumlahan Vektor Cartesian


Penjumlahan (atau pengurangan) dua buah vektor akan menjadi mudah kalau
keduanya diekspresikan dalam bentuk komponen-komponen Cartesian. Sebagai
contoh adalah penjumlahan antara vektor A dan vektor B berikut.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

39

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Sehingga bisa disimpulkan bahwa besarnya resultan gaya merupakan penjumlahan


vektor dari semua gaya-gaya yang berkerja. Jika ditulis dalam bentuk persamaan,
dapat dilihat pada Persamaan 2.22.

(2.22)

Latihan 2.6.
Nyatakan

gaya

pada

Gambar

2.28

dalam

bentuk

vektor

Cartesian.

Gambar 2.28. Latihan 2.6


Jawab:
Dari Gambar 2.28 di atas, besarnya belum diketahui.

Ada 2 kemungkinan jawaban, = +0.5 dan = 0.5, sehingga:

atau
Karena arah Fx adalah pada sumbu-x positif, maka nilai yang
memenuhi adalah 60. Dengan menggunakan Persamaan 2.21, dan
memasukkan F = 200 N, maka diperoleh:

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

40

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

Latihan 2.7.
Tentukan besar dan sudut arah koordinat dari resulatan gaya
yang bekerja pada ring berikut.

(a)

(b)

Gambar 2.29. Latihan 2.7


Jawab:
Kedua gaya pada Gambar 2.29 (a) ditulis dalam bentuk vektor
Cartesian. Sehingga besarnya resultan gaya pada Gambar 2.29
(b) adalah:

Besarnya FR adalah :

Sudut

arah

koordinat

ditentukan

dengan

menggunakan

unit

vektor.

Sehingga:

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

41

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.3. Rangkuman
Vektor mempunyai besar dan arah. Contoh vektor adalah gaya, momen dan
posisi.
Operasi penjumlahan dan pengurangan vektor menggunakan prinsip
parallelogram atau segitiga.
Resultan vektor diperoleh dengan menggunakan hukum cosinus, dan arah
resultan diperoleh dengan menggunakan hukum sinus.
Untuk menjumlahkan beberapa gaya atau komponen gaya dilakukan perdua gaya atau komponen gaya.
Gaya koplanar adalah gaya yang diuraikan menjadi komponen-komponen
gaya arah sumbu-x dan sumbu-y, atau disebut juga dengan Rectangular
components.
Penyelesaian gaya koplanar menggunakan cara notasi skalar atau notasi
vektor Cartesian.
Vektor Cartesian digunakan untuk merepresentasikan gaya atau komponen
gaya 3 dimensi.

2.4. Referensi
a)

Hibbeler, (2010). Engineering Mechanics: Static, 12th. ed.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

42

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.5. Latihan Soal


1.

Tentukan besarnya resultan gaya dan arahnya jika diukur berlawanan jarum jam
dari sumbu-x positif.

2.

Tentukan besarnya resultan gaya dan arahnya () jika diukur berlawanan jarum
jam dari sumbu-x positif.

3.

Tentukan besarnya resultan gaya dalam bentuk vektor Cartesian.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

43

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

4.

Jika besarnya resultan gaya yang bekerja pada bracket adalah FR = {-300i + 650j
+ 250k} N, tentukan besar dan sudut arah koordinat dari F.

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

44

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.6. Lembar Kerja


.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

45

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

46

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

47

MODUL 2. OPERASI VEKTOR & VEKTOR GAYA

2.7. Jawaban
1.

721 N; 43.9

2.

31.2 N; 39.8

3.

FR = {490i + 683j 266k} lb

4.

F = 1.15 kN; = 131; = 70.5; = 47.5

MODUL AJAR MEKANIKA TEKNIK

48

Anda mungkin juga menyukai