Anda di halaman 1dari 20

FTS-045 Aspek Hukum dan Administrasi Proyek Konstruksi

PENGADAAN TANAH

Cut Zukhrina Oktaviani, ST.,MT


Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala

Pengertian
Pengadaan tanah adalah setiap kegiatan untuk mendapatkan tanah dengan cara memberikan ganti rugi kepada pihak yang melepaskan atau menyerahkan tanah, bangunan, tanaman, dan benda-benda yang terkait dengan tanah

Dasar Hukum
UU No. 5 Tahun 1960 UUPA (Psl 14 (1) dan Psl 18) Perpres No. 36 Tahun 2005 Jo. Perpres 65 Tahun 2006 UU No. 20 Tahun 1961 Tentang Pencabutan Hak-hak Atas Tanah dan Benda-benda yang ada di atasnya PP No. 39 Tentang Acara Penetapan Ganti Rui oleh Pengadilan Tinggi sehubungan dengan Pencabutan Hakhak Atas Tanah dan Benda-benda yang ada di atasnya InpresNo. 9 Tahun 1973 tentang Pelaksanaan Pencabutan Hak-hak Atas Tanah dan Benda-benda yang ada di atasnya

Prinsip-prinsip Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum


Terjaminnya hak-hak masyarakat atas tanah Terhindarnya masyarakat dari proses spekulasi tanah Terjaminnya perolehan tanah untuk kepentingan umum

Kriteria Kepentingan Umum (Ps 5 Perpres 36/2005 Jo 65/2006)


Dilaksanakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah Dimiliki atau akan dimiliki oleh pemerintah atau pemerintah daerah

Jenis-jenis Kepentingan Umum (Ps 5 Perpres 36/2005 Jo 65/2006)


Jalan umum dan jalan tol, rel kereta api (diatas tanah), di ruang atas tanah ataupun di ruang baah tanah, saluran air minum/ air bersih, saluran pembuangan air dan sanitasi Waduk, bendungan, bendungan irigasi, dan bangunan pengairan lainnya Pelabuhan, bandar udara, stasiun kereta api, terminal Fasilitas pembuangan sampah Fasilitas keselamatan umum seperti tanggul penanggulangan bahaya banjir, lahar Cagar alam dan budaya Pembangkit, transmisi, distribusi tenaga listrik

Aturan Pengadaan Tanah


Kesesuaian dengan RUTR
Berdasarkan RUTRW yang telah ditetapkan atau Perencanaan Ruang Wilayah atau Kota

Pemberlakuan Ijin Pembelian Pembentukan Panitian Pengadaan Tanah

Pembentukan Panita Pengadaan Tanah


Pengadaan tanah untuk kepentingan umum dilakukan oleh Panitia Pengadaan : Di wilayah kab./kota dibentuk oleh Bupati/Walikota atau Gubernur (untuk DKI) Di dua wilayah Kab./ Kota dibentuk oleh Gubernur Di dua wilayah Provinsi dibentuk oleh Mendagri

Tugas Panitia Pengadaan (1)


Mengadakan penelitian dan inventarisasi aset Mengadakan penelitian status hukum dan dokumen tanah yang haknya akan dilepaskan/ diserahkan Menetapkan besarnya ganti rugi Memberikan penjelasan/ penyuluhan

Tugas Panitia Pengadaan (2)


Mengadakan musyawarah Menyaksikan pelaksanaan penyerahan ganti rugi Membuat Berita Acara Pelepasan/ Penyerahan hak atas tanah Mengadministrasikan dan mendokumentasikan semua berkas pengadaan tanah dan menyerahkan kepada pihak yang berkompeten

Prinsip-prinsip Musyawarah
Musyawarah mengenai : Pelaksanaan pembangunan kepentingan umum di lokasi tersebut Bentuk dan besarnya ganti rugi Dilaksanakan secara langsung antara pihak yang memerlukan tanah dan pemegang hak Musyawatah dapat dilakukan dengan perwakilan, dengan suatu surat kuasa untuk itu dan legal Musyawarah dipimpin oleh Ketua Panitia Pengadaan Tanah Musyawaah yang membuahkan keseoakatan, panitia menerbitkan surat keputusan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi

Ganti Rugi
Ganti rugi diberikan untuk : Hak atas tanah Bangunan Tanaman Benda-benda lain yang berkaitan dengan tanah

Bentuk Ganti Rugi


Uang, dan/ atau Tanah pengganti, dan/ atau Pemukiman kembali, dan/ atau Gabungan dari dua atau lebih bentuk ganti rugi Bentuk lain yang disetujui oleh pihakpihak yang bersangkutan

Bentuk Ganti Rugi Tanah Ulayat


Penggantian terhadap bidang tanah yang dikuasai dengan hak ulayat, diberikan ganti rugi dalam bentuk pembangunan fasilitas umum atau bentuk lain yang bermanfaat bagi masyarakat

Dasar Perhitungan Ganti Rugi


NJOP atau Nilai Nyata sebenarnya dengan memperhatikan NJOP tahun berjalan, berdasarkan penilaian Lembaga/ Tim Independen Nilai jual bangunan, ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab dibidang bangunan Nilai jual tanaman, ditaksir oleh perangkat daerah yang bertanggung awab dibidang tanaman

Penerima Ganti Rugi


Ganti rugi diserahkan langsung kepada : Pemegang hak atas tanah, atau yang berhak sesuai peraturan perundangundangan Nadzir bagi tanah wakaf Dititipkan ke PN setempat, dalam hal kepemilikan bersama, tetapi satu atau lebih tidak dapat ditemukan

Mekanisme Pengadaan Tanah (1)


Penyusunan rencana bangunan oleh pihak yang memerlukan tanah Penetapan lokasi pembangunan oleh Bupati/ Walikota atau ubernur (untuk DKI) Membentuk Panitia Pengadaan Tanah Perintah kerja kepada Panitia Pengadaan Tanah Penyuluhan kepada pemangku kepentingan sekaligus observasi bentuk dan besarnya ganti rugi

Mekanisme Pengadaan Tanah (2)


Inventarisasi status hukum dan dokumen, asset yang akan dilepaskan untuk kepentingan umum Penunjukan lembaga independen untuk menaksir hak atas tanah yang akan dibebaskan Penunjukan tim penilai bangunan dan/ atau tanaman Pengumuman daftar tanah, bangunan dan tanaman serta benda-benda yang ada diatasnya

Mekanisme Pengadaan Tanah (3)


Pengesahan daftar tanah, bangunan dan tanaman serta benda-benda yang ada diatasnya Pengadaan musyawarah untuk bersepakat mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi Penetapan bentuk dan besarnya ganti rugi oleh Panitia Pengadaan Tanah Pembayaran ganti rugi oleh pihak yang memerlukan tanah kepada pemegang hak

Mekanisme Pengadaan Tanah (4)


Pemberkasan tanah oleh Panita Pengadaan Tanah Pengajuan permohonan hak atas tanah oleh pihak yang memerlukan tanah Pelaksanaan konstruksi fisik oleh pihak yang memerlukan tanah